
"Dora.....!!! mama Nadia menghampiri putrinya dia langsung berhamburan memeluk dan mencium kening putrinya, lalu memegang tangan Dora yang tertancap jarum infus.
"Bagaimana kondisi putri saya dokter apa dia mengalami luka dalam?"tanya Tuan Bernando pada dokter yang masih berada di ruang itu.
"Sebaiknya kita bicara di ruangan saya saja Tuan, silakan Tuan ikut saya ke ruangan." ucap salah satu dokter yang menangani Dora.
"Ma, Papa mau ke ruangan dokter dulu ya, Ada yang mau dibicarakan dokter." pamit Tuan Bernando sebelum ke ruangan dokter.
"Mama ikut Pa" ucapnya sambil beranjak dari tempat duduknya.
"Sayang, kamu sama kakak kamu dulu ya. Mama mau ikut Papa ke ruangan dokter."
"Iya Ma." sahut Dora dengan suara lirih
Sekitar satu jam sebelum kedatangan orang tua korban, terlihat dua orang pasien sedang ditangani di ruangan IGD.
Kebetulan yang menangani Dora adalah seorang dokter wanita melihat ada cairan kental berwarna merah mengalir di bagian paha dan betis wanita itu. Dokter lalu menyuruh seorang perawat mengambil sampel darah untuk dibawa ke laboratorium.
Tak Berapa lama Seorang perawat membawa hasil pemeriksaan darah. Benar dugaannya wanita yang ada di depannya saat ini ternyata sedang hamil.
Sehingga dokter itu langsung meminta kepada suster agar segera memanggil dokter kandungan. "Cepat Tolong kamu panggil dokter Dirga." ujar dokter itu kepada suster yang membantu dirinya memberikan pertolongan kepada Dora.
"Baik dokter." perawat itu langsung pergi ke ruangan dokter dok Dirga.
Di IGD tempat Richard ditangani dokter dan perawat Tengah sibuk membersihkan luka-luka di tubuh pria itu.
"Suster, cepat hubungi pihak keluarganya. Pasien ini harus segera dioperasi. Kalau terlambat nyawanya kemungkinan tidak dapat tertolong lagi."perintah salah satu dokter kepada suster yang ikut membantu menangani Richard.
Ponsel pasien rusak dokter. Kami tidak bisa menghubungi pihak keluarganya. Hanya ada kartu identitas di tempat pria ini yang bisa dijadikan petunjuk untuk mencari keluarga pasien." sahut sang suster.
"Siapkan ruang operasi sekarang! kondisi pasien sudah sangat darurat." teriak dokter itu karena panik saat melihat kondisi Richard yang semakin memburuk.
"Baik dokter." ucap dua orang perawat lainnya lalu meninggalkan ruangan itu.
****
__ADS_1
Terlihat orang tua Dora sedang duduk di depan meja dokter . Menunggu penjelasan dari dokter mengenai kondisi kesehatan anaknya.
"Bagaimana kondisi anak saya dokter?tidak ada luka yang serius kan?" dokter tanya Mama Nadia saat dokter baru saja duduk di kursi kerjanya.
"Alhamdulillah anak ibu hanya mengalami luka bagian luar saja. Tidak ada luka dalam. Kondisi kehamilannya pun masih baik-baik saja tidak mengalami keguguran."
"Duar.... bagai petir di siang bolong, kedua orang tua Dora terkejut mendengar kabar anaknya Tengah hamil.
"Apa dokter, hamil?? tanya Nyonya Nadia dan Tuan Bernando secara bersamaan mata keduanya sama-sama melotot tidak percaya.
" Iya hamil, Bapak sama Ibu tidak tahu?
keduanya menggeleng. Nggak mungkin dok,gak mungkin anak saya hamil." ucap Nyonya Nadia Karena dia sudah menjaga anaknya dengan baik. Setahunya anaknya itu belum pernah pacaran.
Untuk lebih jelasnya, silakan ibu dan bapak tanyakan pada dokter obgyn dokter Dirga. Karena dokter itu tadi yang menghentikan pendarahan Putri Ibu.
Mendengar kata pendarahan,Nyonya Nadia ingin cepat-cepat kembali ke ruangan putrinya untuk memeriksa pakaian anaknya.
"Baik dokter, kalau begitu kami pamit. Terima kasih atas informasinya." ucap Tuan Bernando pria paruh baya itu begitu pandai menyembunyikan perasaannya.
setelah berpamitan, kedua orang tua Dora keluar dari ruangan dokter itu.
"Pa, Mama nggak percaya kalau anak kita hamil pasti dokter itu salah. " ucap Nyonya Nadia yang masih tidak percaya kalau putrinya hamil.
