Aku Ibu Mu, Nak

Aku Ibu Mu, Nak
BAB 179. AMARAH FERNANDO


__ADS_3

Richard dan para sahabatnya terkejut saat melihat tiga buah foto di ponsel Richard. foto pertama memperlihatkan Bimbim, yang mana lengan kanannya dirangkul oleh Aulia. posisi keduanya berdiri di sebuah taman wisata. sedangkan foto kedua berada di balon udara, di foto itu memperlihatkan Bimbim dan Aulia sedang berdiri, tangan bimbing merangkul pinggang ramping wanita itu.


Pemandangan di belakangnya banyak balon-balon udara dengan berbagai motif. foto ketika memperlihatkan Bimbim dan Aulia di sebuah objek wisata yang terlihat indah Mereka terlihat saling menempel satu sama lain.


Karena tiba-tiba Amor mengatakan kalau Amor melihat keberadaan Bimbim, atensi mereka teralihkan dan langsung menatap ke arah tempat yang ditunjuk oleh Amor. di tempat itu mereka melihat Bimbim sedang duduk berseberangan dengan Aulia.


Saat ini Bimbim sedang memakaikan Aulia sebuah jam tangan di pergelangan tangan kiri gadis itu. Hadiah yang diberikan oleh Bimbim dari siang tadi, untuk hadiah ulang tahun Aulia. Melihat itu, Fernando dan Richard langsung melangkah ke arah bimbing.


Suara langkah Fernando dan Richard saling bersahutan Saat berjalan di atas lantai yang terbuat dari kayu.


Bimbim dan Richard melebarkan langkahnya. tatapan mata keduanya begitu tajam karena Bimbim dan Aulia.


"Bimbim!"Panggil Fernando dengan suara lantang, membuat orang-orang yang ada di sana memperhatikan lalu teralihkan kerah meja


"Pa ..Pa..."Bimbim terkejut, wajah pria itu mendadak pucat ketika saat melihat Di sana juga ada Richard.


Fernando mencengkeram baju bagian depan putranya, sehingga Bimbim yang awalnya posisinya duduk ini menjadi berdiri.


BUGH!


Sebuah pukulan dilayangkan oleh Fernando ke pipi kanan putranya. Dia benar-benar marah pada Bimbim. Fernando malu pada Richard, sebab anaknya menyakiti Putri sahabatnya.


BUGH


Richard juga ikut mendaratkan kepalan tangannya ke pipi berdiri Bimbim.


"Ini untuk Mauren, karena kamu sudah menyakitinya,"ucap Richard.


Karena tidak ingin menambah keributan di tempat itu, Fernando dari tangan putranya untuk keluar dari restoran itu. ini hanya tinggal Aulia saja yang ada di meja itu. Gadis itu terpaku diam, dia menatap tak percaya atas kejadian yang baru saja dilihat dan alami.


Ini bagai mimpi buruk baginya. Kalau sudah seperti ini, bagaimana nanti dia akan menjadi istri Bimbim? Apakah orang tua akan mau merestuinya? dia tidak menyangka kalau malam romantisnya dengan Bimbim akan berakhir seperti ini. Masalahnya, Bimbim pernah mengatakan orang tuanya kalau ada acara makan malam, biasanya mereka makan di restoran milik bapaknya Bastian. Tapi kenapa malam ini mereka juga ada di restoran ini?

__ADS_1


"Ikut bawa pulang, kamu harus mempertanggungjawabkan semua yang kamu lakukan!"Fernando menarik kasar tangan Bimbim. langkah keduanya diikuti oleh Richard.


"Sayang, tolong selesaikan pembayarannya! kamu bawa mobil sendiri ya, aku akan pulang dengan Bimbim. kita semua akan berkumpul di rumah Bimbim."busa Fernando sebelum menarik Bimbim melangkah ke area parkir. tak lupa dia menyerahkan kunci mobil pada istrinya.


"Iya, Mas"Amor lalu melangkah ke arah kasir.


"Cornel, kamu dan Afrian temani Amor ya. aku dan Dora akan berangkat duluan ke rumah Bimbim,"family chat.


"Ayo Sayang, kita lihat kondisi anak kita."Richard menuntun tangan istrinya melangkah ke tempat parkir. Sementara itu, mobil Bimbim yang dikemudikan oleh Fernando sudah melaju lebih dulu ke rumah Bimbim.


Setelah membayar meja Bimbim, Amor dan lainnya langsung melangkah ke arah tempat parkir. Mereka tidak mempedulikan Aulia yang masih duduk di tempatnya.


Wanita itu nampak kebingungan, mencoba memesan taksi online. dia ingin sekali pergi dari tempat itu. Sebab, hampir semua tatapan mata orang-orang yang ada di sana menatap Aulia dengan tatapan penuh tanya .


