Aku Ibu Mu, Nak

Aku Ibu Mu, Nak
BAB 161. MENEMUI AULIA


__ADS_3

Brak....


Bunyi pintu ditutup oleh Mauren. mendengar itu, gegas membuka ikatan dasi yang menutupi kedua matanya. Nampak bimbing mengerjapkan matanya beberapa kali.


Setelah penglihatannya kembali normal, pria itu langsung melangkah menuju ke arah kopernya. dia bermaksud ingin mengambil baju ganti terlebih dahulu. jadi begitu Mauren sudah selesai dengan urusannya di kamar mandi, dinding Bisa langsung masuk ke dalam kamar mandi.


Belum sempat mengambil bajunya di dalam koper, Bimbim mengambil ponselnya yang sejak tadi sore dia letakkan di dalam kopernya. Dia buka ponsel pintarnya, dilihatnya di sana ada dua pesan yang dikirim oleh Aulia. Pesan berupa foto dan pesan berupa tulisan.


Bimbim tersentak saat melihat pesan yang dikirimkan oleh Aulia. dia langsung mencoba menghubungi Aulia. Tapi panggilannya tidak diangkat oleh gadis itu.


Sudah beberapa kali Bimbim mencoba menghubungi tetapi tidak ada jawaban. pria itu lalu bergegas melepas pakaian yang dikenakannya hingga menyusahkan pakaian dalamnya saja.


Bimbim memakai baju kaos oblong dan celana semi jeans panjang. dia Lalu mengambil kunci mobil di dalam saku celana pakaian pengantin yang baru dilepaskan.


Setelah mendapatkan kunci itu Bimbim langsung keluar dari kamar tanpa berpamitan dengan Mauren.


Di dalam lift lihat itu menyempatkan diri menurut sebuah perusahaan untuk Mauren yang akan dia kirim melalui aplikasi hijau.


Ting.


Pintu lift terbuka di lobby. Bimbim langsung berlari menuju pintu lebih hotel.


Ting!


Selang waktu semenit pintu lift yang satunya lagi juga terbuka. Bastian yang ingin pulang ke rumahnya langsung bergegas keluar dari lift. pria tampan itu terkejut saat melihat sahabatnya berlari keluar hotel sendirian. seketika pikiran Bastian mengarah ke arah Mauren.


"Mauren apa yang terjadi dengan Mauren? Kenapa bimbi meninggalkan Mauren di malam pengantin?"tanya Bastian dalam hati.


Bastian mengkhawatirkan keadaan Mauren. pria itu kembali membalikkan badannya menghadap pintu lift dan menekan tombol di samping pintu yang tertutup.


Sementara di dalam kamar, yang baru saja keluar dari dalam kamar mandi terkejut saat melihat suaminya tidak ada di ruangan itu. hanya ada satu stel pakaian dinding yang teronggok di dekat Koper.

__ADS_1


"Bimbim ke mana ya? buatin Mauren bertanya-tanya.


Di luar kamar, Bastian yang sudah tahu lokasi kamar pengantin langsung mengetuk pintu. Mauren yang masih mengenakan bathrobe itu langsung membuka pintu, sebab Dia mengira yang menutup pintu itu adalah suaminya.


"Kak Bastian?"mimik wajah Mauren nampak terkejut.


Bastian trapaku melihat penampilan Mauren malam ini, tanpa polesan apa-apa. Tubuhnya hanya terbalut dengan jubah mandi. Rambut basahnya masih tergerai berantakan karena Gadis itu belum sempat menyisir rambutnya.


"Kak, sebentar ya aku mau mengenakan piyama dulu."


Bastian hanya mengangguk. dan pintu itu lalu ditutup kembali oleh Mauren. sedangkan Bastian dia menyandarkan punggungnya pada dinding samping pintu. Pria itu juga menempelkan bagian belakang kepalanya pada dinding, matanya terpejam entah apa yang sedang di pikirkan oleh pria itu.


Selesai mengenakan satu set piyama celana panjang, Mauren bergegas ke arah meja rias, Gadis itu merapikan rambutnya yang berantakan. hanya dengan menyisir rambut saja tanpa bedak tanpa lipstik, Mauren sudah terlihat sangat cantik. Apalagi rambutnya yang masih, Gadis itu terlihat sedikit lebih seksi di mata pria yang memandangnya. termasuk Bastian.


Setelah selesai menyisir rambut, Mauren bergegas menuju ke arah pintu, dia merasa tidak enak jika Bastian terlalu lama menunggunya.


