
Dora mengirim dua buah foto di grup persahabatannya. Foto yang memperlihatkan Amor dan Fernando mencium Bimbim dan foto yang satunya lagi memperlihatkan Fernando saat memancing.
Risma, Moresette , Amor sedang membuka pesan foto yang dikirim oleh Dora tersebut.
Amor langsung menakup mulutnya dengan sebelah tangan, saat melihat pose pelukan itu.Mata wanita itu sedikit melotot. Waktu itu dia tidak merasa tubuhnya dan Fernando begitu intim seperti itu.
"Wah, ada yang bakal jadian nih." Moresette menggoda di dalam pesan grup itu.
"Bukan jadian lagi, Morette. Bakal naik pelaminan tuh, dia hehehe.... " balas Dora di dalam pesan group
"Ya gitu deh, kalau pacaran sama duda. Pasti si duda mau langsung tancap hahaha...." balas Moresette.
"Apanya yang ditangkap, Moresette?" balas Dora.
Risma membaca obrolan itu Langsung melempar ponselnya di ranjang. Saat ini wanita itu sedang duduk di depan meja rias untuk memakai skin care-nya.
"Dora, Dari mana kamu dapat dua foto ini." balas Amor.
"Dari grup suami aku. foto pelukan saat mancing itu dikirim oleh kak Afrian, foto mencium Bimbim dikirim oleh kak Fernando sendiri." balas Dora.
Amor kesal. Apa maksudnya Coba, kirim foto dirinya sendiri di grup.
"Amor, saran aku misalnya Kak Fernando ngajak pacaran atau kawin, kamu jangan menolaknya. Kalau kamu menolaknya, suatu saat kamu bakalan menyesal. Menyesal dia menemukan wanita lain." balas Dora.
Pesan yang dikirim Dora ini, bukannya hanya Moresette saja yang tersinggung. Risma jika membaca pesan itu nanti, pasti akan tersinggung juga.
"Nggak tahu, ah Dora. Aku belum mikir ke sana." balas Amor.
Moresette setelah membaca pesan yang dikirim oleh Dora itu, langsung meletakkan ponselnya. Wanita itu kembali termenung mengingat kejadian tadi siang, betapa tidak peduli yang sekarang Cornel kepadanya.
"Apa kak Cornel sudah punya pacar ya, sehingga dia mengabaikan aku?"
Di rumah Fernando, saat ini pria itu telah memandangi beberapa foto di ponselnya. foto Amor duduk sendirian dengan wajah yang mengukir senyum yang manis.
"Cantik!" gumam pria itu, sudut bibirnya terangkat ke atas.
Kemudian Fernando melihat foto Dia bertiga dengan Amor dan Bimbim. "Semoga pilihan Aku tidak salah. Semoga dia bisa menjadi Mama baik untuk Bimbim.
Ting!
Suara notifikasi pesan masuk di ponsel Fernando membuyarkan lamunan pria itu. Fernando lalu mengalihkan perhatiannya di meja nakas samping tempat tidur. Dia langsung mengambil ponselnya itu dan memeriksanya.
"Amor? tumben dia kirim pesan?" tanyanya dalam hati dengan kening berkerut tipis.
"Assalamualaikum, Kakak kenapa kirim foto kita yang bertiga itu di grup Kakak?"pesan Whatsapp Itu yang dikirimkan oleh Amor kepada Fernando.
Fernando menggaruk belakang kepalanya. dalam hatinya menembak pasti Richard yang kasih tahu ke Dora.
"Memangnya kenapa Amor?Apa ada yang salah dengan foto itu? kakak single dan kamu juga single." balas Fernando enteng
"Teman-teman di group aku, jadi ledekin aku gara-gara foto itu Kak." balas Amor.
"Ledakan Seperti apa maksud kamu? sudahlah Amor, kita sudah sama-sama dewasa. Jadi menurut Kakak nggak usah terlalu dipermasalahkan. Sekarang kakak mau minta jawaban dari pertanyaan Kakak di cafe itu. Kakak harap kamu mau memberikan jawabannya malam ini."balas Fernando
Setelah membaca pesan dari Fernando, seketika Amor teringat dengan pesan Dora.
__ADS_1
"Tapi aku ingin kita menjalani masa penjajakan dulu, kak." balas Amor.
Setelah membaca pesan terakhir dari Amor Fernando langsung menelepon Amor melalui sambungan video call
Kring ..
Kring ...
Kring ...
Amor terkejut tanpa nama panggilan video dari Fernando. Mana sekarang dirinya lagi mengenakan tank top.
Tempat kost berukuran tidak terlalu luas itu, hanya memiliki ventilasi udara di atas pintu masuk saja. Tidak ada AC, di sana. Hanya ada kipas angin, itupun yang berukuran kecil. sehingga membuat Amor setiap malam tidur, hanya mengenakan tank top bertali satu dan celana pendek setengah paha.
Sebelum menerima panggilan video dari Fernando, Amor malas mengambil baju di dalam lemari itu, langsung menarik selimutnya dililitkan selimut itu kebagian atas tubuhnya, mulai dari leher ke bawah. Baru setelah itu Amar menerima panggilan video dari Fernando.
Saat sambungan terhubung mata Fernando membulat melihat penampilan Amor seperti itu rambutnya sedikit acak-acakan, tubuh bagian atas juga dibungkus selimut benar-benar enggak ada jaimnya gadis ini. begitulah penilaian Fernando. Tapi pria itu suka dengan wanita yang seperti ini, apa adanya dan menjadi diri sendiri.
