Aku Ibu Mu, Nak

Aku Ibu Mu, Nak
BAB 22. KONDISI KRITIS


__ADS_3

"Mbak Dora ada satu hal lagi yang ingin kami tanyakan karena hal ini penting untuk kami mengembangkan kasus, guna menangkap pelakunya karena bisa saja kemungkinan kedepannya orang itu akan mencelakai Mbak Dora lagi.


"Iya Pak silakan, kalau saya bisa jawab saya pasti akan menjawabnya."


"Hmm.. begini Mbak, apa Mbak Dora sebelumnya pernah bertengkar atau berselisih dengan orang lain?


"Maaf Pak, saya tidak pernah berselisih atau bertengkar kepada orang lain. Apalagi saya tidak pernah memiliki musuh."sahut Dora dengan yakin


"Paling yang ada, aku berselisih dengan Pak Richard. Tapi kan nggak mungkin pelakunya Pak Richard. Sedangkan dia sendiri ikut menjadi korban, Terus kalau bukan dia siapa ya??" gumam Dora dalam hati.


"Baik mbak Dora, kami akan menyelidiki kasus ini lebih dalam lagi. Nanti misalnya ada hal-hal penting yang ingin kami tanyakan lagi, kami akan segera menghubungi Mbak Dora lagi." ucap salah satu pihak kepolisian kepada Dora.


"Baik Pak." sahut Dora.


"Maaf Pak, Bu, kami pamit undur diri dulu. terimakasih atas waktunya, maaf kalau kedatangan kami mengganggu istirahat Putri Bapak dan Ibu


"Oh iya, tidak apa-apa Pak. Kami juga berterimakasih pada bapak karena langsung mengurus kasus ini.


"Itu sudah menjadi kewajiban Kami sebagai aparat kepolisian Pak. Baiklah kalau begitu kami pamit sekarang selamat sore." ucap kedua petugas kepolisian itu.


Setelah kedua petugas kepolisian itu keluar dari ruang rawat inap Dora, kini giliran orang tua Dora mengintrogasi putrinya.


"Dora, dimana pakaian kotor kamu?


"Dora nggak tahu Ma, waktu Dora sadar baju Dora sudah diganti dengan baju pasien ini." sahut Dora


"Mungkin yang di kantong kresek hitam itu Ma, sebelum Mama datang ada Seorang perawat meletakkan benda itu di sana." tunjuk Antonius ke arah bawah jendela dekat pintu masuk.


"Mama ngapain sih menanyakan pakaian kotor itu? masih ada hal yang penting yang harus kita tanyakan pada Dora."ucap Tuan Bernando.


"Sebentar Pa, Sebelum kita bertanya Mama harus melihat bukti dulu." Nyonya Nadia lalu berjalan ke arah kantong kresek hitam itu.


Dora dari tadi hanya bengong menatap heran pada kedua orang tuanya.


Dengan tangan sedikit gemetar, Nyonya Nadia mengeluarkan pakaian itu dari dalam kantong kresek, saat pakaian itu sudah dikeluarkan Nyonya Nadia, Lalu mengambil celana panjang milik putrinya, dibukanya celana itu.


Jantungnya langsung berdetak cepat, saat melihat noda darah yang sudah kering dan berbentuk seperti pulau.


Setelah melihat itu, Nyonya Nadia langsung meletakkan celana itu begitu saja. Kemudian berdiri dan melangkah cepat menghampiri putrinya.


"Dora, cepat katakan Siapa yang menghamli kamu?" tanya Nyonya Nadia dengan tatapan tajam ke arah anaknya.


Dora langsung mengerutkan keningnya. Hamil? Dora hamil? tanya Dora tak percaya.

__ADS_1


Dora menggeleng-gelengkan kepalanya. Ngak mungkin! Ngak mungkin Dora hamil anak pria itu." ucapnya dengan suara lirih.


"Dora, cepat katakan siapa pria itu?" bentak Tuan Bernando. Dia sudah tidak bisa lagi menahan emosinya.


Melihat tatapan intimidasi dari kedua orang tuanya, lalu Dora menangis sesungguhkan.


"Hik....hiks. .. hiks.... isaknya


"Dora, cepat katakan Siapa laki-laki yang menghamili kamu! apa dia pacar kamu!!!!" tanya Tuan Bernando dengan begitu dingin.


Dora menggeleng.


"Jawab Dora! jawab pertanyaan papa kamu!" Desak nyonya Nadia.


"Dora tidak punya pacar Pa, jawabnya sambil menggeleng.


"Kalau kamu tidak punya pacar, lantas Bagaimana bisa kamu hamil Dora!!!" tanya Tuan Bernando geregetan.