Mauren membuka daun pintu itu kembali. Bastian yang sedang memejamkan matanya itu langsung membuka kelopak matanya.


"Memangnya Bimbim pergi ke mana Maureen?"


"Aku juga nggak tahu Kak. Aku mau periksa ponsel dulu, Siapa tahu dia meninggalkan pesan di sana."lebar daun pintu kamar ini. "Silahkan masuk kak!"


Bastian yang penasaran dengan kejadian sebelum Bimbim pergi, dia pun memutuskan untuk masuk ke dalam kamar pengantin. setelah berada di dalam kamar, perhatian pria itu langsung tertuju ke arah peraduan.


Dia melihat sprei putih bertabur Ke Lebak bunga mawar merah berbentuk hati itu masih utuh bentuknya. sepertinya tidak ada jejak manusia di sana.


Pikiran negatif yang sempat terlintas di kepalanya saat melihat tampilan Mauren pertama kali membukakan pintu kamar itu sirna. karena tidak mungkin mau rendam dinding melakukan yang pertama kali itu di dalam kamar mandi.


Pandangan pria itu kini beralih pada Mauren. dilihatnya Mauren sedang berjalan ke arah meja rias. Saat tadi Mauren mengambil bajunya di dalam koper, Mauren juga sekalian mengambil ponsel yang disimpan dalam koper. Namun, belum sempat membukanya.


Mauren mengambil ponsel itu, kemudian ia kembali melangkah ke arah Bastian. Matanya sambil melihat ke arah layar ponselnya. dilihatnya ada pesan masuk dari Bimbim. dibukanya pesan itu.

__ADS_1


"Mauren aku pergi ke rumah Aulia sebentar untuk menenangkannya."pesan Whatsapp Itu yang dikirimkan oleh Bimbim untuk Mauren.


Usai membaca pesan, pandangannya kembali ke arah Bastian. "Ternyata Bimbim pergi kerumahnya Aulia." ucap Mauren dan mimik wajahnya biasa aja.


Bastian tidak menemukan kemarahan disana. Tak ada rasa sakit hati sedikitpun ditinggalkan oleh Bimbim saat malam pertama , pergi kerumah wanita lain pula. Sebab memang tak ada rasa cinta di hatinya pada pria itu.


"Mauren kamu tidak apa apa kan ?" tanya Bastian sedikit Kwatir.


"Aku tidak apa apa kak. Justru itu hal yang sangat wajar, sebab aku sudah memisahkan mereka." sahut Mauren.


"Kak Bastian sudah ngantuk?"


"Kakak nggak ngantuk. Kenapa Mauren ?" Ya. Lelaki itu memang tidak mengantuk, matanya masih kelihatan segar, di pakai untuk begadang sampai pagi pun kuat. Sebab saat Mauren bersanding dengan Bimbim di pelaminan, Bastian tak sengaja tidur di dalam kamar tidurnya. Dan ini belum ada satu jam dia terbangun dari tidurnya.


"Kak, Di hotel ini ada tempat untuk menenangkan diri ngak?"


Dahi pria itu seketika berkerut, kemudian pandangannya mengarah ke arah atas sebentar, untuk memikirkan tempat yang pas untuk Mauren saat ini.


Di hotel ini, ada mini cafe yang letaknya di lantai paling atas. Jadi untuk tamu hotel yang mau nongkrong di sana Bisa sambil ngopi dan makan-makan juga. namun sekarang sudah hampir jam 12 malam cafe di sana sudah tutup.


"Enggak apa-apa kak, aku memang lagi nggak niat makan.


"Ya sudah Mauren, kalau kamu mau ke sana, Kakak akan temani kamu di sana."


Bastian lalu keluar lebih dulu dari kamar itu. kemudian disusul oleh Mauren. Wanita itu meninggalkan ponselnya di atas kasur.


Beberapa saat kemudian, Bastian dan Mauren sudah sampai di depan pintu masuk Cafe. di sana ada penjaga seorang laki-laki berusia sekitar empat puluh tahun. Pria itu langsung berdiri. "Selamat malam Pak Bastian, Ada yang bisa saya bantu?"


"Malam Pak, Tolong buka pintu Cafe!"perintah Bastian.


"Baik Pak,"pria itu lalu mengambil kunci dan membuka pintu itu. Dulu cafe b itu bukan 24 jam, sejak ada kejadian seorang gadis hampir diperkosa di sana, akhirnya sekarang jam 11.00 malam sudah tutup.

__ADS_1


Bersambung....


__ADS_2