
"Papa... Papa....Dora pa."terdengar suara Antonius dari kejauhan.
"Kenapa Dora nak?"tanya Nyonya Nadia khawatir.
"Dora mencoba bunuh diri pa."
"Apa!!! teriak Tuan Bernando dan nyonya Nadia.
Nyonya dia langsung berlari ke kamar Dora.
"Urusan kita belum selesai!" ucap Tuan Bernando sebelum menyusul istrinya ke ruang rawat inap Dora.
Ketiga sahabat Richard langsung menghela napas lega. "Hampir saja ketahuan." Celetuk Afrian. Sedetik kemudian langsung menutup mulutnya Yang keceplosan.
Tuan Nicholas dan nyonya Alena langsung menatap ke arah Afrian. "Ketahuan apa Afrian?"tanya Nyonya Alena.
Cornel menyenggol lengan Afrian dengan siku tangannya.
"Enggak apa-apa, Tante." sahut Afrian gugup.
"Cornel, Fernando Sepertinya kalian juga mengetahuinya. Cepat katakan pada Om, Ada apa ini sebenarnya??
Ketiga pria itu saling berpandangan. "Emmmm....gimana ya, Om. Kami sudah berjanji pada Richard untuk merahasiakan ini."Fernando sambil menggaruk-garuk kepalanya yang tak gatal.
"Katakan saja pada kami nak, Fernando. Kami orang tuanya. Bukan orang lain bagi Richard. Dia tidak akan marah pada kalian." ucap Nyonya Alena.
Ketiga pria itu berpandangan lagi.Mereka tampak bingung memulai dari mana, dan apakah mereka akan memberitahunya atau tidak.
__ADS_1
Di ruangan Dora terlihat Nyonya Nadia berdiri di sebelah perawat yang sedang membalut pergelangan tangan Dora menggunakan perban. Sedangkan Tuan Bernando, Dia sedang berbicara dengan dokter.
"Maaf pak, selama masa penyembuhan, Saya harap bapak bisa menjaga kestabilan emosi anak bapak. Apalagi Sekarang dia sedang hamil. Saya takut hal itu akan berpengaruh buruk pada kehamilannya."
"Baik dokter, setelah ini saya akan menjaga anak saya dengan lebih baik." sahut Tuan Bernando.
Dokter itu melihat ke arah Dora yang tangannya sudah selesai diperban.
"Baiklah kalau begitu, saya pamit kembali ke ruangan saya.
"Iya dokter, Terima kasih karena sudah menolong Putri saya.
Sepeninggalan dokter tersebut, Tuan Bernando dan nyonya Nadia langsung mengintrogasi anak laki-lakinya.
Keduanya marah pada Antonius. Kenapa tidak bisa menjaga adiknya dengan baik.
"Papa sih, sudah dilarang Dora. Tapi masih saja tetap pergi ke sana." sambung Antonius lagi dia menyalahkan tuan Bernando.
"Papa ke sana, mau menuntut keadilan untuk Dora ." sahut Tuan Bernardo membela diri.
"Kalau aku sih sependapat dengan Dora Pa. ngapain menikah dengan orang yang sudah memperkosanya. Lelaki itu brengsek Pa, untuk apa Papa menyerahkan Dora pada pria seperti itu. Apa papa pikir setelah mereka menikah nanti mereka akan bahagia?
Tuan Bernando terdiam mencerna ucapan putranya.
Sementara di depan ruang ICU, suasana di sana saat ini berubah menjadi tegang, semenjak kedatangan orang tua Dora.
"Jadi Di Antara Kalian bertiga Siapa yang mau buka suara?" tanya Tuan Nicholas.
__ADS_1
Ketiga pria itu saling berpandangan dan menggerakkan dagu mereka, seolah memberi kode saling menunjuk satu sama lain. Namun, setelahnya mereka saling menggeleng cepat.
Melihat kelakuan tiga pria sahabat putranya itu, membuat Tuan Nicholas merasa sedikit kesal, karena terlalu lama menunggu jawaban.
"Afrian, karena dari awal kamu yang keceplosan, maka kamulah yang harus mengatakannya pada Om dan Tante." Hardik Tuan Nicholas membuat pria lajang itu langsung gugup.
"Begini Om,"Afrian masih terlihat ragu dia kembali menatap kedua sahabatnya,sedetik kemudian kedua sahabatnya itu mengangguk seolah memberikan dukungan pada Afrian.
Lalu Afrian kembali melanjutkan perkataannya.
"Begini Om, beberapa minggu yang lalu Richard pernah cerita pada kami, bahwa saat di tempat camping dia dijebak oleh seseorang. Ada seseorang yang sengaja memasukkan obat perangsang ke dalam minumannya.
Setelah itu, Richard bersembunyi pada sebuah tenda. Ternyata kebetulan di dalam tenda itu ada seorang wanita sedang tidur sendirian. Karena akibat pengaruh dari obat perangsang itulah Richard akhirnya memperkosa wanita itu."tutur Afrian.
Mendengar penuturan itu Nyonya Alena langsung menutup mulutnya Yang menganga itu, dengan tangan kanannya. Lalu wanita itu langsung menghempaskan tubuhnya di atas kursi panjang yang terbuat dari besi, yang letaknya di depan ruang ICU. Nyonya Alena langsung syok, dia tidak percaya anaknya bisa berbuat hal seperti itu.
Tuan Nicholas langsung menghampiri istrinya "Anak kita, Ia sampai saat ini Mami masih tidak percaya anak kita melakukan hal keji semacam itu, hik... hik...hik."tangis Nyonya Alena
"Papi juga Mom, tapi kita tidak bisa sepenuhnya menyalahkan anak kita. Richard Nggak mungkin melakukan itu kalau tidak dalam pengaruh obat perangsang itu. Mami tahu sendiri kan, di usianya sekarang ini meskipun dia belum menikah tapi dia tidak pernah bermain wanita di luar sana."ucap Tuan Nicholas.
Bersambung.....
hai hai redears dukung terus karya author agar outhor lebih semangat untuk berkarya trimakasih 🙏💓🙏
JANGAN LUPA TEKAN, FAVORIT, LIKE, COMMENT, VOTE, DAN HADIAHNYA YA TRIMAKASIH 🙏💓
JANGAN LUPA MAMPIR KE KARYA BARU EMAK "Aku Ibu Mu, Nak"
__ADS_1