Aku Ibu Mu, Nak

Aku Ibu Mu, Nak
BAB 84. AFRIAN PUCAT


__ADS_3

"Kalian tunggu di sanaaaa...."teriak Afrian.


"Kak kita foto berdua dulu."


Lalu Mia melangkah ke arah batu yang ada di sebelahnya. Namun saat melangkah tiba-tiba Mia terpeleset


"Akhh...." teriak Mia.


Tubuh wanita itu hampir saja jatuh ke air. Namun, Afrian bergerak lebih cepat. Dia langsung menangkapnya ke dalam pelukannya.


"Kamu nggak apa-apa sayang?" tanya Afrian saat melihat Mia masih berada di pelukannya.


"Kakiku sakit, Kak."


Afrian lalu membantu Mia untuk duduk kembali.


"Coba Kakak lihat kaki kamu sayang." tangan Afrian mencoba mengangkat kaki Mia diletakkannya kaki wanita itu di atas pahanya. Afrian menaikkan sedikit celana jeans Mia. dilihatnya pergelangan kakinya sedikit marah akibat terkena gesekan batu.


"Sepertinya kaki kamu terkilir sayang."


"Iya,Kak. Kaki aku sakit dipakai jalan.


Afrian lalu membantu Mia berdiri kembali. Setelah itu dia berdiri membelakangi Mia dan sedikit membungkuk badannya.


"Ayo Sayang naik ke punggung kakak." suruh Afrian

__ADS_1


Mia lalu menggapai pundak Afrian. Setelah itu Afrian langsung menggendong Mia berjalan perlahan di atas bebatuan. Hingga akhirnya sampai ke Jalan tempat para bocah itu berdiri.


"Ayo kita kembali ke penginapan." Ajak Afrian


"Lalu Afrian berjalan di belakang ketiga anak kecil itu.


Sementara Tuan Bernando dan Tuan Nicholas mereka ngobrol bersama di sebuah Gazebo yang ada di penginapan itu. Entah apa yang mereka bahas saat ini. Yang pasti Richard Dora tidak mengetahuinya.


Tak berselang lama terdengar suara ocehan tiga orang bocah kecil.


"Bimbim, nanti aku kalau ke sini lagi mau bawa baju renang." ucap Mauren.


"Kalau aku nanti mau bawa perahu karet." sahut Bimbim.


"Kalau aku nanti bawa pelampung aja." sahut Bastian.


"Loh Itu kok si Mia digendong di punggung Afrian?" tanya Nyonya Alena.


Saat Afrian dan Mia sudah sampai lokasi penginapan. Tatapan mata Tuan Nicholas tak lepas dari Afrian. Tatapan pria paruh baya itu seolah-olah menuntut penjelasan dari Afrian.


Afrian lalu menurunkan Mia dari punggungnya dan langsung membantu wanita itu duduk di Gazebo sebelah Tuan Nicholas.


"Mia kamu kenapa?" tanya Tuan Nicholas.


"Onty tadi terpeleset." sahut Bimbim.

__ADS_1


"Iya, untung ditolong Om Afrian, iya kan Mauren!" timpal Bastian


"Huhhh... tadi waktu Onty Mia mau jatuh ke air terjun, Om Afrian langsung peluk Onty Mia nggak jadi deh Onty nya ke air terjun." sahut Mauren.


Wajah Afrian langsung pucat setelah dikuliti oleh tiga bocah kecil yang ada di hadapannya. Tuan Nicholas selalu menatap tajam ke arah Afrian. "Kalian main kemana? Kenapa Mia sampai terpeleset?


"Kkkk kami main ke lokasi air terjun Om."


Pa, Kak Afrian nggak salah. Tadi aku yang loncat dari batu satu ke batu lain, makanya terpeleset."


Seseorang penjaga penginapan itu menghampiri Mia. Pria yang berusia senja itu mengambil sebuah botol kecil yang ada di tas miliknya.


"Bapak bantu pijat dulu ya," pria berusia senja itu lalu memegang kaki kiri Mia yang terlihat memerah. Pria itu mengoles minyak ke bagian pergelangan kaki Mia hingga mata kaki wanita itu. Setelah itu dia mulai memijatnya tampak Mia meringis kesakitan saat dipijat.


Beberapa menit kemudian, kaki Mia sudah selesai dipijit . Kini wanita itu disuruh beristirahat di kamar. Sedangkan yang lain Mereka lanjut untuk membuatkan menu makanan yang akan siap mereka santap.


Richard selalu mengajak sahabatnya dan kakak iparnya untuk mengeluarkan barang-barang dari dalam mobil mereka. Di dalam mobil, Cornel ada boks ikan, dan termos nasi yang sudah berisi nasi hangat. Nasi itu sudah dimasak oleh koki. Sedangkan ikan dan ayam semuanya, sudah dibersihkan dan sudah diberi bumbu oleh koki. Sehingga mereka tinggal memanggangnya.


Di mobil Richard, pria itu membawa beberapa peralatan lainnya sedangkan di mobil nyonya Alena. Wanita paruh baya itu membawa perlengkapan memasak seperti wajan dan kompor gas portable.


Setelah menurunkan barang-barang dari dalam mobil. Para pria itu menggelar tikar di halaman penginapan. Sedangkan para wanita mereka bekerja sama memanggang ikan dan ayam serta mengupas buah-buahan.


Bersambung.....


hai hai redears dukung terus karya author agar outhor lebih semangat untuk berkarya trimakasih 🙏💓🙏

__ADS_1


JANGAN LUPA TEKAN, FAVORIT, LIKE, COMMENT, VOTE, DAN HADIAHNYA YA TRIMAKASIH 🙏💓


JANGAN LUPA MAMPIR KE KARYA EMAK YANG LAIN


__ADS_2