
"Amor Mau nggak kamu jadi Mamanya Bimbim?"
Bagai petir di siang bolong. Tak ada angin, dan tak ada hujan. Amor sangat terkejut mendapat pertanyaan seperti itu.
"Uhuk....uhuk...uhuk!!!
Amor Yang sedang minum itu, langsung tersedak. Fernando lalu mengambil beberapa lembar tisu dan menyerahkannya pada Amor. wajah wanita itu mendadak merah, mata wanita itu berkaca-kaca.
Bukan berarti malu ataupun terharu, tapi itu akibat dia tersedak saat dia minum.
"Maaf, Amor. Kalau pertanyaan Kakak membuat kamu tersedak." Fernando merasa tidak enak hati.
"Nggak apa-apa Kak."kondisi Amor sudah mulai kembali normal.
"Bagaimana Amor mau, nggak? Fernando butuh kepastian.
"Menjadi Mamanya Bimbim? yang seperti Risma itu kan, Kak?"menurut pikiran Amor Fernando memintanya menjadi Mama angkat untuk Bimbim sama seperti Risma.
"Iya, aku mau aja kok. Kalau Bimbim mau anggap aku sebagai Mamanya."sahut Amor enteng. Fernando menggaruk belakang kepalanya. Karena Amor salah dalam menanggapi pertanyaannya.
"Maksud kakak kamu mau nggak menjadi Mamanya Bimbim, sekaligus menjadi istri Kakak?
"Kali ini Amor tidak terkejut lagi, seperti tadi. "Kok kakak tiba-tiba langsung ngomong gitu? bukannya status Kita cuman teman Kak?"
"Tapi kan, kita sudah lama saling kenal Amor."
"Kak, aku mau makan dulu. Aku nggak bisa mikir kalau perutku dalam keadaan lapar."Amor langsung menyendok makanannya ke dalam mulutnya. Wanita itu sengaja mengalihkan pembicaraan. Dia masih tidak percaya kalau Fernando tiba-tiba melamarnya.
Fernando tau kalau Amor menghindari pertanyaannya. Kedua orang dewasa itu lalu makan dalam diam.
"Mama Amor, Bimbim tidak suka cabe nya.".
Amor mengambil cabai bulat yang ada di mangkok milik Bimbim. Lalu memindahkannya ke dalam mangkok miliknya. Perlakuan kecil seperti itu, tidak luput dari perhatian Fernando.
Usai keduanya menghabiskan makanannya, Fernando lalu melanjutkan pembicaraannya. "Kakak tahu Amor, pertanyaan kakak terlalu mendadak buat kamu. Kamu nggak perlu menjawabnya sekarang. Kakak akan berikan waktu untuk berpikir."Fernando sengaja ngomong seperti itu, lebih dulu. Karena dia sudah tahu jawaban yang akan diberikan oleh Amor, pasti wanita itu akan menolaknya.
Amor hanya diam. Dia tidak merespon ucapan Fernando.
"Mulai sekarang, aku akan melakukan pendekatan pada gadis ini. Aku harus bisa membawa gadis ingin menjadi ratu di rumahku." gumam Fernando di dalam hati.
Tak berselang lama, Bimbim sudah selesai dengan makannya. Fernando lalu mengambil tisu dan membersihkan mulut putranya.
"Amor, kamu masih ada yang mau dipesan nggak? Siapa tahu kamu mau membeli makanan untuk cemilan makan malam kamu?"tanya Fernando sebelum pria itu beranjak berdiri dari duduknya.
"Nggak kak, aku sudah kenyang."
"Ketiganya lalu beranjak dari duduknya. Fernando langsung menuju meja kasir untuk membayar makanan mereka.
__ADS_1
Kini mereka sudah memasuki mobil. Fernando lalu menjalankan mobilnya keluar dari dalam Cafe. Mobilnya langsung melaju ke perusahaan propertinya.
Sekitar Lima belas menit kemudian, mobil Fernando tiba di sebuah perusahaan properti. tampak security membukakan portal besi. "Selamat sore, Pak Fernando."
"Selamat sore."Fernando kembali menginjak sedikit pedal gas mobilnya. Dia langsung memarkirkan mobilnya di depan teras perusahaannya.
"Pak Didin yang melihat mobil bosnya datang dia langsung menghampiri. Fernando lalu keluar dari dalam mobilnya diikuti oleh Amor. Bimbim turun dari dalam mobil Papanya, dibantu oleh Pak Didin.
"Pak Didin, bawa motor itu ke sini."
"Baik Pak, pria berusia 40 tahun itu langsung bergegas pergi ke arah samping kantor. Tak lama kemudian setelah itu, dia keluar lagi dengan mendorong motor matic milik Amor. motor itu sudah dicuci oleh Pak Didin.
Amor tersenyum melihat motornya yang bersih. Wanita itu belum mengambil alih motornya dari tangan Pak Didin.
"Terima kasih ya, Pak."
"Iya Mbak, sama-sama."
"Kak motor ini, Berapa ongkos perbaikannya?"Amar berjalan menghampiri Fernando Setelah dia meletakkan motornya di dekat mobil Fernando.
"Kamu nggak usah mikirin ongkos perbaikannya Amor, semuanya sudah Kakak bayar."
"Iya Kak, berapa? Aku mau ganti uang Kakak."