Ada yang mencibir, menduga juga kalau Gadis itu seorang pelakor. Ada juga yang mendua kalau oleh itu tidak mendapat restu dari keluarga pihak laki-laki Aulia yang merasa tidak nyaman menjadi pusat perhatian, Gadis itu langsung beranjak berdiri dari duduknya.


Aulia berjalan keluar dari restoran Abang itu dengan wajah sedikit menunduk. Gadis itu memutuskan untuk menunggu taksi online di depan halaman restoran saja.


Sementara itu, di rumah Bimbim dan Mauren, seperti biasa saat ini Maureen sedang sibuk membuat desain baju di dalam kamarnya.


Hal itu menandakan bahwa dia malam ini seperti kehilangan konsentrasi. entah apa membuat yang membuat seperti itu. apakah karena dia sedang memikirkan suaminya yang bersama wanita lain? atau ada ikatan batin dengan orang tua yang saat ini sedang mengkhawatirkannya.


Terlihat Mauren mencoret-coret kertas desainnya kembali. Ini sudah yang ketiga kalinya dia meremas kertas di sana menjadi kepala seukur bola kasti.


Mauren menghilang nafas panjang. "kenapa dari tadi perasaanku tidak enak?"batin Mauren bertanya-tanya.


Dia Lalu meletakkan pensil dan buku desainnya di atas kasur. baru saja dirinya ingin turun dari pembaringan, tiba-tiba pintu kamar diketuk.


"Nyonya... nyonya...!"salah satu asisten rumah tangga mengetuk pintu kamar Mauren.


Mauren segera turun dari pembaringan dan melangkah ke rapi untuk kamar. Dibukanya daun pintu itu sejengkal. "Ada apa ya Bi?"

__ADS_1


"Nyonya, di bawah ada Tuan Bimbim dan Tuan Fernando. Nyonya disuruh Tuan Fernando untuk turun ke lantai bawah."


Gadis itu mendapatkan kedua alisnya. "kira-kira Ada apa ya Bi?"perasaan Mauren mendadak tidak enak.


"Saya juga tidak tahu Nyonya. cuman tadi saya melihat wajah Tuan Bima sedikit bengkak dan memar."


"Yang bener Bi?"moren langsung berjalan ke arah tangga dan menuruni tangga itu dengan setengah berlari.Ada rasa penasaran dan khawatir yang ada di benak wanita itu.


Saat sampai di bawah, Mauren melihat Bimbim duduk di sofa dengan wajah menunduk.


"Mauren, duduk di sofa Nak!"seru Fernando.


"Ada apa Pa?"tanya Mauren, usai dia duduk di sofa ruang tamu.


Belum sempat pernah nemu menjawab, sebuah mobil baru saja masuk dan parkir di samping mobil Bimbim. pandangan mata Mauren mengarah ke arah halaman. Dia mengenali yang datang itu adalah mobil orang tuanya. Mauren beranjak berdiri dari duduknya dan melangkah ke arah pintu utama.


"Mauren!"Dora sedikit berlari ke arah teras. wanita itu langsung memeluk putrinya.


"Ada apa Ma?"tanya Mauren heran sekaligus penasaran.


"Bagaimana keadaanmu sayang!"Dora menatap-lekat wa aja putrinya. Dia merasa tidak tega telah dikhianati oleh suaminya sendiri.


"Aku baik-baik saja Ma. Memangnya ada apa sih? kok bapak dan Mama, Terus kalau Fernando juga ngumpul di sini malam ini? terus itu juga, wajah Bimbim Kenapa nampak memar?"banyak pertanyaan yang dilontarkan oleh Maureen kepada kedua orang tuanya.


"Sayang, lebih baik kita bicara di dalam."Richard mengajak istri dan anaknya masuk ke dalam rumah.


Mereka lalu masuk ke dalam rumah. Kini mereka sudah duduk di ruang tamu. saat Fernando ingin bicara, dua buah mobil masuk ke halaman rumah. Fernando kembali menjeda ucapannya. Nampak Amor, Fernando dan Mia keluar dari mobil.


Afrian dan Mia yang memiliki ikatan keluarga dengan Mauren. Keduanya tak segan untuk bergabung membahas permasalahan rumah tangga keponakannya.


Hanya Cornel dan Moresette saja yang tidak ikut. keduanya langsung menuju ke restoran miliknya sendiri untuk melanjutkan makan malam Yang tertunda.

__ADS_1


Cornel dan Moresette merasa tidak enak bergabung dalam pembahasan masalah keluarga sahabatnya. Keduanya sadar sendiri, walaupun persahabatan lama, tapi mereka tidak berhak mencari tahu lebih dalam lagi mengenai masalah rumah tangga anak dari sahabatnya.


bersambung.....


__ADS_2