Aku Ibu Mu, Nak

Aku Ibu Mu, Nak
BAB 87. TUAN NICHOLAS CURIGA


__ADS_3

Dua hari kemudian kondisi Dora berangsur-angsur membaik. Kini dokter pun sudah memperbolehkan Dora untuk kembali ke rumah. Richard benar-benar meminta Dora agar istri atau dia tidak ingin terjadi sesuatu kepada istrinya.


"Sayang, untuk saat ini kamu harus istirahat total. Mas tidak ingin kamu beraktivitas di luar dulu saat ini." ujar Richard kepada Dora.


"Tapi Dora bosan di rumah Mas, Dora kan nggak kerja berat kok. Di butik Hanya duduk saja.


"Iya, kamu boleh ke butik. Tapi tolong jangan sampai kamu kelelahan."ujar Richard.


"Terima kasih ya, Mas."


"Iya Sayang, Yang penting kamu jaga kesehatan dan jaga anak kita yang ada di dalam sini sahabat sambil mengelus perut Dora yang masih rata.


****


Hari ini Mia sudah mulai bekerja kembali di kantor Tuan Nicholas. Kondisi kakinya sudah mulai pulih seperti semula.


Saat baru masuk ke ruangannya ponselnya berdering yang berada di dalam tasnya, tiba-tiba berdering.


Setelah Mia duduk di kursi kerjanya, wanita itu langsung membuka tasnya. Dilihatnya di layar ponselnya tertera nama Afrian. Mia langsung menekan tombol hijau yang ada di layar ponselnya, agar sambungan telepon selulernya tersambung kepada Afrian.


"Assalamualaikum Kak."Mia mengucap salam saat sambungan telepon itu tersambung.


"Waalaikumsalam, sayang kamu jadi masuk kerja ngga, hari ini?


"Jadi, ini aku sudah di kantor."


"Sayang siang ini kita makan siang di luar, yuk."


"Lihat nanti ya, Kak. Karena hari ini ada schedule meeting di luar kantor dengan klien. Cuma aku nggak tahu siapa nanti yang akan menemani Papa bertemu klien.


"Iya sayang, nanti kabarin kakak ya."


"Iya, kak. Aku tutup dulu teleponnya ya. terputus


"Iya sayang,"


Sambungan telepon seluler itu pun terputus.


Jam sebelas Tuan Nicholas keluar dari ruangannya. Dia melangkah menuju ruangan putrinya.


Tok ...


Tok ...


Tok ...


"Masuk!" teriaknya dari dalam ruangannya.

__ADS_1


Tuan Nicholas membuka pintu ruangan Mia. "Mia, Ayah ketemu klien ditemani sama Arga saja ya."


"Iya Pa, sahut Mia senang.


Setelah Tuan Nicholas menutup pintu ruangannya kembali, Mia langsung mengambil ponselnya. Dia mengirim pesan pada Afrian, kalau Tuan Nicholas pergi bertemu dengan klien ditemani oleh Arga.


Setelah mendapatkan pesan dari Mia, lima belas menit kemudian, mobil Afrian sudah sampai di halaman perusahaan Tuan Nicholas. Pria itu langsung mendapatkan mobilnya di area parkir setelah mematikan mesin mobilnya, Afrian lalu mengambil ponselnya yang ada di saku celananya.


Dia menghubungi Mia."Halo sayang, Kakak sudah tempat parkir kantor, nih."


"Bentar ya, Kak sepuluh menit lagi.


Setelah menutup teleponnya, Mia melanjutkan pekerjaannya sebentar. Setelah pekerjaannya selesai Mia memperbaiki sedikit riasannya. Merasa penampilannya sudah terlihat rapi, dia langsung beranjak dari duduknya. Diambilnya ponselnya yang ada di atas meja itu, lalu dia masukkan ke dalam tas kerjanya. Kemudian dia keluar dari dalam ruangannya.


Afrian yang melihat Mia sudah berdiri di teras kantor itu, dia langsung menyalakan mesin mobilnya. Lalu perlahan menjalankan mobilnya ke depan teras itu.


Terlihat Mia membuka pintu mobil depan sebelah kiri. Wanita itu langsung masuk dan duduk di samping kursi kemudi


"Kita ke restoran Cornel saja ya, sayang?" tanya Afrian saat mobilnya sudah melintas di jalan raya.


"Terserah Kakak aja."


"Beberapa menit kemudian, mobil Afrian yang sudah memasuki halaman restoran Cornel, saat mobil sudah berhenti. Mia dan Afrian langsung keluar dari mobil. Kenapa Afrian langsung memegang tangan Mia saat mereka masuk ke dalam restoran.


