
Di dalam kamar, Kornel membantu Moresette kebaya yang dipakai istrinya. sama seperti lelaki pada umumnya, saat resleting itu diturunkan, Cornel meneguk pahit salivanya.
Saat ini dia seperti melihat hamparan padang pasir yang luas, yang mana Di tengah-tengahnya terdapat mutiara yang indah.
"Mas!!"teriak Moresette saat suaminya mengendus endus bagian yang terbuka itu.
"Kita coba sekarang aja ya. mas sudah nggak sabar kalau harus menunggu malam hari."
Moresette lalu teringat dengan cerita Dora dan Amor. Setelah melakukan malam pertama, Pagi harinya mereka merasa sakit. Saat berjalan, kaki terlihat aneh. Karena menahan rasa perih di bagian inti tubuh mereka.
Moresette menggeleng cepat. "Enggak! aku nggak mau Mas. kita nanti malam masih ada acara resepsi. Aku nggak mau jalanku terlihat aneh saat acara nanti malam."ucapnya sambil membayangkan betapa malunya kalau orang-orang membicarakan jalannya yang aneh, yang sudah pasti orang akan menyerap pasangan pengantin itu tidak sabaran menunggu penyatuan saat malam hari, setelah acara benar-benar selesai.
"Kamu nggak usah khawatir Sayang, nanti mas akan membopong kamu." tangan Cornel mulai merayap mencari-cari sesuatu berbentuk mangga.
"Plak!
Sebuah pukulan di lengan Cornel.
"Lepas Mas!! nanti malam saja, atau enggak sama sekali." Moresette sengaja mengancam. Bukannya dia tidak mau melayani suaminya, tetapi situasinya belum memungkinkan. Mendengar ancaman itu, chord terlalu melepaskan mangga muda itu kembali.
Malam harinya, Afrian datang ke acara resepsi menggunakan masker. sebab tadi pagi saat acara akad nikah pria itu muntah karena mencium berbagai macam aroma parfum dan aroma masakan yang ada di media prasmanan. Baru saja datang, Afrian langsung menyuruh istrinya untuk segera makan. sebab lelaki itu ingin segera cepat pulang ke rumahnya.
__ADS_1
"Mas gak mau makan nasi?"tanya Nia saat melihat suaminya mengambil buah jeruk sebanyak dua biji.
"Perut Mas mual, semua makanannya mengandung bumbu rempah dan aroma bawang.
"Tapi perut mas dari tadi siang kosong. nggak ada satu butir nasi yang masuk ke Mas. sekarang Mas kelihatan sangat kurus. aku ambilkan kue ya?"tawar Mia.
Afrian mengangguk. Mia lalu beranjak berdiri setelah dia menyelesaikan makannya.
Tak jauh dari tempat itu, Richard juga sibuk melayani istri dan putrinya di meja makan. dengan cekatan pria itu mengambil makanan di meja prasmanan untuk istri dan juga anaknya.
Kehamilan yang sudah menginjak Jalan 9 bulan ini membuat Dora tidak terlalu kuat kalau terlalu lama berdiri.
"Sayang, habis ini lebih baik kita langsung pulang saja ya. kasihan kamu kalau terlalu lama di sini. Lagian Mauren juga sebentar lagi mau tidur."
Richard mengusap-usap pucuk kepala putrinya. "Iya sayang, Tapi kasihan Mama kamu. Mama kamu perlu istirahat. capek kalau terlalu lama gendong adik bayi di perut." Richard memberi pengertian pada putrinya.
"Sudah Mas, aku nggak apa-apa kok. aku bisa duduk di sini sampai nanti kita pulang.
Di pelaminan, Cornel dari tadi Melihat jarum jam yang melingkar di pergelangan tangan kirinya. Nampak sekali kegelisahan yang ditangkap oleh Moresette dari lelaki yang sudah sah menjadi suaminya beberapa jam yang lalu.
"Mas Kenapa sih, dari tadi ngelihatin jam mulu kayak gelisah gitu? Moresette berbisik di telinga suaminya.
__ADS_1
"Sekarang sudah hampir jam 10.00 malam, tapi kamu undangan masih berdatangan. kapan mereka pulangnya kalau begitu? Sungut Cornel.
Moresette menghela nafas panjang. "Harusnya Mas bersyukur, karena banyak tamu-tamu yang hadir."
"Bukan masalah itu, takutnya otot kaki aku jadi kram Kalau kelamaan berdiri."bohong Cornel. Padahal dia sudah tidak sabar lagi untuk cepat-cepat ingin adik kecilnya bermain.
Beberapa saat kemudian, Richard dan kawan-kawannya yang tinggal satu komplek perumahan itu pamit pada Cornel.
"Selamat ya bro, akhirnya kamu sudah bisa memompa lagi mulai malam ini."ucap Fernando di telinga Cornel
"Selamat ya, santai bro. kalau lagi gelisah itu kakinya nggak usah digerak-gerakin gitu." ucap Richard yang tidak bisa untuk Tidak berkomentar, saat melihat kaki kanan Kornel dari tadi digerak-gerakkan terus padahal posisinya sekarang Lagi berdiri.
Sekarang giliran Afrian dan Mia yang mengucap selamat. "Selamat ya Cornel, semoga menjadi keluarga yang sakinah mawadah warohmah." ucap Afrian dan Mia.
"Terima kasih, kalian sudah datang." sahut kedua mempelai.
Bersambung.....
hai hai redears dukung terus karya author agar outhor lebih semangat untuk berkarya trimakasih 🙏💓🙏
JANGAN LUPA TEKAN, FAVORIT, LIKE, COMMENT, VOTE, DAN HADIAHNYA YA TRIMAKASIH 🙏💓
__ADS_1
JANGAN LUPA MAMPIR KE KARYA EMAK YANG LAIN