Aku Ibu Mu, Nak

Aku Ibu Mu, Nak
BAB 92. DI LABRAK


__ADS_3

Lady yang pernah ingin dijodohkan dengan Afrian itu sengaja menghampiri Mia. Dia ingin membuat perhitungan pada Mia karena menurutnya gara-gara Mia, dia tidak jadi dijodohkan dengan Afrian.


Mia terkejut. Dia langsung mengalihkan perhatiannya ke arah wanita yang ada di depannya. Kebetulan di lorong barang itu hanya ada mereka berdua.


Mia menegakkan badannya. "Ada apa ya, Mbak. Datang-datang langsung menabrak saya?"


"Kamu kan, wanita yang bersama Afrian malam itu!!" tanya Lady sambil mengangkat dagunya sedikit ke atas.


"Iya,Memangnya kenapa Ada yang salah?? Mia juga ikut mengangkat dagunya.


"Gara-gara kamu perjodohan saya dan Afrian gagal." ucap lady geram.


"Kok gara-gara saya, memangnya kalau malam itu saya nggak bersama Kak Afrian Apakah Afrian mau dijodohkan dengan kamu?" sahut Mia dengan sedikit mengejek.


Kalimat yang dilontarkan oleh Mia barusan membuat lady bertambah geram. Wanita itu lalu mengangkat tangan kanannya ke atas. dia berniat ingin menampar Mia.


Dalam hitungan detik dilayangkannya tangannya itu ke arah pipi kiri Mia. Namun, Mia berhasil menangkap tangan wanita itu. Setelah berhasil menangkap lengan lady, Mia mencengkram kuat tangan wanita.


"Arghh...!! rintih lady kesakitan.


Mia lalu melepaskan kuat lengan lady. "Jangan coba-coba kamu menampar pipi saya." tukas Mia dengan matanya menatap tajam ke arah lady.


Lengannya lady memerah akibat cengkraman kuat tangan Mia. Mata wanita itu menatap tajam ke arah Mia.


"Aku tidak akan tinggal diam, orang tuaku dan orang tua Afrian sudah lama bersahabat. Mereka pasti akan memilihku menjadi menantunya." ucap lady dengan percaya diri.


"Mia tertawa. Hahaha.....silakan saja lakukan." tentang Mia Sambil tertawa.


Mia sengaja tidak mengatakan pada lady, bahwa malam ini Afrian dan orang tuanya akan datang untuk melamarnya. Karena dia tidak ingin wanita yang ada di depannya ini merusak rencana lamaran malam ini.


Setelah mengatakan itu, Mia mendorong sedikit kasar troli, lalu dia berjalan melangkah ke lorong sebelah sambil mendorong trolinya, untuk melanjutkan mengambil barang pesanan Nyonya Alena.


Lady yang melihat itu tangannya mencengkram kuat pegangan troli miliknya.


"Aku kira dia wanita yang lemah, awas aja kamu. Aku akan membalas perbuatanmu!!"batin lady geram.


Beberapa saat kemudian, Mia telah menyelesaikan belanjanya. Dia pun segera berjalan ke arah kasir. Di depan sana, Lady sedang membayar barang belanjaannya. Tidak ada pertengkaran lagi di depan meja kasir itu. Yang ada hanya tatapan sinis antara keduanya.


Setelah itu Lady keluar dari supermarket. Kini giliran Mia yang membayar barang belanjaannya.


Sekitar dua puluh menit kemudian mobil Mia sampai rumah. Wanita itu keluar dari dalam mobilnya sambil menenteng barang belanjaannya.


Dia langsung menekan rumah utama keluarga Nicholas. Tak berselang lama, asisten rumah tangga keluar dari dapur untuk membukakan pintu rumah.


Daun pintu rumah utama dibuka oleh wanita paruh baya itu.


Terlihat dia masuk ke dalam rumah dengan wajah ditekuk wanita ini masih mengingat kejadian di supermarket saat dia bertengkar dengan lady. Kemudian ia melangkah kakinya karena dapur sambil membawa barang belanjaannya. Nyonya Alena yang lagi sibuk membuat kue itu langsung memandang ke arah putrinya.

__ADS_1


"Kenapa Mia, wajahmu ditekuk begitu


Habis ketemu dengan Orang yang tidak tahu diri."sahut Mia Ketus


"Maksud kamu apa Mia?" tanya Nyonya Alena


Lalu dia menceritakan pertemuannya dengan lady, dan hal itu langsung membuat Nyonya Alena khawatir.


"Nggak apa-apa Mom, Wanita itu sudah ditolak oleh kak Afrian. Mami nggak usah khawatir." Mia mencoba menenangkan Nyonya Alena.


"Sudah ditolak, kok kek istri sah melabrak selingkuhan." sewot Nyonya Alena.


"Aku juga bingung mam, mungkin memang sudah watak orangnya kali."


"Ya udah, Mia cepat kamu ganti baju dan bantuin Mama bikin kue."


"Iya mam, setelah meletakkan barang pesanan Nyonya Alena , wanita itu naik ke lantai atas.


