Aku Ibu Mu, Nak

Aku Ibu Mu, Nak
BAB 49. DI SUPERMARKET


__ADS_3

Mia dan nyonya Alena keluar dari dalam kamar Richard. Nyonya Alena lalu menutup daun pintu kamar itu, kemudian melangkah ke arah kamar Mauren yang letaknya di samping kamar Richard.


Di dalam kamar itu, Mauren Tengah disibukkan menata boneka-bonekanya di atas ranjangnya. Richard sengaja membelikan anaknya ranjang yang besar, karena dia tahu pasti Mauren akan meletakkan semua boneka Doraemonnya di atas ranjang.


Terlihat Tuan Nicholas membatu Richard menggantung figura foto Dora di dalam kamar Maureen. Nyonya Alena dan Mia Hanya mengawasi kedua pria itu. Mia lebih memilih duduk di atas ranjang menemani Mauren.


Setelah selesai membereskan kamar, mereka lalu turun ke lantai bawah. Mia dan nyonya Alena langsung melangkah ke arah dapur.


"Kak, kok kulkasnya nggak ada isinya?" tanya Mia


"Oh iya, Kakak belum sempat belanja.


"Gimana kalau kita ke supermarket, kak?"


"Ayo temani kakak ya."


"Mauren kamu mau ikut Papa ke supermarket nggak?


"Supermarket? ikut Pa. Tapi Mauren boleh beli es krim ya pak?


"Iya, boleh. Tapi jangan banyak-banyak."


sekitar 15 menit kemudian, mobil mereka sudah terparkir di halaman supermarket. Mia dan Mauren langsung turun dari mobil itu. Mia langsung memegang tangan Mauren. sedangkan Richard dia mendorong troli besaran mengikuti langkah kaki Mis dan Mauren.


Terlihat Mia dan Mauren antusias mengambil barang-barang belanjaan. Tidak menunggu waktu lama, satu troli besar itu penuh dengan barang belanjaan.


"Kak, sudah ayo kita ke kasir!"ajak Mia Setelah dirasanya semua barang yang dibutuhkan sudah dimasukkan ke dalam.


"Mauren, kamu masih ada yang mau dibeli nggak?


Mauren menggeleng


"Ya sudah, ayo kita ke kasir."


"Pak Richard!" Panggil seorang wanita.


"Ibu Rani!"sapa Mauren


"Hai Mauren."


"Siapa Kak?"bisik Mia di telinga kakaknya.


"Ibu gurunya Mauren."jawab Richard dengan suara lirih.


"Habis belanja ya, Pak Richard? tanya ibu Rani.


"Iya," sahutnya singkat.


"Kak, kita ke kasir yuk. Kasihan Mami kelamaan menunggu kita."Mia langsung mendorong troli yang dipegang oleh Richard. otomatis Richard pun ikut melangkah maju juga.


"Siapa sih gadis itu, posesif banget?'kesal Ibu Rani dalam hati.


Setelah melakukan pembayaran, Richard dan Mia memasukkan barang belanjaan ke dalam mobil. Setelah itu mereka bergegas masuk ke dalam mobil.

__ADS_1


"Kakak ngerasa nggak ibu guru Mauren itu menyukai kakak? tanya Mauren. Mereka sudah berada di perjalanan pulang.


Richard menggeleng. Enggak, Kakak enggak pernah memperhatikannya.


"Kakak hati-hati sama dia ya. Jangan dekat-dekat!! aku lihat dia nggak tulus suka pada Mauren."Mia memperingatkan kakaknya.


"Iya. Siapa juga yang mau dekat."


"Maksud aku, kalau wanita itu mendekati kakak. Kakak langsung saja menghindarinya. kayak seperti tadi kakak langsung aku bawa ke kasir. Jangan kasih celah buat dia ngobrol lebih lama sama kakak. Ngerti nggak kakak??


"Iya Mia. kamu lama-lama sudah kayak Mami "Iya."


Tak terasa mobil yang dikemudikan oleh Richard sudah memasuki halaman rumahnya.


Begitu mobil sudah berhenti, Mia dan Mauren langsung keluar dari dalam mobil. Anak kecil itu langsung melangkah ke arah teras sambil menenteng satu kantong plastik berisi dua cup es krim ukuran sedang.


"Papa kamu mana Mauren?


tanya Oma Alena yang sedang duduk di ruang tamu menemani dua orang wanita.


"Di mobil."sahutnya lalu anak kecil itu melangkah masuk ke dalam rumah.


Tak berselang lama Richard dan Mia masuk ke dalam rumah.


"Richard, ini ada yang nyari kamu katanya Mereka mau jadi pembantu di rumah ini." ucap Nyonya Alena saat Richard baru saja masuk ke dalam rumah.


"Sebentar ya Mom, aku mau membawa barang-barang ini dulu ke dalam.


Pria itu lalu masuk ke dalam rumah dengan menenteng dua kantong plastik besar barang belanjaan, disusul juga oleh Mia menenteng dua kantong plastik ukuran sedang.


