Aku Ibu Mu, Nak

Aku Ibu Mu, Nak
BAB 191. PIKIRAN KACAU


__ADS_3

Aulia masih saja memanggil Bimbim. Tapi Bimbim tidak menghiraukannya sama sekali. Dia terus melangkahkan kakinya masuk ke dalam ruang kerjanya.


"Maafkan aku Aulia. Aku melakukan ini karena sekarang kamu banyak berubah. sehingga Hal itu menyebabkan aku merasa jengah terhadap kamu. Dan itu perlahan mengikis rasa cintaku pada kamu. Semoga saja kamu bisa mencari pengganti pria yang lebih baik dari aku. Mungkin sampai di sini akhir cerita Kita."gumam Bimbim di dalam hati.


Sementara Aulia, masih berada di sana, wanita itu menangis sesungguhkan di atas motornya. Kini dia sudah tidak punya siapa-siapa lagi untuk dijadikan sandaran hidup. Dia sudah kehilangan pekerjaan, sekarang dia harus menelan pil pahit kehilangan kekasihnya juga, yang selama ini dia jadikan menjadi pohon penghasilannya.


Fernando yang sejak tadi mengawasi putranya, Dia menyuruh petugas keamanan untuk mengusir Aulia dari area perusahaan. Fernando tidak ingin melihat wanita yang menjadi perusak hidup putranya berlama-lama ada di sana.


"Maaf Mbak tolong segera pergi dari sini. ini Arya perusahaan bukan tempat umum untuk orang luar berteduh."ucap petugas keamanan itu mengusir Aulia.


Aulia mengusap pipinya yang basah, lalu menatap ke arah petugas keamanan itu. "kamu hanya seorang satpam saja sudah berlagu begini, Apalagi kamu seorang pemimpin. tidak ada sopan santun kamu main usir orang saja."ucap Aulia geram.


"Saya di sini hanya menjalankan perintah saja. Saya hanya patuh kepada bos saya, saya tidak peduli kamu siapa. jadi tolong segera pergi dari sini."ucap petugas keamanan itu.


Aulia selalu memakai kembali, dan langsung menyalakan motor matic miliknya. dalam hati, Aulia mengutuk Bimbim dan keluarganya. seolah dirinya dialah yang paling teraniaya di sini.


Aulia tidak menyadari, kalau dirinya sendirilah yang membuat Bimbim menjadi jengah terhadapnya. Bahkan dia bersumpah untuk menghancurkan kehidupan Bimbim dan Mauren. dia merasa tidak terima dicampakkan begini.


Aulia meninggalkan kantor milik keluarga Bimbim. sepanjang perjalanan dia hanya menangis meratapi nasibnya. hari ini pikirannya sangat kacau. kalau dia kosan, sudah otomatis ibu kos akan menagih uang kosnya yang sudah telat 1 minggu.


Sementara itu, uang yang diterimanya dari perusahaan Papanya Mauren hanya berjumlah 2.000 bath. dia bingung harus bagaimana membagi-bagi uangnya. Jika dia tidak segera mendapatkan pekerjaan, entah apa yang akan terjadi di kehidupannya kelak. apalagi Richard sudah meminta kepada Arga untuk memblokir akses agar setiap perusahaan tidak menerima Aulia bekerja.


****


Dora mendapat kabar dari suaminya mengenai kejadian yang dialami oleh putrinya tadi pagi. Wanita itu memutuskan untuk kembali pulang ke rumah. Padahal dia baru saja tiba di butik miliknya.


"Bila, Saya mau kembali ke rumah. kamu tolong handle butik ya. Saya percayakan butik ini ke kamu hari ini. Jika ada yang mencari saya bilang saja saya tidak ke butik hari ini."ujar Dora kepada asistennya.

__ADS_1


"Ada apa Bu, Kenapa Ibu sepertinya khawatir dan mendadak pulang? tanya, Bila khawatir.


"Putri saya Mauren lagi sakit. makanya saya mau di rumah saja seharian ini. mau menemani Mauren. kasihan dia, pasti membutuhkan saya di saat dirinya sakit."ucap Dora sambil melangkah keluar dari butik.


Setelah melakukan perjalanan kurang lebih 20 menit dari butik menuju rumah Richard, akhirnya Dora tiba di rumah.


