Aku Ibu Mu, Nak

Aku Ibu Mu, Nak
BAB 243. KEPERGOK


__ADS_3

Aulia tampak tersenyum. "Kebetulan sekali tante, di kota ini saya tidak begitu banyak memiliki teman."sahut Aulia dengan mata berbinar. Keduanya lalu saling bertukar nomor ponsel.


"Baju kamu bagus Aulia, beli di mana?"


"Di butik Tante."


"Butik di mall ini, ya?"


"Bukan, saya beli baju ini di boutique di dekat apartemen saya. Bagus-bagus bajunya di sana tante. Baju yang saya pakai ini katanya baju karya anak pemilik boutique itu."Puji Aulia. andai Dia tahu boutique itu adalah milik orang tua Mauren, Aulia tidak akan Sudi membeli baju di sana.


Cynthia tau boutique yang dimaksud oleh Aulia itu adalah milik besannya.


"Aulia, anak teman tante juga memiliki boutique . bagus bagus juga bajunya di sana."


"Oh ya... nama boutiquenya apa Tante?"tanya Aulia antusias.


"Namanya Riska boutique ."


"Kapan-kapan temani aku ke sana ya, Tante."


"Iya,"Cynthia mengangguk sambil tersenyum ke arah Aulia.


Sekitar 30 menit berlalu, Aulia sudah menyelesaikan makannya, sedangkan Cynthia baru saja memulai makan.


"Tante, saya duluan ya. Makanan dan minuman tante biar saya saja yang membayar."


"Wah...m terima kasih ya, Aulia. Kamu baik banget Padahal kita baru pertama kali bertemu. Kok kamu buru-buru pulang, Aulia?


"Keluarga saya sedang di jalan menuju apartemen, Tante."


"Kamu tinggal di apartemen apa, Aulia?


"Puri residence, tante."


"Kebetulan sekali, tante juga punya apartemen di sana. Kamar kamu lantai, berapa, Aulia?


Tiba-tiba suara ponsel berdering. Aulia bergegas mengambil ponselnya.


"Hallo, Om .... Tunggu sebentar ya, habis ini aku langsung pulang."


"Tante, saya duluan ya."pamit Aulia setelah sambungan telepon terputus.


Aulia kemudian melangkah menuju kasir, sedangkan Cynthia melanjutkan kembali makannya, Cynthia mengeluarkan ponselnya, dia menghubungi pria yang ditugaskan untuk mengintai suaminya.


"Bagaimana, apa suami saya ada pergi dengan seorang wanita ke suatu tempat, misalnya Hotel atau restoran?"


"Belum ada, Bu. Bapak selama beberapa hari ini tidak ada di mana-mana. ruang geraknya cuman di kantor saja.

__ADS_1


"Tempat karaoke?"


"Bapak belum ada ke tempat itu Bu."sahut seseorang yang ada di ujung telepon.


Setelah mengakhiri teleponnya, Cynthia memasukkan kembali ponselnya ke dalam tasnya. Dalam hati wanita itu berharap, semoga suaminya berubah tidak bermain wanita lagi di luar sana.


****


Malam ini Mauren menginap di rumah orang tuanya. rencananya dia akan menginap sampai suaminya pulang dari Filipina. Selesai makan, Mauren ikut berkumpul dengan mamanya dan adik satu-satunya di ruang keluarga.


Mauren sangat merindukan suasana seperti malam ini, karena semenjak menikah dengan Bastian dia hanya dua kali saja berkumpul seperti ini dengan keluarganya.


Ting!!


Baru saja Maureen duduk sebentar di sana, ponselnya yang ada di saku baju piyamanya mendapat pesan masuk dari aplikasi hijau. ternyata yang mengirimkan pesan adalah suaminya.


"Sayang, Kamu sudah makan apa belum?"


"Sudah, Mas."


"Ini kamu lagi di kamar, ya?"


"Aku lagi di ruang keluarga, Lagi ngumpul sama mama dan Andika."


"Sayang, Mas mau video call sama kamu, tapi kamu harus ke kamar."


Mauren lalu beranjak dari duduknya dan pamit untuk pergi ke kamar.


Kini wajah suaminya memenuhi layar ponselnya.


"Mas, kalau kita seperti ini, aku jadi teringat saat kita belum menikah. Hampir tiap malam kita seperti ini."


"Iya, sayang."Bastian menatap dekat istrinya melalui layar ponselnya.


