Aku Ibu Mu, Nak

Aku Ibu Mu, Nak
BAB 70. PERTEMUAN TAK TERDUGA


__ADS_3

Siang ini Mia dan Mauren sedang bersiap-siap untuk jalan-jalan ke sebuah Mall.


"Mia, kamu ganti baju di kamar Maureen saja. Mauren akan kakak bawa ke kamar sebelah."ucap Dora saat dia baru saja selesai mengganti baju putrinya.


"Ayo Mauren, ikut Mama ke kamar sebelah, Mama mau menyisir rambut kamu."ujar Dora kepada putrinya.


"Maureen mau dikuncir dua, Ma"pinta putrinya.


"Pakai bando saja lebih cantik Mauren."usai mengucapkan itu Dora lalu keluar dari dalam kamar Mauren, yang diikuti oleh putrinya.


Sekitar dua puluh menit kemudian, Mia dan Mauren sudah siap dengan setelannya masing-masing. Hari ini sengaja Mia menggunakan baju santai agar ia lebih leluasa bergerak.


"Sudah siap Mauren? tanya Mia saat sudah selesai memasang sepatunya.


"Sudah Onty."


"Ayo kita berangkat sekarang!"Mia memegang tangan Mauren saat mereka sudah di teras.


"Mia, pulangnya jangan kesorean. Dan ini kartu zone. Siapa tahu Maureen nanti mengajak kamu ke sana."Richard menyerahkan kartu zone pada adiknya.


"Iya Kak, sebelum sore kami akan pulang."


kemudian keduanya melangkah ke arah mobil Mia. Terlihat wanita itu membukakan pintu untuk Mauren, dan membantu anak kecil itu masuk ke dalam mobil.


Beberapa saat kemudian mobil Mia sudah sampai di tempat parkir Mall. "Mauren kamu jangan langsung turun, tunggu Onty!" tegur Mia saat melihat Mauren sudah membuka pintu di sampingnya.


Setelah turun dari mobil, wanita itu langsung berjalan mengelilingi mobilnya. Lalu dia membuka pintu untuk Mauren dan menuntun Mauren turun dari mobil.


Mia memegang erat tangan Mauren. Karena di mall saat ini sangat ramai. Berhubung hari ini hari libur sehingga orang-orang banyak menghabiskan waktu mereka untuk sekedar jalan-jalan di mall.


"Mauren, kita mau ke mana dulu?"tanya Mia saat mereka baru saja masuk ke dalam mall. Dia ingin membuat Mauren tidak merasa bosan. Mia sengaja mengikuti keinginan Mauren kali ini.


Mauren menoleh ke atas, menatap Mia. "Mauren mau ke zone Onty."


Mia lalu berniat membawa Mauren memasuki lift agar bisa langsung sampai ke lantai lima.


"Onty, kita tidak usah naik lift. Mauren mau naik itu, ke lantai atas."Mauren menunjukkan tanggal eskalator.


"Ya udah, kita ke sana."Mia menuntun keponakannya berjalan hendak menaiki eskalator.

__ADS_1


Sekitar kurang lebih satu jam berlalu, kini Mauren mengajak Mia keluar dari zone. Mauren menarik tangan Mia. "Mauren kita mau ke mana lagi?"


"Mauren mau makan es krim Onty."


Mia lalu melihat ke arah jarum jam yang ada di pergelangan tangannya dilihatnya Jam sudah menunjukkan jam dua belas siang. "Mauren kita makan siang dulu ya, nanti habis makan baru kita beli es krim saja."


"Tapi Mauren mau makan es krim sekarang, Onty."


"Mauren, nanti perut kamu sakit kalau langsung makan es krim. Jadi kita makan nasi dulu ya, atau makan burger juga boleh." bujuk Mia.


Akhirnya Maureen pun menurut dan ia pun mengikuti Mia masuk ke sebuah restoran.


"Ayo Mauren, kita duduk di sini saja." tunjuk Mia pada meja yang masih kosong. Kebetulan restoran itu lumayan padat. sehingga tinggal dua meja lagi yang terlihat masih kosong.


Kebetulan meja mereka bersebelahan dengan meja seorang wanita, yang duduk sambil memangku seorang bayi. Di sampingnya juga duduk seorang anak perempuan. Anak kecil itu seumuran dengan Mauren.


Terlihat seorang pelayan menghampiri meja yang ditempati oleh Mia, dan Mauren. "Mauren mau pesan makan apa, sayang" tanya Mia.


