Aku Ibu Mu, Nak

Aku Ibu Mu, Nak
BAB 101. PERHATIAN FERNANDO


__ADS_3

Richard membuka pintu kamarnya. Dia terkejut melihat penampilan anak dan istrinya yang hari ini mengenakan hijab. Pria itu lalu berjalan mendekat ke arah Dora. "Cantik banget kamu sayang." Puji Richard sambil mencium pipi istrinya.


Di halaman rumah Richard, tampak anak-anak panti asuhan sudah keluar dari bus yang sudah membawa mereka hingga tiba di rumah pribadi Richard.


"Mari Pak, Bu, ajak anak-anak masuk." seru Tuan Nicholas saat sudah memberi salam kepada penjaga panti.


Penjaga panti itu mengarahkan anak-anak panti untuk duduk di halaman rumah, yang sudah digelar ambal itu. Walaupun dikelilingi rumah Richard masih dikelilingi oleh pohon-pohon kecil, tapi halaman itu tidak terlalu panas karena cuaca siang ini tidak terlalu terik.


Di dalam rumah, sudah penuh dengan tamu dari keluarga kedua belah pihak, sahabat dan tetangga yang ada di sekitar rumah Richard. Anak-anak panti yang berumur sepuluh tahun ke atas, juga ditempatkan di dalam rumah untuk mengikuti doa bersama yang dipimpin oleh Pak ustad.


Beberapa saat kemudian, Richard, Dora dan Mauren turun dari lantai atas. Dora dan Richard langsung diarahkan oleh Nyonya Alena agar duduk depan tamu undangan.


Sedangkan Mauren langsung dibawa oleh Mia ke halaman rumah, untuk ikut bergabung dengan anak-anak panti seumuran dengannya di halaman. Disana juga telah hadir Bimbim dan Bastian.


"Mauren!!! Sini." teriak Bimbim dan Bastian saat Mauren dan Mia baru keluar dari pintu utama. Tangan kanannya dinaikkan ke atas dan dilambai-lambaikan agar mereka melihat ke arahnya dan menghampirinya


Mia melihat bimbi melambaikan tangan, wanita itu lalu mengarahkan jari telunjuk tangan kanannya ke arah Bimbim. "Itu Bimbim, Mauren mau duduk di dekat Bimbim?" tanya Mia sambil sedikit membekukan badannya mensejajarkan tubuhnya dengan Mauren.


Mauren mengangguk. "Iya Onty."


Mia lalu mengantar Mauren ke tempat Bimo dan Bimbim duduk.


Selain Mia, disana juga ada Amor,n Moresette yang ikut membantu menjaga anak-anak.


Beberapa saat kemudian, sebuah mobil Alphard berwarna hitam baru saja parkir di sebuah jalan dekat rumah Richard. Seorang pria tampan turun dari dalam mobil itu. Pria itu mengenakan celana hitam berbahan imagine atasan dikenakan oleh pria itu adalah baju koko berwarna kecoklatan,dilengkapi dengan peci dengan motif berwarna kecoklatan juga.


Tampak Antonius masuk ke rumah. Dia juga tidak ingin ketinggalan, syukuran atas kehamilan adik perempuannya yang ke tujuh bulan.


***


Beberapa saat kemudian, acara pengajian dan doa di dalam rumah sudah selesai. Semua tamu berjalan ke arah luar rumah. Mereka diarahkan menuju meja prasmanan.


Setelah semua orang yang ada di dalam rumah selesai mengambil makanan, kini giliran tamu yang berada di halaman mengambil makanan.

__ADS_1


Terlihat Moresette dan Mia mendekat ke arah meja prasmanan. Keduanya mewakili anak-anak untuk mengambilkan makanan.


"Amor, kamu yang bagian merendam nasi ke piring." ucap Mia.


"Iya, Mia lalu menyendok nasi ke dalam piring.


Setelah piring itu diisi, kemudian Amor menyerahkannya pada Mia untuk diisi dengan ayam goreng, tepung sosis, goreng dan mie goreng khusus untuk anak-anak tidak pakai sambal.


Kini bagian Moresette menyerahkan piring yang sudah diisi makanan itu ke kumpulan anak-anak. Terlihat anak-anak itu antusias menyantap menu makanan yang udah dihidangkan untuk mereka.


Acara tujuh bulanan kehamilan Dora pun berjalan dengan lancar. Terlihat para tetangga-tetangga sudah banyak yang berpamitan untuk pulang ke rumah mereka masing-masing.


