
Tak berselang lama, orang yang dibicarakan mereka datang. Dora melangkah ke arah cornel sambil merangkul lengan suaminya.
"Hai, Selamat ya, semoga usaha hotelnya selalu mengalami kemajuan."Dora memberi ucapan selamat pada Moresette, Seraya mencium pipi kiri dan kanan wanita itu.
"Terima kasih Dora, kalian berdua saja? Mauren dan Andika mana?"tanya Moresette yang ingin mencari tahu keberadaan Mauren.
"Iya, kami berdua saja. Andika nggak mau ikut, kalau Mauren katanya dia lagi nggak enak badan."
Mendengar itu, Moresette langsung mengkhawatirkan Bastian. Pasalnya, Moresette tahu kalau putranya hari ini sangat mengharapkan kedatangan Mauren.
Tak lama setelah kedatangan Dora, kini Amor dan Fernando bersama keluarga kecilnya tiba di ballroom hotel. mereka Langsung melangkah ke arah Moresette.
"Bimbim mana?"tanya mau reset pada Amor. dia ingin mengetahui apakah hubungan Bimbim dan Bastian sudah kembali membaik.
"Bimbim gak bisa ke sini, katanya lagi nggak enak badan."sahut Amor.
"kok alasan Bimbim dan Mauren sama ya?"batin Moresette di dalam hati.
Di ujung sana, tatapan Bastian mengarah ke arah Dora dan Richard. sejak kedua orang tua Mauren datang, Bastian melihat cara mereka. dia hanya ingin tahu, Apakah malam ini Mauren datang atau tidak. Karena hari ini adalah hari istimewa untuk Bastian, hari ini adalah ulang tahun Bastian juga.
Bastian ingin merayakan dengan orang terkasih. Hingga sampai acara potong kue selesai, gadis yang ditunggu-tunggu nya tak kunjung datang. Telepon dan pesan Bastian juga tidak direspon oleh Mauren.
Bastian kehilangan semangatnya. Dia keluar dari tempat itu. Harapannya malam ini untuk bisa kembali bersama Mauren kini pupus sudah.
Jam sudah menunjukkan pukul 11.00 malam, para tamu undangan sudah pada banyak yang berpulangan. Bastian duduk termenung di lantai paling atas seorang diri di bawah sinar rembulan. Malam ini cafe di sana sengaja ditutup oleh Cornel. Sehingga suasana di sana sangat sepi.
Lampu di cafe juga hanya sebagian saja dinyalakan. Penjaga pintu Cafe padahal ingin menyalakan semua lampu, tapi Bastian melarangnya.
Beberapa saat kemudian di dekat pintu masuk, nampak seorang wanita datang membawa kue dengan lilin yang sudah dinyalakan. Gadis itu juga menenteng parabek kecil.
Sebelumnya, tepat jam 10.00 malam semua tamu undangan sudah meninggalkan ballroom. Semua sahabat Cornel dan Moresette juga sudah pulang. Moresette yang dari tadi Tengah asik mengobrol dengan sahabat-sahabatnya kehilangan jejak anaknya.
"bagaimana Mas?"tanya Moresette saat suaminya mencoba menghubungi Bastian.
"Ponselnya nggak aktif."
"Pergi ke mana dia? kamarnya kita ketuk-ketuk juga tidak dia buka."
Posisi keduanya saat ini sedang berada di depan kamar pribadi Bastian. card lock kamar itu hanya Bastian sendiri yang memegang. jangankan Karyawan, orang tuanya saja, Bastian tak memberikannya. Kecuali Herlan, itupun kalau dalam keadaan darurat saja. Bastian sangat menjaga sekali privasi kamarnya.
__ADS_1
Berbagai macam dugaan buruk sudah berseliweran di kepala wanita itu. Dia takut Bastian melakukan percobaan bunuh diri atau yang lainnya.
"Mas, aku takut kalau Bastian melakukan hal yang tidak tidak."
"Aku akan menyuruh Herlan untuk ke ruang CCTV."Cornel mengeluarkan yang ada di saku jas yang dikenakannya. Panggilan itu langsung terhubung. Beruntung malam ini Herlan menginap di hotel. Jadi dia bisa secepatnya pergi ke ruang CCTV.
Tak lama kemudian, ponsel yang masih berada di tangan Cornel berbunyi.
