Aku Ibu Mu, Nak

Aku Ibu Mu, Nak
BAB 157. PENYESALAN


__ADS_3

Bastian yang baru saja tiba di ruangan itu langsung terperangah melihat mempelai prianya adalah Bimbim, bukan Mario. banyak pertanyaan yang muncul di dalam benak laki-laki itu. Setelah tamu tamu sebagian keluar ruangan untuk menikmati hidangan yang telah disediakan, Bastian lalu menghampiri orang tuanya.


"Bastian, kok kamu baru datang nak? tanya Moresette.


Bastian tidak menjawab, dia lebih fokus pada pertanyaan yang akan dilontarkan pada Papanya. "Pa, Kenapa jadi Bimbim yang menikah dengan Mauren? ke mana calon suami Mauren?


"Calon suaminya tidak datang Bastian. tidak ada kabar juga dari mereka. nomor ponsel mereka juga tidak bisa dihubungi. tutur Cornel.


"Jadi Bimbim yang disuruh menggantikan?"tanya Bastian lagi.


"Iya, Bastian. Awalnya bimbi menolak, Karena dia sudah punya pacar. Bimbim tadi menyuruh kamu yang menikahi Mauren. Namun, kamu tidak ada di sini. Kami juga dari tadi menghubungi kamu, tapi tidak ada sahutan."


"Ponsel aku ketinggalan di kamar pa."jawab Bastian lesu. pria itu langsung terduduk lemas di dekat tangga. Kembali penyesalan bergelayut di hati pria itu. Penyesalan yang tidak akan mungkin bisa membuat dia memutar kembali waktu. dia kembali teringat saat ini menyatakan cintanya pada Mauren.


Siang itu Bastian pergi ke sebuah Mall ingin membeli sebuah cincin yang rencananya akan dia berikan saat Mauren menerima cintanya. Rencananya dalam waktu dekat ini Bastian akan mengungkapkan perasaannya pada Mauren. Saat dia ingin memasuki toko perhiasan, tiba-tiba Bastian berpapasan dengan Mauren yang kebetulan baru saja keluar dari toko itu.


Saat itu Mauren tidak sendirian. Di sampingnya ada pria tampan bernama Mario yang baru 2 minggu di pacarnya.


"Kak Bastian!" sapa Mauren.


"Eh Mauren, Lagi sama siapa?"Mata Bastian melirik ke arah Mario.


"Kenalkan, saya Mario pacarnya Mauren."Mario mengulurkan tangannya pada Bastian.


"Loh, Mauren? Kakak kira kamu belum..."ucap Bastian langsung dipotong oleh Mario.


"Kami baru 2 minggu yang lalu menjalin hubungan."Mario menjelaskan.

__ADS_1


Setelah mengucapkan itu Mario lalu berpamitan dan menuntun Mauren untuk melanjutkan jalannya, mendengar pernyataan itu Bastian langsung mengurungkan niatnya masuk ke dalam toko itu.


Pria itu langsung keluar dari mall itu dengan perasaan berkecamuk.


"Kenapa aku tidak dari dulu menyatakan perasaanku sama kamu Mauren? sesal Bastian dalam hati.


Belum hilang penyesalan di hatinya Kini dia kembali menyesal untuk kedua kalinya. andai saja dia datang lebih awal ke acara pernikahan Mauren, pasti yang saat ini berada di posisi Bimbim adalah dirinya.


Hari ini Bastian sengaja datang terlambat, sebab Dia tidak mau menyaksikan acara akad nikah antara Mario dengan wanita yang sudah lama ada di hatinya.


"Bastian Ayo makan dulu. kamu tadi pergi belum sarapan kan?" ucap Moresette.


"Aku masih kenyang mah,"Kilah Bastian. dia sama sekali tidak berselera untuk makan.


Di tempat lain, nampak 4 orang korban kecelakaan sedang di tangani di ruang UGD. korban kecelakaan itu terdiri dari dua orang wanita dan dua orang pria. keempat pasien itu ada yang mengalami luka bagian kepala, kaki dan juga tangan.


"Bagaimana dengan tiga orang pasien lainnya?"


"Mereka masih belum sadar dokter."