Setelah Selesai terlihat tetangga Richard sudah berpamitan. Richard dan Dora sudah bisa keluar rumah. Richard merangkul pinggang istrinya saat ini berjalan di halaman rumah.


Di belakang Richard dan Dora, ada Afrian, Fernando, Cornel masing-masing membawa kardus berisi hampers.


"Cornel, kamu bagi hampers di sebelah sana dan kamu Fernando bagi sebelah sini. Aku membagi di bagian tengah." seru Afrian layaknya Tuan rumah saja, mentang-mentang sudah menjadi bagian dari keluarga Richard.


Di arah pojok di sana ada Bastian, Mauren dan juga Bimbim. Ketiganya belum menyelesaikan makannya. Karena mereka dapat antrian paling akhir saat pembagian makanan. Tampak di sana ada Bimbim dibantu oleh Amor menyiapkan makanan. sebab diantara ketiga bocah itu hanya Bimbim saja yang makannya berantakan.


Amor selalu menatap ke arah Mauren dan Bastian "Kalian berdua mau sosis juga nggak, biar nanti Tante ambil sekalian?"


"Mau tante."sahut Bastian


"Mauren yang paling banyak sosisnya Tante."


"Oke, kalian tunggu disini."


Amor lalu meletakkan piring Bimbim di atas ambal, kemudian wanita itu beranjak berdiri dari duduknya dan melangkah menuju meja prasmanan.


Dia mengambil piring bersih di atas meja itu, lalu Amor mengisi penuh piring itu dengan sosis. Setelah itu dia kembali ke tempat para bocah itu.


Terlihat Amor membagi sosis itu ke piring Bastian dan Mauren. Sisanya dimasukin ke piring Bimbim. Kemudian Amor lanjut menyuapi Bimbim kembali. Sambil sesekali wanita itu mengelap mulut bocah dengan tisu.

__ADS_1


Tak jauh dari tempat itu, setelah Fernando selesai membagikan hampers untuk anak-anak panti, perhatiannya teralihkan ke arah Bimbim. Dilihatnya Bimbim begitu senang disuapi oleh Amor.


Bocah itu tersenyum pada Amor saat makanan di dalam mulutnya sudah dia telan.


"Tante Amor, minum."tunjuk Bastian pada kelas Aqua, anak kecil itu nampak manja dengan Amor.


Amor menyodorkan minuman itu ke mulut Bastian.


"Ah.."ucap Bimbim usai menyedot minumannya.


Cornel dan Afrian berjalan mendekat Fernando.


"Sepertinya Amor cocok jadi mamanya Bimbim."ucap Afrian saat dia sudah berada di samping kanan Fernando.


"Mendingan kamu sama Amor saja Fernando, aku lihat dia tulus banget."cornel yang berdiri di samping kiri Fernando ikut menimpali.


Duda tampan itu tidak menyahut ucapan Afrian dan Cornel. Dia hanya diam. Namun, ucapan sahabatnya itu dicernanya dengan baik.


Richard yang baru saja mengantar istrinya ke gajzebo itu dia bergabung kembali bersama teman-temannya.


"Kalian ngomongin apa, sih?"Richard juga ikut kepo Apa yang dibicarakan oleh sahabatnya.


Afrian lalu menceritakannya pada Richard.


"Kata istriku, Amor itu orang yang susah. Dulu dia sekolah di kota ini, tinggal di rumah tantenya. Karena orang tuanya tinggal di kampung. Dia memiliki banyak adik, makanya dia begitu pintar mengurus anak-anak. Moresette juga bukan orang berada Cornel. jadi saat keduanya kuliah mereka mengandalkan beasiswa kata istriku."tutur Richard.


"Kalau aku sih nyari istri nggak mandang hartanya. Aku kan nggak numpang hidup dengan istri. Yang terpenting istriku itu nantinya mau menyayangi Bastian sama seperti anak kandungnya sendiri."sahut cornel yang sambil matanya menatap ke arah Moresette yang sedang membereskan meja prasmanan bersama dengan Mia.


Di gazebo, Dora ikut Duduk bergabung di sana. Selain Dora, ada pengasuh panti juga ada di sana.


Bersambung.....


hai hai redears dukung terus karya author agar outhor lebih semangat untuk berkarya trimakasih 🙏💓🙏

__ADS_1


JANGAN LUPA TEKAN, FAVORIT, LIKE, COMMENT, VOTE, DAN HADIAHNYA YA TRIMAKASIH 🙏💓


JANGAN LUPA MAMPIR KE KARYA EMAK YANG LAIN


__ADS_2