Aku Ibu Mu, Nak

Aku Ibu Mu, Nak
BAB 206. DI TAMAN ERAWAN KANCHANABURI


__ADS_3

"Mama....!"Panggil Mauren.


"Ada apa, Mauren?"Kamu ini sudah besar masih saja teriak-teriak,"ucap Dora saat melihat putri kesayangannya sudah berada di dekatnya.


Mauren mempercepat langkahnya, Gadis itu sepertinya sudah tidak sabar lagi ingin meminta izin kepada kedua orang tuanya.


"Ma, besok aku boleh jalan-jalan ke taman Erawan kanchanaburi.


"Taman Erawan? di sana kan ada air terjun?"tanya Dora antusias.


"Iya, Ma. Bosan juga Kalau weekend jalan-jalan hanya di mall. Sesekali ke wisata alam dulu."ucap Mauren memohon kepada Dora dan Richard.


"Tapi kamu perginya sama siapa? sama Atalia?"


"Enggak, Ma. Sama Kak Bastian."


Dora selalu menoleh ke arah suaminya. "Gimana, Mas?"tanya Dora kepada sang suami.


"Boleh, tapi jangan lama-lama."sahut Richard. dia yang dulu merasa pernah muda sangat mengerti sekali dengan kegiatan anak muda saat weekend.


"Terima kasih Pa, Ma, sudah ngasih izin pada Mauren."ucap Mauren dengan mata berbinar. dia Lalu beranjak dari tempat itu.


"Mas, lihat sendiri kan Gimana Mauren? sepertinya Putri kita juga menyukai Bastian. dia begitu bahagia saat kamu beri izin. Kalau begitu, mereka sama-sama saling mencintai."


"Iya, biarkan saja mereka menjalani dulu. Jika mereka sudah merasa cocok, pasti mereka akan bilang sendiri pada kita jika ingin lanjut ke jenjang berikutnya."


****


Keesokan harinya, tepat jam 08.00 pagi Bastian berangkat dari rumahnya. sebelum menjemput Mauren, dia terlebih dahulu mampir ke toko bunga. Pria itu berniat ingin membeli bunga untuk Mauren.


Setelah melakukan perjalanan kurang lebih 15 menit mengemudikan mobilnya, gini Bastian sudah sampai di halaman toko bunga. dia bergegas turun dari mobilnya dan langsung masuk ke toko itu.


"Selamat pagi Pak."


"Pagi, Saya mau beli buket bunga mawar putih."


"Bunganya mau berapa tangkai Pak?"


Bastian mengingat usia Mauren saat ini menginjak 24 tahun. Dia juga mengetahui kalau Mauren menyukai bunga mawar putih. jadi dia memilih membeli bunga mawar putih sebanyak 24 tangkai.


"Saya mau 24 tangkai."

__ADS_1


"Baik sebentar ya Pak. saya akan rangkai dulu bunganya."ucap penjaga toko kepada Bastian.


Tak butuh waktu lama buket bunga mawar putih itu akhirnya selesai dibuat. "Pak, buket bunganya mau dikasih kartu ucapan atau seperti ini saja?"


"Seperti itu saja Mbak."


Saat Bastian melakukan pembayaran, tiba-tiba Selena keluar dari dalam ruangan.


"Kak, Bastian."mata Selena berbinar, wajahnya tersenyum cerah.


"Kakak mau ngasih bunga itu kepada aku ya?"ucap Selena percaya diri.


Bastian mengerutkan rekeningnya. Dia sedikit ilfil melihat wanita yang ada di hadapannya terlalu percaya diri.


"Maaf, saya buru-buru."ucap Bastian sambil langsung melakukan pembayaran buket bunga yang baru dirangkai oleh karyawan toko bunga itu.


Selena menatap buket bunga mawar putih yang ada di tangan Bastian dengan mata berembun. Dia sudah bisa menebak, buket bunga itu pasti untuk Mauren.


Sementara itu di rumah Richard, saat ini Mauren masih di dalam kamarnya. Dora masuk ke dalam kamar putrinya, sebab Bastian sudah datang dan menunggu di ruang tamu.


Dora terkejut saat melihat pemandangan di dalam kamar Maureen kamarnya terlihat begitu berantakan. Ada beberapa style pakaian menumpuk di pembaringan wanita itu.


"Mauren! Kenapa kamar kamu berantakan sekali?"Dora mengomel putrinya


"Memangnya kalian ke taman itu ke tempat apa?"


"Kak Bastian mau ngajak aku jalan-jalan di air terjun, lalu makan siang di sana sambil menikmati pemandangan air terjun."sahut Mauren.


