Aku Ibu Mu, Nak

Aku Ibu Mu, Nak
BAB 146. PERNIKAHAN ARGA DAN RANI


__ADS_3

Beberapa hari kemudian, tak jauh dari rumah Antonius, nampak sebuah tenda terpasang di halaman rumah. Sesuai dengan apa yang disarankan oleh Nyonya Alena, Arga dan Rani menggelar acara pernikahan setelah beberapa hari Antonius dan Riana menikah.


Pagi-pagi sekali Richard menjemput Arga di apartemen pria itu. istri dan anak-anaknya saat ini sedang berada di rumah Tuan Nicholas, karena tadi malam mereka menginap di sana.


Kring...


"Hello Tuan,"sapa Arga pada benda pipih yang diletakkan di telinga kirinya.


"Cepat turun, aku sudah ada di depan apartemen!"perintah Richard.


"Iya, Tuan."


Richard langsung memutus sambungan telepon selulernya.


Sesaat kemudian pintu mobil depan bagian kiri dibuka oleh Arga. pria itu sudah mengenakan setelan beskap berwarna putih senada dengan warna kebaya yang dikenakan oleh Rani.


Setelah Arga duduk di kursi samping kemudi, Richard langsung melajukan mobilnya ke kediaman orang tuanya. Di rumah itu kedua orang tua Richard serta anak-anak dan istrinya sudah siap untuk berangkat menuju tempat acara akad nikah.


"Saat mobil Richard sudah berhenti di halaman rumah Tuan Nicholas, Arga langsung turun dari mobil Richard. pria itu disuruh Richard masuk ke dalam mobil Tuan Nicholas, dan duduk di samping sopir.


Sedangkan Tuan Nicholas dan nyonya Alena, keduanya duduk di Jok Tengah. Di mobil Richard, Dora duduk di samping kursi kemudian sambil memangku Putra kesayangannya.


"Mama, Mauren mau duduk di depan juga,"Mauren ingin menyusut masuk di sela-sela jok depan.

__ADS_1


"Ngak bisa sayang. Di sini ada bebek Andika."tolak Dora. Mauren kembali duduk di jok Tengah.


"Sayang, Rani beneran mau konsep nikahnya seperti Moresette aja?"


"Kalau Moresette masih mending kak, ada acara resepsi malamnya. Ini Rani lebih sederhana lagi. Habis acara akad nikah, dia langsung resepsi siang ini juga, acaranya cuma sampai sore."


Richard mengerutkan keningnya. "Kok gitu Sayang?"


"Katanya sih karena dia dan Arga nggak punya banyak teman di kota ini."sahut Dora. eh tapi masih mending mereka loh, daripada kita kemarin, habis akad nikah langsung hujan. kita juga belum sempat berfoto di tempat akad."sesal Dora.


"Itu karena kamu menginginkan konsep garden party."


Mumpung masih diperjalanan, Dora menyusui anaknya. "semoga baby Andika nggak rewel kayak kemarin."harap Dora, semacam ada firasat yang tidak baik di hatinya.


Sesampainya di sana, rombongan pengantin pria disambut oleh nyonya Nadia, Antonius.


Sedangkan Riana, wanita itu Rani di kamar pengantin. Sejak rumah mereka berdekatan, hubungan keduanya semakin akrab.


"Riana, kemarin kamu grogi nggak saat mau akad?"


"iya Ran, siapa aja yang mau nikah pasti merasakannya."


Tiba-tiba terdengar suara ketukan pintu kamar. Riana gegas berjalan ke arah pintu dan membukanya. Ternyata di ambang pintu sudah berdiri salah satu asisten rumah tangga.

__ADS_1


"Maaf tolong cepat dibawa keluar Rani! di bawah sana mempelai pria sudah datang,"seru wanita itu kepada Riana.


"Iya, Bu."


Riana menghampiri Rani dan membantunya beranjak dari duduknya. kedua wanita itu keluar kamar dan menuruni tangga. Riana memegang lengan kiri Rani. di bawah sana, puluhan pasang mata menatap ke arah dua wanita yang berjalan menuruni tangga.


Penampilan Riana tak kalah memukau dengan mempelai wanita, sebab Nyonya Nadia mendatangkan MUA ke rumah Antonius untuk merias Riana dan juga dirinya.


Gaun yang dikenakan olehnya begitu anggun, dan pas di tubuh wanita itu. warnanya senada dengan pakaian yang dikenakan oleh Antonius. Pakaian couple tersebut Antonius beli dari butik Dora.


Mata Arga terpukau menatap wanita yang sebentar lagi akan bisa menjadi istrinya. di matanya, hari ini Rani nampak lebih cantik dari biasanya, sebab Rani biasanya hanya memoles wajahnya dengan bedak, lipstik dan sedikit maskara saja untuk kesehariannya dia bekerja.


Nampak Richard duduk di barisan depan sambil memangku baby Andika. Dia duduk berdampingan dengan istrinya. Di dekat pria itu juga sudah ada Kornel dan Fernando yang juga duduk dengan istri dan anak-anaknya. hanya Afrian dan Mia yang tidak hadir di tempat itu. Karena pria itu sedang tidak enak badan.


"Hari ini acara akan berjalan lancar, karena dia rusuh tidak hadir,"ucap Richard.


"Siapa biang rusuh?"tanya Cornel.


"Kamu lupa ya, waktu kamu mau ijab kabul kemarin Siapa yang bikin rusuh?"sahut Fernando.


"Cornel hanya mengangguk sambil membentuk mulutnya menyerupai huruf o.


bersambung...

__ADS_1


sambil menunggu karya ini update kembali, mampir yuk ke karya teman emak.



__ADS_2