
"Oh iya Bi, kalau begitu saya naik ke atas dulu ya."pamit Richard kemudian Richard menaiki anak tangga itu dengan setengah berlari sudah tidak sabar ingin bertemu dengan putrinya.
Saat sudah berada di atas, dia langsung menuju kamar yang dimaksud oleh sang asisten rumah tangga tanpa mengganti Dan meletakkan tas kerjanya terlebih dahulu.
Ketika membuka pintu kamar Mauren, Richard terperangah melihat ruang kerjanya sekarang Di dindingnya berubah menjadi warna pink. Ada sebuah ranjang bayi di sana, lemari bayi yang berwarna pink juga. Dan berbagai macam boneka beserta mainan anak-anak lainnya.
"Mom!!"Richard melangkah masuk.
"Ssssst!!! Nyonya Alena memberi kode kepada Richard agar jangan berisik
"Mauren baru saja tidur."ucap Nyonya Alena memberitahu.
Richard lalu melihat putrinya yang sedang tidur di dalam ranjang bayi. Terlihat sudut bibir pria itu ditarik ke atas.
"Kamu bawa apa itu nak?"tanya Nyonya Alena saat melihat paper bag besar yang di tangan Richard.
Richard tidak menjawab, Pria itu lalu duduk di lantai kamar yang sudah dilapis dengan ambal tebal yang lembut. Dia mengeluarkan barang yang ada di dalam paper bag itu.
Melihat itu Nyonya Alena juga ikut Duduk di dekat Richard.
"Ini siapa Nak??"tanya Nyonya Alena saat dia mengangkat salah satu figura yang dibawa oleh Richard sebelumnya.
"Itu foto Dora, Mom."
__ADS_1
"Dora???"
Richard mengangguk. "Iya mam."
Kemudian Nyonya Alena mengambil figur yang satu lagi. " cantik banget ya nak, si Dora ini, pantesan anaknya juga cantik."Puji Nyonya Alena.
"Iya Ma, Tapi sayangnya Dora nggak mau sama aku."jawabnya dengan senyum kecut.
Nyonya Alena mengusap bahu putranya. "Kamu yang sabar ya Nak, suatu saat nanti Dora pasti akan menjadi milikmu. Kamu buat saja Mauren ketergantungan dengan kamu, jadi saat Dora kembali nanti dan ingin mengambil Mauren, dia tidak akan bisa mengambilnya tanpa menyertakan kamu."ujar Nyonya Alena mengajari putranya. Membuat strategi agar Dora bersedia menikah dengan Richard dan Mauren memiliki orang tua yang utuh.
Richard mengangguk. "Iya mam, Terima kasih ya mam, sudah menjadi penyemangat buat Richard." ucap Richard
Nyonya Alena hanya mengembangkan senyumnya menatap putranya dengan tatapan penuh arti.
Richard mengembangkan senyumnya. "Foto-foto ini Richard copy paste dari akun sosial media milik Dora.
Foto yang dalam figura ini nanti mau aku pasang di dinding kamar Mauren, terus album foto ini mau aku letakkan di atas lemarinya. Semua ini aku lakukan supaya Mauren mengenal sosok Mamanya. Agar tidak melupakan Dora. Karena Richard tidak ingin Putri Richard, merupakan wanita yang sudah melahirkannya.
Richard ingin tumbuh kembangnya melihat sosok ibunya, dan suatu ketika nanti, jika Dora kembali ke tanah air dan ingin bertemu dengan Mauren. Mauren tidak merasa asing.
"Oek...Oek....Oek..."
suara tangisan baby Maureen.
__ADS_1
Richard langsung berdiri dari duduknya dan melihat ke arah ranjang Mauren.
"Mom, bagaimana ini? tanya Richard, karena tidak tahu cara menenangkan putrinya yang sudah menangis.
"Coba kamu periksa popoknya penuh nggak? atau bisa juga dia menangis karena merasa lapar. Nanti Mama ajarin kamu mengganti foto dan membuatkan susu untuk Mauren.
Perlahan Richard memeriksa memeriksa popok yang digunakan Mauren. Ternyata apa dugaan Nyonya Alena benar adanya kalau saat ini sudah penuh.
Nyonya Alena mempraktekkan pada Richard cara mengganti popok Mauren. Setelah diajarkan, Nyonya Alena menggantikan popok dan membuat susu untuk Mauren, malam ini Richard memutuskan ingin tidur dengan putrinya.
Setelah selesai makan malam, Richard langsung membawa baby Maureen ke dalam kamarnya. Begitu telaten pria itu menggendong putrinya, hingga tertidur pulas. saat rasanya putrinya sudah tertidur lelap, Richard langsung membaringkan putrinya ke dalam ranjang bayi.
Saat tengah malam terdengar suara tangisan Mauren. Richard terbangun dari tidurnya, dia langsung turun dari ranjangnya dan menghampiri ranjang putrinya.
Dengan telaten pria itu mengganti foto putrinya. Setelah mengganti popok, Richard membuatkan sebotol susu untuk Mauren. dengan sabar pria itu membantu memegang botol susu itu.
Dia takut kalau Mauren yang memegang botol susu sendiri, nanti botol itu akan terlepas dan air susunya, masuk ke hidung atau bisa juga masuk ke lubang telinganya. Yang dapat membuat Mauren merasa tidak nyaman bahkan dapat menjadi sesak.
Bersambung.....
hai hai redears dukung terus karya author agar outhor lebih semangat untuk berkarya trimakasih 🙏💓🙏
JANGAN LUPA TEKAN, FAVORIT, LIKE, COMMENT, VOTE, DAN HADIAHNYA YA TRIMAKASIH 🙏💓
__ADS_1
JANGAN LUPA MAMPIR KE KARYA EMAK YANG LAIN.