
Sekitar dua hari kemudian, Bimbim sudah kembali bekerja. Begitu juga dengan Mauren, keduanya berangkat dengan mobil masing-masing.
Baru saja memarkirkan mobilnya di tempat parkiran kantor, sebuah pesan masuk di ponsel Bimbim. Pria itu memeriksa ponselnya. Ternyata Aulia mengirimnya pesan. dia Lalu membuka pesan itu.
"Bim, kamu kok jam segini belum ngucapin selamat ulang tahun untuk aku?"pesan Whatsapp itu yang dikirimkan oleh Aulia.
Bimbim manapun jidatnya. pria itu lupa kalau kekasihnya hari ini berulang tahun.
"Maaf, aku lupa Aulia."balas Bimbim
"Masa kamu cuman ngucapin Maaf gitu aja."
"Selamat ulang tahun sayang, Semoga panjang umur, sehat selalu dan lancar rezekinya."balas Bimbim
"Bim, Aku mau malam ini kita makan malam romantis berdua."pesan Aulia.
Bimbim bergeming, dia tidak langsung membalas pesan itu. Sebenarnya dia ingin sedikit menjaga jarak dulu dengan Aulia. dia takut kalau terlalu sering jalan berdua, akan kepergok oleh pihak keluarganya ataupun pihak mertuanya.
"Iya, Nanti malam kita makan malam."Bimbim terpaksa mengiyakan, sebab ini adalah momen ulang tahun, dia tidak ingin Aulia kecewa.
"Terima kasih sayang, Aku mencintaimu."
Bimbim tidak membalas pesan itu. Tidak seperti dulu, Aulia mengucapkan kata-kata manis seperti itu, hatinya akan berbunga-bunga. Namun sekarang kalimat seperti itu terasa hambar baginya.
Setelah memasukkan kembali ponselnya ke saku celana, Bimbim menggaruk belakang kepalanya. "Beli kado lagi."gumamnya dalam hati.
Setelah makan siang, Bimbim melajukan mobilnya menuju Mall. Pria itu ingin membelikan sesuatu untuk hadiah ulang tahun Aulia. karena keuangannya yang menipis, Bimbim memberikan Aulia kado berupa jam tangan seharga ratusan ribu saja. setelah kado itu dibungkus, Bimbim Langsung kembali ke kantor Papanya.
***
Tepat jam 05.00 sore di kantor Papanya Sarah, Sarah tiba-tiba nyelonong masuk ke dalam ruangan Papanya.
"Papa!"Panggil Sarah.
__ADS_1
"Sarah, bisakah kalau masuk itu ketuk pintu dulu!" Papanya Sarah pada anaknya.
"Maaf Pa, Aku buru-buru mau pinjam ponsel papa, mau nelpon mama."
"Ponsel kamu mana? kenapa pakai ponsel papa?"
"Ponsel aku habis baterai Pa, charger aku ketinggalan." kilah Sarah.
"Buruan pa, aku buru-buru mau nelpon mama!"desa Gadis itu pada Papanya.
Karena papanya sedang sibuk, dia tidak ingin membuang waktu untuk berdebat dengan putrinya. Pria itu lalu mengambil ponselnya. setelah membuka ponsel itu dengan sidik jari tangannya, dia Lalu menyerahkan ponsel itu pada anaknya tanpa ada rasa curiga.
"Aku pinjam dulu ya Pa. Sarah keluar dari ruangan Papanya.
"Sarah, teleponnya di ruangan ini saja!"seru pria itu yang melihat anaknya berjalan menuju pintu. Namun, tidak dihiraukan oleh putrinya.
Di dalam ruangannya, Sarah tidak melakukan sambungan telepon seperti yang apa yang dikatakannya pada Papanya. Wanita itu membuka kontak, dia cari kontak yang bernama Richard. Senyum lecek terpancar dari wajah Sarah. langsung disimpannya nomor ponsel Richard ke dalam kontak ponselnya. kemudian dia berdiri dari duduknya, dan mengembalikan ponsel itu lagi pada Papanya.
Malam harinya, saat jam 07.00 malam Bimbim keluar dari dalam kamarnya. malam ini Bimbim mengenakan setelan celana jeans hitam dan baju kaos. tak lupa di tangan kanan pria itu ada sebuah paper bag berisi kado yang dia beli tadi siang di mall.
