
Malam harinya, selesai makan malam Sarah memilih masuk ke dalam kamarnya. Di dalam kamar, gadis itu langsung mengambil ponselnya. Dia membuka beberapa foto dan video yang diambilnya tadi siang.
Sarah mencari beberapa foto video menunjukkan keromantisan Mauren dan Bastian saat berada di taman Erawan kanchanaburi, di dekat air terjun di sebuah pondok.
Kemudian Sarah mengirimkan foto dan video itu ke nomor ponsel milik Bimbim. Terlihat Sarah tersenyum usai mengirim foto dan video ke nomor ponsel Bimbim.
"Rasain kamu, Mauren. Aku rasa setelah ini kamu pasti diceraikan oleh Bimbim."setelah ini tidak ada lagi orang yang akan menjadi penghalang untuk aku mendekati Bimbim."gumam Sarah di dalam hati.
Sementara di tempat lain, malam ini Bimbim tidur di rumah orang tuanya. Saat ini dia sedang berada di ruang keluarga bersama kedua orang tua dan adik kembarnya.
"Kak, ponsel Kakak bunyi itu."Dania memberitahu pada Bimbim yang sedang asyik bersama Papanya menonton televisi yang menayangkan secara live siaran sepak bola piala dunia.
"Biarin aja, nggak lihat apa Kakak lagi seru nih nonton bolanya. Apalagi, pemain kesayangan kakak yang main nih Messi."gerutu Bimbim yang tidak suka dirinya diganggu oleh Dania saat dirinya menonton secara live piala dunia, yang mana Bimbim sedang menonton pemain sepak bola idolanya.
Satu jam kemudian, pertandingan sepak bola pun berakhir. Bimbim lalu teringat dengan ponselnya yang dikatakan Dania berbunyi. pria itu lalu membuka pesan berupa foto, dilihatnya seorang laki-laki dan perempuan berjalan sambil bergandengan tangan. Foto itu diambil dari arah belakang.
"Ini kan Mauren dan Bastian?"batin Bimbim.
Walaupun foto itu diambil dari belakang, tapi Bimbim sangat kenal sekali dengan perawakan kedua sahabatnya.
Terlihat Bimbim mengencangkan rahangnya saat dia melihat video dan foto Bastian mencium tangan Mauren. Tangan Bimbim menghapal kuat. Dia Lalu menjauh dari ruangan itu. Bimbim kemudian mencari kontak Bastian untuk melakukan sambungan telepon dengan pria itu.
"Halo Bastian, Aku mau ketemu kamu malam ini."ucap Bimbim tanpa basa-basi. Kakinya sambil melangkah ke lantai atas. Pria itu ingin mengambil kunci mobilnya.
"Besok malam aja ya. Malam ini aku capek, aku mau istirahat."sahut Bastian jujur.
"Capek Kata kamu? capek karena habis dari Kanchanaburi?"
__ADS_1
Deg!
Jantung Bastian berdetak lebih cepat dari sebelumnya. Dari mana Bimbim tahu kalau dia dan Mauren Hari ini pergi ke Kanchanaburi, pikir Bastian.
"Mau ketemu di mana?"Bastian langsung menyetujui ajakan Bimbim untuk bertemu. Dia sekalian ingin menjelaskan perihal hubungannya dengan Mauren
"Taman."Bimbim langsung memutuskan sambungan telepon.
Bastian memejamkan matanya setelah sambungan telepon diputus secara sepihak oleh Bimbim. Mungkin memang sudah saatnya Bimbim tahu hubungannya dengan. Karena cepat atau lambat Bimbim pasti akan mengetahuinya. Tidak mungkin juga dia dan Mauren selamanya menutupi dari Bimbim. Bastian lalu mengambil kunci mobilnya untuk menemui Bimbim di taman.
Bimbim menjalankan mobilnya dengan kecepatan tinggi. Emosinya semakin memuncak saat dia mengingat video yang memperlihatkan Bastian mencium tangan Mauren. Tangannya mencengkram setir begitu kuat. Tatapannya seperti ingin membunuh.
"Akhhh.... kurang ajar kamu Bastian. Kamu menusuk dari belakang."Bimbim memukul kuat setir mobilnya saat dia sudah sampai lebih dulu di taman.
Tak lama setelah itu Bastian memarkirkan mobilnya di samping mobil Bimbim. Pria itu langsung turun. Di luar sana Bimbim sudah menunggunya dengan kepala tangan, berdiri tak jauh dari mobilnya. Bastian melangkah menghampiri Bimbim.