"Maaf, Ibu dari yayasan mana kalau boleh tahu?" tanya Richard untuk meyakinkannya karena dia takut kedua wanita paruh baya itu bukan dari jasa penyalur pembantu.


"Kami dari yayasan kasih bunda Tuan." salah satu diantara mereka menjawab.


Richard manggut-manggut dalam hatinya membenarkan bahwa kedua wanita yang ada di hadapannya ini memang kiriman dari yayasan tersebut.


"Baik bu, nama saya Richard. Saya di sini tinggal bersama putri saya usianya hampir Lima tahun. Saya dan anak saya dari hari senin sampai sabtu hanya ada di rumah ini saat malam hari saja. Berangkat dari rumah ini jam 07.00 pagi, dan pulang ke rumah ini jam 06.00 sore. Jadi ibu cukup memasak untuk kami sarapan dan makan malam saja. selanjutnya untuk pekerjaan yang lainnya Ibu atur saja berdua Gimana baiknya?" tutur Richard menjelaskan.


"Perkenalkan Bu, nama saya Alena maminya Richard.


"Salam kenal juga nyonya."


"Nama saya Siti."


"Nama saya Aminah nyonya."


Richard lalu beranjak dari duduknya.


"Ayo Bi, Saya tunjukkan kamar Bibi ajak Richard pada dua orang asisten rumah tangganya.


****


Malam ini untuk pertama kalinya Richard dan Mauren tinggal berdua. Kali ini Richard benar-benar mengurus putrinya mulai dari bangun tidur sampai tidur lagi.

__ADS_1


Biasanya saat mereka masih tinggal di rumah Nyonya Alena, Richard hanya kebagian mengurus putrinya saat akan tidur malam saja. Namun, mulai besok pria itu akan mengerjakan semuanya menggantikan tugas yang biasanya lakukan setiap pagi.


"Malam ini,Mauren tidur di kamar papa ya!" Pinta anak kecil itu, saat mereka menaiki anak tangga dengan nada suara khas anak kecil.


"Iya sayang."


saat Sudah sampai di lantai atas, anak kecil itu langsung berlari ke dalam kamarnya.


"Mauren, katanya mau tidur di kamar papa." ucap Richard saat melihat Mauren masuk ke dalam kamarnya sendiri.


Semenit kemudian, putrinya keluar dengan membawa satu boneka Doraemon miliknya. "Ayo pah, kita ke kamar papa!! Ayo Pak kita ke kamar papa!! Mauren menari tangan Papanya.


"Papa tidur sendiri, tapi Kenapa kasur Papa besar? tanya Mauren saat dia sudah berbaring di samping Papanya.


Richard dia beberapa saat sambil mencari-cari jawaban yang tepat untuk putrinya.


"Papa beli kasur besar, karena Mauren sering tidur di kamar."ucapnya setelah menemukan jawaban yang tepat.


"Nanti, kalau mama tinggal di sini mama tidur di kamar mana Pa?


Richard langsung terdiam. Dia tidak berani menjawab pertanyaan anaknya. Karena takut jawaban yang diberikan nanti tidak akan terealisasi.


"Mauren, besok kan Mauren masuk sekolah Ayo sekarang Mauren tidur ya." ucap Richard mencoba untuk mengalihkan pembicaraan dengan putrinya.


****


Keesokan paginya. Pagi-pagi sekali Richard sudah bangun membantu putrinya mandi dan berpakaian. Setelah selesai membantu anaknya berpakaian, Richard yang sudah mandi itu langsung bergegas masuk ke dalam kamarnya, untuk mengenakan pakaian kantornya.


Setelah selesai berpakaian, Richard melangkah ke dalam work in closet untuk mengambil dasi dan jam tangannya.


"Papa!! teriak Mauren saat dia masuk ke dalam kamar Papanya.


"Ada apa Mauren nya Papa? tanya Richard saat dia keluar dari ruang walk in closed dengan penampilan dasi yang menggantung begitu saja di kerah baju tanpa diikat.


"Papa, rambut Mauren mau dikuncir."


Mauren menyerahkan karet rambut pada Papanya.


Richard langsung menerima karet rambut dari tangan putrinya. "Loh kok karetnya dua Mauren? tanyanya saat melihat dua karet di tangannya.


"Mauren mau kucir dua pa."


Richard langsung menggaruk belakang kepalanya. "Mauren kucir satu saja ya. Papa belum bisa kucir dua.


"Iya Pa," sahut Mauren dengan perasaan sedikit kecewa.


Richard selalu menuntun putrinya ke depan meja rias. di dudukannya putrinya di bangku kemudian. Richard mulai menyisir rambut anaknya dan mengucir dengan karet.


Bersambung.....


hai hai redears dukung terus karya author agar outhor lebih semangat untuk berkarya trimakasih 🙏💓🙏


JANGAN LUPA TEKAN, FAVORIT, LIKE, COMMENT, VOTE, DAN HADIAHNYA YA TRIMAKASIH 🙏💓

__ADS_1


JANGAN LUPA MAMPIR KE KARYA EMAK YANG LAIN


__ADS_2