
Moresette benar-benar bingung saat ditodong dengan pertanyaan seperti itu dari Bastian. Dia tidak menyangka, anak kecil itu tiba-tiba memintanya untuk menjadi mama sambungnya. Moresette bingung menjawab apa saat itu. Ingin menolaknya, namun takut menyesal. Ingin menolaknya, namun takut Bastian kecewa. Ingin menerimanya, namun dia masih bingung dengan hatinya, Apakah cinta atau hanya sekedar suka saja dengan Cornel
"Tante, Kok nggak jawab??"Bastian menunggu jawaban dari Moresette.
Moresette lalu menatap ke arah Cornel. "jawab saja Moresette, kamu jangan merasa nggak enak Jika kamu ingin menolaknya. Karena kakak tidak ingin memaksa kamu."ucap Cornel.
Dia tidak ingin Moresette menerimanya hanya lantaran terpaksa karena tidak tega dengan Bastian. yang Cornel inginkan adalah Moresette betul-betul tulus menerimanya sebagai pasangan hidup. Bukan hanya sebagai Mama sambung Bastian saja.
Moresette lalu menarik nafas dalam sambil memejamkan matanya. dalam hatinya berharap, semoga keputusannya kali ini tidak salah. Setelah membuka matanya Moresette kembali menatap kedua pria berbeda generasi itu.
Moresette, perlahan menganggukkan kepalanya pelan. Membuat Bastian langsung bersorak kegirangan. Bukan hanya Bastian yang merasa bahagia. Mungkin corner yang lebih bahagia dibandingkan dengan Bastian. setelah Moresette menganggukkan kepala.
Mendengar itu, Cornel langsung tersenyum ke arah Moresette . dan melangkah maju memeluk erat wanita itu. "Terima kasih ya sayang, Kamu akhirnya mau menikah dengan kakak."
"Kak, lepasin!!" seru Moresette Sambil mencoba melepaskan tubuhnya dari pelukan pria itu. Tetapi sepertinya Cornel enggan untuk melepaskannya.
Sedangkan Fernando dan Amor yang baru pulang dari tempat air terjun langsung ikut bergabung dengan Moresette dan Cornel.
Bastian yang lebih dulu sampai ke halaman penginapan itu langsung mendekati kedua sahabatnya.
"Bimbim, Mauren.. sebentar lagi aku juga mau punya adik bayi."
"Kamu kan belum punya mama Bastian."sahut Mauren
"Aku sudah punya mama."
"Siapa Mama kamu? tanya Bimbim dan Mauren secara bersamaan.
"Mama Moresette."sahut bocah kecil itu dengan lantang dan riang gembira.
"Apa?!!! bukan anak-anak yang terkejut, melainkan Amor dan Fernando.
"Yang benar Cornel? tanya Fernando.
"Iya dong. Kami bakal nyusul kalian."sahut Cornel percaya diri.
"Jadi nggak sabar pengen mompa perawan."bisik Cornel di telinga Fernando.
"Hahaha..."Fernando tertawa.
"Mas Kenapa tertawa? tanya Amor menatap suaminya dengan tatapan penuh tanya.
"Ini si Cornel, minta beli obat kuat katanya hahaha...."bohong Fernando.
Cornel memukul dengan Fernando. "Mana ada aku ngomong gitu."
"Itu tadi kamu bisikin ke aku."
Moresette menatap ke arah cornel. "aku nggak ada ngomong gitu Sayang. mana ada aku minta belikan obat kayak gitu."
__ADS_1
Nampak Richard dan Afrian berjalan ke arah mereka. "Cornel, bawa mobil kamu ke depan teras. Biar tidak terlalu jauh membawa makanannya masuk ke dalam."perintah Richard.
Dengan sigap Cornel beranjak dari duduknya. baginya ini kesempatan dia untuk kabur dari tempat itu.
Acara makan siang kali ini tidak menggelar Tiger lagi di halaman. Penginapan itu difasilitasi dengan aula. Makanya Hari ini makan siang di aula.
Afrian dari tadi hanya menatap ke arah piringnya saja. Di piring itu sudah berisi dengan Tom yum, Kaeng Phet, pad Thailand, Gai Yang, Tod Man pla dan nasi semua masakan itu tersedia di restoran milik Cornel yang sudah dibawa langsung dari Bangkok menuju tempat wisata.
"Kok, nggak dimakan? ini kan makanan kesukaan Mas?"tanya Mia. karena semua orang sudah memulai menyuap makanan, sedangkan suaminya Hanya duduk diam sambil jari telunjuk tangan kanannya membentang di hidungnya.
"Perut Mas mual."basic Afrian di telinga Mia.
"Mas Masuk angin kali. Nanti sampai rumah aku kerokin. Tapi makan dulu itu. biar di jalan nggak tambah parah masuk anginnya."
Setelah makan siang, dan mereka melakukan sesi foto selfie bersama dan juga masing-masing mengambil foto dengan menggunakan kamera ponsel mereka masing-masing. Tampak pasangan muda itu semua merasa bahagia. Menikmati objek wisata yang disuguhkan di tempat itu.
Hingga keesokan harinya mereka kembali ke kota Bangkok melakukan aktivitas mereka masing-masing. Kini di antara Dora dan sahabatnya tidak ada lagi yang berstatus jomblo. Mereka sudah memiliki pasangan masing-masing. Bedanya hanya Moresette dengan Cornel belum ada ikatan pernikahan. Tetapi mereka sudah memiliki komitmen, untuk menikah dalam waktu dekat.