"Bim, Akhhh ...
Belum selesai Bastian berbicara, Bimbim sudah mendaratkan kepalan tangannya ke wajah Bastian. wajah Bastian langsung berubah merah setelah dipukul kuat oleh Bimbim, sudut bibirnya juga berdarah.
"Bim, lebih baik kita bicara baik-baik."
Bimbim kembali ingin memukul, tapi tak kepalan tangannya langsung ditangkap oleh Bastian.
"Bim, bisa nggak kita bicara baik-baik?"Bastian melepaskan pegangan tangannya pada tangan Bimbim. Dia melangkah mundur menjaga jarak dari Bimbim. Karena dia takut sewaktu-waktu Bimbim melayangkan pukulannya kembali.
Bastian bukannya takut dengan Bimbim, kalau Bastian membalas serangan Bimbim, sudah pasti Bimbim akan kalah karena tubuh Bastian lebih besar dari Bimbim.
__ADS_1
"Untuk apa kita bicara baik-baik? kamu kan sudah tahu kalau aku ingin memperbaiki hubungan dengan Mauren." ucap Bimbim dengan Ketus.
"Bim, jauh sebelum kamu menyukai Mauren, Aku sudah lama menyukainya. Bahkan sebelum dia pacaran dengan pak Mario. hanya saja aku terlambat menyatakan perasaanku padanya. Kamu tahu, kenapa aku terlambat datang ke acara pernikahan Mauren kemarin? itu karena aku tidak mau menyaksikan dia dinikahi oleh pak Mario."
"Aku tahu, alasan Mauren menolak rujuk itu pasti karena kamu kan?"
"Bim, kamu sadar nggak, selama nikah sama dia apa kamu menghargainya sebagai istri?"
Bimbim merapatkan bibirnya. Dia bingung mau jawab apa, sebab yang dibilang oleh Bastian itu adalah kenyataan.
"Selama di New Zealand kamu mengabaikannya. Di depan matanya kamu bermesraan dengan Aulia. Walaupun antara kamu dan dia belum ada rasa cinta, setidaknya kamu hargai dia sebagai istri. Sekarang kamu bilang Mauren menolak rujuk karena aku?"Bastian menggelengkan kepalanya.
"Setelah apa yang dia jalani sama kamu, wajar saja dia trauma, Bim. Sehingga dia menolak untuk rujuk sama kamu. Walaupun aku mencintai dia sejak dulu, Tapi waktu kamu mengajak aku ke New Zealand, aku awalnya juga menolak. Karena Aku Masih menghargai kamu sebagai suaminya. Tapi setelah aku pikir-pikir, daripada Kalian berangkat bertiga, dan Mauren kamu abaikan, aku putuskan untuk ikut ke New Zealand.
"Itu sama saja kamu mencari kesempatan."
"Terserah kamu menyimpulkan apa, yang pasti aku menghargai Mauren. Jika Mauren memutuskan rujuk pun aku terima dengan lapang dada. Bagi aku, yang terpenting Mauren bisa bahagia, walaupun bukan aku yang menjadi sumber kebahagiaannya."tutur Bastian.
"Kamu sudah banyak menyia-nyiakan kesempatan. padahal seandainya Dari awal kamu sudah memutuskan hubungan dengan Aulia, kamu pasti akan memenangkan hatinya. dan aku tidak akan pernah lagi mengharapkan Mauren."imbuh Bastian kembali.
"Kamu sebagai sahabat bukannya membantu aku, Tetapi malah memanfaatkan keadaan."
Brak!!!
Bimbim menutup pintu mobilnya dengan kasar, dan berlalu pergi meninggalkan Bastian begitu saja.
Nampak Bimbim memijat-mijat pangkal hidungnya. Kepalanya mendadak pusing. dia tidak mengira Bimbim akan mengetahui hubungannya secepat ini. Baru satu minggu dia menjalin hubungan asmara dengan Mauren, kini persahabatannya dengan Bimbim terancam bubar.
__ADS_1
Bastian melihat keadaan sekitar taman, dia yang awalnya hanya berduaan dengan Bimbim di sekitar tempat itu, kini sudah ada beberapa orang di sana, yang sudah Bastian tebak mereka itu melihat pertengkarannya dengan Bimbim. Bastian tak mempedulikan mereka, dia bergegas masuk ke dalam mobil nya dan berlalu pergi meninggalkan tempat itu.
bersambung