
Richard melambatkan langkahnya. Setelah mertuanya berlalu dari sana, Richard menuju kamarnya berharap istrinya belum terbang ke alam mimpi.
"Alhamdulillah, sayang. Kamu belum tidur."ucap Richard saat Richard baru saja masuk ke dalam kamarnya.
"Mauren mana Pak, kok nggak diajak sekalian masuk ke kamar?"
"Mauren tidur di kamar Mia."
"Sayang, Kita kan sudah menikah dan punya anak juga. Jadi kamu jangan lagi memanggilku dengan sebutan Pak, dong."
"Terus aku harus panggil apa?
"Ya terserah, mau panggil Mas, papa, kalau bisa panggil sayang juga."
"Mas aja deh, tapi kalau di depan Mauren aku manggil kamu papa."Richard Lalu naik ke atas ranjang dia sudah merangkak mendekati istrinya.
"Mas mau apa?"
"Mau itu sayang."
"Mas mandi dulu sana!"
"Tadi kan, sudah mandi Sayang."
"Mas pilih Saja, mandi atau langsung tidur?"
"Mandi Sayang."Richard lalu turun kembali dari ranjangnya dan langsung masuk ke dalam kamar mandi. Beberapa menit kemudian pria itu menyelesaikan ritual mandinya.
Di dalam kamar Mia, tiba-tiba ponsel Mia berdering. Terpampang jelas nama Afrian di layar ponselnya yang memanggil.
Mendengar bunyi suara ponsel yang nyaring itu, Mauren tiba-tiba terbangun. Mata bocah kecil itu perlahan terbuka. Dilihat yang yang tidur di sebelahnya Ternyata bukan Papanya. anak kecil itu lalu menangis.
"Papa....Huaaaaa.... Papa mana Onty? Mauren mau tidur sama papa.
"Mauren tidur sama onty aja ya, besok Onty tangkapin kupu-kupu yang banyak. bujuk Mia
"Nggak mau! Mauren mau tidur sama papa."Mauren tetap pada pendiriannya.
"Mauren mau nggak tidur sama oma?"
__ADS_1
"Nggak mau! Mauren mau sama papa Huaaaaa...Papaaaa...
Karena tak kunjung berhasil membujuk Mauren, Mia terpaksa mengantarkan Mauren ke kamar Dora dan Richard.
"Mas buruan buka pintunya! kasihan Putri kita mau ren di luar."ucap Dora tangannya sambil mengenakan baju tidur.
"Ceklek!"terlihat Richard membuka pintu dengan wajah ditekuk. Bagaimana tidak, rencana yang sudah ia atur rapi dan sudah mempersiapkan diri kini akan hancur begitu saja ketika melihat kedatangan Mauren.
Pemandangan Mia yang sedang nyengir dan Mauren yang sedang menangis.
"Maaf Kak, aku sudah berusaha membujuknya. Tapi dia tetap keras ingin ke kamar ini."
Mauren langsung masuk ke dalam kamar, dan langsung naik keranjang Dora. Dora yang melihat putrinya sudah rebahan di atas ranjang, dia pun langsung ikut membaringkan badannya, dan memeluk putrinya.
"Mama punya cerita dongeng nggak? tanya Mauren.
Richard yang baru saja menutup pintu kamar, dia langsung memberi kode pada istrinya dengan menggerakkan tangan yang memiliki arti tidak.
"Mama tidak punya Nak."
"Papa punya banyak." Mauren lalu mengambil ponsel Papanya.
"Papa bacakan Mauren cerita dongeng!"pinta Mauren.
****
Di cafe, yang berada di hotel itu, terlihat Cornel, Fernando dan juga Afrian sedang duduk santai di tempat itu. Beberapa saat kemudian, salah satu pelayan datang membawakan minuman pesanan mereka.
"Silakan Tuan! ucap pelayan itu, kemudian pelayan itu pamit meninggalkan tiga pria itu di sana.
"Kamu lihat kan Cornel? cantik kan wanita itu? lebih baik kamu sama dia saja."saran Afrian.
"Aku takut ditolak mentah-mentah Rian. Kamu kan tahu, usianya seumuran dengan Mia.
"Kamu yang masih lajang saja ditolak oleh Mia, Apalagi aku yang sudah punya anak satu."
