
"Dimana orangnya Bi?" tanya Nyonya Alena saat sudah berada di ruang tamu.
"orangnya saya suruh tunggu di teras Nyonya, Karena saya takut kalau orang itu orang jahat."
sahut sang asisten rumah tangga
Nyonya Alena mengangguk. Dia berjalan ke arah pintu utama. Nyonya Alena mengamati penampilan orang yang datang itu. Seorang pria mengenakan baju seragam perawat rumah sakit.
Perawat itu menghampiri nyonya Alena." Maaf Apa benar ini rumah pemilik kartu identitas ini?" perawat itu menunjukkan kartu identitas Richard.
Nyonya Alena mengambil kartu identitas itu, dan melihatnya. "Iya benar, ini kartu identitas anak saya. Mari masuk Pak, sebaiknya kita bicara di dalam."
"Silakan duduk."
Perawat itu duduk seberang Nyonya Alena dan Mia.
"Kenapa kartu identitas anak saya ada sama bapak? apa dompetnya terjatuh?" Nyonya Alena mencoba untuk berpikir positif.
"Bukan Bu, pemilik kartu identitas ini satu jam yang lalu mengalami kecelakaan di depan minimarket.
"Kecelakaan?" teriak Nyonya Alena dan Mia secara bersamaan.
"Bagaimana keadaan anak saya Pak? dia baik-baik saja, kan?" tanya Nyonya Alena cepat.
__ADS_1
"Mengenai hal itu, saya tidak tahu Bu. Karena pasien saat ini sedang berada di ruang operasi. Dokter terpaksa mengambil tindakan operasi, karena pihak keluarga tidak bisa dihubungi. Ponsel korban ditemukan dalam keadaan rusak.
"Di rumah sakit mana anak saya dirawat?" Saya mau menjenguknya sekarang.
"Lalu perawat itu pun memberitahu Di mana rumah sakit Richard dirawat. "Kalau begitu saya pamit pulang dulu mau kembali ke rumah sakit." ucap perawat itu
Nyonya Alena hanya mengangguk. Wanita paruh baya Itu tampak syok. Dia duduk bersandar di sofa ruang tamu.
"Terimakasih ya, Pak. sudah datang ke rumah kami." ucap Mia saat mengantar petugas itu ke teras rumah.
Saat kembali masuk ke dalam rumah, Mia mendapati Nyonya Alena menangis. Dia pun berinisiatif untuk menghubungi Tuan Nicholas memberitahukan ayahnya mengenai kondisi kakaknya saat ini.
"Mom Ayo kita siap-siap. Kata papi kita langsung berangkat saja ke rumah sakit. Papi akan berangkat ke rumah sakit langsung dari kantor."Mia memberitahu.
"Mbak pasien kecelakaan di depan minimarket ada di ruangan apa?" tanya dua orang wanita paruh baya secara bersamaan.
Saat mengatakan itu, kedua wanita itu saling berpandangan. "Korban kecelakaan atas nama Dora ada di ruang UGD. Sedangkan korban kecelakaan atas nama Richard ada di ruang operasi.
"Terimakasih Mbak." ucap kedua wanita itu, lalu keduanya kembali berjalan ke arah suaminya masing-masing.
Kedua keluarga itu lalu masuk lift Yang Sama.
"Siapa yang kecelakaan Bu?" tanya Mama Nadia saat mereka sudah berada di lift.
__ADS_1
"Anak laki-laki saya bu." sahut nyonya Alena dengan suara lirih.
"Ternyata anak kita sama-sama korban kecelakaan di depan minimarket ya, Bu."
Nyonya Alena mengangguk lemah.
"Ting...pintu lift terbuka. Kini kedua keluarga itu sudah sampai dimana korban kecelakaan itu sedang ditangani.
Kedua keluarga itu lalu terpisah di lantai yang sama, karena ruangan yang mereka tuju berlawanan arah.
"Bu kami duluan, ya."ucap mama Nadia lalu mengikuti langkah suami dan anaknya ke koridor sebelah kanan.
Sedangkan keluarga Richard berjalan di koridor sebelah kiri.
Saat sampai di depan ruangan operasi, ternyata operasinya belum selesai. Mereka duduk menunggu di depan ruang operasi tersebut dengan perasaan cemas.
Sementara itu di ruang IGD tempat Dora dirawat, Wanita itu sudah sadar. Terlihat ada balutan perban di bagian kepala dan lengannya.
Bersambung.....
hai hai redears dukung terus karya author agar outhor lebih semangat untuk berkarya trimakasih 🙏💓🙏
JANGAN LUPA TEKAN, FAVORIT, LIKE, COMMENT, VOTE, DAN HADIAHNYA YA TRIMAKASIH 🙏💓
__ADS_1
JANGAN LUPA MAMPIR KE KARYA EMAK YANG LAIN