Fernando menatap lekat karena Amor pandangannya sedikit menelisik menatap Amor di layar ponselnya. "Kamu kenapa Amor? kok pakai selimut gitu, lagi sakit ya?"
"Enggak kak." Amor menggeleng.
"Terus kenapa pakai selimut kayak gitu?"
"Baju tidur Aku, jelek Kak." beralasan Amor
Pikiran pria itu langsung travelling. Dia membayangkan Amor sekarang tengah mengenalkan lingray.
"Kak, Panggil Amor saat melihat Fernando.
"Tapi aku belum siap untuk menikah, Kak?
"Kenapa Hem... taku??
"Takut!
"Memangnya takut apa?
"Selain ingin mengenal lebih jauh, aku juga memiliki tanggungan yang banyak Kak. adik-adik aku ada tiga orang, yang dia orang masih sekolah, adik yang dibawa aku nggak kerja, dan cuman bantuin Bapak bekerja di sawah. Mana Bapak sekarang sakit-sakitan juga. Jadi aku nggak bisa berhenti bekerja, karena alasan menikah. Kecuali kalau setelah menikah nanti, aku masih tetap diperbolehkan bekerja."
"Jadi itu masalahnya?"sahut Fernando.
"Kamu tenang saja Amor, setelah menikah nanti, kamu tidak usah bekerja lagi. Kakak akan ambil alih tanggung jawabmu. kakak yang akan menafkahi mereka."
Amor tidak menyahut. Wanita itu nampak sedang berpikir.
"Gimana Amor? mau ya, menikah sama kakak satu bulan lagi? tanya Fernando penuh harap.
Setelah beberapa saat berpikir, akhirnya Amor mengangguk setuju. Fernando lalu tersenyum. Dalam hati, pria itu bersorak kegirangan.
Dia minggu kemudian, Amor, Fernando dan Bimbim pergi jalan-jalan di mall rencana hari ini mereka ingin membeli cincin kawin.
Tampak karyawan toko di sana memperlihatkan beberapa pesan cincin kawin pada Amor dan Fernando.
"Yang mana Kak ,Amor mencoba beberapa model cincin.
__ADS_1
"Terserah kamu Sayang."
Kalau yang ini gimana kamar memperlihatkan sebuah cincin bermata satu.
"Iya, itu bagus. Kakak dari awal juga suka sama yang itu."
"Mbak, kami ambil yang model ini saja." tunjuk Fernando pada sepasang cincin yang memiliki mata satu.
Kemudian Fernando mengeluarkan kartu debit yang menyerahkan pada karyawan toko perhiasan tersebut.
Selesai membeli cincin, ketiganya lalu berjalan ke toko pakaian anak-anak. Bimbim ingin membeli beberapa baju karena bajunya sudah banyak yang kekecilan.
Nanti habis beli baju Bimbim, kita ke butik untuk beli baju kamu ya,sayang." tutur Fernando.
"Nggak usah Kak. Minggu lalu, kan sudah beli baju. Bajunya aja belum aku pakai." tolak Amor.
Tak jauh dari tempat Mereka berdiri, Amor dan Fernando melihat Risma sedang marah-marah dengan seorang pria. Yang mana, di samping kanan pria tersebut ada seorang wanita yang merangkul lengan kanan pria itu.
"Jadi ini alasan kamu sibuk, ternyata kamu sibuk dengan selingkuhan kamu?!!" cecar Risma geram.
"Sayang, aku bisa jelasin. Ini tidak seperti apa yang kamu lihat." ucap pacar Risma
"Nggak perlu dijelasin, aku lebih percaya pada apa yang aku lihat. Hik...hik.... hik..," Risma terisak.
"Mulai sekarang di antara kita tidak ada hubungan apa-apa lagi." ucap Risma lantang dan tegas tangannya sambil mengusap air matanya.
"Mama Risma!!! Panggil Bimbim. Risma langsung menoleh karena suara yang memanggil namanya.
Risma yang melihat Fernando berdiri di samping Bimbim, dia langsung berlari dan memeluk pria itu. " Kak Fernando, hiks..hik."
Fernando langsung mengurai pelukan Risma Dia sekarang sudah terikat dengan Amor. Jadi dia harus bisa menjaga jarak dengan wanita manapun, walaupun wanita itu Risma.
Ada rasa nyeri di hati Amor, saat melihat calon suaminya dipeluk wanita lain. Namun, Amor berusaha untuk memendamnya.
"Risma Ingin memeluk Fernando kembali, namun pria itu menahannya.
"Risma, lebih baik kamu pulang sekarang.
"Aku mau pulang kalau kakak yang anterin aku."
"Maaf Risma, Kakak nggak bisa. Kakak masih ada keperluan bersama Amor dan Bimbim di sini."
"Papa.... Bimbim lapar." ucap Bimbim.
"Ayo kita ke restoran." ajak Fernando.
"Risma, kami jalan dulu ya." pamit Fernando tangannya merangkul pinggang Amor.
Risma tidak menyahut. Hatinya sudah sakit dikhianati oleh pacarnya. Kini ditambah lagi Fernando tidak peduli lagi terhadap dirinya.
Bersambung.....
hai hai redears dukung terus karya author agar outhor lebih semangat untuk berkarya trimakasih 🙏💓🙏
JANGAN LUPA TEKAN, FAVORIT, LIKE, COMMENT, VOTE, DAN HADIAHNYA YA TRIMAKASIH 🙏💓
__ADS_1
JANGAN LUPA MAMPIR KE KARYA EMAK YANG LAIN