Aku Ibu Mu, Nak

Aku Ibu Mu, Nak
BAB 187. DI USIR


__ADS_3

Dari awal kedatangan Bastian bersama Papanya, Tuan Bernando diam-diam memperhatikan pria muda itu. lebih tepatnya membanding-bandingkan Bastian dengan Bimbim.


Tuan Bernando juga memperhatikan Bastian mulai dari Bastian bertutur kata, sikapnya yang sopan, Bastian dinilainya lebih baik dibandingkan dengan Bimbim. dalam hati Tuan Bernando berpikir, Kenapa Bukan dia saja dulu yang menjadi yang menikah dengan Maureen."pria tua itu larut dalam pikirannya sendiri.


"Papa!"Dora dan nyonya Nadia langsung bersuara lantang meneriaki pria tua itu, mereka merasa Tuan Bernando merasa tidak kapok mengatur perjodohan untuk cucunya.


"Pa! Tolong jangan terus seperti ini, Dora tidak ingin kejadian yang lalu terulang kembali. berhenti menjodohkan Mauren seperti ini. sudah cukup dulu Papa mengatur Mauren untuk menikah dengan Bimbim. sekarang aku nggak mau lagi mau dinikahkan tanpa dasarnya rasa cinta."protes Dora dengan keras.


"Kamu dulu nikah dengan Richard juga tanpa rasa cinta kan? semua hanya demi Mauren,"sahut Tuan Bernando membuat Nyonya Nadia menjadi geram sekali dengan suaminya, Nyonya Nadia merasa malu mendengar ucapan sang suami yang tidak tahu tempat bicara seperti itu. sebab di ruangan itu masih ada kedua orang tua Richard, Cornel dan juga Bastian.


"Papa, jangan ungkit masalah itu. Siapa bilang dulu aku nikah dengan mas Richard tanpa rasa Cinta, Aku cinta kok sama dia. Papa mana tahu isi hati aku."sahut Dora. wanita itu tidak enak dengan mertuanya. Kalau Richard, Dora tidak mempermasalahkan suaminya mendengarkan ucapan seperti itu. sebab suaminya memang sudah mengetahui hal itu.


"Pa, Tolong jangan pernah lagi mencampuri kehidupan Mauren. biar dia memilih sendiri pendamping hidupnya,"ucap Nyonya Nadia.


"Maaf Pak Bernando. Saya sebagai opanya Mauren sangat tidak setuju Kalau Mauren di jodoh-jodohkan lagi seperti kemarin. biarkan Mauren memilih pasangan hidupnya sendiri. sebab Dia yang akan menjalani kehidupan bersama pria itu yang bakal menjadi teman hidupnya."ucap Tuan Nicholas ikut angkat bicara. Sementara Richard hanya diam. baginya sudah cukup beberapa orang memproses ucapan Ayah mertuanya itu.


"Iya, Pa. aku nggak setuju Kalau Papa main jodoh-jodohkan lagi. itu sama saja Papa menganggap putriku seperti bola. habis dioper ke sana dioper lagi ke sini."protes Dora kembali dengan tegas


"Memangnya siapa yang mau jodohin? papa kan cuman bilang, anak muda ini sepertinya cocok dengan Mauren, itu saja. kok kalian malah menyerang Papa semua." kilah pria tua itu yang tidak mau disalahkan.


"Kek, Aku mau sendiri dulu. Aku baru saja bercerai, itupun juga belum cerai secara resmi. Mauren ingin menyelesaikan masalah Mauren satu persatu dulu."Mauren yang sejak tadi menjadi topik pembicaraan akhirnya angkat bicara.


Bastian yang awalnya ingin sekalian menyatakan perasaan cintanya seketika bukan saat mendengar ucapan Mauren. dia yang awalnya sedikit percaya diri karena mendapat dukungan dari kakek Mauren, kini terpaksa harus menghargai keinginan Mauren, yang ingin sendiri dulu.


"Bastian, Ayo kita pulang nak."Kornel beranjak berdiri usai pamit dengan orang-orang yang ada di sana.


"Kak Bastian,"Panggil Mauren, saat pria tampan itu ingin melangkah keluar dari ruangan itu.

__ADS_1


Bastian lalu menghentikan langkahnya, dia menoleh ke arah Mauren. "Kak, Maaf ya. gara-gara Kakak menemani Mauren di New Zealand, Kakak jadi ikutan terlibat dalam permasalahan rumah tangga aku.


Bastian mengembangkan senyumnya ke arah Mauren."Iya, nggak apa-apa Mauren. Kakak tidak mempermasalahkannya."sahut Bastian.


Sementara di sofa, di dalam ruangan itu Tuan Bernando kembali memperhatikan keakraban Mauren dengan Bastian. Dilihatnya sepasang anak muda itu saling melempar senyum. andai saja tadi tidak ada yang menentangnya, Tuan Bernando pasti berkeinginan menjodohkan cucunya dengan Bastian.


Setelah keluar dari rumah Richard, tanpa Bimbim langsung pulang ke rumahnya. padahal Fernando ingin agar putranya kembali tinggal bersamanya, sama seperti sebelum pria itu menikah.


Bimbim langsung masuk ke dalam kamar utama, Bimbim mengeringkan tubuhnya di tempat biasa Mauren berbaring. Pikirannya saat ini sangat kacau, bingung mau dibawa ke mana masa depannya. Dia diliputi oleh kesedihan, tidak menyangka dia harus berpisah dengan Mauren secepat ini.