"Sudahlah Ma, jangan bicarakan hal itu di sini nanti didengar orang." sahut Tuan Bernando
saat sampai di IGD tempat Dora dirawat tadi,orang tua Dora terkejut melihat putrinya sudah tidak ada lagi. Hanya ada perawat yang sedang membersihkan tempat itu.
"Loh Anak saya ke mana sus? " tanya Nyonya Nadia.
"Anak Ibu sudah dipindahkan ke ruang perawatan VIP. ibu jalan saja lurus dari sini,nanti ada pertigaan Ibu ke kanan nama kamarnya mawar satu.
"Baik terima kasih suster. "
"Ayo Pa, kita cepat ke ruangan Dora. " Nyonya Nadia menarik tangan suaminya agar cepat-cepat tiba di ruang rawat Dora.
__ADS_1
Sampai di koridor depan ruang VIP mawar satu, di sana sudah ada dua orang petugas kepolisian duduk di kursi depan ruangan tempat Dora dirawat.
Kedua polisi itu langsung berdiri saat orang tua Dora sudah berdiri di depan pintu ruangan anaknya. "Selamat sore Pak, kami datang ke sini ingin bertemu dengan korban kecelakaan, ingin bertanya mengenai kronologi kejadiannya. Barusan kamu juga sudah meminta keterangan dari salah satu korban yaitu pemilik warung kaki Lima yang ikut menjadi korban kejadian.
"Oh begitu, Tunggu sebentar ya Pak. Saya mau melihat kondisi anak saya dulu. " ucap Nyonya Nadia. Lalu membuka pintu kamar rawat Dora. dilihatnya Dora sedang memainkan ponselnya. Nyonya Nadia lalu kembali lagi keluar. "silakan masuk Pak. Bapak bisa meminta keterangan pada anak saya."
Kedua petugas kepolisian itu lalu masuk ke dalam menghampiri Dora.
"Ada apa Ma? tanya Dora bingung saat melihat dua orang polisi datang menghampirinya.
"Selamat sore Mbak. "
"Sore Pak." sahut dora sedikit canggung.
"Begini Mbak Dora, maksud kedatangan kami kemari untuk menanyakan kejadian saat Mbak Dora mengalami kecelakaan.
Mata Dora lalu menerawang mengingat-ingat kejadian itu. "Yang saya ingat waktu itu saya berjalan keluar dari Cafe berniat memasuki minimarket yang ada di seberang jalan untuk membeli minuman. Waktu itu di sana trotoar jalan sedang ada perbaikan. Jadi saya terpaksa turun ke jalan aspal. Terus tiba-tiba dari arah belakang saya ada seorang pria berteriak Memanggil nama saya.
Belum sempat saya berpaling ke arahnya, tubuh saya langsung didorong oleh pria itu. Hingga saya terjatuh di trotoar yang tidak rusak. Setelah itu saya tidak tahu lagi Pak, karena pandangan saya langsung gelap saat itu. " tutur Dora menjelaskan.
"Begini Mbak, menurut saksi mata di tempat kejadian itu ada sebuah mobil pick up yang sepertinya sengaja ingin menabrak Mbak Dora. Namun, saat mobil itu ingin menabrak Mbak Dora pria yang mbak maksud tadi langsung mendorong tubuh Mbak ke arah trotoar. Agar Mbak terhindar dari mobil itu. Namun, naasnya saat pria itu mendorong Mbak, tubuh pria itu langsung terpental karena ditabrak oleh mobil itu.
"Dimana pria itu sekarang Pak? Bagaimana kondisinya sekarang?" tanya Tuan Bernando.
"Kami baru saja dari sana. Pria itu masih berada di ruang operasi, kondisinya saat ini sangat kritis.
"Bapak tahu siapa nama pria itu?
"Namanya Richard, dia berprofesi sebagai seorang dosen.
Jantung dan darah Tuan Dora berdetak lebih cepat. Ternyata pria yang menyelamatkannya itu adalah Pak Richard pria brengsek yang sangat Dia benci.
"Pa, Mungkin orang tua yang satu lift dengan kita itu adalah orang tua dari pria yang menyelamatkan Putri kita. Mama sempat bertanya pada wanita itu katanya anak laki-lakinya jadi korban tabrakan di depan Cafe. Kita harus ke sana Pa, melihat keadaan Richard. Kita harus menemui orang tuanya, karena kalau nggak ada dia, Pasti anak kita yang sekarang berada di ruang operasi itu. " ucap Nyonya Nadia dengan mata berkaca-kaca.
"Iya, Ma nanti kita kesana."
__ADS_1
BERSAMBUNG......