Aku Ibu Mu, Nak

Aku Ibu Mu, Nak
BAB 114. MEMINTA PERTANGGUNGJAWABAN


__ADS_3

Setelah berlalu dari apartemen Raihan, mamanya Risma dan Risma langsung menuju rumah orang tua Fernando. Kebetulan saat ini Fernando beserta istri dan anaknya sedang berada di rumah orang tua Fernando


Tiba-tiba bel berbunyi. Yang ternyata Risma yang memencet belnya.


Beberapa saat kemudian, salah satu asisten rumah tangga datang dengan langkah tergopoh-gopoh.


"Maaf nyonya, di teras ada neneknya Bimbim dan Risma."ucap asisten rumah tangga yang bekerja di rumah orang tua Fernando.


"Suruh saja langsung masuk ke sini Bi."kita wanita paruh baya itu. Bukannya dia tidak menghargai tamu yang datang. Tapi dia masih merasa kesal. Karena saat Fernando menikah dan menggelar resepsi, Risma dan kedua orang tuanya tidak hadir.


Saat sudah sampai di ruang tengah, Risma tidak menyangka kalau Fernando dan Amor juga ada di rumah kedua orang tuanya Fernando.


Karena Risma melihat di halaman rumah tidak ada mobil milik Fernando terparkir di sana. Sebab Fernando ke rumah orang tuanya sore ini menggunakan mobil Amor. Tentu saja Risma tidak mengetahui kalau Amor baru saja dibelikan mobil oleh Fernando.


"Silakan duduk Bu, nak Risma!"titah mamanya Fernando.


Risma dan Mamanya, duduk di dekat mamanya Fernando. Di seberang mereka ada Fernando duduk di sampingnya ada Amor duduk dengan posisi memangku Bimbim.


"Kalau boleh tahu, Ada hal apa ya, yang membawa ibu dan anak Risma datang ke rumah saya sore begini?"tanya mamanya Fernando dengan sedikit curiga.


Fernando dan Amor Hanya duduk menyimak saja.


"Ehem.. begini bu, masuk kedatangan saya dan Risma ke sini, Saya ingin minta tolong pada ibu, terutama kepada anak Fernando."sorot mata mamanya Risma menatap dengan memelas kearah Fernando.


Amor langsung sedikit bergerak dari duduknya, terlihat sedikit kegelisahan pada wajah wanita itu. Fernando mengusap sebentar punggung tangan istrinya, lalu menggenggam tangan lembut itu menenangkan sang istri.


Mamanya Risma pun menuturkan kepada mamanya Fernando, Fernando dan juga Amor maksud dan tujuan mereka datang ke rumah kedua orang tua Fernando.


Setelah mendengarkan penuturan panjang itu, mamanya Fernando, Fernando dan Amor mulai paham Ke mana arah pembicaraan ini selanjutnya.


Mamanya Risma selalu menatap ke arah Risma sebentar, dilihatnya tatapan Risma juga memelas kearah Fernando. "Begini bu, Kalau boleh saya minta tolong, Saya mau minta tolong agar Fernando menikahi Risma. Tolong bantu kami untuk menutupi aib kehamilannya. Karena ini menyangkut kehormatan keluarga kami."


"Ibu, kan tahu anak saya kemarin baru saja menikah."sahut mamanya Fernando yang tidak suka jika anaknya ikut menanggung air keluarga mantan besannya itu.


"Tolonglah Bu, Kita kan sudah lama saling kenal. Kita sudah seperti saudara. tolong jadikan Risma jadi istri kedua Fernando."


"Saya tidak bersedia menikah dengan Risma. Ibu tolong jangan melibatkan saya dengan masalah hidup Risma. karena saya tidak mau keharmonisan rumah tangga saya hancur gara-gara nikah dengan Risma."ucap Fernando tegas.


"Fernando, Kamu tidak kasihan dengan Risma? Ibu minta tolong sekali ini saja kepada kamu. Tolong nikahi Risma secara seri saja, minimal sampai anak ini lahir."mamanya Risma memohon.