"Mauren, Aku akan berusaha untuk mendapatkan kepercayaanmu lagi, Aku ingin kita kembali dan memulai hubungan rumah tangga kita dari awal."gumam Bimbim di dalam hati bertekad ingin memperbaiki hubungan rumah tangganya dengan Mauren.


Sore harinya, Bimbim duduk termenung di ruang tengah rumahnya seorang diri. masih terekam dengan jelas di kepalanya kejadian tadi malam saat Mauren menyeret dua buah kopernya.


Andai waktu bisa diputar ulang kembali, tidak akan menyia-nyiakan Mauren. pasti saat ini Mauren masih berada di sisinya menjadi pendamping hidupnya.


Suara deringan ponsel milik Bimbim terdengar jelas di telinganya. pria itu sekilas hanya melirik ponselnya, dilihatnya nama suka manggil Aulia. Dia enggan berbicara dengan Aulia saat ini. Karena gara-gara wanita itu ingin ulang tahunnya dirayakan dengan makan malam romantis, akhirnya dia tertangkap basah sehingga mengakibatkan rumah tangganya hancur dan dia kehilangan istrinya.


Sementara di tempat lain, tepatnya di sebuah rumah kost yaitu tempat Aulia tinggal, wanita itu sedang uring-uringan di dalam kamar kosnya. sebab sejak tadi malam pesan teleponnya tidak direspon oleh Bimbim. Hingga sore ini, Aulia beberapa kali mencoba menghubungi Bimbim namun tidak dijawab oleh pria itu.


"Aduh Bimbim, Kenapa kamu sekarang susah banget dihubungi? Hari ini aku harus bayar uang."Aku mau wanita itu di dalam kamarnya menggeram kesal.


"Aku tidak bisa tinggal diam. Aku harus samperin bimbing ke rumahnya."ucap Aulia di dalam hati.


Aulia beranjak dari tempat duduknya. wanita itu segera mengganti pakaiannya. Setelah memastikan penampilannya sudah tampak rapi, dia mengambil kunci motor matic miliknya. Wanita itu ingin ke rumah Bimbim sore. Takut pembeli kos akan menagih uang kosnya, tapi malah uangnya tidak ada.


Di rumah Bimbim saat ini ada Amor dan Fernando, Begitu juga dengan dua adik kembar Bimbim. Mereka sengaja datang ke rumah Bimbim untuk menemani sekaligus menghibur Bimbim.

__ADS_1


"Kalian jangan berisik! kalian berdua ini ngoceh terus dari tadi. Tambah pusing Kakak mendengarnya."Bimbim kepada kedua adiknya.


"Sayang, kalian jangan berisik,"tegur Amor sambil menggelengkan kepalanya kepada kedua Putri kembarnya.


Beberapa saat kemudian, di halaman rumah terlihat seorang wanita cantik menunggangi motor matic. wanita itu baru saja memarkirkan motornya tepat di samping mobil Fernando. Fernando yang kebetulan sedang duduk di Gazebo halaman depan langsung geram saat melihat Siapa yang datang. Separah ini ternyata putranya, bahkan alamat rumah baru yang dihuni oleh Bimbim dan Mauren saja diberitahukan pada gadis itu."geram Fernando.


Terlihat Aulia turun dari motornya. Sebenarnya ada sedikit keraguan di hatinya saat melihat ada mobil lain parkir di halaman rumah Bimbim. Di halaman itu dia hanya mengenali mobil Bimbim saja.


"Ini mobil siapa ya? Ah ini mungkin mobil Mauren yang satunya lagi."gumam Aulia di dalam hati.


Belum sempat Aulia melangkah ke arah teras rumah, Fernando langsung menghampiri wanita itu. "Mau apa kamu datang ke sini? Hah!!! tanya Fernando dingin


Aulia tersentak kaget, badan wanita itu nampak menegang saat mendengar ada suara laki-laki tapi bukan suara Bimbim yang menyapanya dari arah belakang. Perlahan Aulia menoleh.


"Deg!


Wajah Aulia mendadak pucat saat melihat seorang laki-laki yang pernah dipanggil papa oleh Bimbim saat di restoran itu. Aulia bergeming tak bisa mengeluarkan suara, tatapan tah Jam seperti setajam silet dari kedua mata Fernando membuat lidah wanita itu terasa kelu.


"Pergi dari rumah saya!"usir Fernando. Jangan pernah lagi kamu menginjakkan kaki di rumah ini! serta Jangan pernah kamu mengganggu Bimbim, anak saya lagi!"tegas Fernando.


"Ta ..Tapi Om, saya dan Bimbim saling mencintai."


"Walaupun kamu bilang kalian saling mencintai, sampai kapanpun saya tidak akan pernah setuju kamu berhubungan apalagi menikah dengan Putra saya. dan jangan pernah berharap mendapat Restu dari saya untuk kamu. Kamu hanya mengejar harta Putra saya sendiri saja, kamu wanita yang tidak tahu diri dan materialis!!! pergi dari sini!!! pergi kata saya!"tangan Fernando menunjuk ke arah luar halaman.


Aulia terpaksa menaiki kembali motornya. dan pergi meninggalkan rumah Bimbim, dengan kekecewaan dan sakit hati yang ia rasakan.


bersambung.

__ADS_1


__ADS_2