Afrian mengambil posisi meja di tengah. Entah apa maksud pria itu. Mungkin saja dia ingin memamerkan pada dunia, bahwa Mia adalah kekasihnya. Di tariknya sebuah kursi untuk Mia duduk. Setelah Mia duduk, barulah Afrian mengambil posisi duduknya di seberang wanita itu.


Pembicaraan mereka di sana cukup santai, tidak selalu membahas perihal pekerjaan. Saat pria paruh baya itu menoleh ke arah kanan pandangannya langsung terpaku pada dua sosok manusia yang sangat dikenalinya.


Matanya terbelalak saat melihat tangan Mia di pegang oleh Afrian. Andai aja dia sedang tidak bersama klien, pasti dia akan langsung menghampiri dua orang anak muda itu.


Perhatian Tuan Nicholas terhadap Mia terputus, saat Arga memanggil tuannya. Karena kliennya ingin melanjutkan pembicaraan kerjasama.


disela obrolan bersama kliennya, Tuan Nicholas masih mencuri pandang terhadap anaknya. Kini dilihatnya Afrian sedang membantu Mia membersihkan mulut Mia dengan tisu. Karena ada saus menempel di sudut bibir gadis itu.


Setelah menyelesaikan makanannya. Afrian langsung beranjak dari duduknya.


"Ayo sayang, Kakak antar kamu pulang ke kantor. Takutnya nanti papa kamu pulang lebih awal." ajak Afrian.


Kemudian Mia berdiri dari duduknya. Wanita itu melangkah beriringan dengan Afrian menuju kasir.


Sore harinya, sebelum jam pulang kerja. Tuan Nicholas memanggil Richard ke dalam ruangannya.


"Tumben Papa memanggilku di saat hampir jam pulang kerja seperti ini." gumamnya di dalam hati.


Kemudian pria itu keluar dari ruangannya, sambil membawa tas kerjanya. Sebab setelah keluar dari ruang ayahnya, nanti dia akan langsung pulang ke rumah. Karena istrinya malam ini ingin menginap di rumah orang tuanya.


Tok Tok Tok...." Richard mengetuk pintu ruang kerja Tuan Nicholas

__ADS_1


"Masuk!" teriak Tuan Nicholas.


Richard lalu membuka pintu ruang kerja ayahnya, dan langsung melangkah masuk serta duduk di kursi depan meja tua Nicholas.


"Ada apa Pa?" tanya Richard to the point.


"Richard, menurut kamu Afrian itu orangnya seperti apa?


"Maksud Ayah, Seperti apa bagaimana?


"Ehmmm....begini, Sepertinya antara Mia dan Afrian itu terjalin sebuah hubungan.


"Hubungan Seperti apa,Pa?"


"Tadi siang, ayah melihat mereka berdua makan siang di restoran Cornel. Afrian memegang tangan Adik kamu


"Terus???


"Kok kamu terlihat santai begitu? Apa kamu sudah mengetahui hubungan mereka?


"Enggak Pa, Aku tahunya Afrian memang sudah lama menyukai Mia. Tapi Mia selalu menolaknya. Kalau tadi siang Papa melihat mereka berpegangan tangan, kemungkinan besar mereka sedang menjalin sesuatu hubungan, yang jelas lebih dari sekedar teman.


Menurut kamu Afrian itu seperti apa orangnya? Baik nggak?"


"Richard berteman dengannya sejak kami duduk di bangku SMP Pa. Yang aku tahu dia pria yang baik, tidak nakal. Dulu Dia pernah punya pacar. Tapi ditinggal oleh pacarnya, karena dia belum mapan seperti sekarang ini.


Semenjak putus dengan pacarnya, setahu aku sih dia nggak pernah lagi pacaran."


"Tapi kenapa dia Sampai sekarang masih belum menikah? apa dia sering jajan di luar?


"Dia belum menikah itu karena dia cuman mau menikah dengan Mia, saja Pa. Perjodohan yang diatur orang tuanya saja ditolaknya. Kalau soal jajan di luar, aku rasa tidak! Afrian itu tidak pernah bermain di luar sana.


Tuan Nicholas hanya manggut-manggut.


"Ada lagi yang Papa mau tanyakan?


"Nggak, ada lagi. Kamu boleh pulang sekarang."


Richard lalu beranjak dari duduknya. Pria itu langsung keluar dari ruangan Papanya setelah sampai di rumahnya, Richard kaget melihat istrinya dan anaknya sudah berpakaian rapi.


Bersambung.....


hai hai redears dukung terus karya author agar outhor lebih semangat untuk berkarya trimakasih 🙏💓🙏


JANGAN LUPA TEKAN, FAVORIT, LIKE, COMMENT, VOTE, DAN HADIAHNYA YA TRIMAKASIH 🙏💓


JANGAN LUPA MAMPIR KE KARYA EMAK YANG LAIN

__ADS_1


__ADS_2