Aku Ibu Mu, Nak

Aku Ibu Mu, Nak
BAB 143. TERUS TERANG


__ADS_3

"Ran, sebaiknya kamu segera kasih tahu Cornelius bahwa kamu sebentar lagi akan menikah dengan kakak. Karena kakak lihat dia menyukai kamu. Makanya dia terus berusaha mendekati kamu. Kakak ini laki-laki Ran, jadi kakak tahu seperti apa perilaku seorang pria kalau lagi mengejar seorang wanita. sama seperti kakak dulu. Saat Kakak pertama kali melihat kamu di rumah Bu Nadia, kakak langsung menyukai kamu. Dan Sejak saat itu kakak berusaha untuk mendekati kamu."tutur Arga, saat mereka sudah keluar dari restoran.


"Iya kak Nanti malam akan kirim pesan ke ke Cornelius."


"Kamu jangan marah ya, Ran. kakak bukan bermaksud mengekang kamu untuk berteman. Hanya saja yang kakak lihat dari Cornelius itu dia bukan sekedar ingin berteman saja dengan kamu, melainkan ingin lebih dari sekedar teman. Makanya Kakak harus cut dari sekarang karena Kakak takut kehilangan kamu Rani."


"Iya kak, Kakak percaya saja sama aku. Aku nggak akan menghianati kakak."


Arga mengambil tangan kanan Rani dengan tangan kirinya. Lalu dia cium punggung tangan wanita itu.


Tak terasa mobil yang dikemudikan oleh Arga kini berhenti di depan pagar rumah kost tempat Rani tinggal. wanita itu lalu membuka pintu mobil sambil menenteng kantong plastik berwarna bening yang berisi makanan dari restoran Cornel.


"Hati-hati di jalan Kak."Rani melambaikan tangannya saat Arga ingin menjalankan mobilnya kembali.


Setelah mobil Arga menghilang dari pandangannya, Rani langsung membuka pagar tempat kosnya. Di dalam pikiran wanita itu sedang merangkai kata yang baik untuk memberitahu ke Cornelius mengenai hubungannya dengan Arga.


Sesampainya di dalam kosnya, wanita itu membersihkan diri terlebih dahulu. karena sebentar lagi waktunya salat magrib.


Jam delapan malam setelah menyelesaikan makan malamnya, Rani mengambil ponselnya yang masih ada di dalam tasnya. Diperiksanya benda canggih itu. ternyata ada beberapa pesan masuk dari Arga dan juga Cornelius. Rani langsung membuka pesan dari Arga.


"lagi ngapain Ran, makanannya sudah dimakan belum?"pesan yang dikirimkan oleh Arga beberapa menit yang lalu.


"Aku baru selesai makan Kak."balas Rani.

__ADS_1


Setelah membalas pesan dari kekasihnya, Rani lalu membuka pesan dari Cornelius.


"Ran, laki-laki yang sama kamu tadi sore itu siapa?"pesan Whatsapp yang dikirimkan Cornelius ke layar ponsel milik Rani.


Rani tersenyum saat membaca pesan Cornelius. Kebetulan sekali Cornelius bertanya seperti itu. Jadi dia bisa dengan mudah memberitahu ke Cornelius mengenai hubungannya dengan Arga.


"Itu tunangan aku Kak, namanya Arga. Kurang lebih tiga minggu lagi kami akan menikah."balas Rani.


Cornelius yang baru saja membaca balasan pesan dari Rani itu langsung menghubungi Rani.


Dengan perasaan ragu Rani menerima panggilan itu.


"Halo Ran,"


"Kamu nggak bercanda kan, Ran?"tanya Cornelius dengan perasaan kecewa.


"Enggak kak. Aku serius, makanya aku selama ini nolak untuk ketemu sama kakak. karena ada hati yang harus aku jaga Kak."


"Ya sudah Ran, nggak apa-apa. Kakak minta maaf sama kamu, karena selama ini sudah mengganggu kamu."


"Kakak jangan marah ya Kak."


"Enggak ah!"sudah dulu ya, Ran."

__ADS_1


Sambungan telepon langsung diakhiri oleh Cornelius. Pria itu saat ini sedang merasakan sesak di dada. Ini yang kedua kalinya Cornelis menyukai seorang wanita. belum sempat menyatakan perasaan, tapi sudah didahului oleh orang lain.


Dulu saat dengan Dora, dia juga memendam perasaannya pada wanita itu. Karena waktu itu dia masih kuliah, belum bekerja. Apalagi dia tahu kalau Dora itu anak orang kaya. maka dari itu dia belum percaya diri menyatakan perasaannya pada Dora saat itu.


***


Beberapa hari sebelum acara, Riana dan orang tuanya sudah diboyong oleh Antonius ke rumah barunya. awalnya Antonius ingin dia sendiri yang menjemput Riana dan calon mertuanya, Tapi dia dilarang oleh Nyonya Nadia.


Karena menurut Nyonya Nadia, jika bepergian jauh disaat mau nikah, terlalu besar resikonya saat di jalan nanti. dia tidak ingin anaknya kenapa-napa.


Acara akad nikah yang awalnya ingin diselenggarakan di rumah tuan Bernando, berubah tempatnya. Antonius ingin menikah di rumah barunya.


Tidak hanya Antonius saja yang saat ini sedang sibuk menyiapkan pesta pernikahannya. Rani dan Arga juga sibuk menyiapkan acara pernikahannya yang akan digelar tiga hari setelah acara pernikahan Antonius.


Semua ini atas saran dan nyonya Nadia. mumpung orang tua Rani lagi ada di sini untuk menghadiri acara pernikahan Antonius, katanya. Daripada bolak-balik lagi ke villa, lebih baik sekalian saja nikahnya. begitu menurut pemikiran istri dari tuan Bernando itu.


saran dari Antonius untuk membeli rumah di lingkungan yang sama dengannya itu disambut baik oleh Arga dan Rani. Dengan senang hati Arga membeli rumah di sana. Dia ingin istrinya memiliki teman saat sudah resign nanti.


Sudah satu minggu Rani tinggal di rumah Arga. hampir setiap hari Arga mengantar jemput Rani bekerja. kecuali jika pria itu sedang sibuk, terpaksa Rani pulang dengan menggunakan taksi online.


harga baru saja memarkirkan mobilnya di halaman rumah. Dia dan Rani baru saja pulang dari supermarket. keduanya harus berbelanja untuk kebutuhan dapur. sebab rencananya orang tua Rani akan datang esok hari. Karena ingin menghadiri acara pernikahan Antonius dan Riana yang akan digelar tiga hari lagi.


Nampak Arga dan Rani turun dari mobil, sambil masing-masing menenteng kantong kresek berisi berbagai macam bahan makanan, minuman dan cemilan.

__ADS_1


bersambung....


__ADS_2