
Dora pun akhirnya memasukkan buku itu ke dalam tasnya. Lalu dia beranjak berdiri dari tempat duduknya, dan segera keluar dari ruang kelas menuju ke taman belakang tersebut.
Saat Dora sudah sampai di sana, Dora melihat Pak Richard sudah duduk di kursi taman seorang diri.
Dia pun segera melangkah ke arah dosennya itu. Pak Richard yang sedang duduk melamun menantikan kedatangan Dora kini terkejut, saat tiba-tiba Dora sudah berdiri di dekatnya.
"Bapak mengajak saya ketemuan di sini kira-kira ada apa, ya?"tanya Dora penasaran.
Jantung Pak Richard berdegup sangat kencang. Dia bingung harus mulai dari mana bicara. Kata-kata yang sudah dia rancang tadi malam, tiba-tiba buyar seketika saat kedatangan wanita di depannya saat ini.
"Ah... Dora silakan duduk." ucapnya dengan sedikit gugup.
Dora penduduk di ujung kursi tersebut. Posisi mereka saat ini duduk sejajar namun tidak terlalu dekat. Karena kursi taman itu berukuran panjang kursi batu yang di bentuk khusus untuk tempat duduk pada mahasiswa mahasiswi yang ngadem di taman belakang.
"Ada apa Pak? Apa ada tugas untuk saya? tanya Dora sekali lagi saat dia sudah duduk.
"Dora Bagaimana keadaan kamu?
Dora terdiam sejenak mendapat pertanyaan seperti itu. Karena dia bingung tiba-tiba saja Richard memintanya untuk menemui dirinya.
"Maksudnya pak? Dora tidak paham dengan pertanyaan dosennya itu. Bukankah saat ini mereka sedang berada di satu kursi yang sama, Jadi untuk apa bertanya tentang keadaannya.
"Emmmm... maksud saya, Bagaimana keadaan kamu setelah kejadian malam kemping itu Dora?"tanya Pak Richard gugup, diam tidak berani menatap wajah wanita di sebelahnya.
Dora lalu tersentak matanya terbelalak, dipikirannya muncul pertanyaan kenapa dosennya itu tahu dengan kejadian malam itu. "Apa dia?
Belum selesai Dora dengan pemikirannya, Pak Richard lalu mengangkat wajahnya dan menatap wanita di sebelahnya. "Sayalah yang masuk ke tenda kamu malam itu."
Dora lalu menoleh kearah dosennya dengan Tatapan yang tajam. Sedetik kemudian dia berdiri dari duduknya.
Plak!
Plak!
Plak!
Beberapa kali tamparan keras dilayangkan oleh Dora ke pipi dosennya itu.
"Dasar pria brengsek!!! tega ya, Anda merusak hidup saya. Anda sudah menghancurkan hidup saya. Saya benci!!! saya sangat benci pada anda!" Hik..... hik.... hik.... hik."hardik Dora , air matanya seketika menetes.
__ADS_1
"Dora Maafkan saya, maafkan saya. Kejadian malam itu di luar kendali saya. Waktu itu saya dalam pengaruh obat perangsang." Pak Richard duduk berlutut di depan Dora.
"Bohong!!!! sahut Dora dengan cepat dan lantang. Dia tidak percaya. Baginya alasan itu hanyalah sebuah pembelaan diri saja.
"Saya tidak bohong Dora, saya bersumpah."
"Cukup!!! Saya tidak mau mendengar alasan anda lagi." hardik Dora
"Dora Maafkan saya, Saya ingin menikahi kamu. Saya ingin bertanggung jawab sama kamu, Dora."
"Anda pikir dengan anda menikahi saya, semua itu akan membuat saya senang dan melupakan kejadian malam itu? Nggak akan! saya nggak akan pernah memaafkan anda!"lalu Dora melangkah meninggalkan Pak Richard.
Namun, Baru Jalan beberapa langkah, Dora menghentikan langkahnya dan berbalik ke arah dosennya kembali. "Jangan pernah mengganggu saya lagi, anggap saja diantara kita tidak pernah terjadi apa-apa!"ucap Dora dingin.
Pak Richard berdiri. "Dora saya benar-benar serius ingin menikahi kamu, saya mohon beri saya kesempatan untuk menebus kesalahan saya. Saya berjanji akan membahagiakan kamu."
Namun, Dora tidak mempedulikan ucapan dosennya itu, dia berbalik dan melangkah meninggalkan Pak Richard.
