
Tadi malam Papanya Riana dan istrinya berunding. Sebenarnya Papanya Riana marah pada Tuan Bernando. Karena pria paruh baya itu terlalu memandang rendah terhadap anaknya. Sudah bisa ditebak bahwa Tuan Bernando ini sangat memilih orangnya.
Pasti Tuan Bernando menginginkan menantu yang sederajat dengannya. andai nanti Riana direstui oleh Tuan Bernando, itu murni Pasti karena selama ini, kedua orang tua Riana membantu merawat anak-anak di panti asuhan yang merupakan panti asuhan milik besannya.
Namun Papanya Riana menepis masalah harga diri. Dia lebih mengutamakan kebahagiaan anaknya. Walaupun Tuan Bernando tidak tulus menerima Riana sebagai menantunya, yang terpenting Nyonya Nadia dan Antonius dari awal sebelum tahun Riana adalah putrinya, mereka sudah menerima Riana dengan baik.
Nampak mamanya Riana menyenggol lengan suaminya juga. Wanita paruh baya itu menyuruh suaminya untuk merespon ucapan dari Tuan Bernando.
"Iya Pak, saya mengerti, Riana hanya seorang anak yang dibesarkan di panti. Jadi wajar saja Bapak waktu itu menolak anak saya.
"Pak, jangan diperpanjang lagi!"tegur mamanya Riana dengan suara lirih di telinga suaminya.
"Begini saja Pak, lebih baik kita Jangan tengok ke belakang lagi. Yang Lalu biarlah berlalu. Yang jelas, suami saya sudah meminta maaf dan mengakui kesalahannya."ucap Nyonya Nadia.
"Iya Pak. maksud kedatangan kami ke sini selain meminta maaf, juga sekalian ingin melamar Riana untuk menjadi istri Antonius. Saya harap bapak dan ibu berkenan menerima lamaran anak saya."
Papanya Riana menoleh ke arah istrinya. terlihat istrinya mengangguk samar.
"Baik Pak, Saya menerima lamaran bapak untuk Antonius."
Antonius dan Riana berpandangan. keduanya saling melempar senyum, karena restu dari kedua orang tua sudah mereka kantongi.
"Sebelumnya kami di rumah sudah sepakat, pernikahan akan diselenggarakan dua bulan lagi di rumah kami. Dan malam harinya diadakan resepsi di ballroom hotel. Bagaimana Pak, Bu, setuju nggak?"tanya Nyonya Nadia.
"Kami terserah sama ibu saja gimana baiknya. karena kami tahunya orang-orang di kampung sini, begitu habis nikah lagi langsung dilanjutkan acara resepsi. Dan itu hanya berlangsung sampai 2 jam saja."
"Rencananya kami mau mengundang rekan bisnis juga, Jadi acaranya terpaksa kami gelar di hotel, karena kalau resepsi diadakan di rumah tempatnya nggak cukup."tutur Nyonya Nadia.
"Iya Bu, kami ikut saja. terserah Ibu mau konsepnya seperti apa,"sahut mamanya Riana lagi.
Setelah nyonya Nadia memasang cincin untuk Riana, Antonius dan orang tuanya kemudian berpamitan pulang.
"Sayang, minggu depan kamu Kakak jemput untuk membuat gaun pengantin. semoga saja bajunya bisa selesai seminggu sebelum acara,"ucap Antonius saat mereka sudah berada di teras.
"Bikin gaunnya di mana Kak?"di butik Kak Dora ya?"
"Enggak sayang, kakak kemarin sudah tanya ke Dora. Dia nggak bisa, karena masih repot mengurus bayinya. selama melahirkan ini dia cuman merancang baju untuk dijual di butiknya saja. Belum melayani pembuatan gaun pengantin, karena itu akan menyita waktu katanya. Dia nggak bisa kerja kalau dikejar-kejar oleh waktu. Apalagi kita kan dua bulan lagi nikah."sahut Antonius.
__ADS_1
"Kakak pulang dulu ya, Sampai jumpa minggu depan,"pamit Antonius yang melangkah menyusul orang tuanya memasuki mobil.
***
Di sebuah desa terpencil, terlihat Risma Tengah duduk melamun di sebuah gubuk yang terbuat dari bambu. atap gubuk itu terbuat dari rumbia. Di samping kanan dan kiri gubuk itu terdapat perkebunan.
Hampir setiap hari wanita hamil berumur tujuh bulan itu duduk di sana sambil melihat tetangga bekerja memetik teh di perkebunan milik neneknya.
Puas melamun di sana, Risma membuka akun sosial media berlambang warna pink miliknya. tidak sengaja dia melihat postingan Dora dengan menggendong seorang bayi laki-laki.
Di samping kiri dan kanannya ada Amor, Mia dan Moresette. Pada postingan itu, baby Andika bersama bumil cantik."
Risma lalu membesarkan foto Amor. dilihatnya perut Amor begitu besar. Bahkan sama dengan ukuran perutnya. dia lalu berpikir negatif terhadap Amor.