***
Beberapa hari sudah berlalu setelah kembali melakukan perjalanan wisata lokal, kini Dora, Amor dan Moresette sedang jalan-jalan ke mall membawa tiga bocah. sejak Cornel resmi jadian dengan Moresette, Bastian selalu ingin bersama dengan Moresette. karena sejak lahir umur 4 bulan, dia sudah ditinggal oleh mama kandungnya.
Anak-anak hari ini ingin bermain Timezone. maka dari itulah saat masuk ke mall, para orang tua langsung membawa mereka ke Timezone terlebih dahulu. Baru Setelah itu mereka akan lanjut makan siang.
"Kita ke zone 2000 naik lift saja, kasihan bumil Kita kalau naik eskalator." ucap Moresette.
Beberapa saat kemudian, pintu lift terbuka di lantai tiga. Lantai di mana tempat Timezone itu berada.
"Moresette, ceritain dong gimana bisa kamu sampai jadian sama Kak Cornel."tanya Dora. sebab pulang dari objek wisata itu, tiap ditanya di grup, Moresette pasti menghindar. tidak mau membalas pesan grup.
"Iya Moresette, kamu ini dari kemarin-kemarin di grup ditanya pasti nggak mau cerita."
Moresette menghela nafas panjang. dipikir temannya tidak akan membahasnya lagi.
Kemudian, Moresette akhirnya mau tidak mau dia pun menceritakan Bagaimana dirinya bisa jadian dengan Cornel. Usai menceritakan itu, Dora dan Amor langsung tertawa secara bersamaan.
"Nah kan diketawain. makanya dari kemarin aku tuh malas banget cerita ke kalian." Moresette kesal.
"Aku tuh ketawanya, karena kamu itu dari dulu nolak terus sama Kak Cornel. sampai akhirnya Bastian turun tangan jadi Mak comblang Hahaha....."Amor tertawa.
"Iya, lucu banget. Bastian yang melamar Moresette untuk papanya hahaha mmm"ucap Dora yang juga ikut tertawa, kedua tangannya sambil memegangi perutnya yang besar.
"Bastian!!!"teriak seorang wanita yang juga ada di Timezone. wanita itu menemani putrinya bermain di Timezone. anak perempuan itu merupakan anak dari suami barunya, yang dilahirkannya sekitar 3,5 tahun yang lalu.
Bastian yang sedang membantu Mauren membantu mencapai boneka itu langsung menoleh ke arah suara wanita yang memanggil.
"Mama!"ucapnya dengan suara lirih. wajah Bastian datar, tidak ada senyum bahagia saat dia melihat mama kandungnya.
Cynthia lalu menuntun putrinya menghampiri Bastian. "Kamu sama siapa ke sini? sama papa?
__ADS_1
Bastian menggeleng. "sama mama Moresette."
"Mama??"dahi wanita itu berkerut.
"Apa Mas Cornel sudah menikah iya? batin Cynthia.
"Papa kamu sudah menikah Bastian?"
Bastian menggeleng. "Belum?
"Mana wanita yang kamu panggil mama Moresette itu?"
"Itu yang lagi duduk di kursi pakai baju biru."tunjuk Bastian ke arah Moresette yang sedang duduk di kursi panjang bersebelahan dengan.
Pandangan mata Cintya mengikuti arah tunjuk Bastian."pintar juga dia nyari pengganti aku."gumamnya di dalam hati.
Tak berselang lama, ketika orang tua para bocah berjalan ke arah Mauren, Bastian, dan Bimbim.
"Bastian, Ayo kita makan siang Nak. kasihan tante Dora, Adik bayinya sudah lapar."ucap Moresette.
"Jadi kamu calon istri mas Cornel?"tanya Cintya.
Tangan Moresette yang ingin meraih tangan Bastian seketika berhenti. "Maaf anda siapa?"
"Aku Cyntia, mama kandung Bastian.
"Iya, Saya calon istri Mas Cornel. Memangnya kenapa ya?"
"Nggak apa-apa. hanya saja, Saya ingin memperingatkan sama kamu. Jangan pernah menyakiti anak saya! kalau sampai itu terjadi, maka kamu akan berurusan dengan saya."
"Kok Anda langsung berburuk sangka begitu sama saya. bukannya menjalin silaturahmi, tapi malah menabuh bendera perang sama saya."
"Kan sudah saya bilang, Saya hanya memperingatkan."
tatapan Cynthia beralih ke arah Bastian. "Bastian, Mama pulang dulu ya."setelah mengucapkan itu Cynthia lalu keluar sambil menuntun tangan putrinya.
Moresette lalu membuang nafasnya kasar. "Ayo Bastian kita keluar dari sini." Moresette menuntun tangan Bastian. diikuti oleh Dora dan Amor yang menuntun tangan anaknya masing-masing untuk menuju ke sebuah restoran.
Ketika sudah sampai di sebuah restoran, Dora dan yang lainnya berjalan ke arah meja di bagian pojok ruangan.
"Galak juga ya mantan istri Kak Cornel itu."ucap Amor
"Iya, baru saja bertemu dengan Moresette, sudah kasar begitu ngomongnya."sahur Dora.
"Sudah, nggak usah dibahas lagi." tegur Moresette.
Bersambung.....
hai hai redears dukung terus karya author agar outhor lebih semangat untuk berkarya trimakasih 🙏💓🙏
__ADS_1
JANGAN LUPA TEKAN, FAVORIT, LIKE, COMMENT, VOTE, DAN HADIAHNYA YA TRIMAKASIH 🙏💓
JANGAN LUPA MAMPIR KE KARYA EMAK YANG LAIN