Aku Ibu Mu, Nak

Aku Ibu Mu, Nak
BAB 235. PERTENGKARAN MAUREN DENGAN SARAH


__ADS_3

Siang harinya, Mauren dan Atalia makan siang di luar. Siang ini Mauren tidak makan di restoran Papa mertuanya. Dia mau makan di restoran yang baru saja dibuka beberapa hari yang lalu. Mauren penasaran dengan Citra rasa masakan di sana, karena selalu ramai dengan pengunjung.


Saat sampai di tempat parkir, Mauren dan Natalia langsung keluar dari mobil. Tak jauh dari mobil Mauren, mobil sarah juga baru saja parkir di tempat itu. Sarah dan Ariel langsung keluar dari mobil. Keduanya melebarkan langkahnya menyusul Mauren dan Atalia.


"Heh .. Atalia!"Sarah mendorong Atalia sehingga Atalia hampir tak jatuh terjerembab.


Mauren yang melihat itu langsung menangkap Atalia, sehingga sahabatnya tidak jadi jatuh di halaman restoran.


"Heh ... Sarah, jangan main kasar kamu. Jangan beraninya sama Atalia saja."


Mauren mencengkram kuat tangan Sarah.


"Jangan ikut campur! aku tidak ada urusan dengan kamu," sahur Sarah dengan mimik wajah meringis karena Mauren memegang kuat tangannya. Pandangannya beralih ke arah Atalia.


"Aku peringatkan sama kamu, Jangan pernah lagi kamu mendekati Bimbim!"imbuh Sarah.


"Aku tidak pernah mendekati Bimbim. selama ini Bimbim yang mendekati aku."sahut Atalia jujur.


"Sudah Atalia, buang-buang waktu saja berdebat dengannya. Waktu kita tidak banyak. kita datang ke sini untuk makan."Mauren melepas kasar tangan Sarah, hampir saja Sarah terjengkang ke belakang.


Sarah tidak terima diperlakukan Mauren seperti itu. Dia Lalu mendaratkan telapak tangannya pada pipi Mauren, tapi dengan sikap Mauren menangkap tangan Sarah dan membalikkan tangan itu. Akibatnya telapak tangan salah mendarat di pipi sarah sendiri.


"Arghhh..."


Sarah mencoba ingin menjambak pashmina yang dipakai oleh Maureen, tapi tangan itu langsung ditangkap oleh Mauren. Dan sedikit dipelintir ke arah kiri.


"Argh..."


Aku peringatkan sama kalian berdua. Jangan pernah coba-coba menyakiti aku dan Atalia, atau kalian akan mendapatkan yang lebih dari ini."ucap Mauren mengancam.


Kemudian Mauren menarik tangan Atalia agar melangkah mengikutinya masuk ke dalam restoran.


***


Satu bulan kemudian, di ballroom hotel Bastian Nanti malam akan diadakan acara lonceng produk dari perusahaan PT. Detonga. kebetulan perusahaan Richard dan perusahaan Papanya Sarah diundang untuk menghadiri acara itu.

__ADS_1


Jam 04.00 sore, Mauren menghubungi suaminya agar suaminya tidak usah pulang ke rumah. sebab malam ini Mauren mewakili Papanya menghadiri undangan PT. Detonga.


"Sayang, meskipun acaranya malam ini di ballroom hotel milik Mas, kamu harus berangkat dengan mas."ucap Bastian dari seberang telepon, saat ini dia sedang berada di ruang kerja bersama Herlan dan juga Maya


"Mas, rencananya Malam ini aku akan berangkat dengan Atalia. aku sudah ngomong sama dia, menjemput dia malam ini."


"Enggak, Malam ini kamu harus berangkat sama mas. Atalia nanti kita jemput."Bastian tidak mempopulerkan Mauren keluar malam tanpa pengawalannya.


"Iya Mas."Mauren tidak berani membantah kalau suaminya sudah berkata seperti itu. karena percuma saja berdebat, Bastian pasti tidak akan mau mengalah kalau hal itu menyangkut keselamatan istrinya.


Malam harinya di rumah Pak Burhan, sana sedang bersiap-siap menghadiri acara launching produk PT. Detonga. Rencananya Gadis itu akan berangkat bersama Arini


Saat ini Sarah keluar dari kamarnya, dia melihat Papanya keluar dari kamar dengan setelan kemeja.


"Papa mau ke mana?"kata Papa kemarin tidak bisa menghadiri acara malam ini karena Papa ingin menemani mama. Kenapa malam ini papa malah meninggalkan mama?"


"Papa lagi ada urusan sebentar di luar."


