Aku Ibu Mu, Nak

Aku Ibu Mu, Nak
BAB 50. BERSIKAP DINGIN


__ADS_3

Di rumah utama keluarga Tuan Bernando, saat ini Tuan Bernando, Nyonya Nadia, dan juga Antonius sedang menikmati sarapannya.


"Hari ini, kamu bisa nggak Antonius menjemput Adik kamu di bandara? tanya Nyonya Nadia


"Nggak bisa Ma,Hari ini aku ada meeting."


"Papa juga nggak bisa. Karena Papa juga ikut meeting."


"Dora, Kenapa jadwal kepulangannya dimajukan Ma? katanya minggu depan baru pulang?


"Kata Dora urusannya di sana sudah selesai. dia ingin segera cepat pulang untuk bertemu dengan putrinya Mauren.


"Suruh saja Pak sopir yang menjemput Dora di bandara!"ucap Tuan Bernando.


"Papa ini anak hampir lima tahun nggak pulang, begitu pulang masa dijemput oleh orang lain sih. Biar mama sendiri yang jemput Dora." ucap Nyonya Nadia.


Tepat pukul sebelas siang, di sekolah terlihat Mauren menangis saat keluar dari gerbang sekolah. Dia langsung berjalan menghampiri Papanya.


" Hua.....Papa.....Hua...."Mauren menangis histeris.


Richard yang melihat anaknya menangis langsung menghampiri anaknya. "Mauren Kamu kenapa sayang?


"Kucir rambut Maureen dilepas sama Bimbim Pa..... terus karet rambut Mauren dibuang Bimbim di tempat sampah."Mauren mengadu pada Papanya rambutnya kini terlihat berantakan.


Richard langsung menggeleng-gelengkan kepalanya. "Anak kamu ya Do."Fernando yang berada di samping Cornel tertawa ngakak.


"Bimbim Kamu kenapa gangguin Mauren terus sih? tanya Fernando pada anaknya. Bimbim tidak menjawab pertanyaan Papanya, anak kecil itu hanya cengengesan saja.


Beberapa saat kemudian ibu Rani datang menghampiri Mauren dan Richard. "Sini Ibu bantu mengucir rambut Maureen."ucap Ibu Rani.


Di dalam sebuah mobil yang tidak jauh jaraknya dari tempat itu, Nyonya Nadia berbicara dengan seorang wanita.


"Coba kamu lihat wanita itu, Sepertinya dia mau mencari simpati dari Richard dengan mendekati Mauren. Kalau sampai wanita itu menikah dengan Richard, Kamu tidak akan bisa mengambil hati Mauren lagi."


Mendengar penuturan nyonya Nadia, wanita itu lalu turun dari dalam mobil dan melangkah ke arah Mauren.


Sekitar dua jam sebelumnya, setelah memasukkan koper ke dalam mobil, nyonya Nadia dan Dora langsung masuk ke dalam mobil. Nyonya Nadia duduk di kursi kemudi sedangkan Dora duduk di kursi samping kemudi.


"Kita mau ke mana Dora? langsung pulang saja ya?


"Aku mau bertemu dengan Mauren Ma."


Nyonya Nadia lalu melihat ke arah jarum jam yang ada di pergelangan tangannya.


Saat ini Mauren masih ada di sekolah Dora mungkin sekitar lima puluh menit lagi dia pulang.


"Sempat ngak Ma, kalau kita ke sana sekarang?


"Sempat Kok." Nyonya Nadia lalu menghidupkan mesin mobilnya dan perlahan menjalankannya keluar dari bandara.


Saat mobil yang dikemudikan Nyonya Nadia tiba di sekolah, saat itu juga Dora melihat anaknya keluar dari gerbang sekolah dalam keadaan menangis dan berlari ke arah Papanya.


Namun, tidak lama setelahnya Dora melihat ada seorang wanita cantik datang menghampiri putrinya, dilihatnya wanita itu mengeluarkan sebuah karet rambut dari saku bajunya untuk dipakai mengukir rambut putrinya.


Setelah mendengar penuturan Nyonya Nadia, Dora merasa takut putrinya akan lebih dekat pada wanita itu ketimbang pada dirinya. Tanpa ada keraguan di hatinya, Dora langsung membuka pintu mobilnya. Dan bergegas keluar dari dalam mobil.


