Aku Ibu Mu, Nak

Aku Ibu Mu, Nak
BAB 102. MOTOR MOGOK


__ADS_3

Sementara itu Nyonya Alena dan Tuan Nicholas sedang dikerumuni oleh anak-anak panti yang antri mencium punggung tangan pasangan paruh baya itu.


Lima menit kemudian, semua anak-anak panti sudah masuk ke dalam bus. Mereka hendak meninggalkan rumah pribadi Richard setelah acara syukuran tujuh bulanan kandungan Dora usai dilaksanakan.


Sementara itu di Gazebo Richard dan Dora tengah berkumpul dengan sahabat-sahabatnya.


"Risma mana, Fernando? kok temannya lagi hajatan dia nggak mau datang?"tanya Kornel.


"Ayahnya Risma masuk rumah sakit kemarin, sudah pastilah dia sekarang lagi di rumah sakit." sahut Fernando. Cornel manggut-manggut.


Waktu terus berlalu, Kini satu persatu orang-orang yang ada di rumah Richard sudah pulang ke kediaman mereka. Amor dan Moresette pulang dengan menggunakan motornya masing-masing, sebab rumah mereka tidak searah. Berbeda waktu dulu saat masih kuliah, Amor masih numpang hidup di rumah tantenya.


Yang mana rumah tantenya itu searah dengan rumahnya Moresette. Namun, semenjak Amor sudah bekerja di kantor milik keluarga Tuan Bernando, wanita itu memilih untuk tinggal di rumah kost yang tidak jauh dari kantor tempatnya bekerja


Bukan bermaksud melupakan kebaikan tantenya. Hanya saja dia tidak ingin selalu merepotkan tantenya sekeluarga.


Meskipun sekarang Amor tidak tinggal di sana, dia tidak pernah melupakan kebaikan tantenya. Sehingga setiap gajian selain mengirim uang untuk orang tuanya di kampung, Amor juga selalu memberi sebagian kecil gajinya untuk tantenya.


Tak lama setelah Amor dan Moresette pulang, Cornel dan Fernando pun ikut pulang dengan mengendarai mobilnya masing-masing. Di pertigaan Jalan, Cornel dan Fernando berpisah. Mobil Cornel belok ke arah kanan, dan mobil Fernando belok ke kiri sama dengan jalan yang diambil oleh Amor


"Papa, itu kan Tante Amor? tunjuk Bimbim dia mengenali jaket yang dikenakan oleh Amor.


Saat ini Amor sedang mendorong motornya yang mogok. Fernando menyembunyikan klakson mobilnya terlebih dahulu, sebelum dia memarkirkan mobilnya yang tak jauh jaraknya dari Amor.


"Bimbim, Kamu tunggu di mobil saja, ya. Papa akan menghampiri tante Amor sebentar."ucap Fernando saat dia melepas sabuk pengamannya.


Pria itu lalu turun dari mobilnya dan dengan setengah berlari menghampiri Amor.


"Amor,!!! teriak Fernando memanggil Amor.


Amor menoleh ke arah Fernando. "Eh Kak Fernando ternyata. Saya kira siapa yang mengklakson. Biasanya kan, kakak mobilnya warna hitam."


Fernando menggaruk belakang kepalanya."mobil aku yang warna hitam lagi servis di bengkel Afrian."


"Oh iya, motor kamu kenapa Amor?"


"Nggak tahu nih, kak. Tiba-tiba saja mogok


"Kehabisan bahan bakar?


"Nggak kak, sebelum ke rumah Dora baru aku isi full bensinnya."


"Di depan sana ada bengkel, Amor. Sini biar kakak yang bawa motornya, dan kamu bawa mobil kakak.


Amor langsung menggeleng cepat. Karena mobil yang dibawa oleh Fernando adalah mobil mewah yang harganya kisaran miliar. wanita itu takut kena mobil yang dibawanya nanti akan lecet.


"Kenapa? tanya Fernando melihat Amor menggeleng.


"Nggak apa-apa Kak. Bengkelnya sudah dekat kok. Biar aku bawa sendiri Saja."

__ADS_1


"Baiklah, kalau itu maunya kamu, kakak nggak bisa maksa. Kalau gitu kakak balik ke mobil dulu ya kasihan Bimbim kalau terlalu lama ditinggal sendirian di mobil.


"Iya Kak."


Amor lalu melanjutkan mendorong motornya sedangkan Fernando Dia sedikit berlari menuju mobilnya. Setelah memasuki mobilnya, pria itu tidak langsung menjalankan mobilnya. Dia menunggu Amor tiba di bengkel, baru setelah itu dia menjalankan kembali mobilnya.


Saat melihat Amor sudah berada di depan bengkel motor, Fernando lalu menjalankan mobilnya.


"Papa,.kok kita berhenti di sini?


"Papa mau lihat motornya tante Amor dulu, ayo Bimbim kita turun dulu!


Fernando lalu lebih dulu turun dari mobilnya karena dia harus membantu anaknya untuk turun dari dalam mobil ."Motor Mbak harus turun mesin." ucap Bapak pemilik bengkel tersebut.