"Ada apa, Bim?"Mauren membuka sejengkal daun pintu kamarnya.
"Mauren, Malam ini aku mau makan di luar, Aulia sedang berulang tahun. kamu nggak apa-apa kan makan sendiri di rumah?"
"Nggak apa-apa Bim, santai aja."mohon lalu menutup kembali daun pintu kamar.
Bimbim lalu bergegas menuruni tangga, hari ini dia akan menjemput Aulia di tempat kost wanita itu.
Beberapa saat kemudian, mobil Bimbim terparkir di depan pagar kost Aulia. tak berselang lama, Aulia keluar dengan mengenakan gaun pesta berwarna merah maroon dan hand bag di tangan kanannya. wanita itu terlihat cantik malam ini.
"Kita makan malam di mana Bim?"
"Di tempat yang kita tidak pernah ke sana."
__ADS_1
"Kamu ini Bim, pintar banget bikin kejutan buat aku."Aulia mencium pipi kiri Bimbim.
Sementara di rumah Richard, malam ini Richard dan Dora sedang bersiap-siap untuk acara makan malam di restoran apung bersama para sahabat. Mereka sepakat makan malam di sana tanpa membawa anak-anak. Sebab, anak-anak mereka sekarang sudah besar, dan tidak mau diajak nongkrong bersama orang tua mereka.
Seperti biasa, Cornel dan Moresette menunggu sahabatnya di depan pintu gerbang. Sesuai dengan jam yang sudah ditentukan, mereka bertemu di depan pintu gerbang perumahan. ke empat mobil itu berangkat menuju restoran apung.
"Jauh nggak Mas restorannya?"tanya Dora.
"Mas belum pernah ke sana Sayang. si Afrian dan Mia yang pernah ke sana. Katanya sih sekitar 30 menit dari rumah."
Setelah menempuh perjalanan kurang lebih 35 menit, mobil yang dikemudikan oleh Richard dan ketiga sahabatnya sampai di halaman parkir restoran apung. mereka lalu turun dari mobil masing-masing.
"Serasa kayak anak muda lagi ya kita, makan malam membawa pasangan masing-masing."ucap Dora saat mereka sudah berada di halaman restoran.
"Iya Dora. Tiap bulan aja kita bikin acara seperti ini ya,"sahut Amor.
"Sudah! ngobrolnya lanjutin di restoran saja. itu suami kita sudah jalan duluan,"tegur Moresette.
"Iya, Ayo kita susul suami kita!"ajak Mia.
Keempatnya lalu melangkah menyusul para suami yang posisi mereka hampir sampai di restoran.
Beberapa saat kemudian, ponsel Richard mendapat sebuah notifikasi pesan masuk. posisinya saat ini sedang berdiri di depan sebuah meja. Pria itu mengeluarkan ponselnya dari saku celananya. Dilihatnya ada pesan masuk dari nomor tidak dikenal. nomor asing itu mengirim pesan berupa foto. Richard lalu membuka tiga foto itu. tangannya mengepal kuat, pria itu langsung mengeraskan rahangnya, dia mengeratkan giginya karena menahan emosi.
"Fernando!"panggilnya dengan sedikit emosi.
Fernando yang berjarak satu meter dari Richard terkejut mendengar sahabatnya memanggil dengan nada seperti itu. dia Lalu mendekat ke arah Richard.
Para istri yang sudah berada di sana juga ikut mendekat. Richard memperlihatkan ponselnya. berbagai macam ekspresi yang ditunjukkan oleh mereka saat melihat tiga foto itu. Ada yang menutup mulutnya, ada yang mangap karena merasa tidak percaya, dan ada yang mengeram. Ya yang menggeram marah itu adalah Fernando.
"Kurang ajar anak itu!" umpat Fernando.
"Kak, yang duduk di ujung sana itu kan Bimbim, Siapa gadis yang bersama Bimbim itu? rambut gadis itu kok beda dengan rambut Maureen."tunjuk Amor ke arah meja Bimbim. kebetulan Aulia duduk membelakangi posisi Amor berdiri.
__ADS_1
Bersambung....