
Beberapa saat kemudian, semua orang-orang sudah pulang ke rumah mereka masing-masing. Kini rumah itu hanya ada Afrian Mia dan Mauren. Posisi mereka saat ini sedang berada di dalam kamar. Afrian dan Mia sedang rebahan di atas ranjang.
Keduanya sama-sama saling terlentang di ranjang dengan mata menatap langit-langit kamar. Sedangkan Mauren sedang bermain perosotan di sofa untuk Afrian mempraktekkan gaya bercinta dia yang baru. Sofa itu baru saja tadi siang dibeli oleh Afrian belum pernah satu kali pun dia mencobanya. Namun,sekarang Mauren malah mendahuluinya. Andai saja Mauren malam ini tidak ada, pasti sekarang Afrian sudah bermain dengan istrinya di sofa itu.
"Kapan ya itu anak tidur, ya?" tanya Afrian yang sudah tidak sabar menahan hasratnya.
"Nggak tahu Kak, kata Dora Mauren hari ini tidur siang, lama.
Mendengar itu, Afrian langsung membuang nafas kasar.
satu jam kemudian, kedua pengantin baru itu tertidur pulas. Tak lama setelah itu, Mauren yang sudah lelah bermain boneka dan perosotan di sofa, akhirnya merasakan kantuk juga.
Dia lalu berjalan ke arah ranjang. Saat ini Afrian dan Dora tidur dengan saling memunggungi. Sehingga hal ini membuat Mauren dengan mudahnya menyusup di tengah-tengah antara suami istri itu.
Tak lama setelah memejamkan matanya, Mauren pun akhirnya tertidur pulas, sebelum Afrian yang tertidur. Pria itu sudah berencana akan menggarap sawah istrinya, saat Maureen tidur nanti. Namun, kenyataannya sebelum anak kecil itu tidur, dia lebih dahulu tidur
Hingga akhirnya saat jam empat subuh, Afrian mencium kepala Mauren, dengan mata masih terpejam." Sayang kok rambut kamu aroma strawberry?" ucap Afrian. Pria itu mengira kepala yang dicium adalah kepala istrinya.
Merasa tidak ada jawaban dari istrinya, Afrian perlahan membuka. Kedua matanya melihat Mauren sedang tidur membelakanginya.
"Jadi yang aku cium barusan kepala Maureen? pantesan saja aromanya strawberry."batin Afrian.
"Afrian lalu mengangkat sedikit kepalanya. dilihat Mia tidur dengan posisi menghadap Mauren. Afrian lalu kembali memejamkan matanya.
Jam lima subuh Mia terbangun. Wanita itu langsung turun dari ranjangnya. Dia langsung melangkah ke arah kamar mandi, karena ingin buang air kecil. Setelah buang air kecil, ia langsung menggosok gigi.
Tak berselang lama, Afrian masuk ke dalam kamar mandi itu, saat dia sudah berada di dalam kamar mandi. Dia langsung menutup pintu dan menguncinya.
Kemudian langsung melangkah ke arah kloset dan buang air kecil dengan posisi berdiri di depan kloset duduk itu.
"Ih, kakak nggak bisa gantian apa, ke kamar mandinya! Mia baru saja selesai berkumur.
Setelah buang air kecil, Ia langsung menggosok giginya. Sedangkan Mia lanjut mencuci wajahnya.
Tidak membutuhkan waktu lama, Afrian yang menyelesaikan aktivitasnya menggosok gigi. Setelah meletakkan sikat giginya pada tempatnya, lalu melepaskan celana pendek yang telah Ia kenakan. Kini hanya celana boxer saja yang menutupi tubuh pria itu. Mia terkejut saat pinggang rampingnya ditarik oleh suaminya. Kini keduanya saling berhadapan.
Afrian lalu mengecup bibir istrinya. Tangannya sambil membuka kancing baju piyama yang dikenakan oleh istrinya. Setelah piyama itu terlepas,dia tidak menggunakan sehelai benang pun.
lalu ditariknya tubuh mulus istrinya ke bawah sawer itu. Ia buka kran, kini tubuh keduanya berada dibawah air shower yang hangat.
Afrian lalu membalikkan tubuh istrinya menghadap ke arah dinding kamar mandi. Kini kedua telapak tangan wanita itu menempel di dinding kamar mandi. Pria itu lalu mengatur posisinya agar dia bisa masuk ke permainan intinya.
__ADS_1
Sementara itu, di kamar Mauren terbangun. anak kecil itu belum turun dari ranjang dan langsung melangkah ke arah kamar mandi, setelah sampai di depan pintu kamar mandi, Mauren langsung mencoba memutar handle pintu itu.