"Mauren makan burger, aja onty."sahut Mauren.


Setelah memesan makanannya, Mia lalu mengambil ponsel dari dalam tasnya.


"Aduh baterai ponselku lowbat nih. Aku lupa charger tadi malam."batin Mia saat melihat baterai ponselnya sudah lemah. lalu Mia memasukkan kembali ponselnya ke dalam tas.


"Mauren!"Panggil Mia.


Namun, Mauren tidak mendengar ontynya yang memanggil. Mauren masih tetap fokus menatap dua orang anak kecil yang sedang bercanda. Mauren ikut mengembangkan sebuah senyuman saat melihat kedua anak kecil yang duduk bersebelahan meja dengannya itu, saling tertawa.


Mia lalu memegang pundak Mauren.


"Maureen!"


Mauren langsung menoleh ke arah Mia. "ada apa Onty?"


"Mauren mau juga punya adik seperti itu?" tunjuk Mia ke arah bayi itu.


Mauren menoleh mengikuti arah telunjuk Mia, dan Mauren mengangguk. "Iya Onty, belinya di mana?"tanya Mauren dengan polosnya.


"Mauren, kalau mau punya adik bayi seperti itu, kamu harus mau tidur sendiri. Nggak boleh lagi tidur sama Papa dan Mama."

__ADS_1


Mauren terdiam sejenak, sebuah syarat yang berat baginya."gimana Mauren mau nggak tidur sendiri?"


"Mau Onty, tapi nanti Adik bayinya seperti itu ya."


"Kya sayang."


beberapa menit kemudian mata Mauren menangkap seorang sosok pria yang sangat dikenalnya.


"Om, Afrian! teriak Mauren saat melihat Afrian masuk ke dalam restoran. Namun, Afrian kebingungan mencari tempat duduk yang masih kosong. Semua meja di sana sudah penuh.


Afrian merasa ada yang memanggil namanya. Pria itu lalu menoleh ke samping kiri dan kanan. Namun karena suasana restoran itu sangat ramai, Afrian tidak menemukan siapa yang memanggilnya.


Sedangkan Mia saat mendengar Mauren menyebut nama pria yang ingin dihindarinya itu, dia menjadi sedikit waspada. Dia tidak ingin pria itu menghampiri dirinya.


"Mauren jangan dipang....."belum sempat Mia melarang Mauren memanggil Afrian, tapi Mauren memanggil Afrian lagi.


"Om, Afrian!! teriak Mauren lagi sambil mengangkat tangan kanannya lalu menggawai gawainya.


Afrian yang melihat ada tangan anak kecil yang diangkat ke atas itu, perhatiannya langsung terfokus ke sana.


Senyum Afrian mengambang seketika saat melihat yang memanggilnya itu Mauren dan di samping Mauren ada Mia. Wanita yang mengganggu pikirannya akhir-akhir ini.


Afrian lalu berjalan mendekat ke arah meja yang ditempati oleh Mia dan Mauren. "Boleh saya duduk di sini?"tanya Afrian saat sudah sampai di depan meja Mia dan Mauren.


Mia tidak menyahut. Afrian lalu menggaruk belakang kepalanya.


"Mia, kursi di tempat lain penuh. Boleh ya saya duduk di sini?" tanya Afrian lagi.


"Boleh kok, Om." sahut Mauren tanpa menatap sang Onty.


Afrian tersenyum kemudian langsung duduk di seberang Mia. "Terima kasih keponakan Om yang cantik."ucap Afrian sambil mengacak rambut bocah kecil itu yang begitu menggemaskan.


"Kalian hanya berdua saja di sini? papa dan Mamanya Mauren di mana? tanya Afrian sambil melihat ke kiri dan ke kanan. Tetapi dia tidak menemukan sosok Dora dan Richard berada di sana.


"Iya, Om..Papa sama Mama di rumah. sahut Mauren.


Bersambung.....


hai hai redears dukung terus karya author agar outhor lebih semangat untuk berkarya trimakasih 🙏💓🙏

__ADS_1


JANGAN LUPA TEKAN, FAVORIT, LIKE, COMMENT, VOTE, DAN HADIAHNYA YA TRIMAKASIH 🙏💓


JANGAN LUPA MAMPIR KE KARYA EMAK YANG LAIN " DI BULLY KARNA OBESITAS


__ADS_2