Aku Ibu Mu, Nak

Aku Ibu Mu, Nak
BAB 63. JANGAN PANGGIL SAYA BAPAK


__ADS_3

Tuan Nicholas yang sebelumnya hanya melihat Dora melalui foto yang dipajang oleh Richard di kamar Mauren, dalam hatinya memuji kecantikan calon menantunya. "Pantas saja Richard sabar menunggunya selama lima tahun."gumam Tuan Nicholas di dalam hati.


Tuan Bernando yang melihat wajah Mauren mirip sekali dengan Dora, tiba-tiba teringat dengan putrinya saat masih kecil, yang begitu sangat dia sayang dan dia memanjakan kala itu.


Nyonya Nadia berbisik kepada Dora. "Dora papa Kamu sepertinya sudah mulai menerima Mauren. Mama tidak tahu papa kamu lagi kesambet apa ya."


Dora hanya mengangkat kedua bahunya.


Keheningan kembali terasa memenuhi ruangan itu. Nyonya Alena lalu menyenggol lengan suaminya agar segera menyetujui persyaratan yang diberikan oleh Tuan Bernando.


Tuan Nicholas menyetujui syarat yang diberikan oleh Tuan Bernando. Begitu juga dengan Richard. Richard merasa bahagia sekali, karena sebentar lagi Dora akan sah menjadi istrinya. Dan Mauren akan memiliki status yang jelas.


Setelah kurang lebih dua jam berada di rumah utama keluarga Bernando, keluarga Richard pun pamit ingin pulang ke rumah mereka.


"Mauren nginep di rumah Mama saja ya sayang!"titah Dora pada Mauren saat mereka sudah berada di teras depan.


"Mauren mau ikut papa Ma, Mauren mau tidur sama Papa aja."


"Dora, jangan dipaksa. Tinggal beberapa hari lagi kan Kalian juga akan tinggal bersama."ucap Nyonya Nadia.


"Atau kamu mau ikut saya ke rumah?"bisik Richard di telinga Dora.


Wajah wanita itu langsung merona, karena dia kembali teringat dengan tragedi boxer yang digunakan oleh Richard malam itu.


Setelah kepergian keluarga Richard. Dora dan nyonya Alena kembali menghampiri Tuan Bernando yang saat ini masih duduk bersantai di ruang tamu bersama dengan Antonius.


"Pa, Apa tidak sebaiknya pernikahan Dora akan dilaksanakan di kota ini saja. Apa tidak terlalu jauh jika pernikahan putri kita diadakan di California?


"Maksud Mama apa sih?


"Apa Mama mau merusak reputasi keluarga kita dan reputasi keluarga besan kita? Papa hanya menyelamatkan reputasi kedua belah pihak Ma.


Nyonya Nadia menghela nafas panjang. "Sudah lah Ma, tidak apa-apa. Lagian, orang yang Dora undang paling hanya Alina dan Moresette saja. Pasti mereka akan bersedia ikut bersama kita ke California. "Dora menimpali.


"Iya memang harus begitu, tidak perlu banyak tamu undangan yang datang. Nanti jika diadakan di kota ini tidak menutup kemungkinan awak media akan mengorek-ngorek siapa sosok Mauren yang sebenarnya, "


"Papa hanya ingin menyelamatkan reputasi keluarga kita dan keluarga besan, tolong pahami Ma."


Nyonya Nadia terdiam. Padahal Ia ingin sekali merayakan pesta resepsi pernikahan putrinya dengan begitu mewah.


Dora pun hanya pasrah saja. Ia menuruti semua apa yang menjadi keputusan Tuan Bernando.


Malam harinya Richard mencoba mengirimkan pesan pada mamanya Mauren.

__ADS_1


"Mama." pesan singkat itu yang dikirimkan oleh Richard kepada Dora.


"Ini Mauren ya pakai ponsel papa Ya? balas Dora.


"Bukan, ini Papa, Ma,."


"Ih Bapak kenapa kok ngomongnya lebay banget? balas Dora


"Sayang, jangan panggil saya bapak lagi dong nggak berasa kayak suami istri kalau manggil begitu. Seperti atasan dan bawahan."balas Richard


"Terus Dora harus manggil apa?


"Terserah kamu yang penting enak didengar jangan panggil Bapak. Karena saya bukan papa kamu dan juga bukan atasan kamu."balas Richard kembali.


Dora memilih untuk tidak menjawab. Karena tak kunjung mendapat balasan dari Dora, akhirnya Richard memutuskan untuk langsung menghubungi Dora.


"Hallo ada apa Papanya Mauren?


"Bagaimana kalau kita makan siang besok di restorannya Cornel. Kita bicarakan hal pernikahan kita bersama teman-teman kita. Kamu bisa undang Amor dan Moresette dan aku juga akan mengundang teman-temanku."


"Nggak Apa apa juga kalau kita memberitahu rencana pernikahan kita yang akan diadakan di California. Siapa tahu mereka bersedia ikut ke sana."


