
"Nggak ada hubungannya, sih. Sebenarnya cuman Kak. Fernando bantuin aku mau ngambil motorku di bengkel. Karena katanya bengkelnya keburu tutup, kalau aku ambilnya setelah jam pulang kerja." sahut Amor.
"Yang aku heran itu, kenapa Kak Fernando sampai tahu kalau motor kamu masuk bengkel? Moresette masih kepo
"Waktu pulang dari rumah Dora, kan kami searah. Jadi waktu itu dia melihat aku mendorong motor, terus dia yang nganterin aku pulang ke rumah waktu itu.
"Kamu suka ya, sama Kak Fernando? kelihatannya Kak Fernando suka sama kamu Amor."
"Aku sih melihatnya biasa saja. Kita kan, sudah beberapa bulan berteman. Jadi wajar saja sesama teman saling membantu." ucap Amor. Seumur hidupnya, Amor tidak pernah pacaran. Dia itu memang tidak Pekaan orangnya.
Moresette tidak menyahut ucapan Amor lagi. Dia sekarang fokus pada makanannya saja. Karena sebentar lagi jam istirahat berakhir.
Menjelang jam Lima sore, beberapa kali Amor mengirim pesan kepada Fernando untuk menanyakan alamat kantornya. Namun, pria itu tidak membalas.
Karena jam pulang kerja Sudah mepet, Amor lalu mencoba beberapa kali menelepon Fernando. Tapi teleponnya tidak diangkat oleh pria itu.
Amor mendesah pelan. Dia meraih ponselnya. Ponsel itu di atas meja kerjanya. "Kemana sih, Kak Fernando? dari tadi siang chat aku nggak dibales-bales, ditelepon juga tidak diangkat?" gerutu Amor dalam hati.
Saat ini Fernando dan Bimbim sedang berada di perjalanan menuju kantor Bernando group. ponsel Fernando memang sengaja dia mode silent. Karena dia tahu menjelang jam pulang kerja,.pasti Amor akan menghubunginya.
"Ponsel Papa menyala terus dari tadi." ucap Bimbim.
"Biarin aja Bim," ucap Fernando. Dalam hatinya, dia tersenyum melihat Amor dari tadi terus menghubunginya.
Jam sudah menunjukkan di angka lima sore. Semua karyawan sudah keluar dari ruang kerja mereka masing-masing. Termasuk Amor dan juga Moresette. Keduanya kini sudah berada di depan pintu lift untuk menunggu antrian turun ke lobby kantor.
"Amor, kamu jadi nggak minta antarin aku buat ambil motor kamu?"
"Aku belum tahu Moresette, Kak Fernando dari tadi siang nggak balas pesanku. Ditelepon juga nggak diangkat."sahut Amor sambil meletakkan ponsel yang di telinganya. Wanita itu masih berusaha menghubungi Fernando.
"Mungkin dia tidur Amor."
"Obrolan keduanya berhenti saat pintu lift sudah terbuka.
"Beberapa saat kemudian, Amor dan Moresette sudah berada di lobby kantor. kedua wanita itu langsung berjalan ke arah pintu lobby.
"Gimana Amor, aku antar kamu kemana? saat ini, mereka sudah berada di parkiran motor.
"Antar Aku ke kos aja, Moresette."sahut Amor karena tidak ada tujuan. Jadi dia lebih memilih pulang ke tempat kosnya saja dulu.
__ADS_1
Amor lalu menaiki motor Moresette, setelah Amor naik Moresette, mulai melajukan motornya menuju gerbang perusahaan.
Di dekat pintu gerbang bagian dalam, Fernando dan Bimbim sudah keluar dari mobil. Keduanya ingin menghadang Amor di depan pintu gerbang.
Tak berselang lama, Fernando melihat Moresette menaiki motor berboncengan dengan seseorang yang sudah dapat dipastikan bahwa itu adalah Amor.
Fernando lalu mengawai tangannya ke arah motor Morreset.
"Mama, Amor!!"teriak Bimbim.
Moresette dan Amor menoleh ke arah kanan, tempat dimana Fernando dan Bimbim berdiri. Morreset lalu menepikan motornya ke arah kanan samping gerbang perusahaan.
"Kak Fernando!!!" Amor terkejut, wanita itu tidak menyangka pria yang dari tadi dia Coba hubungi, tapi tidak ada tanggapan. Namun kini pria itu sudah ada di depan matanya.
