Aku Ibu Mu, Nak

Aku Ibu Mu, Nak
BAB 236. MERASA ANEH


__ADS_3

Obrolan Mauren dan Atalia terhenti saat seorang laki-laki yang menggunakan baki datang membawa dua gelas minuman. Mauren dan Atalia yang dari tadi tenggorokannya kering langsung meminum air itu untuk membasahi tenggorokannya.


Berbagai hidangan prasmanan sudah tersaji di dalam ruangan itu. Para tamu undangan dipersilakan untuk mengambil makanan setelah acara pengenalan produk selesai.


"Ayo Mauren, kita ambil makanan,"ajak Natalia yang dari tadi merasakan perutnya sudah lapar. sebab Gadis itu belum makan malam.


"Kamu ambil saja duluan Atalia, Aku mau ke toilet sebentar."


"Mau aku temani nggak?"


"Nggak usah Atalia, aku bisa sendiri."


Atalia yang sudah merasakan lapar di perutnya, langsung beranjak menuju meja prasmanan.


Sementara itu, Carlos yang sudah duduk di tempat duduknya langsung beranjak keluar ruangan, dia mengikuti Mauren keluar dari ballroom.


Di dalam toilet, Mauren beberapa kali mencuci wajahnya, dia tidak mempedulikan lagi pashmina yang basah.


"Kenapa tubuhku mendadak seperti ini?"batin Mauren bertanya. Hawa tubuhnya mendadak panas. Mauren bergegas mengambil ponselnya dari dalam tasnya. Dia bermaksud ingin menghubungi suaminya.


30 menit Bastian berada di dalam kamar pribadinya, dia mendapatkan pesan dari Herlan bahwa penganggaran proyek hotel selisih jauh dengan perhitungan awal. Setelah membaca pesan itu, Bastian tegas keluar dari kamar pribadinya dan langsung turun kembali ke lantai tempat ruang kerjanya berada. di sana sudah ada Herlan dan Maya menunggunya di ruangan.


"Kamu Kenapa baru bilang malam ini, Herlan?'


"Maya baru saja ngomong sama aku."


"Maaf Pak Bastian, Pak Amran baru saja laporan ke saya,"dalih Maya.


Kring... kring...


Ponsel milik Bastian mendapatkan panggilan telepon. Bastian mengambil ponselnya dari saku dilihatnya istrinya yang melakukan panggilan. Saat Bastian ingin mengangkat telepon, Maya mengajak bicara, ingin membahas masalah anggaran.


"Sebentar Maya. Saya mau angkat telepon dari istri saya."Bastian langsung menerima telepon itu.


"Halo sayang."


"Mas, bisa ke sini nggak?"


"Ada apa, sayang?

__ADS_1


"Mas, cepat ke sini!"


"Iya, sayang."


Panggilan telepon berakhir. Bastian memasukkan kembali ponselnya pada saku celana.


"Saya mau ke ballroom sebentar."pamit Bastian.


"Pak Bastian, ini belum selesai. Dan ini juga perlu cepat." ucap Maya yang masih ingin bersama dengan Bastian. namun Bastian tidak mengharapkan ucapan Maya.


"Sudahlah Maya, di mana mana istri itu lebih penting dari apapun."ucap Herlan.


Bastian berlari keluar ruangan. di depan pintu lift pria itu terengah-engah mengatur nafasnya sambil menunggu pintu lift terbuka.


Sementara di toilet, setelah menelpon suaminya, Mauren tegas keluar dari ruang toilet. Di depan sana ada Carlos sudah menunggunya.


"Mauren, masih ingat sama aku, nggak?"


"Maaf Carlos tinggalkan aku sendiri!"Mauren terus menghindari Carlos, Dia berjalan ke arah lift.


"Mauren kamu kenapa?"Carlos mengikuti langkah Mauren.


Carlos tidak menghiraukan larangan Mauren, dia terus mendekat hingga dia ingin memegang lengan wanita. "Mauren..."Carlos sudah mengetahui apa yang terjadi pada Mauren saat ini.


Ting ..


Pintu lift terbuka, Bastian kaget melihat istrinya berdiri di depan lift dengan seorang pria. "Jangan coba-coba kamu menyentuh istri saya!"Bastian mendorong tubuh Carlos.


"Mas, cepat bawa aku ke kamar!"Mauren menarik tangan suaminya saat pintu lift hampir tertutup kembali.


Bastian lalu masuk ke dalam lift bersama istrinya. "sayang, kamu kenapa? apa yang terjadi ini dengan kamu?"cacar Bastian.