Ceklek .... ceklek.....ceklek " tiga kali Mauren menekan handle pintu ke arah bawah. Namun, pintu kamar mandi tidak bisa dibuka. karena sudah dikunci oleh Afrian dari dalam.
Suara guyuran air shower terdengar di telinga Mauren.
Afrian memompa tubuh istri yang dibawa guyuran air. Hingga suara de$@han demi de$@han terdengar di telinga Mauren.
Mengetahui Ontynya ada di dalam kamar mandi, Mauren mengetuk pintu itu.
Tok... Tok.. Tok ....Onty!!! buka pintunya Onty!!! Mauren pengen pipis." teriak Mauren.
Mendengar suara teriakan Mauren di luar, Mia mencoba menghentikan suaminya. " Kak sudah Ah, ada Mauren di luar.x
Afrian yang tidak mempedulikan peringatan dari istrinya. Dia terus saja memompa untuk mencapai puncak.
"Onty!!!! Mauren nggak kuat, Onty !!!! mauren maun pipis!! cepat buka pintu Onty!!" teriak Mauren lagi.
"Kak!" Mia sedikit membentak suaminya.
"Sebentar lagi Sayang," sahutnya semakin mempercepat temponya.
Tatapan Mia turun sedikit ke bawah. Di depan celana anak kecil itu basah.
"Mauren kamu pipis, celana?
Mauren tidak menjawab. Kepalanya masih posisi menunduk itu, mencoba mengangguk beberapa kali. Dia takut nanti Om Afrian akan memarahinya.
Dia lalu keluar dari kamar mandi dan melepas celana keponakannya itu.
"Ini semua gara-gara Kakak! jadi Kakak harus bersihkan semua ini!" Mia menyalahkan Afrian. Tangannya menunjuk ke arah celana Mauren yang sudah dilepas oleh Mia,dan dia letakkan di atas genangan air kencing Mauren.
Afrian langsung menggaruk belakang Kepalanya, mendapat tugas seperti itu.
Setelah mengucapkan itu, Mia langsung membawa masuk Mauren ke dalam kamar mandi. lalu mencuci bagian pinggang ke bawah, kemudian dia mencuci wajah keponakannya.
***
Beberapa bulan kemudian, usia kandungan Dora menginjak tujuh bulan. Rencananya besok di rumah Richard akan diadakan acara tujuh bulanan kehamilan anak kedua Dora dan Richard.
Sore ini Mia, Afrian, dan nyonya Alena datang ke kediaman rumah Richard untuk membantu persiapan acara besok. Mereka sedang menyediakan segalanya untuk acara tujuh bulan berupa handuk, dan sabun mandi, dan mereka juga memasukkan uang pada amplop yang sudah disiapkan oleh Richard. Rencana amplop itu akan dibagikan untuk anak-anak panti.
__ADS_1
"Richard, Kamu beneran mau mengundang anak-anak panti kita ke sin?" i tanya Nyonya Alena.
"Iya mah."
Nyonya Alena manggut-manggut. Ternyata anaknya sudah mempersiapkan semuanya dengan matang.
"Kamu Mia, sudah ada tanda-tanda belum?
"Tanda apa, Ma?
"Tanda hamil."
Mia menggeleng. " Tadi pagi aku kedatangan tamu bulanan Ma."jawab Mia sedih.
"Sabar ya, nak. Kan, kamu baru aja nikah.
"Kalau aku sih nggak apa-apa Ma, cuman kasihan Kak Afrian, takut Nanti dipanggil Opa oleh anaknya."
"Hahaha..."Dora berusaha menahan tawanya tapi tak bisa juga.
"Makanya Afrian, istri itu jangan dipompa tiap malam."sahut Richard.
"Iya, kalian harus atur waktu untuk berhubungan, agar bisa cepat punya anak."
Keesokan harinya, Dora dan Mauren sudah mengenakan pakaian couple Muslim mereka yang berwarna putih. Dora mendesain sendiri baju untuk acara hari ini.
"Mama Mauren mau kuncir dua." pinta Mauren saat Dora menyisir rambutnya.
"Kuncir satu aja Mauren, karena hari ini Mauren pakai hijab.
Setelah selesai menguncir rambut anaknya, Dora lalu memakai hijab instan di kepala anaknya. " Aduh cantiknya anak mama." Puji Dora lalu wanita itu mencium pipi anaknya.
Mauren lalu melihat penampilannya di depan cermin.
Bersambung.....
hai hai redears dukung terus karya author agar outhor lebih semangat untuk berkarya trimakasih 🙏💓🙏
JANGAN LUPA TEKAN, FAVORIT, LIKE, COMMENT, VOTE, DAN HADIAHNYA YA TRIMAKASIH 🙏💓
JANGAN LUPA MAMPIR KE KARYA EMAK YANG LAIN
__ADS_1