
"Pak Mario."Bastian menyapa Mario lebih dulu.
"Kak Mario."Mauren juga ikut menyapa.
Mario hanya membalas sapaan itu dengan sedikit anggukan. Wajahnya terlihat datar. berbeda dengan Selena, Gadis itu masih saja memandang Bastian dengan penuh kekaguman. Dia tidak peduli istri Bastian ada di depannya.
"Kak Bastian mau ke mana?"tanya Selena
"Ke mana saja, sesuka hati kami."bukan bastian yang menjawab, melainkan istrinya.
"Kami jalan dulu ya Kak,"pamit Mauren pada Mario.
"Huh... posesif banget dengan Kak Bastian."
"Selena, wajar saja Mauren seperti itu, karena kamu nampak sekali menyukai suaminya."Mario langsung menarik tangan adiknya Ia takut kalau Selena akan mengikuti Bastian.
***
Malam harinya, Bastian dan Mauren sedang sibuk memasak untuk makan malam di dapur. Di antara keduanya, Bastian lah yang paling pandai memasak makanan, sebab Bastian sejak duduk di bangku SMP sering melihat koki memasak di restoran Papanya.
"Sayang, Kamu duduk saja. Biar mas yang memasak untuk kamu."
"Enggak Mas!"aku akan tetap bantuin Mas memasak."
__ADS_1
"Sayang, inilah enaknya kalau tidak memiliki pembantu. Kita akan lebih punya banyak waktu berduaan di tempat mana saja yang kita mau."Bastian berdiri di belakang istrinya, kedua tangannya melingkar di pinggang ramping istrinya. Hidungnya mengendus-endus ceruk leher istrinya.
"Iya, Mas, kalau ada orang lain di sini, kita nggak bisa seperti ini."sahut Mauren. tangannya sambil memotong wortel dan kentang.
"Sayang, kapan jagoan kecil akan hadir di perut kamu?"tangan Bastian mengusap perut istrinya.
"Aku juga nggak tahu Mas, ini saja aku lagi datang bulan."
"Pokoknya Mas akan sabar menantikan buah hati kita hadir di rumah ini."
***
Keesokan harinya, jam 07.00 pagi Bastian turun dengan setelan jasnya. Dia langsung melangkah ke arah meja makan. Di sana istrinya sedang menata peralatan makan.
"Aku bawa mobil sendiri saja, Mas. karena biasanya aku dan Atalia makan siang di luar."
"Hati-hati bawa mobilnya ya. Jangan ngebut!"nasehat Bastian.
Jam 09.00 pagi di kantor keluarga Nicholas, nampak seorang OB membawa sebuah buket bunga bunga mawar. karena Atalia tidak ada di ruangannya, OB tersebut langsung membawa buket bunga itu ke ruangan Mauren, sebab Atalia pasti ada di ruangan Mauren.
"Bu Atalia, ini buket bunga untuk ibu."
Kening Gadis itu nampak berkerut. "Bapak pasti salah, ini pasti bunga untuk Mauren."
__ADS_1
"Bukan Bu. kata resepsionis, ini bunga untuk ibu Atalia."
"Sudah, ambil aja Atalia!"seru Mauren.
"Terima kasih ya Pak."Atalia mengambil buket bunga itu. Dia memeriksa bukan itu, siapa tahu ada kartu terselip di sana, Tapi sayangnya tidak ada petunjuk Siapa yang mengirim buket bunga itu.
Beberapa menit kemudian, ponsel yang ada di saku belajarnya berbunyi. Atalia memeriksa ponselnya, ternyata ada sebuah pesan masuk dari Bimbim.
"Sudah terima buket bunganya belum?"Maaf ya aku baru ngasih buket bunganya sekarang."
"Aku kira waktu itu kamu cuman bercanda saja, agar aku tidak bertengkar dengan Sarah. Terima kasih ya, buket bunganya."balas Atalia diakhiri dengan emoji senyum.
"Mauren, ternyata buket bunga ini dari Bimbim."
Jari lincah Mauren yang tadi bergerak di atas keyboard langsung berhenti. Perhatiannya beralih pada Atalia."Bimbim?"
Atalia lalu menceritakan kejadian saat Mauren melempar bukit bunga di pesta pernikahan.
"Oh .. Jadi ceritanya Bimbim penuhin janjinya waktu itu?"
Atalia mengangguk. "Iya, padahal aku sudah lupa dengan itu, karena aku menganggapnya cuman bercanda saja."sahut Atalia
BERSAMBUNG...
__ADS_1
Mohon maaf, sepertinya Emak update kali ini hanya satu bab saja. Berhubung karena kondisi kesehatan Emak saat ini sedang menurun. Tapi, emang usahakan update setiap hari. Terima kasih untuk kesetiaan kalian mengikuti karya Morata.