Fernando tersenyum ke arah Amor.
"Kakak, kok tiba-tiba ada di sini? Padahal aku dari tadi menghubungi ponsel Kakak. Tapi nggak ada jawaban.
"Kakak tadi lagi sibuk Amor, ponsel juga lagi mode silent." balas Fernando.
"Mama Amor, Ayo naik mobil papa."
Fernando yang ditatap seperti itu langsung menggaruk-garuk belakang kepalanya. Dia tidak menduga kalau Bimbim akan secepat ini memanggil Amor dengan sebutan Mama.
"Bikin aku malu aja Bimbim ini." gerutu Fernando dalam hati.
"Ayo Amor, ikut mobil Kakak." Fernando mencoba mengalihkan pembicaraan.
"Kemana, Kak?"
"Katanya kamu mau ngambil motor, ayo Kakak antar."
Amor lalu menatap ke arah Moresette. "Ya sudah, Amor. lebih baik kamu sama Kak Fernando aja. Karena Kak Fernando yang tahu tempat motor kamu.".
Akhirnya Amor ikut masuk ke dalam mobil Fernando. Wanita itu duduk di Jak Tengah sedangkan Bimbim dia masih tetap pada tempat awalnya duduk, di samping kursi kemudi
"Masih jauh tempatnya Kak?" tanya Amor setelah tiga puluh menit, dia menaiki mobil pria tampan itu.
"Lumayan." sahutnya singkat.
__ADS_1
"Papa, lapar!!" ucap Bimbim
"Lapar? Memangnya Bimbim mau makan apa? dalam hati Fernando merasa senang, karena Bimbim mengajak untuk makan. Jadi dia punya alasan untuk mengajak Amor makan juga.
"Bimbim mau makan Kaeng Phet, Pa." sahut Bimbim
"Amor, nggak apa-apa kan kalau kita mampir di cafe dulu, sebentar?" Fernando meminta izin dari Amor.
Mendengar Bimbim lapar, Amor pun menjadi tidak tega. "Iya Kak, nggak apa-apa."
Fernando langsung tersenyum mendengar jawaban Amor. Pria itu lalu membelokkan mobilnya ke arah jalan menuju Cafe langganan Bimbim makan Kaeng Phet.
Hanya menempuh waktu sepuluh menit saja, mobil Fernando sudah sampai di halaman Cafe itu.
"Ayo kita turun." ajak Fernando usai dia memarkirkan mobilnya.
Mau tidak mau, Amor pun ikut turun dari mobil itu. Wanita itu berjalan di belakang Fernando.
Di dalam Cafe, Amor mengambil tempat duduk di seberang Bimbim. Setelah ketiganya duduk, seorang pelayan lalu menghampirinya. Amor ikut memesan Kaeng Phet juga sama seperti Bimbim. Maklum namanya juga anak kos, jadi dia tidak perlu repot-repot lagi nanti malam mencari makanan di luar.
Beberapa menit kemudian, seorang pelayan datang membawa sebuah nampan stainless yang berisi tiga gelas minuman dan dengan rasa berbeda. Tak berselang lama, pelayan yang satunya lagi datang dengan membawa nampan berisi dua berisi Kaeng phet dan satu Tim yum. Ketiganya di lengkapi dengan nasi putih
"Mama Amor, makan Kaeng Phet juga ya?" tanya Bimbim saat melihat pelayan meletakkan piring dan mangkok berisi kaeng Phet, di depan Amor
"Bimbim kok manggil Tante, Mama Amor?" tanya Amor lembut.
"Bimbim suka manggil Mama Amor."
Setelah mendengar jawaban Bimbim, Amor lalu meminum air jeruknya. Baginya ucapan anak kecil itu tidak usah diambil hati suka-suka Bimbim aja lah, pikir Amor.
Namun, tiba-tiba Fernando ikut angkat bicara. "Amor mau nggak jadi Mamanya Bimbim?"
Bersambung.....
hai hai redears dukung terus karya author agar outhor lebih semangat untuk berkarya trimakasih 🙏💓🙏
JANGAN LUPA TEKAN, FAVORIT, LIKE, COMMENT, VOTE, DAN HADIAHNYA YA TRIMAKASIH 🙏💓
JANGAN LUPA MAMPIR KE KARYA EMAK YANG LAIN
__ADS_1