Mauren tidak menjawab, dia sibuk membuka satu persatu kancing baju kemejanya. "Sayang, kenapa dibuka?"Bastian melepas jaketnya untuk dia pakai menutupi bagian depan tubuh istrinya.


Mauren mencium bibir suaminya, di rumahnya bibir itu dalam-dalam. Bastian mengimbangi ciuman itu. Netra keduanya terpejam menikmati ciuman itu.


"Sayang, jangan di sini."ucap Bastian setelah pagutan itu terlepas. pria itu takut kalau pintu lift tiba-tiba terbuka. Dan kegiatannya akan jadi tontonan orang yang ingin masuk ke dalam lift.


Setelah berada di lantai paling atas, Bastian langsung menggendong istrinya ala bridal style. Dia melangkah cepat menuju kamar pribadinya. Bastian bergegas mengambil card lock yang ada di saku jaketnya.

__ADS_1


Ketika pintu kamar sudah tertutup, Mauren langsung melepas pashmina dan membuangnya ke sembarangan tempat, kemeja yang sudah terbuka kancingnya sudah ditinggalkan oleh Mauren. Kini rok panjang yang dikenakannya juga dia turunkan ke bawah. Bastian yang melihat itu membiarkannya saja, sebab mereka sudah berada di dalam kamar.


"Mas, aku sudah nggak tahan."


"Tunggu sebentar ya sayang, Mas mau menghubungi Herlan sebentar."


Panggilan Bastian langsung terhubung. "Herlan kamu di mana?"


"Aku masih di ruang kerja kamu."


"Kalau acara sudah selesai, kamu antar pulang gadis yang datang bersama istriku. bilang pada dia istriku malam ini menginap di hotel."perintah Bastian.


"Satu lagi, kamu segera amankan CCTV malam ini."


"Ada apa Bastian?"


"Nanti aku ceritakan."


Sambungan telepon langsung diputus oleh Bastian. Perhatian Bastian kini beralih ke arah istrinya, dilihatnya istri yang sekarang hanya mengenakan pakaian dalam saja. Bastian bergegas melepas satu persatu kancing baju kemeja lengan pendeknya, dan membuang begitu saja. Tatapan mata Bastian tidak teralihkan dari istrinya.


"Sayang, Siapa yang membuat kamu seperti ini?"tanya Bastian dalam hati. tangannya menurunkan celana jeans.


Kini hanya boxer saja yang tersisa pada tubuh atletis. Bastian langsung menggendong istrinya menuju pembaringan.


Malam ini kamar mewah kembali menjadi saksi pergulatan panas pasangan pengantin baru. Bastian sedikit kewalahan dalam mengimbangi permainan istrinya. Mauren dua kali memaksa suaminya untuk menggapai nirwana bersamanya.


Setelah pelepasan kedua, Bastian dan Mauren terkulai lemas. Mauren sudah tidak berdaya lagi, dia Langsung tertidur pulas. Dengan sisa tenaga yang ada, Bastian bergegas ke kamar mandi untuk membersihkan diri.


Setelah itu Bastian membersihkan area bagian intim istrinya, sebab istrinya sudah tidak bisa dibawa ke kamar mandi. Selesai membersihkan bagian inti tubuh istrinya, pria itu mengambil tisu basah untuk membersihkan make up di wajah istrinya. piyama lengan pendek juga dia pakai kan di tubuh istrinya.


Setelah itu Bastian berbaring di samping istrinya. Dia kembali termenung mengingat kejadian 1 jam yang lalu. Berbagai pertanyaan berputar di kepalanya.


"Siapa yang melakukan ini pada Mauren? Apa tujuannya? apakah ada hubungannya dengan lelaki yang di pintu lift itu? lelaki itu siapa ya? wajahnya terlihat tidak asing."batin Bastian.


Bastian sangat bersyukur sekali dia bisa menemui istrinya tepat pada waktunya. Sebab jika terlambat sedikit saja, mungkin Mauren akan dibawa oleh lelaki tadi. Bastian tidak bisa membayangkan kalau yang memuaskan Mauren adalah lelaki lain.


Tangan Bastian mengepal kuat, dia harus menemukan pelakunya. Awalnya Bastian berpikir meninggalkan Mauren di hotelnya sendiri itu sudah aman, ternyata tidak. Kali ini Bastian akan lebih berhati-hati lagi dalam menjaga istrinya.


Bersambung...

__ADS_1


__ADS_2