
"Mauren! sekarang giliran Opa bertanya sama kamu. Tolong Jawab dengan jujur, karena ini menyangkut masa depan kamu. Apakah kamu masih mau menjalani rumah tangga dengan Bimbim? memperbaiki dan memulainya dari awal lagi?"tanya Tuan Nicholas kepada cucunya. Bagaimanapun, Tuan Nicholas hanya ingin yang terbaik untuk cucunya.
Mungkin ini kesempatan yang bagus untuk Mauren bisa bebas dari pernikahan sandiwara ini. Kesempatan untuknya menyelesaikan segala masalah dalam hidupnya. Mungkin inilah Jalan terbaik baginya, menyudahi pernikahannya dengan Bimbim karena dia tahu Bimbim tidak akan bahagia dengan pernikahan yang mereka jalani.
Mauren juga ingin menyelesaikan satu persatu masalah yang menimpa dirinya akhir-akhir ini. Baru kemudian ia akan memulai hidup baru lagi.
Mauren menghela nafas panjang. "Sebelumnya Mauren meminta maaf jika jawaban yang akan mau dan berikan nanti tidak berkenan di hati semuanya yang ada di sini. di sini yang menjalani rumah tangga adalah Mauren dan Bimbim. Jadi, pada kesempatan ini, Mauren ingin mengambil keputusan, bahwa Mauren tidak bisa melanjutkan hubungan rumah tangga ini ucap Mauren sambil menundukkan kepalanya.
Suasana dalam ruangan itu menjadi hening dan tegang saat menantikan keputusan dari Mauren. Terutama Bimbim dan Bastian. kedua pria itu sama-sama menunggu dalam perasaan cemas. Bimbim merasa khawatir kalau Mauren akan memilih bercerai, sedangkan Bastian merasa khawatir Mauren akan memilih memperbaiki dan memulai rumah tangganya dengan Bimbim lagi.
Mendengar jawaban yang diberikan Mauren, Bastian kini sudah bisa bernafas lega. dia yang awalnya menegakkan posisi duduknya karena tegang, kini sudah bisa kembali santai.
Berbeda dengan Bimbim, Bimbim menatap Mauren dengan tatapan sendu. dia sedih karena Maureen mengambil keputusan untuk berpisah dengannya. Padahal dia sendirilah yang membuat Mauren mengambil keputusan itu.
Dia yang tidak bisa mengambil keputusan dengan cepat meninggalkan sang kekasih, Tetapi entah mengapa saat Mauren meminta berpisah dengan Bimbim hatinya begitu sakit bagaikan tersayat pisau tajam.
"Mauren,"Panggil Bimbim dengan nada sedih.
"Mauren, Aku mau minta maaf sama kamu atas kelakuan aku selama beberapa minggu ini. Aku tidak mau berpisah dengan kamu. Aku mau kita meneruskan hubungan rumah tangga kita, mari kita mulai dari awal lagi. aku janji sama kamu, aku akan menjadi suami yang baik untuk kamu. Aku juga akan segera memutuskan hubungan dengan Aulia."Bimbim berusaha membujuk Mauren agar Maureen mau merubah keputusannya.
Pria itu lebih memilih Mauren dibanding Aulia. Karena akhir-akhir ini dia sudah merasa kurang nyaman dengan Aulia. dia merasa lebih nyaman hidup bersama Mauren. Hal itu yang semakin memantapkan hati bimbing untuk memilih Mauren.
__ADS_1
Mauren sedikit menundukkan wajahnya, dia tidak ingin menatap ke arah wajah. dirinya takut akan luluh karena merasa iba terhadap Bimbim. Wanita itu tidak bisa membohongi hatinya.
Selama beberapa minggu tinggal satu atap dengan bimbing, perasaannya masih tetap sama seperti dulu. Dia sayang dengan Bimbim, tapi tak Lebih dari sekedar sahabat.
Mauren menggelengkan kepala pelan. "Maaf Bim, aku tidak bisa melanjutkan hubungan ini lagi. Aku tidak bisa memaksakan hatiku, sama seperti katamu dulu, sekali sahabat tetap kita akan menjadi sahabat." sahut Mauren.
"Tapi Mauren, tidak bisakah kamu memberiku satu kali kesempatan lagi?"Bimbim berusaha memaksa kehendaknya.
"Bimbim! kamu tidak dengar apa yang dikatakan oleh cucu saya?! kamu jangan memaksanya! semuanya sudah terlambat. Selama beberapa minggu ini, Kenapa kamu tidak memanfaatkan waktu untuk membuat kalian berdua bisa saling mencintai?"ucapkan Bernando geram.
"Bim, sudah. Jangan kamu paksa Mauren. mungkin jodoh kamu dengan dia memang sudah cukup sampai di sini."Fernando ikut menimpali.