"Saya juga tidak setuju. walaupun dulu kita pernah jadi besan, tapi saya tidak mau anak saya menikah dengan Risma. Tolong ya Bu, anak saya baru saja menikah. jadi jangan merusak kebahagiaannya dengan kehadiran wanita lain dalam rumah tangganya. Ibu sebagai wanita harusnya paham. Apa Ibu setuju jika anak ibu suaminya disuruh mengawini wanita lain hanya untuk membantu menutupi aib? pokoknya saya tidak setuju!!! geram mamanya Fernando.


"Saya juga tidak setuju kalau suami saya menikah lagi."Amor ikut angkat bicara.

__ADS_1


Mendengar Amor berbicara seperti itu, Risma langsung beralih menatap ke arah Amor. "Amor izinkan aku nikah dengan Kak Fernando. Hanya status saja, setelah menikah nanti, aku tidak menuntut nafkah apa-apa dengan kak Fernando."


Amor menatap dingin mantan sahabatnya. "Enggak!!! pokoknya aku nggak bisa membagi suami aku dengan wanita lain. Siapa yang percaya dengan ucapanmu sekarang. apa kamu lupa beberapa minggu yang lalu kamu mencoba menghasut Mama mertuaku?!! apa kamu lupa beberapa minggu yang lalu kamu mencoba merebut Kak Fernando dari aku?!! ucap Amor dengan lantang.


Risma langsung terdiam. Kini dia sudah tidak tahu lagi Mau minta tolong dengan siapa. semuanya yang ada di rumah itu menolaknya.


"Risma ayo kita pulang!"mamanya Risma sudah tidak punya muka lagi berhadapan dengan mantan Besannya itu.


"Tapi, Ma."Risma masih berharap Fernando mau membantunya. Namun Fernando tidak memperdulikannya.


Pria itu justru bercanda dengan Bimbim, memainkan rambut panjang istrinya, terus dia letakkan rambut panjang itu ke wajah dan leher putranya.


"Papa ih, geli.... jangan mainin rambut mama Amor Pa, Bimbim geli."


Fernando tertawa pelan. mamanya Fernando yang melihat itu tersenyum, Karena sekarang anak dan cucunya sudah menemukan pengganti almarhumah.


Risma yang melihat itu raut wajahnya seketika berubah menjadi masam. Fernando seolah-olah telah membuangnya. Padahal menurutnya, selama ini Bimbim sudah menganggapnya sebagai Mama pengganti.


Namun, dengan sekejap saja, posisinya diganti oleh Amor. Bimbim juga waktu dia datang sampai sekarang belum ada menyapanya lagi.


Melihat Risma tidak ada pergerakan, mamanya lalu menarik tangan putrinya agar segera beranjak dari duduknya dan keluar dari rumah itu.


Sepeninggalan Risma dan orang tuanya, mamanya Fernando geleng-geleng kepala. "Kok ada ya orang kayak gitu, berbuat siapa minta tanggung jawab sama siapa. dia bunting sama orang lain malah minta pertanggungjawaban dengan putraku. benar-benar gak beres si Risma itu. Untung saja kamu Fernando nggak nikah sama dia. bakalan rugi kamu nikahin wanita bunting macam dia."


"Untung saja waktu itu aku nggak nurutin ucapan Mama."sindir Fernando membuat mamanya langsung terdiam.


Amor dan Bimbim selalu beranjak dari duduknya. kemudian mereka berpamitan untuk pulang ke rumah.


Malam harinya, Fernando mengajak Bimbim tidur di kamarnya sendiri. namun anak kecil itu menolak, dia ingin tidur di kamar orang tuanya. untungnya Bimbim Malam ini tidur lebih cepat dari biasanya. Sehingga jam 08.00 malam Fernando sudah bisa mengajak istrinya duduk di sofa bed.


"Sayang, Malam ini kita coba lagi ya?"


"Coba apa?"jawab Amor polos.