"Turun mesin? Berapa lama perbaikannya Pak?


"Sekitar dua hari Mbak!"


Amor mendesah pelan. Dulu dia sudah diperingatkan oleh Moresette lebih baik beli motor yang baru saja. Tapi karena Amor banyak memiliki tanggung jawab, terpaksa dia membeli motor second saja.


"Ya sudah, Amor. Motor kamu ditinggal saja di sini. Kamu ikut mobil Kakak aja pulang ya. nanti biar kakak antar kamu ke rumah.


Akhirnya Amor terpaksa meninggalkan motornya di bengkel itu


"Kak, anterin Aku di halte saja." ucap Amor saat dia baru saja masuk ke dalam mobil.


"Kenapa, Amor? Fernando mulai menjalankan mobilnya.


"Dimana?


"Di dekat kantor Bernando group."


"Itu kan jalan menuju rumah kakak juga, Amor."


Beberapa saat kemudian, mobil yang dikemudikan oleh Fernando sudah tiba di sebuah bangunan yang mana di tiap bangunan itu berdiri dari lima buah petak rumah.


Bangunan itu dikelilingi oleh pagar berupa tembok di bagian belakang samping kiri dan kanan. Sedangkan bagian depan pagar itu, terbuat dari besi yang berbentuk minimalis.


"Kak, Terima kasih ya nganterin aku sampai rumah." ucap wanita itu sebelum dia turun dari dalam mobil.


"Iya, Amor sama-sama." sahut Fernando.


***


Di rumah Richard, Setelah semua tamu pulang, Richard menyuruh istrinya untuk istirahat. Karena sekitar tiga puluh menit yang lalu Mauren sudah tidur di dalam kamarnya sendiri akibat kelelahan.


Saat ini Dora dan Richard sedang duduk di atas ranjang. Posisi Richard sedang duduk selonjoran bagian punggungnya disandarkan di pada heardboard . Sedangkan Dora sedang duduk sambil kepalanya dia sandarkan di bawah tanga suaminya. Kedua tangannya sambil menggenggam tangan kanan suaminya.


"Mas, usia kandungan Aku kan sudah tujuh bulan, Jadi aku boleh nyetir sendiri ya." tangannya sambil memainkan tangan suaminya.

__ADS_1


"Jangan dong Sayang, Mas khawatir terjadi sesuatu kepada kamu. biar saja sopir yang menghantarkan kamu ke mana saja yang kamu inginkan."ujar Richard.


Keesokan harinya setelah menjemput Mauren di sekolah, Dora pergi ke kantor suaminya. Entah kenapa siang ini dia ingin dekat dengan suaminya.


Setelah melakukan perjalanan sekitar tiga puluh menit, dengan kecepatan sedang mobil yang ditumpangi Dora sudah tiba di tempat parkiran perusahaan milik Tuan Nicholas. Ini pertama kalinya dia dan Mauren menginjakkan kakinya di perusahaan itu.


Dora dan Mauren lalu masuk ke lobby perusahaan. Dia langsung menghampiri resepsionis. Selain Arga Tidak ada karyawan yang tahu kalau Dora adalah istri Richard. Karena pernikahan Richard dan Dora diadakan di California, Bahkan Mauren saja tidak pernah dibawa Richard ke perusahaan.


"Selamat siang, Bu. Ada yang bisa saya bantu?


"Saya mau bertemu dengan Pak Richard."


"Maaf, apa sebelumnya ibu sudah memiliki janji dengan Pak?


"Dora menggeleng. "Tidak Mbak."


"Kalau begitu, Ibu tidak bisa bertemu dengan Pak Richard."


Setelah itu, Dora membawa Mauren duduk di kursi panjang yang ada di lobby perusahaan itu. Tangannya lalu membuka tasnya diambilnya ponselnya dan langsung dicarinya kontak suaminya.


Kring ...


Kring ...


Kring ...


Tak menunggu lama, sambungan telepon tersambung.


"Assalamualaikum Sayang, ada apa? kamu sudah jemput Mauren, kan?


"Sudah Mas, ini kami ada di lobby perusahaan papa.


"Apa?!! Richard terkejut karena Ini pertama kalinya istrinya menyusul dia ke kantor.


"Kenapa nggak langsung naik ke ruangan Mas, sayang?"


"Aku nggak tahu ruangan Mas."


"Kenapa nggak tanya sama resepsionis saja sayang?"


"Matanya kalau nggak ada janji, nggak boleh ketemu."


"Ya udah, kalau gitu Mas jemput kamu di bawah ya."


Lima menit kemudian, Richard keluar dari lift khusus CEO. Pria itu lalu mengendarkan pandangannya di sekitar.


Bersambung.....


hai hai redears dukung terus karya author agar outhor lebih semangat untuk berkarya trimakasih 🙏💓🙏

__ADS_1


JANGAN LUPA TEKAN, FAVORIT, LIKE, COMMENT, VOTE, DAN HADIAHNYA YA TRIMAKASIH 🙏💓


JANGAN LUPA MAMPIR KE KARYA EMAK YANG LAIN


__ADS_2