"Gimana kerjaan kamu hari ini?"


"lumayan capek, Mas. Kalau tidak ada apa-apa di kantor, pasti kerjaan aku tambah banyak."


"Sayang, Kenapa kamu tidak berhenti saja bekerja?"tanya Bastian.


"Aku kasihan sama papa, Mas. karena di kantor tidak ada yang Papa percayai selain aku dan Om Arga. lagi pula, aku belum hamil. kata Mas kemarin, selama aku belum hamil aku masih boleh bekerja di kantor papa."


"Semoga saja jagoan Mas segera hadir di perut kamu ya, sayang."harap Bastian, yang langsung diaminkan oleh Mauren


"Sayang, Coba kamu pakai lingerie yang ada di kamar kamu."imbuh Bastian.


"Untuk apa Mas, kamu kan sedang berada di Filipina?"

__ADS_1


"Mas mau berfantasi dulu sebelum tidur."


"Iya Mas sebentar, ya."Mauren meletakkan ponsel dengan posisi bersandar pada sebuah bantal, agar kamera tidak mengarah ke arah plafon. setelah itu dia berisi Turun Dari ranjang dan bergegas mengganti piyamanya dengan lingerie.


Bastian menunggu kasar salivanya saat melihat istrinya melangkah ke arah ranjang dengan memakai lingerie berwarna merah menyala.


"Sayang, Kamu cantik dan seksi sekali. malam ini rasanya Mas ingin sekali terbang ke kamar kamu."


"Mas ini aneh-aneh saja, sudah tahu lagi di Filipina masih menyuruh aku pakai beginian. nanti kalau pengen gimana? awas aja Mas mencari wanita di sana untuk menyalurkannya!"


"Enggak sayang. Mas hanya ingin berfantasi sendiri, mengkhayalkan kamu ada di samping Mas."Bastian langsung membantah, dia tidak ingin istrinya berpikir yang tidak-tidak terhadapnya.


Di luar kamar, Dora yang ingin masuk ke dalam kamar langsung menghentikan langkahnya saat melihat pintu kamar putrinya tidak tertutup rapat.


"Mauren..."lirih Dora.


Wanita itu lalu masuk ke dalam kamar Mauren. Dia melihat Apakah Putri Yang Sudah tidur atau belum.


Kening Dora berterus saat melihat Mauren mengenakan lingerie, padahal saat ini Bastian sedang berada di Filipina. Mauren yang berbaring dan menghubungi pintu tidak melihat keberadaan Mamanya di kamar. Dia fokus berbicara dengan suaminya.


"Sayang, coba turunkan tali yang di pundak kanan kamu!"seru Bastian.


Mauren menuruti Apa yang diperintahkan suaminya. Sehingga membuat bagian kanan itu menyembul keluar.


"Mauren kamu ngapain?"tanya Dora


Wajah Bastian yang ada di seberang telepon sana langsung menjadi merah, Begitu juga dengan Maureen.


"Ma...Mama..."tangan Mauren langsung menaikkan selimut.


"Kelakuan kalian ini ya benar-benar...!"Dora menggeleng-gelengkan kepalanya. Selama dia menikah dengan Richard, suaminya tidak pernah seperti itu. Padahal menurutnya Richard itu tingkat kemesumannya sudah parah.


Bastian langsung memutuskan sambungan video call. Pria itu takut kalau mama mertuanya mengambil alih ponsel istrinya.


Setelah selimut naik ke atas, Mauren langsung memposisikan dirinya terlentang. "Mama kenapa mau masuk kamar aku tidak ketuk pintu dulu?"


"Pintu kamar kamu renggang, Nak. Mama sudah memanggil kamu. Cepat ganti baju kamu!"


"Iya, Ma."


Dora kemudian keluar dari kamar putrinya. Mauren beringsut turun dari ranjang, dia kembali memakai setelan piyamanya.


Mauren mengambil ponselnya. Dia mengetik sebuah pesan untuk suaminya.


"Kamu sih, Mas, macam-macam saja permintaannya. Untung saja kita sudah menikah.


Bastian langsung membalas pesan dari istrinya.

__ADS_1


"Maaf sayang, Mas juga tidak tahu kalau akhirnya akan seperti ini. Mas tadi hanya ingin mencoba phone *** itu gimana rasanya."balas Bastian diiringi dengan emotion love.


BERSAMBUNG....


__ADS_2