Fernando menggaruk belakang kepalanya.


"Kakak mau minta hak kakak malam ini."Fernando menatap istrinya begitu lekat.


"Di sofa ini?


"Iya, ini kan nanti bisa diturunin sandarannya."


"Kenapa kita nggak di kamar Bimbim atau kamar yang lain saja Mas?"takut diam akan terbangun.

__ADS_1


"Hanya kamar ini yang tidak suara sayang. di rumah ini tidak hanya kita bertiga. Kakak takut nanti ada yang beneran teriakan atau de$@han mu."


"Teriakan? tanyanya dengan raut wajah takut.


"Maksud Mas, kamu akan teriak keenakan."


Amor tidak menjawab lagi, mulutnya keburu dibungkam oleh bibir suaminya. mata keduanya saling terpejam. Fernando lalu mengangkat kedua tangan Amor ke atas pundaknya. agar wanita itu mengalungkan tangannya ke lehernya. Puas menjelajahi di sana, Fernando lalu melepas baju kaosnya. kemudian meraih tangan Amor mengusap pada sixpack nya yang ditumbuhi oleh bulu-bulu halus.


Mata Fernando kembali terpejam menikmati sentuhan tangan lembut di dada bidang bidangnya.


Setelah itu Fernando melepas satu persatu kancing piyama istrinya. Hingga kini yang tersisa hanya pakaian berbentuk kacamata dan segitiga.


Amor lalu menghilangkan tangannya ke arah dadanya. Dia sangat malu ditatap suaminya dalam kondisi seperti itu. Fernando lalu melanjutkan pemanasannya, menjamah satu persatu onderdil milik istrinya yang dalam hitungan detik penutupnya sudah dilepaskan dari tubuh mungil sang istri.


Fernando lalu memberikan istrinya, karena sebentar lagi dia ingin memulai permainan intinya.


"Tahan ya, sayang. Sakitnya hanya sebentar. Mas akan pelan-pelan memasukkannya."


Amor mengangguk pasrah. dia sudah siap menyerahkan harta yang paling berharga pada musimnya.


Baru sepertiga adik kecilnya menyelam, terdengar suara Bimbim dari arah ranjang. "Mama Amor!"


Amor dan Fernando tersentak kaget. mata keduanya melotot, konsentrasi keduanya menjadi buyer.


"Bimbim Mas,"Amor berusaha bangkit namun ditahan oleh suaminya.


Fernando lalu memposisikan dirinya untuk duduk. Saat ini sandaran kursi masih belum diturunkan oleh Fernando.


Pria itu lalu melihat ke arah ranjangnya. dilihat ya Bimbim sedang tertidur. Fernando yang melihat bumi itu langsung gagas menurunkan sandaran kursi. Agar dia dan istrinya bisa lebih bebas.


"Mas, aku takut nanti kita kelihatan bimbing."


"Enggak sayang, tadi Bimbim hanya meninggal saja."


Fernando lalu melanjutkan kegiatan yang tertunda tadi. tak lama setelah itu, kedua sudut mata Amor mengeluarkan butiran bening saat beberapa kali tusukan Fernando sudah berhasil menguasai tubuh Amor.


Deru nafas keduanya saling berpacu dalam ruangan itu. Hingga keduanya benar-benar terbuai menikmati indahnya percintaan mereka malam itu.


"Terima kasih sayang, kamu sudah menjaganya untuk Mas."Fernando menghadap ke istrinya. tangan kirinya melingkar di perut sang istri. Sedangkan kepalanya berada di Ceruk leher istrinya.


Bersambung.....


hai hai redears dukung terus karya author agar outhor lebih semangat untuk berkarya trimakasih 🙏💓🙏

__ADS_1


JANGAN LUPA TEKAN, FAVORIT, LIKE, COMMENT, VOTE, DAN HADIAHNYA YA TRIMAKASIH 🙏💓


JANGAN LUPA MAMPIR KE KARYA EMAK YANG LAIN


__ADS_2