
Beberapa minggu sudah berlalu, terlihat Richard sedang membereskan barang-barang dan barang-barang putrinya. Rencananya hari ini Richard bersama putrinya ingin pindah ke rumah yang baru beberapa minggu ini ia beli, dari salah satu perumahan yang dibangun oleh sahabatnya Fernando.
"Mami masih merasa keberatan berpisah dengan Mauren?"
"Richard, Kenapa kalian gak tinggal di sini saja. Dora kan belum pulang, Kenapa kamu pindah Nggak setelah kamu menikah saja? kamu pasti akan kerepotan mengurus Mauren sendirian." ucap Nyonya Alena
"Mami, aku hanya ingin belajar mandiri. lagi pula Mauren juga sekarang sudah berumur hampir lima tahun, dia juga sudah sekolah. Jadi nanti setelah pulang sekolah, Mauren akan aku antar ke rumah Mami.
Dan saat pulang kerja, aku akan menjemputnya kembali.
Percakapan Richard dan nyonya Alena terhenti saat Maureen datang dengan membawa boneka Doraemon di tangannya, Anak kecil itu menghampiri Papanya. "Papa foto Mama yang sana, jangan sampai ketinggalan ya Pa." Mauren mengingatkan Papanya Richard.
Richard menatap ke arah putrinya, pria itu tersenyum sambil mengusap pucuk kepala putrinya. "Iya Mauren nya Papa, ini sudah Papa masukin ke peoper bag."
"Mauren tinggal di rumah Oma, saja ya. biarkan Papanya Mauren saja yang pindah ke rumah baru."Oma Alena membujuk cucunya
"Mauren mau ikut Papa, Oma."
Richard lalu mengusap pipi putrinya. "Anak pintar."pujinya.
Setelah selesai mengemas barang-barangnya, Richard lalu membawa turun barang-barangnya yang dibantu oleh beberapa asisten rumah tangga di rumah itu.
Terlihat Mauren berjalan dengan membawa dua boneka Doraemon di tangannya, anak kecil itu menghampiri Papanya.
"Papa, boneka ini kenapa nggak dimasukkan ke mobil ya?
"Boneka yang dua itu ditinggal saja sayang. untuk mainan kamu di rumah ini. Itu di dalam mobil sudah ada lima boneka seperti itu.
Anak kecil itu menurut dimasukkannya kembali boneka itu ke dalam kamarnya.
__ADS_1
Setelah semua barang masuk ke dalam mobil, Richard dan putrinya Lalu naik ke dalam mobil.
Mauren duduk di samping kursi kemudi sedangkan Mia, Nyonya Alena, dan Tuan Nicholas juga menaiki sebuah mobil yang satu lagi. Ketiganya ikut menghantarkan Richard dan Mauren, sekalian Mereka ingin melihat rumah yang baru dibeli oleh Richard.
Karena sejak Richard membeli rumah itu, mereka belum pernah satu kali pun diajak Richard melihat rumah barunya.
Setelah melakukan perjalanan kurang lebih 30 menit membelah jalanan ibukota, dua mobil yang dikendarai oleh Richard dan Tuan Nicholas sudah memasuki halaman rumah yang cukup luas.
"Wah besar banget rumahnya Kak." Mia merasa takjub melihat rumah baru Richard.
"Mauren, Aunty boleh iku tinggal di sini nggak?"
"Boleh aunty, kata papa Nanti Mama juga akan tinggal di sini juga."
"Papa kamu bilang gitu?"Mia geleng-geleng kepala.
Nyonya Alena yang mendengar itu lalu mendekati cucunya. "Mauren nanti kalau Mama Mauren sudah pulang dari sekolahnya, Mauren ajakin Mama tinggal di sini ya!! bisik Oma Alena.
"Ayo kita masuk." ajak Richard yang sudah membuka pintu rumahnya.
"Wah, mewah banget ruang tamunya. Kak."Puji Mia lagi.
Rumah yang dibeli oleh Richard terdiri dari tiga lantai. Di lantai bawah ada tiga kamar tamu, dua kamar untuk asisten rumah tangga. Sedangkan di lantai dua, ada tiga kamar yang terdiri dari satu kamar utama, dia buah kamar untuk anak-anak. Di lantai atas juga terdapat sebuah ruangan kerja dan ruang fitness. Mia yang sudah naik ke lantai dua, langsung membuka kamar utama. Wanita itu langsung menghempaskan tubuhnya ke atas ranjang.
"Mia!! tegur Nyonya Alena
Mia langsung duduk di kasur Itu.
"Hehehe.... cuman ngetes aja Mom, empuk nggak kasurnya." Mia beralasan lalu dia beranjak Turun Dari ranjang itu.
__ADS_1
"Kok di dalam kamar Kakak ada meja rias juga? tanya Mia saat ini Gadis itu sedang duduk di bangku meja rias.
Richard yang ditanya seperti itu langsung menggaruk belakang kepalanya. "Kakak beli itu buat Mauren, karena Mauren kan suka minta di kuncir rambutnya." sahut Richard beralasan
Kemudian Mia bangkit dari duduknya. Dia menuju ke arah walk in closet. Mia langsung memeriksa ruangan itu. Dilihatnya di sana sudah ada sebagian baju Richard digantung. Ada satu yang membuat wanita itu penasaran di ruangan itu. Karena ada satu tempat di ruangan itu pintunya tidak bisa dibuka.
"Kak, Kakak!!!teriak Mia dari dalam work in closed.
Richard bergerak masuk ke dalam walk in closet itu, Nyonya Alena juga mengikuti langkah Richard. Setelah masuk ke ruangan itu Nyonya Alena melihat Mia baik-baik saja.
"Ada apa sih Mia! kamu kok teriak-teriak seperti habis melihat hantu saja?" gerutu Nyonya Alena.
"Ini Mom, Mia penasaran. Kok ini pintunya dikunci? tangannya menunjuk ke arah pintu tempat penyimpanan baju yang terkunci itu.
"Kak, ini kok dikunci? Memangnya Kakak menyimpan apa di dalam sana? baju mahal? perhiasan? surat-surat berharga?
"Mia kok kamu ini kepo banget sih?" Richard lalu melangkah meninggalkan ruangan itu.
"Mia, Kok kamu tanya seperti itu? kan privasinya kakak kamu!" tegur Nyonya Alena."
"Hehehe.... ada saja Mom."
"Ayo kita keluar, kita ke kamar Mauren." ajak Nyonya Alena.
Bersambung.....
hai hai redears dukung terus karya author agar outhor lebih semangat untuk berkarya trimakasih 🙏💓🙏
JANGAN LUPA TEKAN, FAVORIT, LIKE, COMMENT, VOTE, DAN HADIAHNYA YA TRIMAKASIH 🙏💓
__ADS_1
JANGAN LUPA MAMPIR KE KARYA EMAK YANG LAIN