"Pantesan sama orang gak mau mengalah sama aku, ternyata hamil duluan juga dengan Kak Fernando. Huh ....! Aku kira selama ini Dia gadis lugu. ternyata liar juga. bisa banget nyari mangsa sekelas Kak Fernando. sampai pengorbanan keperawanan pula. pantesan Kak Fernando nggak mau lagi sama aku. ternyata sudah ngerasain di servis sama si Amor."Risma jengkel, wanita hamil itu tidak tahu kalau Amor hamil anak kembar.
Risma mengusap-usap perutnya yang besar. dia kembali teringat saat pulang dari rumah Fernando bersama mamanya Beberapa bulan yang lalu.
Setelah permintaannya untuk menjadi istri kedua ditolak oleh Fernando, malamnya Risma memutuskan untuk pergi ke rumah orang tua kekasihnya dulu. Waktu itu Risma bersama kedua orang tuanya datang ke rumah kekasihnya.
"Ma, itu kan mobilnya Rehan."tunjuk Risma.
"Ayo kita ketuk rumahnya!" ajak Papanya Risma.
Belum sampai mereka menginjak teras. nampak Rehan keluar bersama dengan seorang wanita yang pernah dilihat oleh Risma dan Mamanya saat di apartemen.
Di belakang Rehan dan wanita itu ada dua pasang paruh baya, juga baru keluar dari rumah itu sudah bisa diduga kalau mereka adalah orang tua Rehan dan orang tua si wanita itu.
Rehan tersentak melihat Risma datang ke rumah orang tuanya. "Risma!"gumamnya.
"Siapa Nak?"tanya mamanya Rehan.
"Te...teman aku mah,"jawab Rehan gugup
"Permisi Pak, Bu, bisa kita bicara sebentar?"tanya Papanya Risma.
Orang tua dari kekasih Rehan itu paham, mereka Langsung berpamitan untuk pulang.
__ADS_1
"Silakan masuk, lebih baik kita bicara di dalam saja." Papanya Rehan membuka lebar daun pintu lalu mempersilahkan tamunya masuk ke dalam rumah.
"Maaf, kira-kira Ada apa ya bapak dan ibu datang ke rumah kami!"tanya mamanya Rehan.
"Kami datang kemari mau minta pertanggungjawaban dari anak ibu. Karena perbuatan anak ibu anak saya sekarang hamil."ucap mamanya Risma.
"Hamil? tanyanya lirih."Rehan Apa benar kamu menghamili wanita ini?"
"Aku nggak tahu Ma, aku nggak yakin kalau itu anak aku. karena dia juga dekat dengan kakak iparnya."Rehan berkelit.
"Rehan! aku cuma melakukannya sama kamu. kamu jangan mengarang cerita hanya karena ingin lari dari tanggung jawab!"geram Risma
"Mengarang cerita bagaimana? kamu memang lebih sering sama dia ketimbang sama aku."
"Tiap aku bersama dia juga pasti anaknya ikut. Bagaimana bisa kamu menarik kesimpulan seperti itu,"sahut Risma
"Risma! sudah, sudah! percuma kamu ngomong sama dia,"tegur Papanya Risma
"Maaf Pak, saya tidak bisa memaksa anak saya untuk bertanggung jawab menikahi Putri bapak. sebab tidak ada bukti bahwa anak yang dikandungan itu adalah anak Rehan. lagi pula, Rehan satu bulan lagi akan menikah dengan wanita yang baru saja pulang bersama kedua orang tuanya. Jadi, Tolong jangan rusak rencana pernikahan anak saya dengan berita kehamilan yang belum pasti anak siapa." ucap Papanya Rehan.
"Ternyata sifat anak Anda ini menurun dari sifat Anda. tidak heran kalau Rehan bersikap seperti itu."sindir Papanya Risma.
"Maksud anda bicara seperti itu apa? anda mau bilang saya pria? pria tidak bertanggung jawab?"cacar Papanya Rehan Dengan nada yang dinaikkan satu oktaf.
Papanya Risma tidak menjawab lagi, dia langsung berdiri. "Ayo Ma, Risma, kita pulang! percuma kita ke sini meminta tanggung jawab pada orang yang egois. Paling mereka akan menyesal nantinya, jika anak ini lahir, dan terbukti kalau dia anaknya lelaki egois ini, sampai kapanpun Jangan pernah kamu biarkan dia menyentuhnya."ucap Papanya Risma sambil langsung menarik tangan Risma dan istrinya keluar dari rumah kedua orang tua Raihan.
Risma dan Mamanya ikut berdiri dan berjalan mengekori Papanya Risma.
Risma menangis saat kembali teringat pada kejadian Beberapa bulan yang lalu. Kini dia hidup dalam penyesalan yang mendalam. andai dia dulu menerima tawaran Fernando dari awal, pasti saat ini dia sedang berbahagia mengandung anak dari Fernando, sama seperti yang dirasakan oleh Amor saat ini.
Nasi sudah menjadi bubur. gini dia sengaja diasingkan oleh orang tuanya di sini, agar orang-orang di kota tidak ada yang mengetahui kabar kehamilannya.
Rencananya setelah melahirkan nanti, anaknya akan dirawat oleh sepupunya yang tidak memiliki anak. Risma akan kembali pulang ke rumah orang tuanya, usai dia melahirkan.
Bersambung...
sambil menunggu karya ini update kembali mampir ke karya teman Emak juga
__ADS_1