"Urusan apa Pa?"


****


Malam ini Bastian benar-benar mengawal istrinya. sebelum melajukan mobilnya menuju hotel, terlebih dahulu Bastian mengarahkan mobilnya ke rumah Atalia.


Saat ini mobil Bastian sudah terparkir di halaman rumah sederhana. rumah yang terlihat usang itu tidak terlalu besar.


Nampak Natalia keluar dari dalam rumahnya. Dia mengira hanya Mauren yang berada di dalam mobil itu.


Saat melangkah mendekati mobil, Mauren membuka kaca jendela mobilnya. "Atalia, kamu nggak apa-apa kan duduk di belakang sendiri?"


Atalia terkejut karena dia awalnya mengira Mauren menjemputnya hanya seorang diri. Namun ternyata suami Mauren duduk di kursi kemudi, membuat Atalia menjadi tidak enak. Dia takut kehadirannya di mobil itu membuat kedua pasangan pengantin baru menjadi terganggu.


Setelah duduk di jok tengah, Atalia langsung mengambil ponselnya dari dalam tas. dia Lalu membuka aplikasi hijaunya.


"Mauren, Kamu kenapa tidak bilang kalau malam ini berangkat dengan Kak Bastian?"pesan itu yang dikirimkan oleh Atalia kepada Mauren. Padahal mereka berada di dalam mobil yang sama.

__ADS_1


Ponsel milik Mauren berdering. Mauren mengulas senyum saat membaca pesan yang dikirim oleh sahabatnya. Sedetik kemudian wanita itu langsung membalas pesan dari sahabatnya.


"Maaf ya, aku lupa kasih tahu kamu. santai saja Atalia. Kamu kan sudah mengenal mas Bastian. Jadi, anggap saja dia teman kamu juga."balas Mauren.


Setelah membaca Chat, Atalia tidak membalas pesan Dia memasukkan kembali ponselnya ke dalam tasnya.


Sekitar 20 menit kemudian, Bastian menghentikan mobilnya tepat di depan teras hotel. Selain Bastian dan Cornel, tidak ada yang berani parkir atau berhenti di tempat itu. Bastian, Mauren dan Atalia bergegas keluar dari dalam mobil. seperti biasa, Herlan kebagian memarkirkan mobil bosnya. ketiga orang itu langsung masuk ke lobby hotel.


"Mas, aku sama Atalia nggak perlu ditemani ke ballroom. Mas kalau mau istirahat, langsung saja ke kamar pribadi."ucap Mauren saat sudah berada di dalam lift.


"Iya, sayang, Mas akan langsung ke kamar Kita. Kalau acaranya sudah selesai segera telepon Mas, ya."


"Iya, Mas."


Di ballroom hotel, Sarah dan Arini sudah berada di tempat itu lebih dulu.


"Arini, Coba kamu lihat di ambang pintu, ternyata Mauren dan Atalia menjadi perwakilan dari perusahaan keluarganya."


Arini langsung menoleh ke arah yang dimaksud oleh Sarah. Dia menatap tidak suka pada Mauren dan Atalia.


Di balik rumah Hotel itu terdapat 20 meja berbentuk bulat, yang mana Di setiap meja itu dikelilingi oleh 5 buah kursi. Mauren dan Atalia mengambil tempat duduk di depan panggung. sebab hanya meja bagian depan saja yang belum ada penghuninya.


Beberapa saat kemudian, setelah acara sambutan dari pemilik perusahaan selesai, kini dilanjutkan dengan inti acara, ya itu pengenalan produk yang akan dibawakan oleh Carlos, pria tampan yang merupakan anak dari pemilik perusahaan.


Sejak Maureen memasuki ballroom hotel, kondangan Carlos selalu tertuju pada Mauren. Hingga kini dia berada di atas panggung pun tatapannya lebih sering ke arah Mauren.


Carlos ditugaskan oleh Papanya, untuk menjelaskan produk baru yang sebentar lagi akan diluncurkan oleh perusahaan PT Detonga


"Mauren, kamu masih ingat nggak sama Carlos? dulu waktu SMA dia selalu berusaha mendekati kamu."


Mauren tersenyum kecil menanggapi ucapan Atalia. "tidak usah diingat lagi. Carlos itu dulu hanya cinta monyet saja."


"Cinta monyet bagaimana, kamu tidak lihat dia selalu mencuri-curi pandang sama kamu."


"Mungkin karena lama nggak ketemu saja. dia kan kuliahnya di luar negeri."ucap Mauren kepada Atalia

__ADS_1


bersambung....


__ADS_2