
Jika libur umum, biasanya Mia menginap di rumah Richard. Dia selalu menyempatkan waktu untuk menemani Mauren. Karena sejak Richard dan Mauren pindah rumah, Mia selalu kesepian di rumah orang tuanya. Makanya setiap hari libur atau tanggal merah, Mia menghabiskan waktunya bersama keponakannya.
Saat ini Mia, Mauren dan Dora sedang menonton televisi di ruang keluarga lantai bawah. Mereka menonton sambil menemani Mauren bermain.
Sebuah pesan masuk di ponsel Dora.
"Sayang bikinin Mas jus dong."pesan Papanya Mauren.
"Siapa Kak?"
"Kakak kamu minta bikinin jus."
"Kan, ada asisten rumah tangga yang bisa buat."sahut Mia
"Kakak kamu nggak mau, dia tahu rasanya kalau bukan kakak yang bikin jusnya."
Mia Hanya mangut mangut saja.
"Kakak tinggal dulu, ya."pamit Dora.
lalu Dora melangkah ke dapur untuk membuatkan jus permintaan suaminya. Setelah selesai membuat jusnya, Dora lalu membawa minuman itu ke lantai atas, karena Richard saat ini sedang nge-gym di sana.
Saat sudah sampai di ruangan Gym itu, Dora lalu membuka pintu itu dan langsung masuk ke dalam, untuk menyerahkan jus itu pada suaminya.
"Ini mas, jusnya."Dora menyerahkan gelas jus berukuran jumbo untuk suaminya. Richard lalu mengambilnya dan meminum jus itu melalui sedotan minuman.
"Kamu mau ke mana, Sayang?"Richard menarik tubuh istrinya yang ingin berbalik Kembali keluar ruangan. Kini Dora berada di pangkuan suaminya.
"Mau keluar Mas. Mau nonton sama Mia dan Mauren."
"Temani Mas sebentar Sayang!"tangan kekarnya mulai bergerilya pada yang empuk-empuk.
Tiba-tiba suara bel rumah berbunyi.
salah satu asisten rumah tangga membuka pintu rumah itu.
"Richard Ada Bi? tanya Afrian.
"Ada Tuan. Sebentar ya, saya panggilkan Non Mia dulu Biar Non Mia yang Panggil Pak Richard."
"Yes, ternyata dia ada di sini."sorak Afrian dalam hati.
tak berselang lama, Mia lalu keluar menemui Afrian.
"Masuk Kak. Kak Richard ada di lantai atas lagi nge-gym.
"Wah kebetulan nih, Kakak juga sudah lama nggak nge-gym."sahut Afrian sambil tersenyum.
"Ya sudah langsung naik ke atas aja Kak, setelah di tangga atas, belok kanan ruang nge-gym nya ada di paling ujung."
__ADS_1
Afrian Lalu naik ke lantai atas untuk menyusul temannya di ruang gym.
Setelah itu Mia kembali menemani keponakannya di ruang keluarga.
"Mauren kamu mau kemana? tanya Mia saat melihat Mauren beranjak berdiri dari duduknya.
"Mauren mau ke atas onty Mauren mau mengambil mainan." sahut Mauren.
Mauren biar onty saja yang ambil. Mauren tunggu di sini saja.
Mauren lalu duduk kembali, dan Mia berjalan menaiki tangga. Mia berniat akan mengambil dan membersihkan mainan itu terlebih dahulu dengan tisu basah. Baru diserahkan kepada keponakannya.
Sementara itu, di lantai atas. Afrian yang sudah berada di depan pintu gym yang terbuka sejengkal itu menghentikan langkahnya.
Afrian terkejut ketika mendengar suara de$@han saling sahutan dari arah ruang gym.
"Kak, Panggil Mia dengan suara lirih sambil tangannya menepuk bahu Afrian.
Mia yang akan masuk ke kamar bermain, tiba-tiba menghentikan langkahnya. Wanita itu melihat ke arah Afrian yang saat ini sedang berada di pintu ruang gym.
"Kenapa kak Afrian nggak masuk? apa dia takut dimarahi Kak Richard, ya? tanya Mia dalam hati.
"Akhirnya dia Lalu menyusul Afrian dan langsung menepuk pundak pria itu.
"Suara Dora terdengar jelas di telinga Mia dan Afrian sedang mende$@h.
Afrian lalu menutup kedua telinga Mia, dan langsung membawanya berjalan menjauh ruangan itu untuk segera turun ke lantai bawah.
