Aku Ibu Mu, Nak

Aku Ibu Mu, Nak
BAB 205. SEBUAH FOTO DAN VIDEO


__ADS_3

"Mas, coba lihat ini!"Moresette menyodorkan ponselnya pada Cornel. dia ingin memperlihatkan apa yang baru dilihatnya di lantai atas. Cornel hanya tersenyum tipis.


"Mas, kok sepertinya tidak terkejut? apa Mas sebelumnya sudah mengetahui kedekatan mereka.


Cornel mengangguk. "Ya, Bastian memang menyukai Mauren. Namun mas tidak tahu Sejak kapan dia menyukai Mauren."


"Kalau memang benar seperti ini, bagaimana nanti hubungan persahabatan mereka dengan Bimbim, Mas."


"Ini yang aku pikirkan. sebab kata Fernando, Bimbim sangat menyesal berpisah dengan Mauren. Jadi Bimbim juga mengejar Mauren sama seperti Bastian."


"Aduh, di mana ini, mas? bisa hancur nanti persahabatan mereka."Moresette merasa cemas.


Sementara di lantai atas, kini tempat bubur yang dipegang oleh Maureen isinya sudah tandas. Bastian makan dengan begitu lahapnya, seperti orang yang tidak sakit saja, pikir Mauren.


"Kak, Aku mau pamit pulang."


"Kok sebentar sekali, sayang."


"Ini sudah hampir magrib, Kak."


"Hati-hati di jalan ya,"pesan Bastian saat Mauren sudah melangkah diambang pintu kamarnya. Mauren hanya mengangguk dan berlalu meninggalkan Bastian.


Setelah berpamitan pada kedua orang tua Bastian, Mauren langsung melajukan mobilnya pulang ke rumah.


Sementara itu di rumah Richard, Dora baru saja mendapat kiriman foto dan video dari Moresette sang sahabat. Dora terkejut saat melihat foto dan video itu. dia langsung bergegas menemui suaminya yang sedang berada di dalam kamar.


"Mas, Mas,"Panggil Dora saat masuk ke kamar.


"Ada apa sayang, kok teriak-teriak?"tanya Richard yang baru saja keluar dari ruang walk in closet. Pria itu baru saja selesai mandi.


"Mas, coba lihat ini."Dora menyerahkan ponselnya pada suaminya. Richard menautkan kedua alisnya saat melihat foto dan video yang dikirim oleh Moresette.


"Apa mereka saling menyukai?"tanya Richard.


"Aku juga tidak tahu Mas, Mauren tidak pernah cerita. Tapi bisa saja kan ini karena mereka bersahabat sejak kecil, makanya mau remember perhatian seperti itu pada Bastian."


"Kamu tidak melihat cara Bastian menata Putri kita? aku ini laki-laki sayang. Aku tahu arti tatapan Bastian itu seperti apa. Tatapannya penuh damba."

__ADS_1


"Iya, juga sih Mas. terus kita harus gimana Mas?"


"Biarkan saja hubungan mereka berjalan seperti air mengalir. Kita tidak boleh melakukan kesalahan seperti dulu lagi. menikahkan Mauren pada laki-laki yang tidak dicintainya. andai di sini Bastian mencintai Mauren pun tidak boleh mengambil keputusan untuk menikahkan mereka, karena belum tentu Putri Kita mencintai Bastian. bisa saja kan dia menganggap Bastian masih sebagai sahabat atau kakak angkat."


"Jadi maksud mas kita lebih baik pura-pura tidak tahu saja ya, Mas?"


"Iya, Tapi kita tetap harus mengawasi Putri kita."


Setelah selesai ngobrol dengan suaminya, Dora Kembali keluar dari kamarnya. dia ingin melihat Apakah putrinya sudah pulang.


***


Setelah Mauren pulang, Cornel langsung naik ke lantai atas, dia ingin ke kamar anaknya. Cornel mengetuk daun pintu kamar putranya yang masih terbuka. Sebab saat Mauren keluar dari kamar itu, dia tidak menutup pintu kamar Bastian.


"Boleh papa masuk?"


"Iya, Pa."


Cornel langsung masuk dan menutup pintu kamar putranya. Dia memposisikan dirinya untuk duduk di pinggiran ranjang.


"Ada apa, Pa?


Bastian sedikit tersentak mendengar penuturan Papanya, namun dia tetap bergeming menunggu kelanjutan apa yang ingin dikatakan lagi oleh Papanya.