"Ayo cepat turun, itu Bastian sudah menunggu kamu di bawah dari tadi."ujar Dora sambil memperhatikan putrinya yang sedari tadi bolak-balik mengganti baju yang akan ia kenakan.


"Kak Bastian sudah datang? kenapa Mama pakai basa-basi segala ngobrolnya?


Mauren kembali bercermin melihat penampilannya. Kemudian dia mengambil tas kecil dan melangkah keluar kamar. Dora yang melihat itu hanya bisa menggeleng-gelengkan kepalanya. Sebab Dia tidak pernah seperti itu dulu saat masih muda.


Saat ini Bastian dan Richard sedang ngobrol di ruang tamu. Keduanya hanya ngobrol seputaran dunia bisnis saja. Richard sengaja tidak membahas hubungan putrinya dengan pemuda tampan yang duduk di seberangnya. sebab kasihan Kalau mau nanti belum siap untuk dinikahkan.


"Kak,"sapa Mauren saat dia sudah sampai di ruang tamu.


Bastian ntar aku melihat penampilan Mauren hari ini. Baginya hari ini Mauren tampil begitu sempurna.


"Ehem!"Richard berdehem agar Bastian tidak terlalu lama menatap putrinya.

__ADS_1


"Pa, Ma, aku berangkat dulu ya."pamit Mauren sambil mencium punggung tangan kedua orang tuanya.


Bastian mengikuti apa yang dilakukan oleh Maureen.


"Om, Tante, kami berangkat dulu ya."


"Hati-hati di jalan, Nak!"pesan Dora.


"Bastian, jangan sampai lecet anak Om!"


"Iya, Om."


Bastian dan Mauren berjalan beriringan menuju mobil milik Bastian. Richard dan Dora memperhatikan Bastian membuka pintu mobil untuk putrinya.


Setelah duduk di kursi kemudi, Bastian menjangkau buket bunga yang ada di Jawa Tengah.


"Sayang, ini bunga untuk kamu."Bastian menyerahkan bunga itu pada Mauren.


Mauren menerimanya dengan senyum mengembang. "Terima kasih, Kak."Gadis itu mencium aroma bunga mawar putih yang diberikan oleh Bastian.


Setelah melakukan perjalanan kurang lebih 2 jam, Mauren dan Bastian akhirnya sampai di taman Erawan kanchanaburi. Bastian kembali mengitari mobil membukakan pintu untuk Mauren. Tak jauh dari tempat itu, ternyata Sarah dan Arini juga berada di sana Mereka melihat Justin berjalan sambil bergandengan tangan dengan Mauren memasuki taman.


"Mauren!"ucap Arini lirih.


Sarah yang ada di sampingnya langsung menoleh ke arah Arini. "Mauren? maksud kamu, Mauren ada di tempat ini juga?"


"Iya, itu Mauren."tangan Arini menunjuk ke arah Mauren dan Bastian yang sedang berjalan bergandengan tangan.


Sarah yang melihat itu juga ikut terkejut. "Mereka cuman berdua? Bimbim nggak ikut?"


"Ya, mereka cuman berdua. sepertinya Mauren selingkuh dengan Bastian. Coba kamu lihat, tangannya dipegang oleh Bastian."sahut Arini. Tatapannya dari tadi tidak lepas dari kedua orang itu.


"Selingkuh? wah ini berita bagus. Ayo kita ikuti mereka!"ucap Sarah yang tidak mengetahui kalau Maureen dan Bimbim sudah sah bercerai di depan hukum dan agama.


Sarah menarik tangan Arini. "Arini, pakai masker kamu, supaya mereka tidak mengetahui dan mengenali kita. siapkan juga ponsel kamu untuk memfoto mereka."imbuh Sarah, dia juga memakai masker dengan mengeluarkan ponselnya. Sarah mulai memberikan kamera ponsel pintarnya ke arah Mauren dan Bastian.


Bastian dan Mauren terus berjalan saling bergandengan tangan. Kini keduanya melangkah ke area air terjun.


"Kalau weekend begini ramai juga ya Kak."ucap Mauren kepada Bastian sambil menatap wajah Bastian dengan tatapan penuh arti.


"Iya, sepertinya lagi ada acara."sahut Bastian sebab Dia melihat taman itu sangat ramai, mereka juga melihat karena air terjun yang ada di sana juga dipadati oleh orang-orang yang ingin menikmati pemandangan indah yang ada di sana.

__ADS_1


bersambung...


__ADS_2