Dora dengan anggunnya berjalan ke arah Mauren. Kacamata yang dipakainya kini sudah bertengger di atas kepalanya.


"Mauren!!!! Panggil Dora dari kejauhan.


"Semua orang dewasa yang ada di sekitar Mauren perhatiannya teralihkan pada seorang wanita cantik yang berjalan bak seorang model . Cornel dan Fernando mulutnya menganga melihat wanita cantik yang berjalan mendekat ke arah mereka.

__ADS_1


Sebuah pertanyaan muncul di benak Cornel dan juga Fernando, Siapa wanita ini? namun pertanyaan itu langsung terjawab saat wanita cantik itu memanggil Mauren lagi.


"Mauren!!! ini mama sayang."ucap Mauren saat sudah berjarak satu meter dari putrinya.


Richard tak jauh berbeda dengan Cornel dan juga Fernando, pria itu sejak tadi tak lepas pandangannya pada sosok wanita yang sangat dirindukannya selama kurang lebih lima tahun ini


"Mama??? tanya Mauren.


"Iya sayang, ini mama Mauren."Dora meyakinkan putrinya.


Mauren dalam memegang rambut milik Dora, seketika ia teringat dengan perkataan. Papanya bahwa rambut mamanya sekarang berubah menjadi seperti itu.


Kemudian Mauren langsung memeluk.


"Papa.... Huaaaa...."tangis Mauren.


"Iya sayang, ini mamanya Mauren, Ayo Sayang beri salam sama Mama."ujar Richard. lagi lagi Mauren tidak menggubris. Ia memilih untuk bersembunyi di belakang Papanya.


Richard berjongkok menyamakan tubuhnya dengan tubuh putrinya. Kemudian ia berusaha meyakinkan putrinya, kalau wanita cantik yang ada di hadapannya saat ini benar-benar ibu kandung putrinya.


Perlahan Mauren mendongakkan kepalanya. menatap wajah Dora yang saat ini menangis sesungguhkan, karena putrinya menolak kehadirannya. Bahkan putrinya sendiri menangis saat berdekatan dengannya.


"Ma...ma."ucap Mauren dengan sedikit kaku. setelah Richard berusaha meyakinkan putrinya.


Mendengar Mauren memanggil Mama, Dora langsung memeluk erat putrinya. Namun, pelukan itu tidak direspon oleh Mauren. Anak kecil itu hanya diam. tak ada pergerakan sama sekali dari tangan mungil itu, untuk membalas pelukan mamanya.


Setelah melepas pelukannya, Dora menghujani wajah putrinya dengan ciuman. cup cup cup Mama merindukan Mauren


puas mencium putrinya Dora mengambil karet dan sisir dari dalam tasnya.


"Sini sayang, Mama kuncir rambut Maureen."ucap Dora


Ibu Rani yang melihat itu lalu meremas kuat karet yang ada di dalam tangannya. Dia langsung kembali berjalan memasuki gerbang sekolah.


"Jadi wanita itu Mamanya Mauren? pantas saja selama ini Pak Richard sangat sulit untukku taklukan. Tapi sepertinya hubungan Pak Richard dengan wanita itu tidak harmonis."batin Ibu Rani.


Setelah selesai. "Coba sini mama lihat." Dora melihat penampilan putrinya setelah dikuncir rambutnya.


"Cantik sekali anak mama. Pujinya pada anaknya sambil tersenyum.


" Mauren, Mauren kok diam saja dari tadi, Mauren nggak senang ketemu mama?? Mama sudah pulang Sayang. Mama nggak akan ninggalin Mauren lagi. Mulai sekarang kita akan tinggal bersama. Mauren ikut sama mama ya, sayang??


Mauren menggeleng."Mauren tidak mau, Mauren mau sama papa."tolak Mauren.


"Mauren ikut sama mama yuk, tinggal di rumah Mama. Nanti Mama kuncir rambut Mauren tiap hari." bujuk Dora.


Mauren menggeleng lagi. "Enggak mau. Morin mau di rumah Papa. Papa juga bisa kucur rambut Mauren."