"Bastian, papa mau tanya, Apa kamu menyukai Mauren?


"Maksud Papa, suka dalam arti apa?


"suka antara laki-laki dan perempuan."


Bastian menghela nafas panjang, dalam benaknya berkata, Mungkin memang saatnya orang tuanya tahu tentang perasaannya pada Mauren. " Iya, Pa. Dari dulu aku menyukai Mauren. Sebelum pak Mario, aku sudah mencintainya."jawab Bastian jujur.


"Apa kamu sudah yakin, nak? karena Papa tidak mau kamu ke depannya nanti akan menyakiti Putri sahabat papa."


"Kenapa aku tidak yakin, pa?"


"Kamu kan tahu sendiri status more sudah pernah menikah. Barusan Mama kamu juga bilang, tante Dora pernah cerita ke mama kamu, katanya walaupun Mauren dan Bimbim tidak saling mencintai, tapi mereka pernah melakukannya satu kali."

__ADS_1


Bastian memejamkan kedua matanya. pria itu kembali teringat dengan ucapan bimbing saat di mall mengenai kenangan di dalam kamar.


"Bastian, Kok diam? Papa bertanya ini bukan bermaksud merendahkan status Mauren. hanya saja Papa tidak ingin kamu berpikir Mauren masih virgin lantaran dia dan Bimbim menikah hanya sebentar dan terpaksa, Jadi mereka tidak melakukan itu. Papa takut saja nanti kamu kecewa pada Mauren mendapatinya tidak perawan lagi, selalu pada akhirnya kamu menyakiti Putri sahabat papa."


"Aku sudah tahu hal itu Pa. Bimbim dan Mauren pernah bilang Beberapa bulan yang lalu."


"Jadi kamu mau menerima Mauren apa adanya?"


"Iya, Pa. Aku mencintai dia dengan segala kekurangannya."


Cornel menghela nafas lega, Kini dia percaya cinta putranya begitu besar pada Mauren. "Bastian, bagaimana nanti persahabatan kamu dengan Bimbim? kalau dia tahu pasti akan marah. Karena kamu tahu sendiri kan Dia sekarang juga mengejar Mauren."


"Itulah yang aku pikirkan, Pa. apa Papa punya solusinya?"tanya Bastian yang hanya dibalas dengan kepala oleh Cornel.


Cornel beranjak berdiri dari duduknya, Dia menepuk pundak putranya. "Papa yakin kamu bisa mengatasinya. Kamu istirahat saja dulu beberapa hari ini di rumah."ujar Cornel kepada putranya.


***


Beberapa hari sudah berlalu, weekend kali ini Bastian berencana ingin mengajak Mauren jalan-jalan. Bastian yang sore ini baru saja selesai nge-gym itu langsung mengambil ponselnya. Dia mencoba melakukan panggilan pada nomor ponsel Mauren.


"Assalamualaikum."sahut Mauren dari ujung telepon.


"Waalaikumsalam, sayang. Besok kamu ada acara nggak?"


Mauren bergeming sesaat, bola matanya yang berwarna hitam mengarah ke atas, mengingat-ingat Apakah hari Minggu besok dia ada acara. "Tidak ada, kak. paling cuman di rumah saja sambil bikin desain. Memangnya kenapa Kak!"tanya Mauren


"Kakak mau ngajak kamu jalan-jalan, mau nggak?


"Hmmm... mau Kak. sudah lama juga nggak jalan-jalan ke air terjun, biasanya weekend paling cuman jalan-jalan ke mall. Jadi bosan juga."


"Berarti kamu setuju ya?"


"Eh, Bentar dulu kak. Aku mau minta izin dulu Papa dan Mama kalau mereka nggak ijinkan Kakak jangan marah ya."


"Iya, sayang. segera kasih kabar kakak ya, kalau sudah dapat izin."


"Iya,Kak. Aku tutup dulu ya telepon ya."Mauren memutuskan sambungan teleponnya.

__ADS_1


Mauren lalu Turun ke bawah untuk menemui kedua orang tuanya. Di lihatnya ruang keluarga nampak kosong. Mauren lalu melangkah ke arah pintu samping. dia sudah bisa menebak, kedua orang tuanya pasti sedang duduk bersantai di Gazebo dekat kolam renang.


Bersambung ...


__ADS_2