
Sementara di tempat lain, di rumah Ricard setelah menidurkan Mauren di kamar anaknya sendiri. Richard lalu masuk ke dalam kamar. Pria itu langsung masuk ke dalam kamar mandi. Setelah selesai menggosok gigi, Richard lalu keluar dari dalam kamar mandi dan melangkah naik ke atas ranjang.
Saat ini Dora sedang mengotak-atik ponselnya.
"Kamu lagi lihat apa Sayang?" tanya Richard saat dia duduk di samping istrinya yang lagi bersandar pada sandaran ranjang.
"Mas, tentu mas tidak lupa kan, kalau seminggu lagi Mauren akan ulang tahun yang ke lima tahun. Aku berencana akan mengadakan acara syukuran. Aku ingin memberikan hadiah untuk anak-anak yang hadir di acara ulang tahun Mauren
"Memangnya kamu mau ngadain acara ulang tahun Mauren di mana? di sekolah, di rumah, atau di mana?"
"Dimana ya Mas, biar agak beda aja gitu?"
"Kalau kita ngadain nya di panti asuhan Bagaimana? sekalian kita mengajari Mauren untuk berbagi menyantuni anak-anak yatim?"
"Wah bagus itu, ada berapa orang di sana anak-anaknya?biar aku siapin dari sekarang.
Nanti mas tanyakan ke Mami dulu ya. sekarang kita tidur dulu."Richard lalu mengambil ponsel istrinya dan meletakkannya di atas nakas.
Dora lalu membaringkan badannya di samping suaminya. Kemudian mereka tidur saling berpelukan.
Sementara di tempat lain, Mia yang baru pulang diantar oleh Afrian ke rumah utama keluarga Nicholas. Tampak Nyonya Alena menatap putrinya dengan tatapan penuh tanya.
Dia melihat hubungan putrinya dengan Afrian Saat ini semakin dekat.
"Dari mana saja sih, Kok sampai malam pulangnya? tanya Nyonya Alena ketika melihat putrinya sudah tiba di rumah.
"Nggak dari mana-mana Mom, hanya saja tadi pergi ke mall beli sepatu kerja dan beberapa stell baju kerja.
"Perginya sama Afrian?
"Iya Ma,"sahut Mia sambil memberi salam kepada Nyonya Alena. Sementara Tuan Nicholas yang saat ini sedang menonton televisi. Hanya mendengar percakapan dua wanita berbeda generasi itu.
"Kamu ada hubungan apa dengan Afrian?"tiba-tiba tuan Nicholas angkat bicara yang membuat Mia benar-benar terhenyak.
"Memangnya kenapa Pa? aku tidak ada hubungan apa-apa kok dengan Kak Afrian. sama seperti hubunganku dengan Kak Richard."sahut Mia.
"Tapi menurut mami, sepertinya hubungan kalian ada yang lain deh. Afrian tampaknya menyukai kamu."celetuk Nyonya Alena.
__ADS_1
"Mami ada-ada saja, nggak usah ngawur ngomongnya. Mama tahu sendiri, Kak Afrian itu seumuran dengan Kak Richard."
"Memangnya kenapa? Mama tidak masalah kok jika Afrian memang suka sama kamu. Dia orangnya baik, di samping itu, kita juga sudah tahu bibit bebet bobotnya. Dia sudah berteman lama dengan kakak kamu. Tidak mungkin dia menyakiti hati kamu."
"Mama ini gimana sih, kayaknya ngebet banget mau Afrian menjadi menantunya."sergah Mia.
"Tapi menurut Papa begitu juga sih, gak masalah juga lah. Kalau kamu permasalahkan mengenai usia, Papa jauh lebih tua dibandingkan Mama kamu. Tapi Papa dan Mama saling mencintai, buktinya sampai sekarang hubungan Papa dan Mama kamu baik-baik saja. Di usia pernikahan papa dan Mama yang sudah menginjak 40 tahun, tidak ada tuh yang namanya pertengkaran hebat.
Memang dalam menjalani hidup rumah tangga, pasti ada pertengkaran. Itu namanya bumbu-bumbu pernikahan. Begitu juga hubungan Mama dengan papa."Tuan Nicholas menjelaskan kepada putrinya. karena memang benar usia Tuan Nicholas dengan Nyonya Alena berbeda jauh.
"Papa dan Mama berpikirnya terlalu jauh. Kan, sudah aku katakan kalau hubunganku dengan Kak Afrian itu tidak ada hubungan apa-apa hanya berteman."ucap Mia sambil langsung berpamitan kepada kedua orang tuanya dan langsung masuk ke dalam kamar.