"Kak itu tadi? tanya Dora saat mereka sudah duduk di ruang keluarga.
"Kenapa, kamu mau juga hem?? Afrian menatap lekat ke arah wanita itu.
Wajah Mia merona ketika mendapat pertanyaan seperti itu.
"Kakak bisa membuat kamu teriak seperti itu juga. Kita nikah yuk, Mia!"minta Afrian dengan sedikit memelas.
Mia sedikit bergidik ngeri.
"Sudah jangan dibahas! anggap aja kita tidak mendengarnya sahut Mia.
"Mia toilet di mana ya?"tanya Afrian.
"Di dekat ruang dapur, di dalam kamar lantai bawah juga ada."
"Kakak pinjam toilet yang dalam kamar aja ya." Afrian langsung berdiri dari duduknya.
"Iya, Kak."
"Solo karir ah jadinya. Ini semua karna Richard sialan itu." rutuk Afrian
__ADS_1
Sekitar empat puluh lima menit kemudian, terlihat Richard dan Dora turun ke bawah. Keduanya bersikap biasa seperti tidak terjadi apa-apa. Karena memang mereka tidak tahu mengenai Mia dan Afrian yang mendengar aktivitas mereka empat puluh lima menit yang lalu di ruang Gym.
"Tumben kamu malam minggu ke sini Afrian? mau ngapelin Mia ya?"ucap Richard yang baru saja ikut Duduk di ruang keluarga.
"Ya gitu deh." Boleh kan? Hahaha.....
"Nggak ada capeknya nih orang!" batin Mia.
Beberapa saat kemudian, Afrian pamit pulang ke rumah. Sedangkan Dora dan Richard ingin ke ruang dapur untuk sekedar mengambil makanan.
"Kak aku sama Mauren mau langsung ke kamar aja, ya. kayaknya Mauren sudah ngantuk." pamit Mia mau ke lantai atas.
"Iya kalian tidur saja. Kami masih belum ngantuk." sahut Richard.
Mia dan Mauren Lalu naik ke lantai atas. sedangkan Richard, dia langsung merangkul bahu istrinya dan berjalan ke arah ruang dapur.
Di dalam kamar, saat ini Mauren sudah terlihat tertidur pulas. Sedangkan Mia, dia belum bisa tidur karena masih saja teringat dengan suara ******* itu.
Dia juga teringat dengan ucapan Afrian yang mengatakan bisa membuatnya berteriak seperti Dora juga. Pikirannya tiba-tiba membawanya kembali pada adegan saat berada di California. Saat dia dan Afrian saling berpelukan dengan tubuh Mia yang saat itu hanya mengenakan pakaian renang.
"Kenapa tiba-tiba pikiranku mengingat peristiwa itu lagi." rutuk Mia dalam hati.
Tak jauh berbeda dari Mia, Afrian juga demikian dia semakin tidak sabar ingin segera menghalalkan Mia
"Ah, kamu Richard bikin aku kepengen nyoba juga." tangannya mengusap adik kecilnya yang sudah berhasil dia tidurkan.
***
Beberapa minggu berlalu kini hubungan Mia dan Afrian semakin dekat. Hanya saja status mereka masih berteman hingga saat ini.
Akhir pekan kali ini Afrian berhasil mengajak Mia jalan-jalan di mall. Karena kebetulan memang wanita itu ingin membeli sesuatu di Mall.
Selesai makan malam, kita lanjut ke mana Mia?"tanya Afrian saat mereka sedang makan malam di restoran dalam mall.
"Aku mau beli sepatu kerja kak."sahut ya singkat
Beberapa saat kemudian, makanan yang ada di meja mereka sudah habis. Kini keduanya beranjak dari tempat duduknya.
"Mia, kamu tunggu kakak di depan pintu luar ya. Kakak mau ke kasir dulu."ucap Afrian
"Iya " sahut Mia. Kemudian wanita itu melangkah ke arah pintu luar.
Bersambung.....
hai hai redears dukung terus karya author agar outhor lebih semangat untuk berkarya trimakasih 🙏💓🙏
JANGAN LUPA TEKAN, FAVORIT, LIKE, COMMENT, VOTE, DAN HADIAHNYA YA TRIMAKASIH 🙏💓
JANGAN LUPA MAMPIR KE KARYA EMAK YANG LAIN
__ADS_1