Dora terlihat menutup kasar daun pintu mobilnya. Dia buru-buru ingin segera masuk ke dalam rumah. Wanita itu langsung naik ke lantai atas, menuju kamar Putri cantiknya.


"Mauren."Dora memanggil putrinya sambil mengetuk pintu.


"Masuk saja Ma, pintunya nggak dikunci kok."teriak Mauren dari dalam kamarnya.


Ceklek.


Sekali hentakan pintu terbuka lebar. Dora memasuki kamar putrinya. Wanita itu langsung melangkah cepat ke arah ranjang. Di sana putrinya sedang duduk selonjoran sambil bersandar pada hardboard ranjang. Di atas paha garis itu ada sebuah bantal yang dia jadikan alas untuk dia membuat desain baju.


"Ma, sepertinya kakek dan pinggang aku terkilir, sakit jika dibawa Jalan bahkan menggerakkan pinggang pun sakit."elu Mauren.


"Mama panggilin tukang urut yang kemarin, mau nggak? kamu cocok kan dipijat sama tukang urut kemarin?"


"Iya, Ma. panggil aja sekarang! sakit banget soalnya."


Dora lalu mengambil ponsel yang ada di dalam tasnya. Dia langsung menghubungi wanita paruh baya yang pernah memijat Mauren.


"Sayang, kamu kalau lagi sakit tidak usah kerja dulu. Sini kertas desainnya!"tangan Dora terulur ingin mengambil kertas desain yang ada di atas bantal.


"Enggak Ma, justru sakitnya semakin terasa jika aku tidak melakukan apa-apa. Pikiran Mauren nanti ke arah sakit yang Mauren rasakan. Lagian, Mauren bosan cuman berdiam diri saja."ucap Mauren.

__ADS_1


Dora mendesah pelan. "Ya sudah, mama mau ganti baju dulu di kamar sebelah. Nanti kalau kamu butuh apa-apa tinggal panggil mama saja atau Bibi."ujar Dora.


Setelah Dora meninggalkan kamar Maureen, Mauren yang sedang menunggu tukang urut datang, diam foto kertas desain yang sudah ada di sketsa baju, tapi belum rampung. di atas kertas itu ada sebuah pensil yang sengaja Mauren letakkan di sana, agar hasil fotonya terlihat lebih bagus. foto itu dijadikannya status di sosial media beraplikasi biru. tak lupa wanita itu menuliskan sebuah caption pada foto itu. "Tetap bekerja walau terpaksa bed rest hari ini."


Tak lama setelah foto tersebut dijadikan sebuah status, tiba-tiba terdengar notifikasi pesan masuk ke ponsel Mauren. Ponsel yang diletakkan Mauren di atas nakas, kembali dia ambil. Mauren takut kalau itu pesan yang dikirimkan oleh Atalia, untuk membahas perihal pekerjaan.


"Kak Bastian, Bimbim."gua wanita itu.


membuka pesan yang dikirimkan oleh Bimbim.


Dia hanya membaca saja tanpa ada niatan untuk membalas. Kemudian Ia membuka pesan yang dikirimkan oleh Bastian.


"Mauren, Kamu kenapa bed rest? Kamu sakit apa? tanya Bastian khawatir.


"Kaki sama pinggang aku sepertinya keseleo Kak."balas Mauren.


"Boleh Kakak video call? tanya Bastian.


"Boleh, memangnya siapa yang larang Kakak video call kemaren. "balas Mauren.


Sebelumnya, di sebuah hotel ternama yang ada di kota Bangkok, tepatnya di ruang kerja Bastian. lelaki itu sedang memainkan ponselnya. kebetulan dia baru saja membalas pesan masuk dari temannya.


Sebelum meletakkan kembali ponselnya di atas meja kerja, dia membuka aplikasi biru miliknya. Terlihat masuk di beranda miliknya Mauren mengupdate status. Tanpa pikir panjang, pria itu langsung mencoba mengirimkan pesan kepada Mauren.


Dan secepat kilat, Mauren membaca pesan yang dikirimkan oleh Bastian. Dia pun membalas pesan Bastian, karena dia tidak ingin Bastian terlalu lama menunggu balasan darinya.


Bersambung

__ADS_1


__ADS_2