Aku Ibu Mu, Nak

Aku Ibu Mu, Nak
BAB 117. ISTRI YANG HAMIL, SUAMI YANG NGIDAM


__ADS_3

"Jadi kamu kapan nikah sama kak Cornel?"tanya Dora, setelah mereka memesan makanan pada pelayan yang datang menghampiri mereka.


"Iya nih, jangan lama-lama ya. nanti Dora keburu melahirkan." timpal Amor.


"Kak Cornel sih maunya cepat. Bulan depan katanya. Tapi aku masih takut."


"Takut kenapa? kamu belum cinta sama dia?"tanya Amor.


"Entahlah. Aku juga masih belum yakin dengan perasaan aku."


"Moresette, kata Mas Richard, Kak Kornel itu baik orangnya. kamu nggak bakalan menyesal nikah sama dia. Kamu nggak usah khawatir.


Setelah selesai makan, mereka berniat untuk kembali ke rumah masing-masing. Amor menaiki mobil barunya, sedangkan Dora dijemput oleh Pak sopir. Moresette sudah ditunggu Cornel di parkiran. Mereka berlalu dari mall itu. Setelah ngobrol puas dengan Moresette.


***


Di rumah Afrian. pria itu dari tadi bolak-balik ke kamar mandi memuntahkan semua makanan yang baru saja masuk ke dalam perutnya.


Hoek... Hoek.."


Baru saja aprian susah apa yang menghabiskan nasi yang ada di dalam piringnya saat tadi makan malam, tapi perutnya kembali kosong sama seperti sebelum makan.


"Kak, apa nggak sebaiknya kita ke dokter saja. karena sudah seminggu ini aku melihat Kakak seperti ini." Mia membaluri tubuh suaminya dengan minyak kayu putih. karena suaminya suka sekali dengan aroma minyak kayu putih.


Memang sudah satu minggu ini April merasakan perut sering sekali mual. setiap hari selalu ada saja dia memuntahkan isi perutnya. Indra penciumannya juga mendadak lebih sensitif.


Dia merasakan hidungnya sekarang ada semacam alergi pada bobok tertentu. contoh salah satunya adalah pemasakan yang mengandung bawang dan bumbu rempah-rempah. perutnya akan langsung mual saat mencium bau semacam itu


Bahkan aroma parfum favoritnya saja segini menjadi aroma parfum yang sangat dibencinya.


Di tempat kerjanya, Afrian juga lebih banyak beristirahat di ruang pribadinya. aroma dari kulit jeruk sekarang menjadi aroma favorit pria itu. Mia Sampai heran, setiap dia memeriksa Satu kemeja dan saku calon suaminya di keranjang baju kotor, dia selalu saja menemukan kulit jeruk di saku pakaian suaminya.


Mendengar Mia menyuruh untuk memeriksa diri ke dokter, Afrian kali ini menurut. sebab sudah 1 minggu ini dia tidak bisa adik kecilnya menyelam di kolam istrinya. karena kondisinya yang masih kurang fit.

__ADS_1


Dan Afrian yang sudah sangat merindukan rasa kolam itu. maka dari itulah afrin menelpon dokter pribadinya, agar segera datang ke rumahnya malam ini.


Beberapa saat kemudian, seorang asisten rumah tangga mengetuk pintu kamarnya.


"Kak, awas! Aku mau bukakan pintu."Mia mencoba menjauhkan kepala suaminya dari pahanya. saat ini posisi pria itu sedang berbahan di paha istrinya. Daster yang dikenakan oleh istrinya itu dis singkap ke atas. Karena Afrian suka mengendus-endus Pak istrinya secara langsung tanpa ada lapisan kain.


Ceklek.


Mia membuka pintu kamar.


Di luar ada dokter Antonio."ucap asisten rumah tangga yang bekerja di rumah mereka.


"langsung bawa ke kamar saja Bi."ujar Mia.


Mia lalu membuka lebar dan pintu kamarnya. kemudian melangkah kembali ke arah ranjang."Kak posisi tidurnya dibenerin, jangan banyak gaya sebentar lagi dokter datang ke kamar Kita."Mia membetulkan posisi bantal Afrian.


Tiba-tiba suara ketukan pintu terdengar jelas di telinga keduanya.


Dokter mengetuk daun pintu kamar yang sedang terbuka lebar. di sampingnya ada asisten rumah tangga yang ikut mengantarkan dokter itu ke depan pintu kamar.


"Mia?!!!


"Kamu Antonio?!!


keduanya saling melempar senyuman.


"Ehemm!!! Afrian berdehem dengan keras, membuat niat dan dokter Antonio terkejut.


"Mari masuk Kak!"Dokter Antonio mengikuti langkah Mia yang berjalan ke sisi samping ranjang, tempat di mana aprian saat ini sedang rebahan.


"Sayang, naik ke ranjang sini."Afrian menepuk samping tempat tidurnya yang kosong.


Mia mengerutkan keningnya. Wanita itu tidak menuruti keinginan. karena kurang sopan saja menurutnya kalau sampai dia naik ke atas ranjang juga, sedangkan di kamarnya sedang ada orang lain.

__ADS_1


"Saya periksa dulu ya Pak Afrian."dokter antonim meletakkan teleskopnya pada bagian dada dan perut Afrian


Diagnosa dokter Antonio adalah Afrian dalam keadaan sehat.


"Kalau saya sehat, Kenapa satu minggu ini saya muntah dan mual-mual dokter?"


Dokter Antonio tidak menjawab pertanyaan Afrian. tatapan pria berlari pada Mia yang berdiri di samping ranjang dekat dengan dinding kamar. "Mia kamu kapan terakhir haid?"


"Dokter Kenapa bertanya siklus haid istri saya?!! Afrian sedikit meninggikan suaranya. pria itu sedang mau diwaspada terhadap dokter tampan itu.


"Maaf Pak Afrian, Jangan salah paham. menurut diagnosa saya Pak Afrian sedang mengalami couvade sydrome.


"Penyakit apa itu, Kak? tanya Mia.


"Itu kehamilan simpatik. Maksudnya, istri yang hamil suami yang mengidam. untuk lebih jelasnya kamu beli tespek, atau pergi ke dokter kandungan. Karena saya hanya dokter umum saja. Karena hasil diagnosa saya kalau Pak Afrian baik-baik saja.


"Apa dokter, maksudnya istri saya hamil?


dokter Antonio tersenyum. "kemungkinan besar begitu Pak."


Afrian dari tersenyum ke arah Mia. "sayang tidak sia-siakan ngerjainnya Jika setiap hari."


"Mas!!"tegur Mia . Wajahnya bertemu merah menahan malu.


Beberapa saat kemudian dokter itu pulang setelah memberikan obat pereda mual pada Afrian.


Afrian kembali memeluk istrinya. Dia memberikan kecupan hangat di kening sang istri. Karena dia merasa bahagia mendengar kabar yang diberitahu oleh sang dokter Antonio.


Hari ini Afrian berniat untuk di rumah saja. sehingga Afrian meminta kepada asistennya untuk menangani bengkel dan showroom miliknya. Dia masih ingin bersama sang istri.


Bersambung.....


hai hai redears dukung terus karya author agar outhor lebih semangat untuk berkarya trimakasih 🙏💓🙏

__ADS_1


JANGAN LUPA TEKAN, FAVORIT, LIKE, COMMENT, VOTE, DAN HADIAHNYA YA TRIMAKASIH 🙏💓


JANGAN LUPA MAMPIR KE KARYA EMAK YANG LAIN


__ADS_2