Aku Ibu Mu, Nak

Aku Ibu Mu, Nak
BAB 133. MELAMAR


__ADS_3

Di rumah Richard, nampak Richard sedang menghabiskan waktu bersama anak-anak dan istrinya. Pria itu hari ini tidak masuk kantor, dia ingin istirahat sehari di rumah.


Sejak Mauren diculik kemarin, dia tidak bisa memejamkan matanya walaupun hanya sebentar. Begitu juga dengan Dani. pria itu diberi libur selama tiga hari oleh Dora. sebab Mauren juga tidak sekolah selama tiga hari. awalnya Dora dan Richard ingin memindahkan Mauren ke sekolah lain, tetapi Mauren menolak.


Mauren tidak ingin berpisah dengan teman-temannya terutama Bimbim. Maka dari itulah diputuskan, Mauren tetap sekolah di sana, dengan catatan Dani menunggunya di sekolah dari pagi hingga pulang sekolah.


Setelah menemani Mauren tidur siang, Richard lalu keluar dari kamar Maureen. Pria itu ikut bergabung dengan istrinya di kamar utama. Dilihatnya Dora sedang menyusui baby Andika.


Richard lalu duduk di samping istrinya. sambil melihat putranya minum dengan begitu lahapnya. Richard meneguk kasar salivanya. Dia jadi teringat saat baby Andika belum lahir, dialah yang menjadi bayi besar Dora. Minimal tiga kali dalam seminggu dia bertingkah seperti bayi pada istrinya.


"Sayang, mas sudah nggak sabar mau buka puasa."hidungnya mengendus-endus ke arah istrinya.


"Mas!"tegur Dora.


"Hanya cium sayang."Richard mengecup pipi kiri istrinya.


Dora memalingkan wajahnya ke arah suaminya. "Aku belum selesai masa nifas Mas."


"Iya sayang. Mas nggak minta itu kok,"tuturnya meyakinkan.


"Nggak minta itu, tapi nanti ujung-ujungnya mas lari ke kamar mandi. Kadang aku juga yang disuruh membantu."sindir Dora.


Pria itu hanya bisa nyengir sambil menggaruk belakang kepalanya. Karena apa yang dikatakan istrinya memang benar adanya.


***


Malam ini setelah Rani membantu Arga makan malam, Arga melihatnya membuka laptop kembali. Pekerjaannya sempat berhenti akibat ulah Arga yang meminta di suatu.

__ADS_1


Arga melihat Rani begitu seru sekali menatap laptop yang ada di pangkuannya. tadi sore Rani bilang mendapat kiriman email dari Antonius dan staff di bawahnya.


Email itu berisi beberapa pekerjaan yang biasa memang ditangani oleh Rani Arga melihat jari jemarinya yang lentik mengetik dengan begitu lincah, menyelesaikan beberapa dokumen yang akan ditandatangani oleh bosnya besok pagi.


Beberapa saat kemudian, Arga melihat Rani menutup laptopnya kembali dan meletakkannya di atas meja. pandangannya teralih pada Arga. Arga yang dari tadi menatapnya mencoba mengalihkan pandangan.


"Ada apa kak?"


Ternyata Rani sadar kalau Arga menatapnya sejak tadi.


"Ran, kamu kenapa mau menemani Kakak di sini?"


Arga melihat Rani bergeming sesaat, mungkin mencari jawaban yang pas. "kata Kak Dora, Kakak nggak punya keluarga buat ngejagain Kakak di sini."


"Cuma itu?"harga ingin mengulik lebih jauh perasaannya. Arga lihat dia hanya mengangguk lemah. Seperti ada yang dia tutupi.


Arga melihat Rani beringsut dari sofa, melangkah ke arah Arga dan duduk di bangku samping branker.


"Kakak mau apa? mau minum?"tawarnya.


Arga menggeleng dan tersenyum ke arahnya.


"Ran, Sejak pertama kali Kakak melihatmu di rumah tante Nadia Kakak suka sama kamu."Arga menjeda ucapannya. ingin melihat reaksinya. Ternyata Rani hanya menautkan alisnya saja.


"Sejak saat itu, kakak tidak bisa melupakan kamu. selalu teringat dengan kamu Ran."Arga tidak tahu lagi Bagaimana merangkai kata-kata romantis untuk mengutarakan perasaannya pada seorang wanita. Karena ini yang pertama kali baginya.


Arga melihat Rani menunjukkan wajahnya.

__ADS_1


"Ran, Mau nggak kamu jadi istri Kakak?"ucap Arga to the point. Entah bagaimana bisa pertanyaan itu meluncur begitu saja dari mulutnya.


Arga melihat Rani menegakkan kembali wajahnya. "istri?"Rani bertanya, Arga melihat kalau kening Rani berkerut.


"Kakak mau langsung nikah Ran. kakak serius sama kamu."Arga menatap wajah Rani, dia kembali menunduk sambil memainkan kuku di jari tangannya.


Arga coba menegakkan posisi duduk. Arga memberanikan diri meraih tangan kanan Rani.


Rani kembali mengangkat wajahnya, Arga menatap wajah itu penuh dengan harap.


"Gimana Ran?"


"Ta...Tapi kapan nikahnya Kak? aku masih mau kerja."mendengar pertanyaan seperti itu, Apakah artinya Rani menerima Arga?


"Kenapa kerja Rani? Kakak bisa memenuhi semua kebutuhan kamu.


"Bukan masalah itu Kak. aku masih ingin menjadi wanita karir."


"Begini saja Ran, setelah kita menikah, kamu boleh lanjut bekerja. Namun, saat punya anak, kamu harus resign."Arga mencoba membuat kesepakatan dengan Rani. Arga berharap Rani menyetujui.


"Iya kak, aku mau."Arga melihat Rani sedikit malu-malu.


"Terima kasih ya, Ran. sekarang kakak sudah tidak sendirian lagi di dunia ini."Arga mencium punggung tangan Rani yang ia pegang sejak tadi.


Bersambung...


sambil menunggu karya ini up mampir juga ke karya teman emak.

__ADS_1



__ADS_2