
Setelah memasang cincin dan memberi nasehat, Nyonya Nadia, Nyonya Alena, dan kedua orang tua Rani langsung masuk ke dalam kamar. Kini tinggal Rani dan Arga saja di ruangan itu.
Arga dan Rani yang sudah memakai jaket itu langsung melangkah keluar rumah. keduanya memutuskan untuk duduk di Gazebo yang letaknya di halaman samping villa, sambil ditemani dua gelas teh hangat.
"Kakak kenapa sebelumnya nggak bilang sama aku kalau malam ini mau melamar?"
"Kalau kakak bilang itu namanya bukan kejutan lagi, Ran."
"Bukan aku saja yang terkejut Kak. orang tuaku juga sangat terkejut. Aku saja belum cerita ke mereka mengenai hubungan kita."
"Kenapa nggak cerita Ran?"kamu masih ragu sama kakak?"
"Rencananya Malam ini aku akan cerita. Tapi tadi keburu dipanggil oleh Tante Nadia."
Ting..
Sebuah notifikasi pesan masuk ke ponsel Rani. Rani lalu mengambil pensilnya yang ada disaku jaketnya. dilihatnya beranda depan menampilkan pesan dari nomor asing.
Kening wanita itu berkerut. dia Lalu membuka pesan itu.
"Malam Ran, lagi ngapain? ini nomor aku. Cornelius."pesan Whatsapp Itu yang dikirimkan oleh Cornelius kepada Rani.
"Lagi santai di Gazebo Kak."balas berani.
"Kamu kapan pulang Ran?"kembali Cornelius membalas.
__ADS_1
"Rencananya besok Kak."balas Rani kembali
"Sama dong, Kakak juga besok pulang ke kota. sampai jumpa di kota ya Ran."pesan Whatsapp dikirim oleh Cornelius kembali.
Arga nampak memperhatikan kekasihnya yang sedang asyik dengan ponselnya. Dalam hatinya, dengan siapa Rani berbalas pesan?
Rani yang merasa ditatap intens oleh Arga, mengurungkan niatnya membalas pesan terakhir dari Cornelius.
"Siapa yang kirim pesan Ran?"tanya harga penuh selidik.
"Kak Cornelius."
"Kakak boleh lihat isi chatnya nggak?"Arga menadahkan telapak tangan kanannya ke arah Rani. Rani dengan ragu menyerahkan ponselnya pada Arga.
Rani mengambil ponselnya kembali, dan membuka pola ponsel pintarnya. Arga langsung membuka aplikasi berwarna hijau itu. dibukanya pesan yang berada di urutan paling atas. Sebuah nomor asing. Ya. Rani belum sempat menyimpan nomor Cornelius. hanya membutuhkan waktu beberapa detik saja Arga sudah selesai membaca percakapan antara Rani dan Cornelius.
Rasa cemburunya yang tadi siang sudah terkikis oleh acara semakin cincin 1 jam yang lalu itu kini kembali muncul ke permukaan. Arga kembali merasakan perasaan cemburu dia tak bisa melihat kekasihnya dekat dengan laki-laki lain. Apalagi laki-laki itu Cornelius, yang memiliki wajah sedikit lebih tampan darinya dan lebih mudah juga.
Arga menyerahkan kembali ponsel milik Rani. baru hitungan detik di tangannya, sebuah notifikasi pesan masuk terdengar Lagi di ponsel pintar Rani. wanita itu tidak berani membukanya, dia langsung memasukkan ponselnya ke dalam saku jaketnya.
"Ran!"Arga menatap lekat ke arah Rani. wanita itu menatap ke arah yang memanggilnya, Dia terlihat bergeming. Menunggu Arga yang sepertinya ingin menyampaikan sesuatu padanya.
"Ran, saat Ibu Alena menyematkan cincin ke jari tanganmu, dia mengatakan agar kita menjaga jarak dengan lawan jenis. Kakak harap kamu masih ingat dengan pesan Ibu Alena."
Rani mengangguk. "iya Kak. maaf, aku tadi cuman menghargai teman masa kecilku saja. nggak enak Nggak membalas kak, Nanti dikiranya aku sombong."
__ADS_1
"Iya Kakak ngerti. Yang penting kamu harus tahu batasannya. Itu saja Ran."
Beberapa saat kemudian, terlihat Rani mengusap-usap punggung tangannya secara bergantian. Arga yang melihat itu langsung menggosok-gosok telapak tangannya hingga terasa panas, lalu diambil kedua tangan Rani. dia tangkup tanganmu dari itu agar si pemiliknya merasakan hangatnya Tangkuban tangan Arga.
"Ran, lebih baik kita masuk. di sini dingin banget."nanti kamu masuk angin."Arga beringsut turun dari gazebo, tangannya sambil memegang tangan kiri wanita itu.
Arga menuntun Rani masuk ke dalam villa. ketika sudah di depan kamar, tahu tantangan itu dilepas oleh Arga. karena mereka harus masuk ke kamar masing-masing. kamar Arga dan Rani bersebelahan. Hanya terpisah oleh dinding bertemu saja.
Keesokan paginya, Rani membawa harga berkeliling di sekitar villa. wanita itu membawa Arga ke kebun buah, kebun sayur, kebun bunga dan ke lokasi air terjun.
Di lokasi air terjun itu keduanya lebih banyak menghabiskan waktu di sana. mereka berfoto berdua untuk dijadikan wallpaper ponsel mereka berdua. kini keduanya duduk saling berhadapan pada sebuah batu.
Arga memegang kedua tangan Rani. "Ran, sebelumnya Kamu pernah pacaran nggak?"
Rani menggeleng. Arga yang melihat itu langsung tersenyum senang. artinya dia dan Rani sama-sama belum berpengalaman. diciumnya tangan Rani. Arga melihat ke arah jarum jam yang ada di pergelangan tangannya, Jam sudah menunjukkan di angka sepuluh pagi.
"Ayo Ran kita kembali ke villa. nanti kesiangan kita pulangnya."Arga beranjak berdiri dari duduknya. Pria itu mencuri satu ciuman di pipi kiri Rani.
Rani langsung memegang pipi kirinya. wajahnya kini bersemu merah bak kepiting rebus. "kakak!" pekik Rani.
Arga hanya tertawa melihat ke arah wajah kekasihnya. Rani beranjak berdiri lalu memukul-mukul ke arah tubuh Arga.
"Hei .. ampun Ran, sakit.... sakit....!"Arga langsung menangkap tangan Rani dan mendaratkan ciuman kembali di wajah cantik wanita itu.
bersambung...
__ADS_1