Aku Ibu Mu, Nak

Aku Ibu Mu, Nak
BAB 184. MENUNGGU KEPUTUSAN


__ADS_3

"Kesepakatan yang bagaimana maksud kamu? ucapkan Bernando lagi.


"Mauren! kakek ingin mendengar penjelasan juga dari kamu. Katakan yang sebenarnya, jangan ada yang kamu tutup-tutupi."ucap Tuan Bernando kepada Mauren cucunya.


Kini perhatian semua orang beralih kepada Mauren."Maaf kek, sebelum Bimbim nikah sama aku, dia itu sudah memiliki kekasih. di sini Bimbim juga korban. korban dari gagalnya pernikahan aku dengan Mario. Jadi, Jangan semua kesalahan ditimpakan pada bimbing saja. aku dan Bimbim memang membuat kesepakatan itu, aku tidak keberatan Bimbim Masih berhubungan dengan pacarnya."jawab Mauren. wanita itu tidak berani menatap mata kakeknya. Dia lebih banyak menunduk saat berbicara.


"Pernikahan macam apa ini?" tanya Tuan Bernando


Tak ada yang berani menyahuti pria tua, beberapa saat kemudian Richard mencoba mengalihkan topik, agar mertuanya tidak bersuara lagi.


"Bastian! Om mau tanya, Kenapa kamu bisa ikut ke New Zealand juga pada saat Mauren dan Bimbim melakukan perjalanan bulan madu?" tanya Richard kepada Bastian yang saat ini berada di samping Cornel.


Bastian menegakkan posisi duduknya. Pria itu mendadak gugup, karena semua orang yang ada di sana menatap darahnya ketika Richard memberikan pertanyaan itu. sekilas Bastian menatap ke arah Bimbim. karena dia tidak enak pada Bimbim Jika dia mengatakan yang sebenarnya. Namun, sesuai dengan amanah Papanya, dia harus berkata apa adanya tanpa ada yang ditutup-tutupi.


"Sebelumnya saya meminta maaf, karena saya secara tidak langsung terlibat dalam prahara rumah tangga Bimbim dan Mauren. menjawab pertanyaan Om, saya ikut berangkat ke New Zealand karena atas dasar permintaan Bimbim. Awalnya saya menolak. Tetapi setelah Bastian mengetahui kalau Bimbim pergi ke New Zealand membawa kekasihnya, saya sebagai sahabat Mauren merasa iba pada Mauren. Jadi, Bastian memutuskan untuk ikut ke New Zealand karena ingin menemani Mauren di sana. agar Mauren tidak merasa sendirian." jawab Bastian jujur membuat orang-orang yang di sana benar-benar terhenyak.


"Kenapa selama ini kamu tidak cerita pada Om, mengenai keadaan rumah tangga Mauren?"


"Maaf, Om. Bukannya saya tidak ingin cerita. Saya hanya tidak ingin dianggap mencampuri urusan rumah tangga mereka."


Richard mengangguk.

__ADS_1


Cornel mengusap pundak putranya. Dia bangga pada putranya itu.


Kini pandangan Richard beralih ke arah Bimbim. Rasanya pria itu ingin sekali memberikan bogemon di wajah Bimbim. kalau saja Bimbim bukan anak dari sahabatnya, mungkin saat ini Bimbim sudah berada di rumah sakit.


"Bimbim! Papa tahu dalam hal ini kamu dipaksa menikah dengan Mauren. Tapi papa sangat menyayangkan sekali sikap kamu. Jika kamu tidak bisa memutuskan hubungan dengan pacar kamu, papa akan lebih terima kamu mengembalikan Mauren pada papa, dibanding kamu menjalani dua hubungan sekaligus seperti itu. Pernikahan itu suci, bukan mainan belakang. Apa kamu tidak merasa kalau perbuatan kamu ini telah menyakiti hati banyak orang? ucap Richard yang mampu membuat Bimbim menundukkan kepalanya, tak mampu menatap Richard sama sekali.


"Maafkan saya pa. pernikahan ini sangat mendadak bagiku, waktu itu aku juga masih terlibat hubungan dengan wanita lain. karena jujur saja, aku tidak bisa tiba-tiba menghilangkan dia dari hidup aku di saat aku dan dia masih sama sama saling mencintai.


"Tapi bukan begini caranya." ucap Amor.


