
Mauren bergeming sesaat. "Sebentar ya, Kak. aku pamit sama Kak Bastian dulu."setelah mengucapkan itu, Mauren langsung berjalan ke arah meja Bastian.
"Mauren, kamu mau ke mana? Ayo duduk, kita ngopi dulu sebentar."Bastian menggeser kursi sedikit ke belakang agar modem bisa langsung duduk di kursi yang berada tepat di sampingnya.
"Mauren Ayo kita pulang sekarang."Mario bergegas menghampiri Mauren. dia takut kalau Maureen duduk di kursi yang berada digeser oleh Bastian.
"Kak Bastian, ngopi nyalain kali saja ya. Aku mau pulang sekarang, tadi aku izinnya cuman sebentar ke Mama."jawab Mauren merasa tidak enak menolak Bastian.
"Iya, Mauren. Tidak apa-apa. tapi lain kali mau ya diajak ngopi."
Mauren tersenyum sambil mengangguk. "Iya,kak. aku pamit pulang duluan."
"Hati-hati di jalan, Mauren!" pesan Bastian yang hanya dibalas anggukan oleh gadis cantik itu.
Pandangan Bastian terus mengikuti cara Mauren melangkah. hingga Gadis itu masuk ke dalam mobil pun dia masih setia memandang gadis itu.
"Bastian, Gadis itu yang dulu sering kamu tolongin sekolah dulu kan, waktu dia selalu diganggu sama teman-temannya?"
"Iya, Herlan. itu Mauren, sahabat aku dari kecil.
"Aku lihat dia tambah cantik saja."ucap Herlan sengaja memuji Mauren. Dia hanya ingin melihat reaksi Bastian.
"Awas ya, kamu jangan naksir sama dia. Karena sekarang aku lagi proses pendekatan."ucap Bastian serius.
__ADS_1
"Hahaha... serius banget kamu Bastian. aku cuma bercanda saja. Niatku hanya menggoda kamu."Herlan tertawa.
"Pria miskin seperti aku ini, Siapa yang mau Bastian?"imbuh pria yang juga memiliki paras tampan, tapi kulitnya berwarna sawo matang. berbeda dengan Bastian yang memiliki kulit putih.
"Ya iyalah aku serius. karena aku tidak ingin dipikir orang lagi. kalau bisa nih ya Herlan, habis jadian nanti aku langsung mau menikahi dia
"Yang benar Bastian, Kamu mau nikah muda? Herlan
"Iya, Memangnya kenapa kalau aku dan orang nikah muda?"
"T Idak apa-apa sih. karena sebagian orang kan bilang kalau sudah nikah nanti tidak bisa bebas lagi."
"Aku tidak mempermasalahkan hal itu. lagi pula, saat aku jomblo begini juga waktuku lebih banyak aku habiskan untuk bekerja dan keluarga saja. Jarang banget aku main sama teman. Jadi menurut aku, meski sudah menikah pun tidak ada yang banyak berubah dari hidupku. Bahkan hidupku akan semakin sempurna kalau aku sudah menikah,"tutur Bastian tersenyum sambil membayangkan dirinya dan Mauren akan menjadi keluarga bahagia dan memiliki banyak anak.
"Kring... kring.,...kring..."
"Assalamualaikum Kak."sapa Mauren dari seberang telepon
"Waalaikumsalam... Mauren, Kakak boleh tahu nggak. ada perihal apa kamu bertemu dengan pak Mario tadi siang? maaf kalau misalnya Kakak terlalu mencampuri kehidupan kamu. kakak hanya ingin memastikan saja bahwa kamu tidak kembali dengan pak Mario.
"Aku tidak kembali sama dia Kak. kak Mario memang mengajak aku balikan. Tapi aku tidak mau."
Bastian menghela nafas lega. "Alhamdulillah... Kakak senang mendengarnya."
__ADS_1
"Iya,kak. Kan aku sudah bilang, aku sudah tidak bisa balikan lagi sama dia."
"Iya, Mauren."sahut Bastian senang. dia benar-benar bahagia, ketika mendengar jawaban langsung dari Mauren. Kalau Mauren tidak bersedia kembali dengan pak Mario lagi.
Keesokan harinya, pagi-pagi sekali Bastian dan Herlan datang secara bersamaan ke hotel. Mulai hari ini, Herlan resmi menjadi asisten pribadi Bastian.
"Selamat pagi Pak Bastian."semua karyawan yang ada di lobby memberi hormat pada Bastian. Perhatian mereka fokus pada lelaki tampan yang ada di samping Bastian.
"Pagi ini saya mau memperkenalkan pada kalian semua, pria yang ada di samping saya ini bernama Herlan. Mulai hari ini dia menjadi asisten pribadi saya. jadi misalkan Kalian ada perlu dengan saya, kalian bisa temui asisten saya."
"Baik Pak."semua karyawan yang ada di lebih mengangguk patuh. Bastian lalu mengajak Herlan untuk mengikutinya masuk ke dalam lift.
Baru saja Bastian masuk ke dalam ruangan, Maya yang mendengar desas-desus Bastian memiliki asisten pribadi langsung menutup pintu ruangan Bastian.
" Masuk!"seru Bastian saat mendengar ada orang yang mengetuk pintu ruang kerjanya.
Maya membuka dan pintu tersebut. Gadis itu membawa sebuah map berisi dokumen.
"Kebetulan sekali Maya, Aku mau mengenalkan Herlan sama kamu. Dia asisten pribadi aku. Misal kamu ada perlu sama aku, kamu hubungi Herlan saja."
Mendengar itu, Maya merasa kecewa. sebab Dia tidak bisa lagi mendekati Bastian. "Iya, pak."
Bastian memang sengaja ingin menjaga jarak dengan Maya. dia tidak ingin kedekatannya dengan mayat nanti menjadi batu sandungan terhadap hubungannya dengan Mauren kelak. agar pria itu bisa menjadi dinding di antara dia dan Maya.
__ADS_1
Bersambung...