****
Satu minggu kemudian tepatnya pukul delapan pagi, semua keluarga dan sahabat dari pihak Richard dan Dora sudah berkumpul di halaman rumah Richard.
Rencananya acara ulang tahun Mauren akan diadakan hari ini jam sepuluh siang di panti asuhan.
Terlihat Mauren keluar dari dalam rumah mengenakan gaun layaknya seorang princess lengkap dengan sebuah mahkota di kepalanya.
Untuk catering nya Richard sudah memesan menu prasmanan pada restoran milik Cornel. mobil itu juga sudah siap membawa makanan tersebut. Afrian tidak membawa mobil, pria itu ikut mobil Fernando. Karena Fernando berangkat berdua saja dengan Bimbim.
Sedangkan Amor dan Moresette mereka ikut mobil Cornel.
Setelah semuanya sudah masuk ke dalam mobil. Tuan Nicholas yang sekarang jadi pemilik panti asuhan itu, mobilnya berada di barisan paling depan. Disusul dengan mobil Richard dan mobil Tuan Bernando serta para sahabat.
"Berapa jam lagi perjalanannya?" tanya Tuan Bernando. Nyonya Nadia lalu melihat jam di pergelangan tangannya ternyata jarum jam berada di angka sembilan. kurangi lebih satu jam lagi Pa."
"Ulang tahun kok tempatnya terpencil seperti ini, mana jauh banget perjalanannya." gerutu Tuan Bernando.
"Pa, apa papa lupa Dora juga nikahnya sangat jauh di California perjalanannya menempuh jalur udara dan darat. Nah ini kita ke panti asuhan perjalanannya hanya memakan waktu tidak selama itu. Hanya sekitar satu jam setengah saja. Seperempatnya saja belum ada ." omel Nyonya Nadia.
Sementara Antonius yang ada di dalam mobil itu, hanya diam saja menyaksikan perdebatan pasangan paruh baya itu.
Di mobil Richard Dora sangat menikmati perjalanannya.
"Mas, kok sebelumnya nggak pernah cerita bahwa Ayah punya panti asuhan?"
__ADS_1
"Mas, lupa sayang. Dulu waktu Maureen masih kecil pernah masuk aja ke sana."
"Oh ya, kapan itu?"
Beberapa hari setelah Mama menitipkan Mauren sama Mami.
Dora langsung terdiam. Rasa bersalahnya kini kembali muncul.
"Maaf ya sayang, Mas tidak bermaksud mengungkit hal itu
"Iya, tidak apa-apa Mas."
tak terasa akhirnya mobil mereka sudah sampai di halaman panti asuhan milik keluarga Nicholas. Panti asuhan itu merupakan bekas rumah peninggalan orang tua Tuan Nicholas.
Rumah itu sekarang merupakan bangunan tua yang memiliki areal yang luas. Panti asuhan ini sekarang sudah diwariskan pada Tuan Nicholas
Jadi satu bulan sekali Tuan Nicholas datang berkunjung untuk melihat anak-anak yatim yang kurung beruntung. Sekalian memberi dana untuk kehidupan di panti asuhan itu.
Selain Tuan Nicholas kadang-kadang juga ada beberapa orang donatur yang datang memberi santunan pada panti asuhan ini.
Namun ,mereka hanya sewaktu-waktu saja memberikan santunan. Selanjutnya hanya Tuan Nicholas selalu rutin setiap bulan untuk memberi makan orang-orang yang ada di panti itu.
Setelah mobil terparkir rapi di sana, orang-orang yang ada di dalam mobil itu kina satu persatu keluar dari dalam mobil mereka masing-masing.
Terlihat Afrian, Cornel, Fernando dan Antonius menurunkan barang-barang untuk keperluan Mauren ulang tahun.
Sedangkan Richard, dia menemani Dora masuk ke dalam panti asuhan karena istrinya ingin segera melihat seisi panti
Semua barang-barang itu langsung dimasukkan ke dalam panti tepatnya di ruang tengah. Karena ruangan itu sangat luas. Dan di sana nantinya akan diadakan acara syukuran ulang tahun Mauren yang kelima tahun.
Bersambung.....
hai hai redears dukung terus karya author agar outhor lebih semangat untuk berkarya trimakasih 🙏💓🙏
JANGAN LUPA TEKAN, FAVORIT, LIKE, COMMENT, VOTE, DAN HADIAHNYA YA TRIMAKASIH 🙏💓
JANGAN LUPA MAMPIR KE KARYA EMAK YANG LAIN
__ADS_1