Sementara itu di rumah Richard, terlihat Dora sedang mengucir rambut putrinya. Wanita itu sedang bersiap-siap ingin berangkat ke rumah mertuanya. Karena dia dan suaminya akan ikut menyaksikan acara lamaran Mia malam ini.


"Ma, kita malam ini menginap rumah Oma,ya?


"Iya sayang, Kita menginap di rumah Oma."


Obrolan keduanya berhenti saat Richard membuka pintu kamar anaknya pria itu baru saja pulang dari kantor.


"Hore!! Papa sudah pulang." sorak Mauren kegirangan.


"Iya sayang, mas mau mandi dulu. Richard lalu menutup kembali pintu kamar putrinya, kemudian dia melangkah ke kamar pribadinya.


Di dalam kamarnya, dia langsung melepaskan semua pakaiannya. Lalu melangkah masuk ke dalam kamar mandi untuk membersihkan diri.


Sekitar lima belas menit kemudian, Richard keluar dari dalam kamar mandi. Tubuh pria itu hanya ditutupi oleh selembar handuk saja yang melingkar di pinggangnya.


"Ting! ponselnya yang diletakkan di atas ranjang berbunyi. Sebuah notifikasi pesan masuk di ponsel Richard.


Pria itu lalu mengambil dan memeriksa ponselnya. Yang ternyata ada pesan masuk dari Afrian.


"Kakak ipar, Malam ini kamu hadir juga kan?"


"Kakak ipar, kepala kau peyang!! iya aku, hadir


"Ah, syukurlah. Jadi aku nggak terlalu grogi menghadapi papa kamu."


"Memangnya kenapa papa aku?"


"Sejak aku dekat dengan Mia, Papa kamu hampir mirip dengan mertua kamu."

__ADS_1


"Masa sih."balas Richard tidak percaya


"Lihat aja, nanti malam kalau tidak percaya.


Kemudian Richa tidak membalas pesan Afrian lagi.


Setelah selesai obrolan dengan Afrian melalui pesan Whatsapp. Richard yang sudah rapi dengan penampilannya itu, segera keluar dari dalam kamarnya. Dibukanya pintu kamar putrinya yang ternyata istrinya dan putrinya, sudah tak lagi di kamar itu. Richard lalu melangkah ke arah tangga. Pria itu turun dengan setengah berlari menyusul istri dan anaknya yang sudah menunggu di ruang tengah.


"Baju Mas untuk kerja besok sudah kamu bawa kan, sayang."


"Sudah aku masukkan di paper bag ini." Dora menunjukkan paper bag yang dibawa di tangannya.


Richard yang melihat itu langsung mengambil alih paper bag yang ada di tangan istrinya. Lalu dia juga membawa tas dan sepatu sekolah milik Maureen.


"Papa, boneka Doraemon Mauren." rengek Mauren.


"Boneka Doraemon kamu sudah ada dua di rumah Oma Mauren, lupa ya." Richard mencoba mengingatkan.


"Tapi Mauren mau lagi, Pa."


"Mauren sudah ya, Kamu nggak lihat tangan papa kamu penuh dengan barang? kita lagi buru-buru. Mama mau bantuin Oma sama Onty." sahut Dora


Mauren akhirnya mau menurut. Ketiganya lalu melangkah keluar rumah dan langsung masuk ke dalam mobil Richard.


Malam harinya sebelum Afrian dan orang tuanya datang, Dora masuk ke kamar adik iparnya. Saat ini, Mia sudah memakai gaun panjang berwarna merah maroon. Wajahnya sudah dia rias sendiri dengan riasan yang natural, tatanan rambutnya juga sudah terlihat rapi.


"Aduh, yang mau lamaran." goda Dora saat menghampiri Mia yang sedang duduk di kursi meja rias


Mia tersenyum simpul. Wanita itu merasa malu dan juga deg-degan.


"Santai aja. Nggak usah tegang." ucap Dora saat duduk di ranjang Mia.


"Kakak nggak menyangka Mia, akhirnya kamu menikah dengan Afrian. Coba kalau dari dulu kamu nikah sama dia. Pasti anak kamu sudah sebesar Mauren dan Bimbim.


"Dulu kan, aku memang nggak suka sama Kak Afrian Kak." jujur Mia.


"Terus kenapa sekarang kamu suka?"


Mia terdiam. Ingatannya kembali melayang pada kejadian di California saat pernikahan Dora dan Richard. Dan ia juga mengingat saat di depan ruang gym Beberapa bulan yang lalu.


Ceritanya panjang Kak. Intinya aku suka sama Kak Afrian itu melalui proses yang sangat panjang. Banyak yang sudah kami lewati bersama.


Dora hanya manggut-manggut saja.


Bersambung.....


hai hai redears dukung terus karya author agar outhor lebih semangat untuk berkarya trimakasih 🙏💓🙏

__ADS_1


JANGAN LUPA TEKAN, FAVORIT, LIKE, COMMENT, VOTE, DAN HADIAHNYA YA TRIMAKASIH 🙏💓


JANGAN LUPA MAMPIR KE KARYA EMAK YANG LAIN


__ADS_2