"Ya sudah, tidak apa-apa. Besok siang setelah menjemput Mauren kita makan siang bareng di restoran Cornel" ucap Mauren


Setelah memarkirkan mobilnya wanita itu keluar dengan diikuti oleh kedua sahabatnya Amor dan Moresette Begitu juga dengan Mauren.


"Yang bener ini restoran Kak Cornel?tanya Amor.


"Iya, Kenapa? kaget?Hahaha..... orang kaya kan dia.


"Udah, ayo kita masuk. Kita sudah telat nih datangnya." ucap Moresette.


"Tahu nih si Dora, mulai dari SMP, SMA, kuliah sampai sekarang masih saja kebiasaan telat nggak hilang-hilang."gerutu Amor.


"Hehehe.... Ayo kita masuk. Dora mengajak kedua sahabatnya. Ia langsung menggendong Mauren masuk ke dalam restoran


Setelah tiba di dalam restoran, Mauren melihat temannya Bimbim dan juga Bastian yang ada di sana langsung menghampiri kedua temannya. Yang mana Di sana terdapat perosotan untuk tempat bermain anak-anak.


Di dalam restoran teman-teman Richard sudah hadir semua termasuk Faranisa yang kebetulan dia ikut mobil Fernando bersama Bimbim.


"Richard, kamu ini Mau ngomongin apa sih? sampai ngumpulin kami di sini?"tanya Afrian.


"Sabar ya, Kita tunggu Dora dulu." sahut Richard.

__ADS_1


Setelah Dora dan teman-temannya datang, Richard langsung mempersilahkan ketiga wanita itu duduk Satu meja dengan mereka.


"Eh, kita sebaiknya pesan makanan dulu." ucap cornel.Kemudian pria itu memanggil pelayan.


Selesai memesan menu makanan, kini giliran Richard mengutarakan niatnya mengundang teman-temannya di restoran itu.


"Sebelumnya saya mengucapkan Terima kasih atas kehadiran teman-teman memenuhi undangan makan siang di tempat ini.


"To the point aja. Richard Nggak usah kayak orang mau berpidato saja. Memanglah kamu benar-benar seorang dosen, Tapi sekarang sudah nggak lagi. Hehehe....." cepat ngomong keburu datang nanti makanannya. ucap Cornel


"Baiklah, langsung saya beritahu kepada kalian, bahwa satu minggu lagi saya dan Dora akan menikah."


Terlihat teman-teman Dora dan Richard benar-benar terkejut mendengar penuturan dari Richard.


"Yang bener, Dora! secepat itu kalian?" tanya Amor dengan mata berbinar.


"Hahaha.....ya, cepatlah. Kan Richard sudah kebelet." celetuk Afrian yang langsung mendapat tatapan tajam dari Richard.


"Di sini perlu saya sampaikan lagi, untuk acara pernikahannya akan diadakan di California." lanjut Richard


"Astagfirullah! jauh banget."


"Aku harap kalian ikut menghadiri pesta pernikahan kami. Kalau masalah akomodasi dan angkutan kalian tidak perlu mengkhawatirkannya. Papa sudah menyediakan jet pribadi untuk segera membawa kita ke California." ucap Richard yang mampu membuat Dora juga tercengang.


Dora tidak menyangka Calon Ayah mertuanya itu sudah mempersiapkan jet pribadi yang akan menghantarkan mereka ke California untuk melaksanakan pernikahannya dengan sang Calon suami.


"Bapak serius kalau Tuan Nicholas sudah mempersiapkan jet pribadi untuk pesta pernikahan kita?


"Apaan sih, panggil Bapak, Tuan lagi! gerutu Richard karena dirinya tidak terima kalau Dora memanggilnya dengan panggilan Bapak dan juga memanggil Tuan Nicholas dengan panggilan tuan.


"Maaf belum terbiasa."


"Mulai sekarang kamu harus membiasakannya Dora." timpal Amor sambil terkekeh.


Akhirnya mereka pun sepakat untuk ikut menghadiri acara pernikahan Dora dan Richard di California. Apalagi setelah Richard memberitahu Kalau Tuan Nicholas sudah mempersiapkan jet pribadi dan juga penginapan yang memadai di California, selama acara pernikahan Richard dan Dora berlangsung di sana.


Bersambung.....


hai hai redears dukung terus karya author agar outhor lebih semangat untuk berkarya trimakasih 🙏💓🙏


JANGAN LUPA TEKAN, FAVORIT, LIKE, COMMENT, VOTE, DAN HADIAHNYA YA TRIMAKASIH 🙏💓


JANGAN LUPA MAMPIR KE KARYA EMAK YANG LAIN " DI BULLY KARNA OBESITAS"

__ADS_1


BAGI SIAPA YANG AKAN MAMPIR KE KARYA BARU EMAK, AKAN ADA GIVEAWAY TGL 6 JULI BAGI BAGI PULSA BAGI PENDUKUNG EMAK YANG PALING AKTIF


__ADS_2