
Semenjak pulang dari air terjun, Afrian dan Mia tidak ada lagi berkomunikasi. Apalagi semenjak Mauren mengatakan dia telah memeluk Mia. Semakin takutlah pria itu dengan Tuan Nicholas.
Jadi sekarang mereka hanya bisa saling pandang secara berjauhan saja. Aktivitas keduanya tak luput dari mata pria paruh baya itu.
Terlihat Amor sedang mengulek cabe, tomat dan bawang di cobek besar. Wanita itu duduk di sebuah bangku panjang. Kornel yang melihat itu langsung berjalan ke arah Amor. pria itu langsung duduk di depan cobek.
"Kalau kamu bikin sambelnya, aku pasti makan banyak hari ini."gombal Kornel.
Amor diam saja, dia tidak merespon ucapan Cornel. Wanita itu semakin mempercepat gerakan tangannya mengulek.
"Pelan-pelan saja mulutnya, nanti tomatnya bisa **** ke kamu."
Baru saja selesai Cornel mengucapkan itu, tomatnya langsung muncrat ke celana Cornel.
Amor yang melihat itu langsung menghentikan gerakan tangannya. wanita itu langsung melepaskan ulekan. tangannya spontan mengambil dua lembar tisu yang ada di sampingnya, lalu tanpa berpikir panjang dia mengelap celana di bagian paha Cornel yang terkena air tomat biji itu."maaf Kak."ucap gadis itu.
Cornel tidak menjawab, dia hanya memejamkan matanya saat Amor mengelap bagian pahanya.
Amor lalu membuang tisu yang dia gunakan untuk mengelap noda celana Cornel. "sudah Kak."
Cornel lalu membuka matanya."Terima kasih ya Amor."pria itu tersenyum menatap ke arah Amor.
"Lebih baik Kakak ke sana deh, bantuin yang lain bakar ikan!"usir Amor.
"Malas kakak, di sana sudah ada Antonius, Arga, dan juga Moresette."
Mendengar nama Antonius, Amor lalu menoleh ke arah tiga orang yang disebut oleh Cornel. "Perasaan tadi sebelum aku ngulek cabe, Kak Antonius nggak ada di sana."batin Amor.
Amor lalu buru-buru menyelesaikan kegiatannya membuat sambel. setelah selesai, dia Lalu membawa cobek itu ke atas tikar. Yang mana Di sana sudah tertata tumpukan piring, lalapan dan buah yang sudah dipotong.
Setelah meletakkan cobek itu, Amor mendekat ke arah Antonius. Dia ikut bergabung membakar ikan.
"Lebih baik kamu menjauh saja dari sini, nanti pakaian kamu bau asap."ucap Arga pada Moresette.
"Nggak apa-apa Kak." sahut Moresette yang tidak begitu mempedulikan pria tampan berusia 27 tahun itu.
Terlihat Antonius mengangkat ikan yang sudah matang. Moresette dan Amor sama-sama menadahkan piring kosong ke depan pria tampan itu. Antonius lalu bingung mau meletakkan di piring siapa. Namun, karena Moresette yang lebih dulu mengangkat piring, Antonius memilih piring Moresette. Amor yang melihat itu seketika raut wajahnya berubah menjadi buram.
Di tikar sebelah, Risma ke bagian tugas mengupas buah-buahan. Tiga bocah kecil duduk bersila di samping Risma menunggu buah yang ingin mereka makan.
"Tiba-tiba, tangan prisma terkena pisau saat dia mengupas buah.
"Ahk....."rintih Risma.
Fernando yang mendengarnya langsung buru-buru mendekat. Pria itu langsung mengambil tisu dan membantu mengelap darah yang keluar dari jari prisma. Nampak kekhawatiran terpancar dari wajah pria itu.
Tak jauh dari tempat itu, Richard, Dora, dan orang tua keduanya sedang terlibat pembicaraan serius. Yang pasti mungkin mereka sedang membicarakan, bisnis yang digeluti mereka saat ini.
__ADS_1
Beberapa saat kemudian, Antonius berjalan ke arah orang tuanya. "Ehem...makanan sudah siap. Mari kita makan dulu."ucap Antonius memotong obrolan mereka.
Mereka lalu bergabung dengan yang lain untuk makan bersama.
Nampak para istri membuat nasi ke dalam piring suami mereka masing-masing.
"Mas mau lauk apa?"tanya Dora.
"Mas ngambil sendiri aja sayang."sahut Richard. lalu Dora menyendok nasi ke dalam piring Mauren. "Mauren biar mama yang suapi ya. ini ikannya banyak tulangnya."
"Iya Ma."
Dora lalu menyuapi putrinya. Mauren makan begitu lahapnya. Anak kecil itu sekarang begitu bahagia karena bisa memiliki orang tua yang lengkap.
"Mama kok makan ikan punya Mauren? ucapan Mauren itu membuat orang yang sudah lama mengenal Dora langsung mengalihkan perhatian pada ibu satu anak itu.
Kedua orang tua Dora, Antonius, sahabat Dora dan Richard melongok karena mendapati Dora makan ikan. Padahal setahu mereka, Dora tidak menyukai ikan.
"Kamu hamil nak?"tanya Nyonya Nadia.