"Dora.... Dora diperkosa Pa!" Hiks..... hiks.... hiks....hik." jawab Dora sambil terisak kembali.


"Diperkosa"?Siapa yang memperkosa kamu Dora!!" Tuan Bernando semakin emosi.


Dora diperkosa saat kemping Pa.hiks.... hiks...hiks." tangis Dora.


"Pak Richard pelakunya Pa. Dora diperkosa Pak Richard." jawab Dora sambil menunduk takut.


"Richard? maksud kamu pria yang menyelamatkan kamu dari tabrakan itu?" tanya Tuan Bernando.


Dora mengangguk.


Tuan Bernando lalu berbalik menjauh dari Dora.


Dia berjalan ke arah sofa dan menghempaskan bobot tubuhnya di sana. Pria paruh baya itu menunduk sambil memegang kepala. " Ahk... ...!!! teriak pria paruh baya itu.


Dia bingung langkah apa yang akan diambil selanjutnya. Di satu sisi pria yang memperkosa putrinya yang menyelamatkan putrinya. Di sisi lain, pria itu yang memperkosa putrinya.


"Kenapa waktu itu kamu nggak langsung bilang Papa, Dora!!!"


"Dora takut Papa dan Mama akan marah, karena Dora tidak bisa menjaga diri Dora dengan baik. Maafkan Dora Pa, Karena Dora tidak bisa menjaga nama baik keluarga kita."


Nyonya Nadia lalu memeluk putrinya. "Kamu tidak salah nak, Ini bukan salah kamu. Kami yang salah karena waktu itu sudah mengizinkan kamu ikut kegiatan itu. Kamu yang sabar ya nak. Kita akan lalui ini sama-sama.


Di depan ruang operasi, terlihat Nyonya Alena sedang bersandar di depan dada suaminya. Wanita paruh baya itu masih berharap harap cemas menunggu anaknya selesai dioperasi. Sedangkan Mia wanita itu sibuk berbalas pesan dengan Afrian, dia memberitahu pada pria itu mengenai musibah kecelakaan yang menimpa kakaknya.

__ADS_1


Beberapa saat kemudian, pintu ruang operasi terbuka. Seorang dokter keluar dari ruang operasi didampingi Seorang perawat. Tuan Nicholas dan nyonya Alena lalu beranjak dari duduknya, menghampiri dokter masih mengenakan pakaian operasi itu.


"Bagaimana keadaan Putra saya dokter? Putra saya baik-baik saja kan dokter?"tanya Nyonya Alena.


"Bapak dan Ibu bisa ikut ke ruangan saya sebentar? ada hal yang ingin saya katakan mengenai kondisi pasien." usai mengatakan itu dokter itu berlalu pergi.


"Mia, kamu tunggu kakak kamu di sini,ya. jangan kemana-mana Papi dan Mami akan ke ruangan dokter sebentar." pesan Tuan Nicholas sebelum meninggalkan putrinya seorang diri di depan ruang operasi.


"Baik pi, tapi nanti misalkan Kak Richard dipindahkan Mia, akan ikut ke manapun Kakak dipindahkan."


Pria paruh baya itu mengangguk, lalu memegang tangan istrinya berjalan ke arah ruangan dokter.


Tok ...


Tok ...


Tok ...


Tuan Nicholas mengetuk pintu ruangan dokter.


"Masuk!" teriak dokter itu dari dalam ruangan.


"Silakan duduk." perintah dokter itu sambil memberi isyarat dengan tangannya juga.


Tuan Nicholas dan nyonya Alena langsung duduk di depan meja dokter.


"Bagaimana kondisi anak saya dokter?" tanya Tuan Nicholas


"Sejauh ini operasinya berjalan dengan lancar sekarang kita lihat dulu perkembangannya, sambil menunggu hasil CT scan pasien. karena ada cedera otak ringan pada bagian kepalanya.


"Tapi anak kami akan baik-baik saja kan dokter?" tanya Nyonya Alena yang masih nampak mengkhawatirkan putranya.


"Mengenai hal itu, saya masih belum memastikan. Jadi, untuk sementara ini pasien kami pindahkan dulu ke ruang ICU.


Terlihat Nyonya Alena menghempaskan punggungnya ke sandaran kursi. Tuan Nicholas menoleh ke arah istrinya, dan langsung mengusap punggung tangan istrinya untuk menenangkan Nyonya Alena.


Bersambung.....


hai hai redears dukung terus karya author agar outhor lebih semangat untuk berkarya trimakasih 🙏💓🙏


JANGAN LUPA TEKAN, FAVORIT, LIKE, COMMENT, VOTE, DAN HADIAHNYA YA TRIMAKASIH 🙏💓


JANGAN LUPA MAMPIR KE KARYA EMAK YANG LAIN

__ADS_1


__ADS_2