"Pak Bastian ada di lantai paling atas sendirian di cafe."
"Ngapain dia di sana? apa dia baik-baik saja? tanya Cornel, dia pun juga mengkhawatirkan putranya.
"Pak Bastian baik-baik saja. Dia hanya duduk termenung saja di sana."
"Oh iya sudah. Saya tutup dulu teleponnya."Cornel memasukkan kembali ponselnya ke saku jasnya.
Moresette menatap lekat ke arah suaminya. seolah menuntut penjelasan.
"Bastian ada di lantai paling atas, Ayo kita susul ke sana."Cornel menarik tangan istrinya.
"Jangan Pa, percuma juga kita ke sana. itu tidak akan merubah keadaan Bastian."
"Sebentar!"
Moresette mengambil ponselnya dari dalam tasnya. Dia Lalu mencari kontak Mauren. sambungan langsung terhubung.
"Assalamualaikum tante."
"Waalaikumsalam, Alhamdulillah Kamu belum tidur. Tante bisa minta tolong sama kamu, nggak?
"Mau minta tolong apa Tante?"
"Bisa nggak kamu temui Bastian malam ini di cafe lantai atas hotel? nanti Tante bantu untuk minta izin pada orang tua kamu."
"Memangnya Kak Bastian kenapa Tante?"
"Bastian sepertinya tidak baik-baik saja. makanya tante meminta kamu untuk menemui Bastian malam ini."
"Iya, tante. Kalau Papa dan Mama mengizinkan, aku akan datang ke sana."
__ADS_1
Sambungan telepon seluler itu terputus. mau reset menyuruh suaminya untuk menghubungi Richard. Awalnya Richard ingin menolak permintaan Cornel, sebab anaknya adalah seorang gadis. Apa kata orang kalau anaknya keluar tengah malam. Namun karena Cornel memohon, Richard pun terpaksa mengizinkan, sebab Dia merasa tidak enak pada Cornel.
Dora masuk ke dalam kamar putrinya. "Mauren, kata Tante Moresette kamu malam ini menginap di hotel saja. tante Moresette dan Om Cornel juga tidur di hotel. kalau kamu takut, nanti kamu bisa tidur dengan Dania, katanya."
"Iya,Ma.
Mauren keluar dari kamarnya sambil menantang paper bag berisi kado ulang tahun untuk Bastian. Saat di lantai bawah dia masuk ke ruang dapur. di sana dia membuka kulkas dan mengambil kue ulang tahun yang dia bawa dari toko tadi sore.
"Mauren, papa akan mengantar kamu."ucap Richard saat dia baru saja sampai di lantai bawah. lelaki itu hanya mengenakan piyama yang dilapis oleh jaket.
"Aku ikut, Mas,"ucap Dora saat menuruni tangga. Sama seperti suaminya, Dora juga mengenakan setelan piyama yang dilapis dengan cardigan
Setelah sampai di lobby hotel, di sana sudah ada Cornel dan Moresette yang menunggu kedatangan Mauren.
"Cornel, kami pulang dulu. Aku percaya kan Putri aku sama kamu. Tolong jaga baik-baik."
"Kamu tenang saja. Aku dan Moresette akan menjaga Putri kamu."
Richard dan Dora kembali pulang ke rumah, sedangkan Mauren masuk ke dalam lift bersama orang tua Bastian. Mauren diantar oleh orang tua Bastian sampai ke pintu Cafe.
"Selamat malam Pak Cornel, Bu Moresette."sapa penjaga Cafe.
"Bastian masih ada?"
"Masih Pak. Pak Bastian hanya sendirian di sana."
"Mauren, kamu temui Bastian ya! om dan tante akan kembali ke kamar."
"Iya, Om."
Sebelum masuk ke dalam Cafe, Mauren meminta penjaga untuk membantunya menyalakan lilin pada kue yang ada di tangannya.
Mauren perlahan melangkah ke arah Bastian. dilihatnya Bastian sedang duduk termenung. kepalanya sedikit mendongak ke atas menatap langit malam.
Saat sudah berjarak sekitar dua meter di belakang, Mauren menghentikan langkahnya. "Selamat ulang tahun Kak Bastian. Semoga semua harapan Kakak di tahun ini bisa terwujud."
Bastian yang mendengar ada suara Mauren, dia langsung menoleh narasumber suara.
BERSAMBUNG...
__ADS_1