"Nggak usah, Nggak banyak kok. Lebih baik kamu pulang sekarang Amor, sebentar lagi mau magrib, jalan di sekitar sini kalau malam agak rawan."
"Kok Mama Amor disuruh pulang sendiri Pa? kata Papa Mama Amor tinggal di rumah Papa."
"Iya, itu nanti Sayang. Kalau Mama Amor mau jadi Mama kamu." bisik Fernando di telinga Bimbim
"Kak, aku pulang dulu ya." Amor memakai helmnya.
Setelah Amor dan motornya menghilang dari pandangan matanya, Fernando dan Bimbim segera masuk ke dalam mobil. Keduanya juga ingin pulang ke rumah.
***
Saat ini, Dora dan Richard sedang duduk di Gazebo halaman rumahnya. Pasangan suami istri itu, sedang menemani Mauren bermain kembang api khusus anak kecil.
Mauren memegang ujung kawatnya. Lalu Richard membantu menyalakan ujungnya. setelah menyala, kemudian benda yang dipegang Mauren itu mengeluarkan letupan api yang relatif kecil. Mauren yang melihat Itu tampak senang dan bahagia.
"Mas, aku mau makan ikan nila hasil dari kamu mancing."
"Mancing?" alis Richard saling bertautan.
"Ngapain capek-capek mancing, mending Mas beli di pasar aja, sayang."
"Tapi, aku maunya ikan dari hasil pancingan kamu Mas.x
__ADS_1
"Iya deh, iya. Besok kita mancing."
Richard dan Dora lalu menghubungi sahabat mereka masing-masing, supaya bisa bersama-sama ke tempat pemancingan. Cornel dan Fernando tentu saja mereka dengan senang hati ikut. Sebab mereka ingin sekali mengajak anaknya jalan-jalan ke tempat wisata.
Berbeda halnya dengan sahabatnya Dora. Amor dan Moresette , sebenarnya malas sekali ikut ke tempat pemancingan itu. Namun, karena dipaksa oleh Dora mereka akhirnya terpaksa ikut.
Keesokan harinya saat weekend mereka sepakat jam sepuluh pagi, sudah ada di tempat pemancingan. Dora dan Richard sekarang lagi bersiap-siap untuk berangkat.
"Mas kamu bawa alat pancingnya berapa?"
"Tiga sayang, hanya untuk kita bertiga saja."
"Terus, untuk Amor dan Moresette mana? Kan, aku yang maksa mereka ikut. Jadi Sudah seharusnya kita yang siapin alat pancing buat mereka."
"Kamu nggak usah khawatir, Sayang. Fernando sudah siapin buat mereka."
"Ya sudah, kalau begitu. Ayo kita berangkat sekarang." Richard langsung merangkul pinggang istrinya.
"Mas, Mia dan Afrian benar nggak bisa ikut ya?"
"Nggak tau juga, katanya kalau mereka mau ikut, gampang aja nanti nyusul ke sana."
Jam sepuluh pagi, mobil yang dikemudikan oleh Richard sudah sampai di area parkiran kolam pancing. Tak berselang lama, Cornel dan Bastian juga datang.
"Aku kira Moresette ikut sama kamu Cornel." goda Richard saat melihat Cornel dan Bastian baru keluar dari mobil.
"Nggak mungkinlah, dia mau." sahut Cornel dengan sedikit membuang nafas kasar.
Richard lalu menepuk pundak Cornel. Sabar aja dulu, buktinya aku bisa sabar nungguin mamanya Mauren.
"Entahlah, sepertinya aku ingin menyerah saja. Selama ini aku sudah berusaha untuk mendekatinya, tapi dia yang selalu jaga jarak sama aku. Dan terkadang sedikit ketus sama aku." curhat duda satu anak itu.
"Itu Fernando datang, sepertinya Moresette ikut mobilnya." tunjuk Cornel pada mobil yang baru masuk pintu gerbang kolam pancing ikan.
Fernando memarkirkan mobilnya tepat di samping mobil Cornel. Moresette turun lebih dulu dibanding yang lain. Amor yang duduk di belakang Bimbim, segera turun dan membantu Bimbim untuk turun dari mobil.
Sedangkan Risma, dia turun Setelah Moresette turun melalui pintu sebelah kanan.
Ketika sudah turun dari mobil, Bimbim mendongak ke arah Amor, sambil menyerahkan permen yang ada di tangkainya. "Mama Amor, buka!"pinta Bimbim dengan manjanya. Padahal Fernando dan Risma juga ada di dekatnya. Entah kenapa anak kecil itu lebih ingin bermanja dengan Amor.
"Kok Bimbim manggil Amor pakai sebutan Mama?" tanya Risma dalam hati.
Mauren dan Bastian melihat ke arah Amor yang sedang membuka bungkus permen. Setelah menyerahkan permen pada bimbing Amor tak sengaja menatap ke arah dua bocah kecil yang berdiri dengan jarak satu meter darinya.
Bersambung.....
hai hai redears dukung terus karya author agar outhor lebih semangat untuk berkarya trimakasih 🙏💓🙏
__ADS_1
JANGAN LUPA TEKAN, FAVORIT, LIKE, COMMENT, VOTE, DAN HADIAHNYA YA TRIMAKASIH 🙏💓
JANGAN LUPA MAMPIR KE KARYA EMAK YANG LAIN