"Hamil? maksudnya apa Ma, kok Mama ngomong gitu?"tanya Richard.
"Dulu waktu Dora hamil Mauren. Dora juga doyan makan ikan."sahut Nyonya Nadia.
"Aku nggak tahu Ma? aku nggak pernah cek. dan nggak merasa kalau aku lagi hamil."
Bimbim yang dari tadi melihat ke arah Mauren, ada rasa iri di hati anak kecil itu. hal itu tidak luput dari tatapan Fernando.
"Sepertinya aku harus mencari mama baru untuk Bimbim."batin Fernando.
Rencananya dia akan meminta pada orang tuanya melamar Risma untuknya.
Selesai makan siang, terlihat orang-orang yang ada di sana membersihkan bekas makanan mereka. Para gadis-gadis ke bagian tugas mencuci piring, sedangkan para pria membantu mengangkat piring dan peralatan masak yang kotor itu ke tempat para gadis yang mencuci piring.
"Arga, Nanti barang milik restoran Cornel saja yang kamu masukkan ke dalam mobil Cornel. kalau barang milik aku dan Mami, nggak usah dibawa pulang. Siapa tahu nanti kita bikin acara makan-makan seperti ini lagi.
Setelah selesai semuanya, Tuan Bernando, Tuan Nicholas, dan Richard sedang duduk di sebuah Cafe yang lokasinya tidak terlalu jauh dari penginapan mereka.
Hari sudah menjelang malam, kini orang-orang sudah berlalu hendak menuju kamar masing-masing. Karena mereka akan kembali esok harinya ke kota Bangkok.
****
Hari ini mereka akan kembali ke kota. semuanya sudah berada di dalam mobil.
"Pa, Mama yakin sekali kalau Dora hamil."ucap Nyonya Nadia saat mereka di perjalanan. Tuan Bernando hanya diam menyimak pembicaraan istrinya.
Sesampai di kota, Richard menyuruh Arga mampir ke apotek. Pria itu ingin membeli tespek untuk istrinya. Tak berselang lama, Arga menepikan mobilnya di depan sebuah apotek.
__ADS_1
Richard bersiap untuk turun." sayang kamu tunggu di mobil saja, Biar mas yang ke apotek."ucap Richard sebelum dia keluar dari dalam mobil.
Dora hanya mengangguk. dia lagi asik melihat foto-foto makan yang ada di layar ponselnya.
Setelah keluar dari dalam mobilnya, Richard lalu melangkah ke arah apotek tersebut.
Richard langsung membeli 3 tespek sekaligus.
Setelah membayar kepada kasir, Richard kembali melangkah ke dalam mobilnya.
"Ini sayang tespek nya."Richard menyerahkan tespek itu pada istrinya saat dia baru saja masuk ke dalam mobilnya.
"Kok beli Tiga mas?"ucap Dora saat dia membuka kantong plastik tersebut.
"Supaya lebih yakin sayang."
Sekitar lima belas menit kemudian, mobil yang dikemudikan oleh Arga sudah tiba di halaman rumah Richard.
"Arga, kamu bawa pulang saja mobil saya. tapi besok pagi sebelum berangkat ke kantor kamu jemput saya."titah Richard
Setelah mengucapkan itu, Richard beserta Putri dan istrinya turun dari dalam mobil. nampak asisten rumah tangga membuka pintu rumah utama. Ketiganya lalu masuk ke dalam rumah. "Hati-hati naik sayang."Richard memegang lengan Dora.
"Apaan sih Mas, gak usah lebay deh. dulu waktu aku hamil Mauren, tiap hari aku pergi ke mana-mana."
Pria itu lalu melepaskan tangannya di lengan istrinya.
"Sayang, kamu masuk kamar langsung mandi ya. terus istirahat. Mauren biar aku yang urus."ucap Richard saat mereka sudah berada di lantai atas.
"Iya Mas."Dora lalu melangkah ke arah kamarnya. Setelah sampai di dalam kamar Maureen, pria itu langsung memandikan anaknya dengan air hangat. setelah itu dia membantu Mauren untuk memakai pakaian tidurnya.
"Papa, hamil itu apa? tanya Mauren, anak kecil itu masih mengingat perkataan Dora saat menaiki tangga.
"Hamil itu, di perut Mama akan ada adik bayi. adiknya Mauren."Richard menjelaskan sambil memegang kedua pundak putrinya.
"Adik bayi Pa? adik bayi seperti di mall itu?"tanya mau dengan mata berbinar.
"Iya Nak. sudah ya, sekarang mau ren tidur."sahut Richard sambil membantu putrinya naik ke tempat tidur.
Setelah Mauren tidur, Richard baru keluar dari kamar anaknya, kemudian dia masuk ke dalam kamarnya dan langsung pergi ke kamar mandi.
Bersambung.....
hai hai redears dukung terus karya author agar outhor lebih semangat untuk berkarya trimakasih 🙏💓🙏
JANGAN LUPA TEKAN, FAVORIT, LIKE, COMMENT, VOTE, DAN HADIAHNYA YA TRIMAKASIH 🙏💓
JANGAN LUPA MAMPIR KE KARYA EMAK YANG LAIN
__ADS_1