Melihat Dora yang tidak memperdulikannya, Pak Richard kembali duduk di kursi itu. Kedua tangannya menangkup kepalanya dengan tertunduk. Dia tidak tahu harus bagaimana lagi menebus rasa bersalahnya pada wanita itu.
Niat baiknya ingin menikahi wanita itu langsung ditolak mentah-mentah. Padahal dia benar-benar tulus ingin menikahi Dora, tidak ada keterpaksaan sama sekali. Karena sejak kejadian malam itu, dia tidak bisa melupakan Dora.
Setelah Dora keluar dari taman belakang, dia langsung melangkahkan kakinya Ke tempat parkir mobil. Dora pun enggan untuk kembali lagi ke kelasnya. Padahal masih ada satu mata kuliah lagi.
Setelah masuk ke dalam mobilnya, wanita itu langsung mengeluarkan ponselnya dari dalam sakunya dia Lalu mengirim pesan untuk kedua sahabatnya, melalui grup WhatsApp.
"Amor, Moresette, Aku nggak jadi nitip minuman karena aku mau pulang duluan."pesan itu yang dikirimkan oleh a Dora kepada kedua sahabatnya.
Setelah mengirim pesan, Dora langsung menonaktifkan ponselnya. Wanita itu lalu bergegas menyalakan mesin mobilnya karena takut sahabatnya akan menyusulnya ke tempat parkiran.
Di kantin, Amor dan mereset melihat ada notifikasi pesan Whatsapp dari grupnya. Dia pun langsung membuka pesan itu.
"Amor, ini si Dora kirim pesan di grup. Katanya dia nggak jadi nitip minuman, karena dia mau pulang.
Amor yang masih menyantap makanannya itu terkejut. Pulang? bukannya kita masih ada satu mata kuliah lagi, ya? apa ada sesuatu yang terjadi di rumahnya?
"Entahlah. Sepertinya begitu, Amor."
Saat berjalan di koridor Amor dan Moresette bertemu dengan Cornelius.
__ADS_1
"Loh kalian kok cuman berdua? Dora dimana Amor?
"Dora sudah pulang."sahut Amor
"Kok pulang, bukannya kalian masih ada satu mata kuliah?
"Kami juga nggak tahu Cornelius, kami heran kenapa dia tiba-tiba saja pulang. Padahal dia baik-baik saja. sahut Amor.
"Maaf Cornelius, kami ke kelas dulu ya." pamit Amor dan Moresette.
"Oh iya." sahut Cornelius dengan raut wajah yang khawatir.
Tak jauh dari tempat itu, Pak Richard yang baru kembali dari taman mendengar semua percakapan mereka. Dia jadi khawatir dengan keadaan Dora
"Kemana perginya si Dora, ya? gumam Pak Richard di dalam hati
Sementara mobil Dora keluar dari gerbang kampus melaju dengan kecepatan tinggi. Kebetulan Jalan siang itu sangat lenggang. tangannya mencengkeram setir begitu kuat, menandakan gejolak emosi yang sudah ditahannya sejak tadi ingin cepat dia keluarkan.
Ingin rasanya Dora meneriaki lelaki brengsek itu, saat di taman. Namun, dia sadar saat itu dia sedang berada di wilayah kampus.
Menurut Dora, begitu mudahnya lelaki itu mengucapkan permintaan maaf dan mengajaknya menikah. Jangankan untuk menikah, melihat wajah pria itu saja dia tidak sudi.
Tepat pukul 12.00 siang, mobil Dora berhenti di sebuah pantai. Saat hari kerja pantai ini terlihat sepi pengunjung. Maka dari itulah dia memilih tempat ini untuk menenangkan diri. Dora lalu keluar dari dalam mobilnya dan berjalan ke arah Pantai.
Saat sudah sampai di pesisiran Pantai Dora langsung berteriak sekencang-kencangnya.
"Aaaa.... brengsek!!!!
Setelah lelah berteriak, Dora melihat di bawah pohon yang di ujung sana ada sebuah kursi panjang yang bisa dibuat untuk bersandar dan selonjoran kaki.
Dia pun langsung ke tempat itu dan duduk di sana. Saat sudah duduk di sana, Dora kembali menangis.
Bersambung.....
hai hai redears dukung terus karya author agar outhor lebih semangat untuk berkarya trimakasih 🙏💓🙏
JANGAN LUPA TEKAN, FAVORIT, LIKE, COMMENT, VOTE, DAN HADIAHNYA YA TRIMAKASIH 🙏💓
JANGAN LUPA MAMPIR KE KARYA BARU EMAK "Aku Ibu Mu, Nak"
__ADS_1