Nyonya Nadia menghampiri Dora. "Nak, jangan dipaksa dulu. Mauren baru hari ini bertemu sama kamu. Pasti dia merasa asing sama kamu.


"Nenek!!"Panggil Mauren


"Sini sayang, peluk nenek!"


Nyonya Nadia menundukkan badannya.


Mauren langsung memeluk erat neneknya.


Mauren mau nggak jalan sama Mama dan nenek juga? tanya Nyonya Nadia.


"Mauren mau sama papa." jawabnya sambil menggeleng. Kemudian Dia memegang tangan Papanya.

__ADS_1


Dora lalo memandang Richard sekilas dengan tatapan dingin, lalu perhatiannya dialihkan kepada putrinya.


"Dora, Ayo kita pulang!" kamu baru pulang dari California pasti capek dan harus istirahat." ajak Nyonya Nadia sambil menarik tangan Dora.


"Mauren Mama pulang dulu ya, besok kita ketemu lagi." pamit Dora namun tidak direspon oleh anak kecil itu.


Kini yang ada di tempat itu hanya Fernando, Cornel, Richard dan anak-anak mereka.


"Jadi itu namanya Dora? tanya Cornel


"pantesan ya, Richard setia menunggu dia."sahut Fernando.


ucapan kedua sahabat itu tidak direspon oleh Richard.


"Kenapa kamu Richard, kok nggak kelihatan bahagia gitu ? harusnya kamu bahagia karena bidadari kamu sekarang sudah ada di sini." ucap corner.


Fernando menyenggol lengan Cornel. "Kamu nggak lihat Gimana respon Dora terhadap Richard? wanita itu nggak ada menyapa Richard." bisik Fernando.


"Kami pulang dulu ya." pamit Richard lalu dia menuntun putrinya berjalan ke arah mobilnya.


"Apa wanita itu masih marah ya, dengan Richard?" tanya Kornel.


"Mungkin saja. Ayo kita pulang." ajak Fernando.


Setelah meninggalkan sekolah putrinya, Dora menangis di dalam mobil Mama Nadia.


"Mama kenapa ya, Mauren begitu dingin sama aku. hiks... hiks... hiks... hiks "


"Itu karena kamu tidak pernah ketemu Dia Nak.


"Sekarang dia nempel sama pria itu Ma. hiks hiks hiks


"Itu wajar Dora, karena mereka selalu bersama selama kurang lebih lima tahun. Mama yang sering bertemu dengan Mauren saja tidak pernah bisa mengajak Mauren menginap di rumah kita.


"Kenapa Ma? apa nggak dibolehin Papanya?


"Enggak Mauren yang nggak mau diajak menginap. Dia nggak bisa pisah sama Papanya.


"Aduh gimana ya Ma, cara mengambil Morin dari pria itu?


"Mama nggak tahu Dora, sepertinya sampai kiamat kamu nggak akan bisa misahin Mauren dari Papanya."


"Kok Mama ngomong gitu sih! kalau tahu bakal begini, aku nggak akan kasih Mauren ke pria itu." sesal Dora.


"Terus aku mesti gimana Ma? Mama lihat sendiri kan, Gimana tadi sikap Mauren! hiks... hiks.... hiks... hiks wanita itu menangis kembali.


"Saran Mama, lebih baik kamu berdamai dengan masa lalu. Kalau kamu mau mengambil hati Mauren, kamu dekati Papanya. Otomatis semua orang akan dekat dengan kamu.


"Kok kedengarannya aneh ya, Ma?


"Apanya yang aneh Coba? kamu lihat ibu guru tadi, Dia mendekati Mauren karena mau mengambil hati Richard. Nah kamu kan mau mengambil hati Mauren, jadi kamu dekati Papanya."


Dora terdiam mencoba mencerna ucapan Nyonya Nadia.


Bersambung.....


hai hai redears dukung terus karya author agar outhor lebih semangat untuk berkarya trimakasih 🙏💓🙏


JANGAN LUPA TEKAN, FAVORIT, LIKE, COMMENT, VOTE, DAN HADIAHNYA YA TRIMAKASIH 🙏💓


JANGAN LUPA MAMPIR KE KARYA EMAK YANG LAIN

__ADS_1


__ADS_2