"Bimbim masih butuh waktu yang tidak sebentar untuk mengambil sebuah keputusan, mana yang akan Bimbim pilih. memang kalau kita bicara, putuskan aja pacarmu, itu mudah. tapi hati tidak bisa dibohongi, ataupun kita atur sesuai dengan kemauan kita. itulah sebabnya Kenapa untuk sementara ini saya memilih untuk menjalani keduanya." ucap Bimbim sambil menundukkan kepalanya.


"Kalau sudah begini tidak perlu waktu lama. lebih baik ambil keputusan sekarang. ceraikan cucu saya!" satuan Bernando lagi.


"Pa, bisa nggak papa nggak usah ikut campur urusan rumah tangga cucu kita?" Nyonya Nadia.


"Cukup sudah Papa mengatur hidup Mauren dengan menikahkannya secara paksa dengan Bimbim. Mama harap, Papa jangan lagi mengatur hidup Mauren. Serahkan semua pada cucu kita. diya yang akan menjalani rumah tangganya. Jadi biarlah dia yang memutuskan, mau dilanjut atau cerai." sambung Nyonya Nadia.


"Iya ,Pa. biarkan Mauren saja yang memilih Jalan hidupnya. Toh dia sudah dewasa, kita percayakan saja kepadanya, dia tahu yang terbaik untuk dirinya sendiri." Dora ikut menimpali


"Fernando, Apa ada yang ingin kamu sampaikan?"tanya Richard.

__ADS_1


"Aku sebagai orang tua dari Bimbim, jujur aku merasa malu kepada kalian semua atas perbuatan Bimbim. Aku hanya bisa meminta maaf atas sikap yang tidak menghargai Mauren sebagai istrinya. dia juga tidak bisa tegas sebagai kepala keluarga. Jadi apapun keputusan yang akan diambil oleh pihak keluarga Nicholas dan keluarga Bernando, saya dan Bimbim akan menerima." tutur Fernando.


"Mohon maaf jika saya ikut menyela, di sini saya sebagai Opa dari Mauren, ingin bertanya pada Bimbim. Apakah setelah kejadian ini, kamu sudah bisa mengambil sikap untuk menentukan sebuah pilihan? Iya itu memutuskan hubungan kamu dengan wanita itu dan melanjutkan rumah tangga dengan cucu saya, atau sebaliknya?"tanya Tuan Nicholas.


Mendengar pertanyaan itu, Bimbim bergeming. Dia belum sempat memikirkan masalah ini.


Fernando menyenggol dengan anaknya agar segera menjawab pertanyaan dari Tuan Nicholas." Bim, jawab!" ucap Fernando lirih.


"Kenapa Bim, kamu tidak bisa langsung menjawab? dari sikap kamu yang seperti ini saja saya sudah tahu jawabannya, pasti kamu masih merasa berat melepaskan wanita itu kan?"ucap Tuan Nicholas.


Padahal seandainya kamu menjawab bersedia putus dengan wanita itu, belum tentu rumah tangga kamu akan baik-baik saja. Karena setelah ini saya juga perlu meminta pendapat dari Mauren. Mau dibawa ke mana rumah tangga setelah ini? saya sengaja bertanya pada kamu lebih dahulu, karena jawaban dari kamu Mungkin saja akan menjadi pertimbangan untuk Mauren untuk mengambil keputusan. Namun, sayangnya, kamu juga tidak tegas dalam menentukan pilihan." imbuh Tuan Nicholas.


Cornel dan Bastian di sini hanya menyimak saja. Tak ada niatan untuk mencampurinya, mereka hanya menjawab seperlunya jika ada pertanyaan kepada mereka.


Keduanya sudah tidak ada urusan lagi di dalam ruangan ini. Jika Mereka ingin pulang pun tidak masalah. sebab Bastian sudah memberikan keterangan Yang sejujurnya.


Namun, di sini Bastian masih setia menjadi pendengar yang baik, dia tidak ingin pulang sebelum mengetahui keputusan apa yang akan diambil oleh Mauren dan Bimbim.


Karena ini berhubungan juga dengan nasib cintanya pada Mauren. Jika Maureen dan rindu memilih untuk memperbaiki dan memulai rumah tangga mereka dari awal lagi, maka mulai hari ini Bastian akan berhenti berharap pada gadis pujaan hatinya. Dia akan ikut bahagia jika Mauren juga bahagia hidup bersama Bimbim.


Bersambung...

__ADS_1


__ADS_2