"Eh ngomong-ngomong, ini si Richard sudah mompa belum ya?"tanya Fernando
Cornel lalu menatap ke arah arloji di pergelangan tangannya, ternyata jarum jam sudah menunjukkan angka sebelas. "ini sudah tengah malam, sudah pastilah dia puas mompa istrinya."
__ADS_1
"Kita kapan ya bisa mompa juga. Aku belum pernah ngerasain itu."sahut Afrian
"Ya nikahin aja langsung si Amor."saran Fernando.
"Tapi aku sudah cinta banget sama Mia. aku masih mau usaha untuk mengejar Mia."sahut Afrian.
****
Dua hari kemudian setelah acara pernikahan Richard dan Dora telah selesai dilaksanakan. Kini keluarga besar Richard dan Dora sudah berada di lobby hotel. Rencananya pagi ini mereka akan pulang ke Bangkok.
"Terima kasih ya sudah mau datang ke acara pernikahan Dora."ucap Nyonya Nadia pada keluarga besarnya yang ada di California.
Tak jauh berbeda, Nyonya Alena juga berterima kasih kepada keluarga besarnya yang turut hadir menghadiri pesta pernikahan Richard dan Dora. Karena sudah bela-belain datang ke California, meskipun mereka menempuh perjalanan yang cukup jauh.
Setelah semua rombongan keluarga besar sudah menaiki mobil yang akan menghantarkan mereka ke bandara San Diego California, mobil itu kemudian mulai berjalan keluar dari hotel menuju bandara San Diego.
Di sana sudah ada asisten Tuan Nicholas yang sudah mempersiapkan keberangkatan mereka menuju kota Bangkok.
Setelah mendapat izin terbang dari pihak bandara, asisten mempersilahkan Tuan Nicholas dan seluruh rombongan yang akan kembali ke kota Bangkok, menaiki pesawat jet pribadi milik Tuan Nicholas.
Pilot dan Copilot bersama dengan pramugarinya sudah menyambut mereka di dalam pesawat jet pribadi itu. Tampak Amor dan Moresette benar-benar bahagia dapat menghadiri acara pernikahan sang sahabat sampai ke California.
Padahal keduanya tidak pernah mengira akan menginjakkan kaki di kota San Diego California. Karena itu menurut mereka tidak mungkin. Tapi karena menghadiri pesta pernikahan sang sahabat, akhirnya mereka mendapatkan kesempatan untuk menginjakkan kaki di California.
"Jujur Moresette, aku kemarok, Baru kali ini aku pergi ke luar negeri. Sekali pergi ke luar negeri langsung jauh ke San Diego California, yang merupakan negara impianku yang akan aku jalani, jika telah aku dipercayakan oleh Allah memiliki uang yang cukup untuk membahagiakan diriku dengan keluarga." Amor berbicara dengan jujur membuat orang-orang yang di sana terkekeh.
"Jangan jujur-jujur amat dong Amor." ujar Richard yang mampu membuat orang-orang yang sudah berada di jet pribadi itu kembali tertawa ngakak.
"Iya, ngapain harus kita tutup-tutupi kalau itu sebenarnya hal yang terjadi. Untung saja si Dora menikah di California, sehingga aku dapat menginjakkan kaki di kota ini." Amor mengakuinya dengan jujur
Sementara Cornel menatap Amor dengan tatapan seksama. "Cantik juga ini cewek, dan berbicaranya pun langsung to the point. Aku suka wanita seperti ini." gumam Cornel di dalam hati.
"Woi, mata sampai tidak berkedip. lihatin apa sih?" ucap Afrian sambil melambaikan tangannya ke hadapan wajah Cornel yang membuat Cornel pun langsung mengalihkan atensinya kepada Afrian.
"Kamu ini apa-apaan sih! ganggu orang aja lagi menikmati indahnya ciptaan Tuhan." gerutu Cornel yang mampu membuat Afrian dan Fernando mengerutkan kening.
Bersambung.....
hai hai redears dukung terus karya author agar outhor lebih semangat untuk berkarya trimakasih 🙏💓🙏
__ADS_1
JANGAN LUPA TEKAN, FAVORIT, LIKE, COMMENT, VOTE, DAN HADIAHNYA YA TRIMAKASIH 🙏💓
JANGAN LUPA MAMPIR KE KARYA EMAK YANG LAIN " DI BULLY KARNA OBESITAS