"Baiklah sekarang kamu bisa kembali bertugas. sebentar lagi saya akan memeriksa pasien perempuan yang sadar itu."


Perawat itu keluar dari ruang dokter dan melangkah menuju UGD, tempat pasien wanita yang sudah sadar dirawat.


"Saya dimana? di mana Kakak dan orang tua saya? Bagaimana keadaan mereka? secara garis itu pada seorang perawat yang menjaganya.


"Mbak sekarang sedang berada di rumah sakit, lebih tepatnya di ruang UGD. keluarga Mbak baik-baik saja. Hanya saja mereka sampai saat ini masih belum sadar. Mbak nggak usah khawatir. tunggu di sini saja!"ucap perawat itu, tangannya sambil membenarkan selang infusnya..

__ADS_1


Dari keempat orang korban kecelakaan, hanya Mario saja yang mengalami luka paling parah. sebab mobil yang dikemudikan oleh ayahnya itu menghantam sebuah pohon besar yang menyebabkan bagian samping kiri mobil penyok. kebetulan saat itu Mario duduk di samping kursi kemudi. rencananya setelah Mario sadar, dokter akan melakukan rontgen pada pria itu.


Berselang satu jam Setelah adik perempuan Mario sadar, kini kedua orang tua Mario sudah mulai siuman. Di antara pasangan paruh baya itu, kondisi Ibu Mario lebih parah, sebab posisi duduknya berada di belakang Mario. wanita paruh baya itu juga tidak menggunakan sabuk pengaman.


***


Setelah selesai akad nikah, Mauren masuk kembali ke dalam kamarnya. Dia langsung duduk di atas ranjangnya. Gadis itu masih sangat bersedih. Sebab pihak Mario hingga saat ini masih belum ada memberi kabar sama sekali.


"Kemana Bimbim? saat ini Bimbim sedang duduk di teras samping bersama Bastian.


"Jadi bagaimana nanti hubungan kamu dengan Aulia, Bim?"


Bimbim menggeleng. "Aku masih belum tahu Bastian. sebab semua terjadi secara tiba-tiba, semua orang saat itu menumpukkan harapan mereka hanya pada diriku. Karena akulah yang saat itu ada di sana.


Tidak mungkin kan keluarga Mauren menyuruh Mauren menikah dengan pria asing. Kamu juga kenapa datang terlambat? andai kamu ada di sini, pasti aku akan menyuruh kamu yang menggantikan posisi Mario. Sebab diantara kita kamulah yang saat ini statusnya jomblo. jadi tidak ada beban yang akan kamu pikul saat menikah dengan Mauren,"


"Tidak seperti aku Bastian, aku saja sampai saat ini masih bingung bagaimana nanti caranya menjelaskan pada Aulia mengenai kejadian hari ini."sahut Bimbim dengan perasaan gamangnya.


Bastian menyandarkan punggungnya pada sandaran kursi panjang yang dia duduki bersama Bimbim. pria itu menghela nafas panjang dan membuangnya dengan kasar.


Dia ingin sedikit melonggarkan rongga dadanya yang sampai saat ini masih terasa sesak akibat menanggung penyesalan kembali.


Berulang kali dia merutuki kebutuhannya, yang tidak bisa berbesar hati melihat mau menikah dengan Mario. Sehingga Bastian memilih datang ke tempat acara saat dia rasa ijab kabul itu sudah selesai.


Amor yang tidak sengaja ingin keterangan samping itu mendengar ucapan dari putranya. wanita itu lalu menghampiri Bimbim. " Bim, Mama rasa semua yang terjadi hari ini merupakan kehendak yang di atas. Itu artinya kamu dan Mauren memang ditakdirkan berjodoh. Jadi Mama harap ke depannya kamu dan Mauren akan bisa menjalani rumah tangga ini dengan baik. walaupun saat ini tidak ada cinta di antara kalian, Mama yakin suatu saat kalian akan saling mencintai. "mengusap pundak anaknya.


"Mama harap ke depannya, kamu jangan menyakiti Mauren ya Bim. Mama tidak ingin persahabatan Papa dan Mama dengan keluargamu dan ke depannya menjadi renggang."setelah mengucapkan itu, Amar berlalu dari tempat itu.

__ADS_1


Bersambung...


__ADS_2