"Tapi Pa. Aku tidak mau bercerai dengan Mauren. Aku janji akan meninggalkan Aulia. aku akan memperbaiki semuanya, dan memulainya dari awal."
"sudahlah Bim, saya tidak bisa memaksakan Mauren lagi untuk mempertahankan rumah tangga kalian. Saya tidak melakukan kesalahan lagi seperti beberapa minggu yang lalu, memaksanya menikah. sekarang saya memberikan kebebasan pada Mauren untuk memilih Jalan hidupnya sendiri."ucap Richard dengan tegas.
Bastian dan Cornel hanya menyimak pembicaraan dua keluarga itu. Dalam hati Bastian. "Apa Bimbim sudah mulai mencintai? bukankah dia sangat mencintai Aulia? tapi mengapa dia tidak mau berpisah dengan Mauren?"pertanyaan demi pertanyaan timbul di hati Bastian.
"Karena jodoh saya sudah tidak mau melanjutkan rumah tangganya lagi. maka saya meminta pada kamu Bimbim, segera ceraikan cucu saya hari ini juga!"ucapkan Nicholas. Pria tua itu kembali bersuara, walaupun Tuan Nicholas irit bicara, tapi sekali bersuara semua orang-orang yang ada di sana merasa ketakutan.
Jantung Bimbim berdegup kencang. Begitu juga dengan Bastian yang ikut deg-degan, ketika mendengar ucapan dari Tuan Nicholas.
__ADS_1
Bimbim tersentak kaget saat mendengar perintah talak dari Tuan Nicholas. Begitu juga dengan Bastian, pria itu juga kaget karena tidak menyangka pernikahan Maureen dan Bimbim akan berakhir hari ini juga.
Bimbim menatap ke arah Mauren. Seolah dirinya meminta agar pernikahan mereka dilanjutkan kembali. "Mauren, kamu menginginkan kita berpisah ini apa karena kamu sedang marah sama aku?"tanya Bimbim penuh selidik.
Mauren menggelengkan kepalanya. "Tidak, Bim. Aku tidak marah sama kamu. Menurut aku, mungkin ini adalah waktu yang tepat untuk kita berpisah. Maaf jika pernikahan kita kemarin membuat hubungan kamu dengan Aulia jadi terganggu. Untuk itulah, Aku ingin melepaskan diri dari kamu. agar kamu bisa bebas menjalin hubungan dengan Aulia dan menikah dengannya. Karena aku juga ingin melihat kamu hidup bahagia dengan wanita yang sangat kamu cintai."sahut Mauren.
"Tapi aku ingin memulai dari awal sama kamu Mauren. Aku janji, selepas ini akan meninggalkan Aulia."Bimbim masih saja berusaha membujuk Mauren.
Mauren lagi-lagi menggelengkan kepalanya. "Maaf, aku sudah memutuskan ingin sendiri dulu. Aku ingin menata hidupku dari awal lagi, sama seperti sebelum aku mengenal cinta. untuk sementara ini, aku ingin menikmati kesendirianku dulu. Tanpa ada keterikatan hubungan dengan siapapun."
Mendengar ucapan Mauren, Bastian langsung menatap ke arah wanita itu. ada sedikit rasa kecewa yang pria itu rasakan. Padahal dia sudah berencana akan menyatakan cinta kembali pada Mauren dalam waktu dekat, dan secepatnya ingin menikah dengan wanita itu.
Namun, rencananya terpaksa harus ditunda dulu. Dia mencoba memahami keinginan wanita itu. Mungkin memang butuh waktu untuk sendiri dulu, untuk menata hatinya kembali."pikir Bastian?
Hanya saja, kali ini Bastian tidak ingin ditikung lagi dengan orang lain. setelah ini dia akan terus berusaha dekat dan mengawasi Mauren. Agar dia tahu, Siapa saja laki-laki yang akan mendekati Mauren. sehingga dia bisa lebih waspada.
"Bim, kamu kan sudah mendengar sendiri jawaban Mauren kalau Maureen ingin menikmati kesendiriannya, memulai hidupnya dari awal lagi. Jadi hargai keputusan Mauren dan penuhi keinginannya!"ucap Richard.
Fernando menepuk pundak putranya. "Sudah Nak, kamu tidak bisa memaksakan kehendak kamu pada Mauren. rumah tangga tidak akan jalan kalau salah satunya tidak menginginkannya. Kamu sudah membuktikan sendiri, pernikahan kamu dan Mauren beberapa minggu yang lalu sama-sama tidak kalian inginkan. Hasilnya kamu sudah lihat sendiri seperti apa, kan?"Fernando mencoba membujuk putranya.
"Kalau memang kamu masih ditakdirkan berjodoh dengan mauren, pasti dia akan kembali lagi sama kamu."
__ADS_1
bersambung...